
saat mereka lagi makan dengan enak nya tiba-tiba ada seseorang gadis mendatangi meja mereka dengan wajah yang sangat ketakutan
"kak tolongin temen gue"
kata-kata gadis itu terpotong potong
karna napas nya masih tersengal-sengal
"eh ini minum dulu terus tarik napas dalam-dalam baru ngomong"
Alya memberi minuman air putih lalu di kasih kan oleh gadis itu
"hah kak tolongin temen gue, temen gue soalnya lagi di buly sama kak Bila cs"
gadis itu mulai menjelas kan setelah minum
"what!! Bila cs ngebully lagi??"
Mila bertanya dengan nada tak percaya
"iya kak, tolongin temen gue, pliss"
karna Aska tak tau apa-apa tentang masalah ini dia hanya diam aja memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh mereka
Raka cs dan Aron cs langsung pergi ke lapangan dan Aska mengikuti mereka karna penasaran
saat sampai di sana dia melihat seorang gadis yang sedang menangis di bully habis-habisan sama perempuan yang mirip em... badut??
ya badut, karna dandanan nya sangat tebal seperti tante-tante
"BILA!!! stop!!"
karna Raka berteriak dengan suara yang lantang orang yang di panggil Bila itu berhenti menjambak rambut gadis yang sedang di bully nya
'kenapa Raka yang berteriak dan sepertinya ada masalah antara badut itu dan gadis yang di bully itu'
Aska membatin dengan heran
"R-ra Raka!! sejak kapan kamu di sini?"
Bila langsung melepaskan genggaman tangan nya dari rambut gadis itu
"Bila kenapa Lo masih ngebully orang lain!!"
Raka membentak dengan kencang dan mengagetkan semua orang lain
"Raka dia uda ngerebut kamu dari aku, wajar dong kalau aku marah"
ujar nya sambil menunjuk wajah gadis itu
"heh seharusnya Lo itu ngaca, Lo gak pantas sama Raka!! tau gak!!"
bentak Mila
"cih gimana dia mau ngaca cara berdandan saja seperti badut abadi"
ejek Alya
"hah otak dia kan sudah di jual oleh om om jadi wajar dong kalau dia tak pandai berdandan"
Sinta mengejek dengan sangat pedas yang mampu membuat Bila marah
"Eh!! Lo itu jal*n* gak tau diri"
bentak Bila sambil menunjuk ke wajah Alya
"Eh!! omongan Lo di jaga bisa gak!!"
teriak Aron membela
teman-teman Bila hanya diam mereka takut jika sudah berurusan dengan Raka
"Bila sekarang Lo ikut gue, Lo harus di beri sanksi seberat-beratnya"
ucap Raka
"Raka!! apakah karna cewek ini kamu membenci ku!!"
teriak bila tak terima
'sebenar nya ada apa ini apakah Bila itu menyukai Raka tapi Raka menyukai cewek itu'
Aska sedari tadi hanya diam menyimak , dia sedang berpikir bagaimana dia mendapatkan informasi tentang Raka, jika dia bertanya dengan Aron cs pasti mereka akan curiga
jika Aska bertanya langsung dengan Raka pasti dia akan mengelak
'apakah cewek itu bisa ku manfaat kan?, sepertinya bisa'
Aska tersenyum tipis bahkan sangat tipis
saat Bila ingin menampar cewek itu
Plak
bukan cewek itu yang terkena tampar tapi Bila, siapa lagi jika bukan Aska pelakunya
Aska menahan tangan Bila saat ingin menampar cewek itu tapi tangannya ditahan oleh Aska lalu Aska menampar balik Bila
"jangan pernah membuat masalah lagi itu sangat menjanjikan, kau paham!!"
Aska berucap dengan dingin dan mata tajam nya sudah mode on
Aska langsung menarik tangan cewek yang tadi di bully ke mobil Raka
"ka gue pinjam mobil lo nanti Lo pulang sama temen Lo aja"
sebelum mendapatkan jawaban dari Raka Aska langsung pergi membawa mobilnya dan cewek itu
~di dalam mobil~
perjalanan mereka terasa hening karna keduanya sama-sama diam dan akhirnya cewek yang disebelah Aska membuka suara
"em.. terima kasih kak"
kata gadis itu dengan wajah tertunduk
"nama Lo siapa"
Aska bertanya sambil melirik ke gadis itu
"Kia kak"
jawab gadis itu
"rumah Lo dimana?"
Aska bertanya lagi
"em... aku turun di sini aja kak soal nya aku berangkat sama supir aku"
gadis itu menjawab dengan suara gugup
'sepertinya ada yang di sembunyikan oleh nya'
batin Aska
"suruh supir Lo ke apartemen R4 nomor 72"
perintah Aska
"tapi kak.."
sebelum Kia menolak Aska langsung memotong
"gak ada penolakan"
tegas Aska
"o-ok"
jawab Kia lesu
perjalanan mereka menjadi hening kembali karna tak ada dari mereka yang membuka suara
saat sudah sampai di parkiran Aska memerintahkan Kia untuk turun
Aska menggiring Kia memasuki apartemen nya
yang diketahui orang lain adalah apartemen itu milik CEO perusahaan R4 tapi karna mereka tak tau CEO nya Aska jadi mereka tak tau pemilik apartemennya adalah Aska*
~ balik ke cerita~~
"duduk"
perintah Aska kepada Kia
Aska mengambil kotak obat P3k lalu mulai mengobati luka di di wajah, tangan dan kakinya Kia
setelah itu Aska menyuruh Kia untuk mandi dulu karna penampilan Kia sangat buruk
rambut acak-acakan, baju sudah sangat jorok, dan bau badannya sangat bau karna Bila menyiram nya dengan air got
"tapi Kia gak ada baju ganti kak"
Aska langsung mengambil Hoodie dan celana training nya
lalu memberikan nya kepada Kia
setelah beberapa lama Kia keluar dengan penampilan yang bersih
Aska memberikan susu coklat kepada Kia agar dirinya lebih tenang
di ruang tamu semua hening tak ada pembicaraan diantara mereka berdua
tiba-tiba saja ponsel Kia berdering memecahkan keheningan mereka
"Halo pak, kenapa?"
tanya Kia dengan lawan bicaranya
"......."
"oh gitu ya pak, kalau gitu bapak jemput nya pas sudah selesai aja pak"
kata Kia
"......"
"iya pak sama-sama"
Kia memutuskan panggilan nya
"em... kakak keberatan gak kalau aku disini sampai malam soal nya mobil supir aku ban nya bocor"
ucap Kia sangat memohon
"boleh"
Aska menjawab dengan cepat
bagaimana tidak cepat ini semua adalah rencana nya
~flash back on beberapa jam lalu~
saat Kia sudah memasuki kamar mandi, Aska langsung menelpon bawahnya untuk membuat supir Kia terjebak agar dia menjemput Kia lama
"kak Jek Lo buat supir Kia lama jemput dia, apapun cara nya mau itu jebak dia di kemacetan atau buat ban nya bocor"
perintah Aska
"baik queen"
jawab Jeki
Jeki itu adalah Beta yang di tugas kan aska untuk menjadi pengawal Aska dan selalu mengikuti Aska kemana pun dengan cara menyamar
setelah Aska menelpon Jeki Aska menelpon Zaki
"halo"
sapa Zaki
"halo juga kak Zaki"
sapa balik Aska
"kenapa As? Lo jadi ke markas kan?"
tanya Zaki
"hehehe itu masalah nya kak aku gak jadi ke markas karna masih ada urusan mendadak"
Aska merasa bersalah karna dia tidak menepati janjinya
"ya... berarti gak jadi ke sini ya.."
sepertinya Zaki sedikit kecewa
Aska memutar otaknya agar Zaki tidak marah kepadanya dia begitu bingung membujuk Zaki
"ah bagaimana kalau nanti malam aku ke markas nya"
bujuk Aska dengan suara yang lembut
karna mendengar suara Aska yang lembut Zaki luluh dan menyetujui nya
"baiklah kakak akan menunggu mu nanti malam"
"baiklah aku matikan dulu"
Aska memutuskan panggilan mereka
~flash back of~~
"ah terima kasih kak"
Kia berterima kasih
"boleh kah aku bertanya"
Aska berbicara dengan serius
"apa kak"
Jawab Kia
"Jawab dengan jujur"
"ba-baiklah"
Kia khawatir bila pertanyaan nya ke arah Raka
"apa hubungan mu dengan Raka dan ada masalah apa kau dengan Bila"
Aska bertanya dengan serius
dan benar saja ternyata Aska bertanya tentang Raka
"sebenarnya......"
•
•
•
•
•
•
•
~bersambung~~
haiii kakak-kakak apa kabar nih
maaf ya kalau ada perkataan ku yang kurang berkenan di hati kalian
maaf juga kalau masih ada typo dan alur ceritanya yang gak nyambung
kritik dan saran kalian sangat berguna bagi aku