Ruthless Mafia Queen

Ruthless Mafia Queen
Lion POV



Setelah selesai bertarung, Aska duduk di trotoar dan di susul oleh leader mafia black devil yang memegangi perutnya


"Sebenarnya kau di pihak siapa?"


tanya pria itu dengan suara dingin


Aska tak habis pikir oleh pria yang ada di sampingnya, jelas-jelas dia sudah membantu pria itu dan pria itu masih bertanya 'kau di pihak siapa?'


'Sebenarnya pria ini asli leader mafia black devil kan? mengapa pertanyaannya bodoh sekali'


batin Aska bertanya-tanya


"Sama-sama"


ujar Aska tanpa menjawab pertanyaan pria itu


"Sebenarnya kau di pihak siapa?"


tanya nya lagi dengan pertanyaan yang sama dan suara yang dingin lagi


"Kau mengulangi pertanyaan bodoh mu lagi?"


bukannya menjawab pertanyaan pria itu, justru Aska bertanya lagi dengan ketus


'*A*pakah pertanyaan ku bodoh? tapi apa salah nya dengan pertanyaan ku?'


monolog pria itu


"Sebenarnya kau di pihak siapa?"


tanya nya lagi tetap dengan pertanyaan nya yang tadi


'What the fu*k, apakah otaknya lompat saat dia berperang tadi?'


umpat Aska dalam hati


Aska menolehkan kepalanya dan menatap pria itu dengan tajam, hingga beberapa detik hening, Aska pun menghela napas lalu berkata


"Pulang lah kau akan tau sendiri"


jawabnya lalu berdiri


Aska berjalan ke arah mobilnya dan melajukan mobilnya di atas rata-rata


Flashback on


Seorang pria yang sangat tampan bak dewa sedang duduk di singgasananya di sebuah perusahaan yang sedang berkutat dengan berkas-berkas yang harus di tanda tangani


Saat sedang fokus dengan pekerjaannya seseorang mengetuk pintu ruangan itu hingga memecahkan konsentrasinya


Tok


Tok


Tok


“Masuk”


Titah pria itu


Seseorang pria masuk yang wajahnya lumayan tampan dan dia lah sekretaris dari pria yang duduk di singgasananya


“5 menit”


Ujarnya dingin karna pekerjaannya ter tunda


"Tuan anda di undang oleh tuan angkasa untuk memberikan motivasi di salah satu kampus keluarga angkasa, acaranya di selenggarakan pada hari kamis dan kebetulan kita tak ada meeting dengan klien , jadi apakah tuan Lion akan memenuhi undangan dari tuan Angkasa?”


Ujar sang sekretaris dengan cepat karna hanya di beri waktu 5 untuk berbicara


Dan ya orang yang sedang duduk di singgasananya adalah Lion, Lion Putra Tama


“Apa nama kampus yang akan saya hadiri?”


Tanya Lion


“Universitas Angkasa'F"


Jawab sang sekretaris Rama, Rama Gata Tama


Yap Rama adalah salah satu anggota keluarga Tama, dia adalah anak angkat dari keluarga Tama, yang dulunya Rama pernah menolong nyonya Tama ibu nya Lion, saat itu ibunya sedang dalam perjalanan pulang dari supermarket tapi ada pesaing bisnis yang ingin mencelakainya di jalan yang sepi, untungnya ada Rama yang saat itu kebetulan berjalan di situ jadi dia bisa menolongnya


Back story


“Jadi itu adalah kampus adek gue?”


Tanya Lion dengan bahasa santainya


“Yap itu tempat kampus adek lo”


Jawab Rama


“Oke, gue akan penuhi undangan dari tuan angkasa”


Setuju Lion


“Oke, kalau gitu gue pamit”


Ujar Rama


“Hmm”


Dehem Lion


Lion POV


Saat gue sedang fokus dengan berkas-berkas yang harus gue tanda tangani karna gue adalah pemilik perusahaan ini, lebih tepatnya mewarisi perusahaan keluarga gue


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan gue dan mengganggu konsentrasi gue


"Masuk”


Titah gue


“5 menit”


Ujar gue


“Tuan anda di undang oleh tuan angkasa untuk memberikan motivasi di salah satu kampus keluarga angkasa, acaranya di selenggarakan pada hari kamis dan kebetulan kita tak ada meeting dengan klien , jadi apakah tuan Lion akan memenuhi undangan dari tuan Angkasa?”


Ujarnya yang tak lain adalah sekretaris gue orang kepercayaan gue sekaligus adek angkat gue yaitu Rama, Rama Gata Tama


“Apa nama kampus yang akan saya hadiri?”


Tanya gue memastikan


“Universitas Angkasa'F"


Jawab Rama


Seingat gue kampus itu adalah kampus yang adek gue sukai itu hingga dia sampai nangis minta kuliah di situ


Tapi gue pernah melihat adek gue nangis habis pulang dari kampus, pas itu dia bilang dia cuma capek aja, tapi gue tau kalau adek gue ada nutupin sesuatu, gue pernah ngerasa kalau adek gue itu di bully saat di kampus


Kenapa? Karna kampus itu adalah kampus yang lumayan besar dan pastinya kampus itu penuh dengan anak-anak dari pebisnis yang terkenal, sedangkan adeknya saja dia tak mau identitasnya terbongkar sebagai keluarga Tama


Jadi pasti banyak yang menyangka bahwa dia adalah orang miskin, ingin sekali dia meluluh lantakan kampus itu, tapi di sisi lain dia juga salut dengan pemilik kampus itu


Karna dia tidak pernah menerima sogok-an apapun itu dan anak-anak yang lulusan dari kampus itu pasti anak-anak yang sangat bertanggung jawab dan sangat bagus dalam dunia pekerjaan, di bidang apapun itu


Jadi gue uda memutuskan untuk menerima menghadiri undangan tersebut sekaligus mencari tau masalah adek gue


Lion POV end








follow Instagram Zira ya @zira.arfy27


salam hangat dari Zira untuk readers semua