
Jadi bisakah kalian mulai bercerita?” Tanya Rama tak sabaran
“Baiklah jadi sebenarnya selama ini kami berada di markas Red Phoex-“ Baru saja dia bercerita tapi cerita nya sudah di potong dulu oleh Rama
“What jadi selama ini kalian di sekap oleh Red Phonex?” Tanya Rama dengan amarah yang mengebu-ngebu
“Bu-“ Dan belum siap lagi Luke ingin mengelak tapi ucapan nya sudah di potong
“Bagaimana mereka menyiksa kalian? Apa perlu kita serang markas nya sekarang?” tanya Rama lagi dan dengan nada yang masih sama
“Ram-“ Lagi dan lagi ucapan nya terpoong dengan pertanyaan nya Rama
Sedangkan Lion tidak memperdulikan Rama yang sedang mencak-mencak
‘Apakah benar ini ulah Red Phonex? Tapi kenapa tadi Queen RA menolong ku ini sangat membingung kan?’ Batin Lion bertanya-tanya
“King kita harus menyerang markas mereka, berani-beraninya mereka menyekap orang inti dari Black Devil” Ucap nya dan ingin bangkit tapi terhenti karna bentakan dari Mike
“BISAKAH KAU DIAM DAN MENDENGAR CERITA KAMI?” Teriak Mike yang sudah pusing akan kebisingan yang di buat oleh Rama
Rama tersentak karna mendengar bentakan dari Mike dan entah mengapa tiba-tiba nyalinya ciut
“Mike benar dengar dulu apa yang akan kami ceritakan” Kata Brayen membenar kan perkataan Mike
“Lanjut kan” Perintah Lion
“Setelah peperangan itu berhasil kami pukul mundur aku,Brayen, dan Mike terluka cukup parah dan tak memungkinkan kami untuk kembali ke markas tapi untung nya tangan kanan Red phonex merawat kami hingga sampai kami sembuh, kami di perlakukan baik oleh mereka tapi kami hanya bisa berkunjung ke ruang latihan, ruang makan, dan aula saja kami juga di beri 1 kamar yang memiliki 3 kasur singgel bad” jelas Luke panjang lebar
“Lalu kenapa kalian tidak langsung melapor ke kami atau kembali ke markas? Dan bagaimana kalian bisa bebas di keluar kan tanpa luka sedikit pun bahkan badan kalian lebih terlihat lebih berisi?” Tanya dokter Han yang sedari tadi menyimak
“Iya, tidak mungkin kan kalau mereka membiarkan kalian keluar dengan sejuta informasi rahasia untuk Black Devil kan?” Rama membetul kan uapan dokter Han
“Kami tidak bisa keluar dari sana karna saat itu tangan kanan Red Phonex atau biasa di sebut Alpha di sana bimbang dan takut jika kami membeberkan rahasia mereka jadi dia menunggu Queen RA datang hingga satu tahun kemudian dari ke jadian tersebut atau lebih tepat nya malam ini Queen RA datang dan langsung mendatangi kami, awal kami takut karna kami sempat bersikap tidak sopan di depan nya dan tak menyapa nya tapi ternyata dia melepaskan kami dengan syarat tak boleh membeberkan…” Luke menggantung cerita nya karna saat ini tenggorokannya merasa kering
Luke minum sebentar dan Lion, Rama dan dokter Han menunggu kelanjutan cerita nya
“Tidak boleh memberitahukan keberadaan markas Red Phonex, tidak memberitahukan rencana Red Phonex, tak memberitahukan apa saja yang dilakukan oleh semua orang dimarkas itu, juga jangan memberitahukan semua sudut markas red phonex, tak memberitahukan cara pelatihan red phonex, dan juga jangan memberitahukan berapa jumlah Mafioso red phonex” lanjut Luke
“Tapi dia taka ada disini, jadi kenapa kalian tak memberitahukan kami?” Tanya Rama
“Tidak tidak kami tidak akan memberitahukan itu semua, karna Queen RA menanam cip di tubuh kami, jika kami memberitahukan itu semua tubuh kami akan meledak” jelas Brayen
Lion, Rama, dan dokter Han hanya bisa meneguk ludah mereka
‘Queen RA benar-benar kejam’ batin ketiga nya
“Apakah mereka merawat kalian dengan baik?, apakah mereka ada menyiksa kalian?” Tanya dokter Han
“Mereka memperilakukan kami dengan baik” jawab Mike
“Kalau gitu istirahat lah di markas” perintah Lion
“Siapa king”
“Pakai mobil gue di parkiran” ujar Rama sambil melempar kunci mobilnya
“Thanks”
“Hmm”
“Gak usah sok cool lu”
“Suka-suka gue lah”
“Eh-“
“Ck udah sana kalian ke markas dan Rama antar dokter Han ke bawah” ujar Lion memisahkan perdebatan Luke dan Rama
"Baik king” ujar Rama, Luke, Mike, Brayen
Semua nya melakukan apa yang di perintantahkan oleh Lion
Setelah semua nya telah pergi dari kamar nya, Lion melamun kan hal yang tadi
‘Queen RA, sekarang aku tau bagaimana cara bermain mu, jika orang lain baik padamu kau akan juga baik padanya, tapi juga sebaliknya jika orang lain mengusik mu kau akan membantainya, sifat mirror’
‘Mata mu sungguh indah, sangat menenangkan, tatapan tajam mu, suara dingin mu akan selalu aku ingat’ batin Lion mengingat mata indah sang Queen Ra
Dan setelah itu kantuk menyerang Lion
Aska sudah sampai di rumah nya dia membuka gerbang lalu memasukkan mobil nya ke pekarangan mansion
Aska turun dari mobil nya, firasat Aska kalau dia lewat dari pintu depan dia akan ketahuan
Dan Aska tak pernah meragukan firasatnya yang hampir tak pernah salah
Dia berfikir bagaimana dia bisa masuk kedalam kamarnya tanpa harus ketahuan
‘Ha gue bisa masuk lewat balkon kamar aja kali ya?'
akhirnya Aska berjalan ke arah sampan kanan mansion, karna kamarnya di samping kanan mansion
dia melihat ke atas dimana letak balkon kamarnya
Aska melihat sekeliling untuk melihat apakah ada alat yang bisa membantu nya untuk naik ke atas
Dan akhirnya Aska melihat pipa besi yang menempel di dinding tingginya setara dengan jarak tinggi balkonnya, Aska mencoba memanjat pipa itu, walaupun pipa itu sedikit licin karna embun, tapi dia bisa menaikinya
Saat sudah diujung pipa atau setara dengan pagar balkonnya, Aska mencoba menggapai pagar balkonnya dengan menggunakan salah satu tangannya
Setelah tergapai langsung saja, Aska pindah haluan ke pagar balkon
Lu kira paan pakai pindah haluan segala
Setelah itu Aska langsung memanjat pagar balkonnya dan loncat
Hap
‘Hu berasil’
Aska langsung membuka pintu balkonnya dan untung nya pintu itu tak terkunci, dia membuka pintu itu secara perlahan agar tak membangunkan Rafa dan Raka
Setalah itu dia langsung mengganti bajunya dengan baju sebelumnya, tak lupa dia menutup pintu balkon itu lalu mengunci nya
Aska lalu naik tempat tidur perlahan dan mulai terlelap
A.a.a.a.a.a.a.a.
"Jangan menanggapi mereka yang menjelekkan mu, karna percaya lah dia iri dengan kesuksesan mu dan tak bisa menyaingi mu" ~Rama~
A.a.a.a.a.a.a.a.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
hai hai readers gimana nih kabarnya?
Zira up nih, udh berbulan-bulan Zira gk up, karna fokus sekolah, plus sibuk sama kumpulan remaja masjid nih
jadi maaf ya kalau gk up lagi
dan jugamaaf ya kalau masih banyak typo yang masih bertebaran dan belum Zira sadari (-.-“)
dan Zira gak akan bosan untuk mengingat kan para readers untuk like, komen, dan vote nya biar
Zira makin semangat buat cerita nya
kalian juga boleh kasih saran, kritikan, atau pun keinginan kalian baut cerita ini seperti apa ya
jangan lupa juga follow instagram Zira ya @zira.arfy27
bay readers