
setelah beberapa lama jam pelajaran pun selesai
"hah akhirnya selesai juga jam pelajaran nya"
ucap salah satu perempuan yang duduk di depan Aska
lalu ada beberapa laki-laki dan perempuan sekitar 2 cewek dan 3 cowok mendatangi tempat duduk nya dan perempuan yang duduk di depan nya memutar kursi nya menghadap ke Aska
"hei Aska mau gabung kita-kita gak"
ucap salah satu perempuan berambut pendek sebahu
"iya mau gabung gak kita makan di kantin"
ucap salah perempuan berambut cokelat sepinggang
"boleh"
Aska menjawab sambil melihat jam tangannya
dia berjanji ke markas jam 1 siang dan sekarang masih jam 11 jadi masih bisa ngumpul bareng mereka
"oh iya kita kenalan dulu dong
nama gue Sinta"
ucap perempuan yang berambut pendek
"kalau gue Mila"
ucap perempuan yang berambut cokelat
"kalau gue Alya"
ucap salah satu perempuan yang duduk di depan nya
"gue Aron"
ucap cowok yang berambut ikal
"gue sandi salam kenal ya"
ucap cowok dengan senyum manis nya, kulit nya berwarna sawo matang
"gue Dimas"
ucap cowok tinggi dan putih
'ok gue punya temen baru namanya Sinta, Mila, Alya, Aron, sandi, dan Dimas, semoga aja mereka itu temen yang apa adanya bukan ada apanya'
"yaudah yuk ke kantin gue lapar nih"
ucap Dimas
"heh kalau makan aja Lo paling cepet"
ucap Alya
"tapi pas ujian paling lelet"
di sambung oleh Sinta
"dim dim gimana ada yang mau sama Lo kalau gitu ceritanya"
ucap Aron dari nada nya seperti ada sesuatu
"heh ya ada lah masa enggak orang ni ya secara dia kan tinggi putih pasti ada yang mau"
ucap Mila membela
"berarti yang mau itu Lo ya mil"
ucap Alya yang kaget
"wah para Lo mil diem-diem ternyata Lo suka sama Dimas ya"
Sinta tentu saja kaget karna setau dia Mila itu orangnya ketus sama cowok
"eh kalian apa an sih jadi ngantin gak?"
Dimas sengaja merubah topik pembicaraan agar masalah nya tak kemana-mana
"gue lapar, jadi ngantin gak?"
Aska membantu Dimas untuk mengalihkan topik pembicaraan
karna Aska sedikit curiga bahwa Dimas sudah menyukai orang lain dan dia takut membuat Mila sakit hati jadi dari pada masalah nya bisa berabe lebih baik ganti topik pembicaraan saja
"yaudah kalau gitu let's go"
ucap sandi
mereka berjalan di koridor dan banyak yang memerhatikan mereka terutama ke arah Aska
"eh itu kan cewek yang berangkat bareng Raka tadi kan? kok dia bisa bareng Aron cs sih"
tapi si Aska hanya cuek mendengar orang-orang yang iri pada diri nya
mereka akhirnya sampai di kantin, Alya menunjukkan meja yang masih kosong disitu, ada 10 kursi yang kosong jadi mereka duduk di situ
tak berselang lama Raka cs datang ke kantin dan itu sontak membuat kantin menjadi berisik di tambah lagi Raka mengibaskan rambutnya ke belakang
dan tiba-tiba
"AMPUN!!!! gue rela menjadi yang kedua demi dia!!!!"
"Raka!!!! gue mohon pacari gue!!! plis!!"
masih banyak teriak-teriakan para cewek-cewek alay
Raka cs langsung menuju ke meja yang di tempati Aska
"hey kami boleh gabung gak?"
tanya Raka
"em boleh kok kak"
ucap Aron
Raka langsung duduk di samping Aska tapi setelah itu
plak
suara sendok di pukul ke kepala
"Lo itu ya uda gue bilang jangan tebar pesona"
ucap Aska sambil memukul kepala Raka menggunakan sendok
"awh sakit As kepala gue Lo pentok pakai sendok"
ujar Raka meringis kesakitan
"uda gak usah lebay cepat pesanin gue"
Aska langsung menyuruh Raka
"heh...."
salah satu perempuan yang ada di sebelah meja nya ingin menegur Aska karna Aska seenaknya memukul dan menyuruh Raka
tapi sebelum perempuan itu selesai bicara Aska langsung memotong nya
"Apa!!"
Aska membentak perempuan tadi dengan dingin dan mata tajamnya sudah mode on
"udah cepetan pesen sana gue mau mi ayam sama jus jeruk"
perintah Aska mutlak
"iya-iya, udah itu aja kan?"
tanya Raka
"hmm"
Aska hanya menjawab singkat
lalu Raka memesan makanan yang sudah di suruh Aska
Aron cs dan teman-teman Raka yang selalu nyantol sama Raka melongo tak percaya bahwa Raka dengan mudah di suruh-suruh oleh murid baru
•
•
•
•
•
•
•
•
~Bersambung~~
sorry ya semuanya kalau masih ada typo dan alur ceritanya gak nyambung
kritik dan saran kalian sangat berguna bagi aku untuk menambah pelajaran aku
kalian komen ya...