
“Oh ya kita belum kenalan loh cantik” teman Raka yang bermata coklat itu mulai membuka obrolan dan mengedipkan sebelah matanya kearah Aska
“Raska Artia a aww” bukan Aska yang menjawab melainkan Raka
Dan hampir saja Raka memberitahukan kepada yang lainnya nama belakang Aska kalau saja Aska tidak mencubit pinggang Raka
“A? a apa?” Tanya pria bermata coklat itu
“Aaaa gak ada” jawab Raka setelah mendapatkan pelototan dari Aska
‘Ck, ngapa sih nih bocah, harus ditutupi segala nama belakangnya’ Raka hanya melirik Aska dengan sinis
“Oh yaudah, kenalin nama gue Gibran Revaldi Gunarsa, bisa dipanggil sayang, baby, atau daddy juga boleh yang mana nyamannya aja ” pria bermata coklat itu memperkenalkan dirinya kembali
“Senyamannya aja kan?” Tanya Sinta sambil tersenyum manis dan di angguki oleh Gibran
“Oh ok deh, gue panggil bodat” senyum yang sangat manis dari Sinta
(bodat\= monyet)
“Eh ya gak gitu juga kali, yang bagus-bagus aja napa sih” protes Gibran, enak saja dia dibilang monyet orang jelas-jelas dia ganteng rupawan gini
“Tapi katanya senyamannya aja, yodah gue nyamannya manggil lo bodat” jawab Sinta santai
“Makanya gak usah belagu lo, manggilnya yang sayang lah yang babi lah eh yang baby lah nye nye nye” ejek pria yang di sebelah Gibran
“Kenalin nama gue Ren Ardiansya Mahendra, panggil aja Ren” sambung pria itu lagi
“Yang mesen makanan tadi tu namanya Bima Biantara” ucap Raka mewakili temannya yang sedang memesan makanan
“Weh ada apa nih?”Tanya Bima sambil membawa nampan makanan dibantu oleh ibu kantin
baru saja dibicarakan sudah nongol, mungkin kalau kita dalam bahaya dan memanggil namanya dia langsung muncul hehehe
lo kira kayak Bima X kah?
“Perkenalan diri” Ren menjawab pertanyaan dari Bima
“Gue ketinggalan ni, kenalin nama gue bi…” ucapan Bima terpotong oleh Raka
“Udah gue kenalin”
“Ck, gk asik lo” Bima menatap sinis ke Raka
“Aska”
“Mila”
“Sinta”
“Alya”
“Aron, gue pacarnya Alya” posesif Aron sambil merangkul pinggang Alya
Sedangkan yang lain melihat Aron posesif terhadap Alya hanya memutar bola matanya malas
‘Bucen’ batin mereka serempak kecuali Aron
“Sandi”
“Dimas”
“Owh oke lah, oh ya lo pacaran ya sama Raka” Tanya Gibran yang diarahkan ke Aska
“Enggak/iya” Aska dan Raka menjawab pertanyaan dari Gibran dengan berbarengan tapi jawaban mereka berbeda
Jelas saja Aska yang menjawab enggak dan Raka yang menjawab iya
Lantas Aska langsung mencubit pinggang Raka lagi
“Aw, apaan sih yank, kita kan emang pacaran kamu gak usah malu kali sama temen-temen aku” Aska yang mendengar jawaban dari Raka lantas ingin muntah
“Nye nye nye” ejek Aska oh dia terlalu malas untuk berdebat, yang dari tadi dia pikirkan adalah makanan yang suah di depan matanya
“Jadi kalian pacaran ya? Kok lo gak ada bilang sama kita sih As?” Rajuk Mila
“Fix lo harus traktir kita-kita, ya gak guys” sambung Dimas sambil mengajak yang lainnya untuk setuju dengan ucapannya
“Boleh boleh, nanti dibayarin kok sama Raka PACAR GUE” entah lah tiba-tiba otaknya langsung mendapatkan ide yang cemerlang
‘Aska dilawan, nyari mati,
Aska melirik kearah Raka yang sedang melotot kearahnya
“Iyakan SAYANG” tekan Aska di akhir kalimat
“Woi Rak iya kan?” Tanya Gibran karna melihat Raka diam saja
"E-eh iya iya” Raka menjawab dengan terbata-bata
‘Anying sih Aska lama-lama’ Raka menoleh ke arah Aska yang sedang tersenyum mengejek
“Karna gue, lo, Gibran sama Ren udah mesen jadi lo ganti uang kita-kita, tapi kalau bagian Aron, Alya, Mila, Sinta, Sandi, sama Dimas lo bayarin sekarang” final Bima
Saat Aska, Raka, Bima, Rey dan Gibran sedang menunggu pesanan Aron dkk
Tiba-tiba hp yang berada di saku Aska bergetar menandakan ada chat yang masuk
Lantas saja Aska langsung membuka hpnya, dan ternyata ada chat dari bundanya
...Bunda my queen❤️...
Bunda my queen❤️
Yuhu Aska anak bunda ini foto kucingnya,
Bunda my queen❤️
ini jantan harganya 77.800.000 (tujuh puluh tujuh juta delapan ratus ribu)
Bunda my queen ❤️
yang ini betina harganya 70.500.000 (tujuh puluh juta lima ratus ribu)
Bunda my queen ❤️
Jadi semuanya 148.300.000 (seratus empat puluh delapan juta tiga ratus ribu)
Bunda my queen ❤️
Maaf ya sayang bunda lupa kalau kamu yang milih salah satu
Bunda my queen❤️
Kemahalan ya As?
^^^Anda^^^
^^^Egk pp kok bun, tpi aku yg jntn y^^^
^^^Anda^^^
^^^Enggk mhl kok bun^^^
^^^Anda^^^
^^^Anda^^^
^^^Sisa ny bli perlengkpn buat kcg ny^^^
Bunda my queen❤️
Oke kamu yang jantan bunda yang betina ya
Bunda my queen❤️
Bunda habisin ya buat beli perlengkapannya
^^^Anda^^^
^^^Hmm^^^
^^^Anda^^^
^^^Iya^^^
Bunda my queen❤️
Oke
Tiba-tiba hp Aska ditarik oleh Raka
“Makan, pesenannya udah datang” perintah Raka sambil menyimpan hp Aska di saku celananya
Tanpa menjawab Aska langsung makan makanannya dengan tenang
Di lain tempat, tepatnya di kantor besar perusahaan L’A COMPANY
Lion sedang fokus dengan berkas-berkas yang harus dia baca dan dia tanda tangani
Saat sedang fokus-fokusnya dengan para pacarnya iya pacarnya yaitu para berkas
Tiba-tiba pintu ruangannya di ketok dari luar
“Masuk” saut Lion
“Tuan, maaf mengganggu saya hanya mau memberi tahukan jadwal anda untuk hadir di Universitas’F 3 hari lagi, dan saya mau memberi tahukan kegiatan nona muda selama beberapa hari ini” yang ternyata masuk adalah Rama
Kalian masih ingatkan sama Rama
Rama memberikan satu amplop yang berisi flashdisk
Flashdisk itu berisikan rekaman dan beberapa foto orang yang disebut nona muda oleh Rama
“Tuan? Anda? Nona muda? Saya? Kata-kata apa itu Rama? Udah gue bilang kan kalau lo uda bagian dari keluarga Tama!” sentak Lion dengan ekspresi tidak suka di wajahnya yang dia tunjukkan ke Rama
“Sorry” Rama hanya bisa menunduk, jujur dia masih canggung jika berbicara non formal dengan keluarga Tama
“Hmm, ambilin gue laptop” perintah Lion
Lantas Rama langsung mengambilkan Lion laptop di meja yang tidak jauh dari dia berdiri
Lion langsung membuka flashdisk itu di laptop, dan terpampang lah kegiatan sang nona muda, atau bisa disebut adiknya yang berupa beberapa foto dan video
Di video pertama terlihat sang adik sedang di bully habis-habisan di gudang kampusnya, yaitu kampus Universitas’F dan itu terjadi 5 hari yang lalu
Dan dia ingat di saat Lion sedang meeting, tiba-tiba sang adik menelponnya dan menanyakan kabarnya, tapi saat di pertengahan percakapan mereka Lion mendengar suara isakan kecil, tapi di saat Lion bertanya ada apa, sang adik hanya bilang tak apa dan langsung mematikan teleponnya
Lalu video berlanjut dan menampilkan adiknya, di tampilan video kali ini tak Ada yang mengganggunya beberapa harinya
Video selanjutnya terpampang video yang mampu membuat dirinya marah
Di video itu terlihat sang adik yang lagi-lagi di bully, namun kali ini sang pem-bully mem-bully adiknya di lapangan, banyak orang yang melihat tapi tak ada satupun yang membantu adiknya
Hingga akhirnya datang beberapa orang lainnya yang terlihat seperti mahasiswa di situ
Ada satu laki-laki yang membentak si pem-bully dan mencoba membawa pem-bully itu pergi tapi ternyata pem-bully itu mau mencoba menampar adiknya, dan syukurnya ada seorang perempuan yang menahan tangan pem-bully itu, dan tak Lion sangka perempuan itu menampar balik sang pem-bully
Lalu mengucapkan beberapa kata
Note: video itu tak ada suaranya ya
Dan video berakhir
“Setelah itu perempuan yang membantu adik mu membawanya ke apart perempuan itu, dan merawatnya dengan baik, dan singkatnya adik mu menginap di apart perempuan itu, tapi perempuan itu pulang kerumah keluarganya” jelas Rama, karna di video itu terpotong atau bisa di kata kan tidak lengkap
Lion menggeser lagi layar laptopnya dan menampilkan foto sang adik turun dari mobil perempuan itu yang berada di parkiran gedung apartemen
Lion terus menggeser-kan layar laptopnya hingga menampilkan foto perempuan yang menolong adiknya keluar dari gedung apartemen itu
Lion meng-zoom foto itu dan menaikkan kapasitas foto itu hingga tidak buram lagi
Dan terlihat lah wajah cantik yang sangat jelas, rambut hitam legam sepinggang, bibir tipis yang merah cerry, hidung mancung, dan mata tajam yang berwarna biru, tunggu mata itu??!!
Dia sepertinya pernah melihat mata itu, bukannya mata itu orang menolongnya saat malam penyerangan itu, atau bisa dibilang warna mata yang sangat mirip dengan Queen RA
Tapi dia tidak mau berburuk sangka dahulu
“Rama, apakah kau sudah mencari data perempuan itu kan?” tanya Lion memastikan
“Udah” jawab Rama sambil menyerahkan dokumen yang berisi data lengkap perempuan itu
a.a.a.a.a.a.a.a.a.a.
“tak masalah bukan kalau hari ini aku tidak memperdulikan orang lain” –Penyelamat Semua Orang-
a.a.a.a.a.a.a.a.a.a.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Halo Readrs Zira pa kabar?
Zira masih rajin ya up nya, hahahaha
Pokoknya Zira akan berjuang lawan rasa malas yang bersarang di tubuh Zira, emang kayak penyakit aja pakai bersarang segala
Udah ah gak usah basa basi lagi, Zira Cuma mau bilang, mon maaf ya kalau typo masih bertebaran
Dan Zira gak akan bosan untuk mengingat kan para readers untuk like, komen, dan vote nya biar
Zira makin semangat buat cerita nya
kalian juga boleh kasih saran, kritikan, atau pun keinginan kalian baut cerita ini seperti apa ya
jangan lupa juga follow instagram Zira ya @zira.arfy27
bay