Return To Zero

Return To Zero
EPISODE 9: "PERLOMBAAN MASTER CHEF..."



EPISODE 9: PERLOMBAAN MASTER CHEF...


|


|


|


|


|


Joel berhasil menumbangkan Tenpenny dan Janice pun berhasil diselamatkan. Setelah pertempuran dengan Tenpenny berakhir, Eiyu mengajak Janice untuk bergabung anggota krunya dengannya.


Janice mencoba untuk meminta izin kepada Joel, memang awalnya Joel tidak memberikan izin, namun Janice terus memaksa Joel dan pada akhirnya Joel memberikan izin kepada Janice, dengan syarat Eiyu dan Kayzo harus bersumpah untuk menjaga Janice dengan baik.


Setelah mendapatkan izin dari Joel, Janice pergi meninggalkan Joel lalu ikut bersama Eiyu dan Kayzo.


Janice mulai menaiki kapal mengikuti Eiyu dan Kayzo. Janice menoleh ke arah Joel, "Sampai jumpa Ayah, aku menyayangimu!" teriak Janice sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan.


Mata Joel melebar, "Kau sudah tumbuh sebesar ini ya." Joel meneteskan air mata bahagia sambil melambaikan tangan.


Aku sudah menepati janji untuk menjaga anak kalian. Billy, Jessica, apa aku boleh memanggilnya sebagai anak ku juga??. Joel menatap kapal pesiar yang ditumpangi Janice, perlahan-lahan kapal itu menjauh dan tak terlihat lagi.


...


...


...


"Ini kunci kamarnya Kayzo, kita berada dikamar yang sama, sedangkan Janice berada dikamar sebelahnya." Eiyu memberikan kunci kamar kepada Kayzo. Mereka bertiga ingin menaruh barang bawaan mereka dikamar masing-masing.


"Kau pergilah duluan, tolong bawakan barang ku juga ya, aku ingin bersantai di tepi kolam renang dulu," ucap Eiyu lalu pergi meninggalkan Kayzo dan Janice begitu saja.


"Kolam renang?? aku mau ikut!" kata Janice.


"Oy tunggu, bagaimana barang bawaan mu?" tanya Kayzo.


"Benar juga ya, hmmm...," kata Janice sambil memegang dagunya, "kamu tolong aku juga ya, Terimakasih Kayzo!!!" ucap Janice lalu berlari meninggalkan Kayzo.


Mereka sangat merepotkan. Batin Kayzo tertekan, ia hanya pasrah menerima semuanya.


...


"Eiyuuuu!!!" teriak Janice berlari ke arah Eiyu.


"Oh Janice ya." Eiyu tersenyum, lalu mereka berdua jalan bersama.


...


"Para penumpang yang terhormat!!! Mohon dengarkan kami sebentar!!!" ucap suara yang terdengar dari mikrofon.


"Sore ini kami akan mengadakan perlombaan master chef, ini adalah lomba memasak. Bagi anda yang ingin mendaftarkan diri, silahkan datang ke stand yang berada di dekat kolam berenang. Terimakasih."


...


"Lomba memasak? sepertinya menarik!" ucap Janice.


"Kau mau ikut?" tanya Eiyu.


"Ya, Aku mau ikut." Eiyu dan Janice menghampiri stand pendaftarannya. Setelah selesai mendaftar, Eiyu pergi menuju kamar untuk beristirahat, begitu juga dengan Janice, Janice harus mempersiapkan dirinya untuk perlombaan.


Eiyu memasuki kamar dan melihat Kayzo yang sedang asik membaca buku sambil berbaring di atas kasur, "Aku tebak, dia pasti mengikuti perlombaan itu," ucap Kayzo.


"Ya, kau benar." Eiyu segera berbaring di atas kasur, memejamkan matanya lalu tertidur.


"Haha, Ini sangat menarik," gumam Kayzo, lalu lanjut membawa buku.


...


"Aku akan memenangkan perlombaan hari ini, aku tidak akan mengecewakan Eiyu dan Kayzo, ini adalah langkah awal untuk menuju impian ku," ucap Janice. Janice kemudian beristirahat sejenak untuk mempersiapkan dirinya.


Sore pun tiba, para peserta diminta untuk berkumpul ke lokasi perlombaan, "Dimana tempatnya?" tanya Kayzo.


"Janice bilang tempatnya di restoran yang berada disamping kolam renang." Mereka berdua pun menuju ke tempat pertunjukan untuk menonton perlombaan nya.


...


"Baiklah para pemirsa, sebentar lagi kami akan memulai perlombaan nya. Sebelum itu saya ingin memperkenalkan empat kandidat yang akan menyertai perlombaan hari ini." Ketika MC sedang asik mengatakan kata sambutan, Eiyu dan Kayzo mencari tempat duduk yang bagus untuk menonton Janice.


"Disini saja Eiyu, disini semua terlihat dengan jelas," bilang Kayzo.


"Oke!" balas Eiyu, mereka berdua duduk dan siap untuk menyaksikan perlombaan.


MC acara memperkenalkan satu persatu kandidat, "Peserta pertama adalah Tuan Juna, ia berusia 40 tahun."


"Peserta kedua adalah Nona Rena, ia berusia 38 tahun."


"Peserta ketiga adalah Tuan Ardo, ia berusia 38 tahun."


"Peserta terakhir adalah Nona Janice, ia berusia 18 tahun."


"JANICE SEMANGAT!!!!" teriak Eiyu.


"Woi jangan berisik bodoh, bikin malu tau! semua orang melihat ke arah kita!" kata Kayzo dengan kesal.


Janice tersenyum kepada mereka berdua, "Aku tidak akan mengecewakan kalian."


...


"30 menit dari sekarang, MULAILAH MEMASAK!!!" teriak sang MC acara, para peserta pun bergegas mulai memasak.


Baiklah..., apa yang akan aku masak? Janice memikirkan apa yang akan dia masak.


"Oh ya, aku ingin membuat Truffle Gyudon." Janice mulai mengambil alat dan bahan yang diperlukan.


"Pertama aku harus memasak nasi."


"Sambil menunggu nasinya masak, aku akan menyiapkan dagingnya."


"Siapkan daging steak 200 gr, lalu masak seperti memasak steak pada umumnya."


"Setelah dagingnya masak, lanjutkan untuk membuat sauce nya. Untuk sauce nya sediakan 2 siung bawang putih, 4sdm kecap asin, 1sdm madu, 1sdm air gula, 6sdm air minum biasa, 1/2sdm mentega, 2sdt tepung, tambahan air secukupnya, lalu masak hingga menjadi kental." Janice memasak dengan fokus dan sangat teliti.


"Dia benar-benar serius ya," ucap Kayzo.


"yaa, dia bertekad untuk menang, kita harus menghargainya, dia adalah seorang koki inilah cara Janice bertarung," kata Eiyu.


"Oke nasinya sudah matang, Masukan nasi kedalam mangkok, iris dagingnya tipis-tipis lalu letakan diatas nasi, lalu...," kata Janice sambil menatap masakannya.


"Tunggu...," gumam Janice, ia berhenti sejenak.


"Aku lupa merebus telurnya!!!"


"Waktunya tinggal 10 menit lagi," kata si pembawa acara.


Janice mulai panik dan tergesa-gesa, "Dia panik," kata Eiyu.


"Ya, dia panik, dia terlalu gampang panik," balas Kayzo.


Eiyu berdiri dari tempat duduknya, Eiyu mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya Tinggi-tinggi, "Apa yang kau lakukan Eiyu?? kau jadi pusat perhatian lo," bilang Kayzo.


"Semoga dengan ini dia kembali bersemangat," ucap Eiyu.


Ya, aku sudah berjanji untuk tidak mengecewakan mereka, maaf telah membuat kalian khawatir. Janice tersenyum bahagia melihat Eiyu yang menyemangatinya.


"Dia kembali bersemangat, ternyata tidak sia-sia aku menahan malu," kata Kayzo sambil meminum kopi.


"Apa yang membuat mu malu??" tanya Eiyu.


"Aku tidak boleh panik, tenanglah Janice," gumam Janice, ia mulai merebus telur.


"Ku rasa telur setengah mentah juga lumayan enak." Janice memecahkan telur lalu menaruhnya di atas mangkok yang isinya nasi dan daging.


"Oke, saatnya menuangkan sauce, beri sedikit daun bawang dan...,"


"Sudah Siap!!!" teriak Janice.


"Waw, peserta nomor 4 bersemangat sekali ya," ucap si MC.


"Baiklah, waktu habis! semua peserta berhenti memasak!" teriak si MC.


Satu persatu peserta membawa masakan mereka untuk di cicipi oleh juri, masakan dari 3 peserta lainnya dihabiskan oleh si juri. Lalu tiba giliran Janice, "Apa yang kau masak?" tanya juri itu kepada Janice.


"Truffle Gyudon," jawab Janice. Juri itu mencicipi masakan Janice, hanya 1 sendok makan lalu juri itu menaruh masakan Janice di atas mejanya.


"Dia menghabiskan masakan peserta lain, tapi kenapa dia tidak menghabiskan masakan Janice?" tanya Eiyu.


"Entahlah, kita lihat saja," jawab Kayzo.


"Saatnya juri menyatakan pemenangnya."


"Siapakah pemenangnya Chef Juanda?" tanya si MC.


Semua penonton terdiam, mereka semua deg-degan, "Menurut mu siapa yang menang Kayzo?" tanya Eiyu.


"Entahlah, haha, ini benar-benar menarik!" kata Kayzo.


...


...


...


...


...


"PEMENANGNYA ADALAH...," juri itu mengangkat tangannya.


...


...


...


...


...


"PEMENANGNYA ADALAH, JANICE!!!!" teriak si juri dengan lantang dan jelas.


"Hahahaha." Eiyu dan Kayzo tertawa.


"Selamat nak, kamu lah yang menang," ucap si juri kepada Janice.


"Boleh tau alasannya apa Chef?" tanya si MC.


"Aku melihat dia memasak, tidak hanya menggunakan skil, namun juga menggunakan perasaan."


"Para peserta lain memasak demi kemenangan, Sedangkan Janice memasak demi seseorang, aku bisa melihat itu dari matanya."


"Cita rasa yang lezat, ditambah sedikit bumbu cinta, membuat masakannya menjadi sangat sempurna." Mendengar perkataan dari sang juri membuat Janice menjadi terharu.


"Alasan aku tidak menghabiskan masakanmu adalah, karna aku ingin kau memberikan masakan mu itu untuk orang yang istimewa bagi mu."


"Pergilah, berikan makanan ini kepada orang itu," ucap si juri.


"Baiklah," jawab Janice, lalu ia berjalan mengantarkan masakannya ke meja Eiyu.


"Silahkan," ucap Janice memberikan makanan itu kepada Eiyu.


Semua orang yang menyaksikan itu bertepuk tangan dengan bahagia, kecuali Kayzo.


Aku hanya jadi nyamuk disini. Kayzo hanya terdiam tak bergerak sedikit pun.


"Terimakasih Janice," ucap Eiyu.


"JANICE!!! KEMBALILAH KESINI!" ajak si juri.


...


"BAIKLAH PEMIRSA, PEMENANG PERLOMBAAN MASTER CHEF INI ADALAH NONA JANICE."


"SELAMAT NONA, ANDA MEMENANGKAN UANG TUNAI SENILAI 5 JUTA DUPIAH!!!" teriak si MC.


(Dupiah/Dp merupakan mata uang yang digunakan oleh semua orang di dunia.)


"APA!!! 5 JUTA!!??? " respon Eiyu terkagum.


"Haha, boleh juga kau Janice," ucap Kayzo.


"hehehe." Janice tersenyum.


...


Malamnya, mereka bertiga sedang bersantai di tepi kolam renang.


"Mau kita apakan uang sebanyak ini?" tanya Janice kepada Teman-temannya.


"Simpan saja dulu, gunakan ketika kita membutuhkannya," jawab Eiyu.


"Oy Janice," panggil Kayzo.


"Ada apa Kayzo?" tanya Janice.


"Aku belum makan, tadi hanya Eiyu yang kau kasih makan, aku tidak kau kasih," kata Kayzo dengan ekspresi datar.


"Maaf aku lupa hehe," respon Janice dengan sedikit tertawa.


"Lain kali jangan minta bantuan ku untuk mengangkat barang." Kayzo berkata dengan wajah cemberut.


"Jangan gitu dong, aku bakal segera masak tunggu disini ya, tunggu ya!" tegas Janice sambil berjalan menuju dapur.


"Kalau lama aku bakal beli saja!" omel Kayzo.


"SABAR!!!!" teriak Janice dengan kesal, lalu berlari.


"Hahaha, kalian ribut sekali ya," gumam Eiyu.


Aku sudah memiliki 2 orang teman yang akan menemaniku sepanjang perjalanan untuk menjadi pahlawan sejati. ini baru permulaan, kedepannya aku akan menjumpai Teman dan musuh baru...


...


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...


EPISODE SELANJUTNYA: SELAMAT DATANG DI KOTA AIR, ROYALTY...