
EPISODE 5: PULAU TROPICANA...
|
|
|
|
|
Awal dari perjalanan Eiyu, ia sudah disuguhkan pertarungan dengan orang yang membunuh ayahnya, Yaitu Yoga dan Owen.
Eiyu Bersama-sama dengan seorang pendekar pedang yang bernama Kayzo untuk mengalahkan Yoga dan Owen.
Setelah semua pertarungan yang terjadi, Eiyu dan Kayzo berhasil mengalahkan Yoga serta Owen.
Kayzo adalah seorang pendekar pedang yang bertemu dengan Eiyu secara tidak sengaja, ia memiliki dua pedang serta memiliki impian untuk menjadi pendekar pedang terkuat didunia.
...
Ketika Eiyu sedang bersantai, ia mendengar bahwa Kayzo ditangkap oleh Angkatan laut, Eiyu dengan cepat pergi untuk menyelamatkan Kayzo.
...
Kayzo berhasil dibebaskan oleh Eiyu. namun, mereka dihadang oleh prajurit angkatan laut serta pemimpin mereka yaitu Kapten Jack.
Setelah mereka bertarung dan berhasil menumbangkan para prajurit angkatan laut, sekarang hanya tersisa Kapten Jack seorang diri.
...
"Para anak buah ku benar-benar tidak berguna, aku akan membereskannya sendiri!" ucap Kapten Jack kesal karena semua anak buahnya sudah tumbang, lalu ia berjalan menuju ke Eiyu dan Kayzo.
"Hati-hati, dia bertarung menggunakan kapak yang ada di punggungnya itu," bilang Kayzo kepada Eiyu.
Eiyu mempersiapkan dirinya untuk bertarung dan juga memasang kuda-kuda.
Kapten Jack memegang kapaknya, lalu tanpa disadari ia sudah berada dibelakang Eiyu dan Kayzo dengan sangat cepat.
Ia memukul Kayzo dengan tinjunya, lalu mengarahkan Kapaknya ke bahu Eiyu.
"Rasakan ini, Axe Tjor!!" teriak Kapten Jack menyerang Eiyu.
"Cih, sial!" gumam Eiyu kesal.
"awas! Eiyuuu....!!!" jerit Kayzo.
THIING...
.....
.....
.....
"Huh??!" reaksi kaget Eiyu.
" Apa kau Baik-baik saja Kapten!??" tanya Kayzo kepada Eiyu, Kayzo dengan sigap menahan hantaman kapak Kapten Jack menggunakan kedua pedangnya.
"Ya! aku Baik-baik saja! Terimakasih ya Kayzo, hihihi," jawab Eiyu dengan sedikit tawa.
"Aku akan mendampingi mu..., sampai kau bisa menjadi pahlawan seperti yang kau mau..., aku akan terus menjadi kuat untuk bisa mewujudkan mimpi ku! kau sendiri juga harus menjadi kuat, kau harus bisa mencapai mimpi mu! Akan ku temani kau sampai ke titik itu, HIKARU EIYU!!!" ucap Kayzo penuh semangat sambil tetap menahan serangan Kapten Jack.
Eiyu tersenyum, ia sangat senang karena sudah mendapatkan teman yang akan menemaninya disepanjang perjalanannya.
"Jangan hanya melihat saja, Ayo kita kalahkan orang ini..." ajak Kayzo kepada Eiyu, "Serang dia Eiyu!!!"
"Okeee..., Fire ball!" Eiyu melemparkan bola api ke arah kepala Kapten Jack.
Kapten Jack mengangkat kapaknya dan menghancurkan bola api Eiyu.
Melihat Celah Kapten Jack yang terbuka lebar, Kayzo langsung menyerang Kapten Jack, "Surasshu Yami!" Kayzo menebas perut Kapten Jack.
Namun, serangan itu belum cukup untuk melukai Kapten Jack. Kapten Jack memiliki fisik yang sangat kuat, di tambah lagi kekuatan Kapten Jack adalah Tubuh Besi, ia bisa mengubah bagian tertentu dari anggota tubuhnya menjadi besi yang sangat kuat.
"Cih, Sempat-sempatnya dia mengubah perutnya menjadi besi," kata Kayzo dengan kesal.
"Fire kick: Crossing Shot!" ucap Eiyu menendang Kepalanya Kapten Jack. Namun, Kapten Jack sempat mengubah kepalanya menjadi besi.
"Kalian pikir bisa mengalahkan ku? TENTU SAJA TIDAK! KALIAN ITU LEMAH!" bilang Kapten Jack dengan sombongnya.
"Cih, aku belum mengeluarkan kekuatan penuh ku, Fire fist! Ora ora ora ora ora ora ora ORAAA!" teriak Eiyu, Eiyu terus memukul kapten Jack secara bertubi-tubi.
Dia hanya bisa mengubah bagian tertentu dari tubuhnya, sekarang dia sedang mengubah bagian depan tubuhnya untuk menahan serangan Eiyu. berarti tubuh bagian belakangnya bisa ku serang, Akan ku tebas kau Kapten Jack. Kayzo memperhatikan gerak gerik Kapten Jack dengan seksama.
"Saatnya aku menyerang! Teknik dua pedang: Kurosshu!" Kayzo berlari dan menyerang punggung Kapten Jack.
TENG!!!!
Apa?? besi?? Kayzo Terkejut melihat Kapten Jack mengubah punggungnya menjadi besi.
"Hahaha! jangan bilang kau benar-benar berpikir aku hanya bisa mengubah beberapa bagian tubuh ku? Dasar Bodoh! aku bisa menggubah seluruh tubuhku menjadi besi disaat yang bersamaan!" ujar Kapten Jack dengan sangat sombong.
Kayzo terkejut, ia tidak menyangka bahwa Kapten Jack bisa melakukan itu. Eiyu sendiri sudah berhenti memukuli Kapten Jack dan mulai merasa lelah.
"Serangan kita benar-benar tidak mempan sama sekali," kata Eiyu.
"Axe Tjor!" kata Kapten Jack menyerang Kayzo
"sial!"
Untungnya Kayzo menangkis serangan Kapten Jack. namun, ia tak sanggup menahan hantaman dari kapaknya Kapten Jack dan Kayzo pun terpental.
Sial, kekuatannya meningkatkan. Kayzo terbaring di tanah.
"Fire fist: Hiken!" teriak Eiyu, ia sangat pantang menyerah melawan Kapten Jack dan terus menerus menyerang Kapten Jack.
Bagaimana cara mengalahkannya?? Kayzo kebingungan.
Oh yaa..., aku tau. Mata Kayzo melebar dan ia tersenyum sedikit.
"Dark Shadow." Kayzo mengunci bayangan Kapten Jack sehingga dia tak dapat bergerak.
"Bakar dia Eiyu! Besi akan melunak jika dipanaskan dengan suhu tinggi!" teriak Kayzo kepada Eiyu.
"Flame: Brachium!" Eiyu mengeluarkan serangan api besar dan panas yang dapat membuat Kapten Jack melunak.
Sedikit saja, aku cuman butuh dia melunak sedikit saja..., dengan begitu aku bisa menebasnya. Kayzo ber siap-siap untuk menyerang Kapten Jack, ia sudah menggenggam pedangnya.
"Awas saja kalian." Kapten Jack sangat emosi, ia berhasil melepaskan diri dari teknik bayangan Kayzo dan berlari untuk memukul Eiyu.
"Gawat!" gumam Eiyu.
"Rasakan ini!" teriak Kapten Jack.
"hehe tidak semudah itu." Eiyu melompat melangkahi Kapten Jack dan berdiri dibelakangnya, lalu Eiyu memeluk Kapten Jack dengan tubuh yang berapi-api.
"Sialan kau bocah!" hardik Kapten Jack.
"Teknik dua pedang: Surasshu X." Kayzo menebas dada Kapten Jack.
"UARGH," gumam Kapten Jack, di dadanya terbentuk luka X. dari luka itu, mengalir darah segar.
BRUK...
Kapten Jack jatuh ke tanah dalam keadaan tak sadarkan diri.
KAPTEN JACK TELAH TUMBANG...
|
|
|
Akhirnya Eiyu dan Kayzo berhasil mengalahkan Kapten Jack dengan susah payah, Mereka pun langsung pergi meninggalkan markas angkatan laut itu.
Mereka berniat untuk menaiki kapal yang menuju ke pulau lain. namun, mereka tidak punya uang sama sekali, Eiyu sudah memberikan semua uangnya kepada pemilik toko bir.
"Bagaimana ini?" tanya Eiyu kebingungan.
"Aku tau! sini ikut aku hehehe," ajak Kayzo.
Kayzo mengajak Eiyu untuk menyelinap masuk kedalam kapal yang mereka sendiri tidak tau kapal itu menuju kemana.
"Hey Kayzo, menjadi penumpang gelap itu tidak boleh lo," kata Eiyu.
"Bagaimana lagi, kita terpaksa melakukannya lagi pula kita ini kriminal, jika kita tetap berada di kota ini pahlawan yang lebih kuat dari Kapten Jack akan datang untuk menangkap kita," ungkap Kayzo.
Eiyu hanya diam, ia menerima apa yang dikatakan oleh Kayzo karena itu memang benar. Setelah itu, mereka pun beristirahat.
Saat Malam Tiba...
Kayzo melihat Eiyu yang berdiri di tepi Deck kapal sambil menatap bulan dan mendengarkan suara ombak laut.
Melihat itu, Kayzo langsung mendatangi Eiyu, "Sepertinya kita sudah meninggalkan Kota Alcides dan sebentar lagi kita juga akan meninggalkan benua Apollo," kata Kayzo berdiri disamping Eiyu dan memberinya roti untuk dimakan.
"Terimakasih..., Eh??? dari mana kau dapat roti ini??" tanya Eiyu.
"Tadi ada seorang nenek tua yang meminta ku untuk mengangkut barang bawaannya. setelah aku membantu nenek itu, ia memberi ku dua potong roti ini," jawab Kayzo.
"Syukurlah kau mendapatkannya dengan cara yang halal," kata Eiyu.
Kayzo hanya tersenyum, Mereka berdua memakan roti sambil melihat pemandangan langit malam diatas laut, setelah itu mereka pun kembali beristirahat.
Pagi Pun Tiba...
Kayzo melihat Eiyu memandangi mata hari pagi sambil mendengarkan suara ombak laut. Kayzo menghampiri Eiyu sambil membawakan Teh hangat.
"ini minumlah..." kata Kayzo sambil memberikan secangkir teh kepada Eiyu, "Jangan tanya aku dapat teh itu dari mana, Teh itu disediakan gratis oleh pihak Kapal pesiar ini."
"Haha, Terimakasih."
"Aku dengar dari salah satu penumpang, kapal ini akan menuju ke pulau Tropicana," ujar Eiyu.
"Tropicana ya..., itu berada di benua Kawamatsu..., kita pergi benar-benar jauh ya," balas Kayzo.
...
Setelah selesai minum teh, mereka pun mengemasi barang bawaan mereka dan mulai menyandang tas untuk bersiap turun dari kapal.
Beberapa saat kemudian kapal pesiar yang ditumpangi oleh Eiyu dan Kayzo akhirnya berlabuh.
Mereka berdua langsung turun dari kapal, "Jadi ini pulau Tropicana ya...," ucap Eiyu sambil merenggangkan badannya.
"Ya! dan setauku, Pulau ini terkenal karena cita rasa dari makanan khasnya, bahkan sebagian besar penduduknya adalah seorang koki," kata Kayzo.
"Oh begitu ya, hehehe siapa tau kita bisa dapat anggota kru baru yang jago memasak," bilang Eiyu dengan tawa.
"Mungkin saja." Kayzo lanjut berjalan bersama dengan Eiyu.
Mereka Berjalan-jalan disekitar pulau itu Melihat-lihat sekitar, pulau itu terkesan indah bagi mereka.
"Hey Eiyu, apa kau haus?" tanya Kayzo kepada Eiyu sambil mengeluarkan pedangnya dan melihat ke atas pohon kelapa.
"Iya sih aku merasa sedikit haus, kau mau melakukan apa Kayzo?" Eiyu bingung kenapa Kayzo mengeluarkan pedangnya, Eiyu punya firasat buruk akan hal itu.
"Ya kau benar..., Surasshu Yami!" Kayzo memotong pohon kelapa sampai terjatuh ke tanah.
"Ini ambil lah, kau haus kan." Kayzo memotong bagian atas buah kelapa dan memberikannya kepada Eiyu.
"Jangan membuat kekacauan di pulau yang baru saja kau datangi!" tegas Eiyu.
"ya ya ya." Kayzo sama sekali tidak mendengarkan perkataan Eiyu.
"Hadehhh~ ya sudahlah." Eiyu hanya bisa pasrah.
Setelah melepas dahaga dengan meminum air kelapa, mereka pun berjalan di tepi pantai dan duduk di sebuah pondok.
...
Sorenya, mereka berdua mereka lapar...
"Aku akan mengambil semua uang ku yang ada di ATM untuk membeli makanan kita," kata Eiyu sambil berdiri.
"Ternyata kau punya uang ya! kenapa baru bilang sekarang hah!!?" respon Kayzo dengan kesal.
"Jika aku menarik uang pada saat kita berada di kota Alcides, itu akan membuat para pahlawan mengetahui keberadaan kita," jawab Eiyu.
"Berarti setelah ini keberadaan mu akan diketahui?" tanya Kayzo.
"Ya, Aku akan menarik semua uang yang ada dan membeli makanan lalu kita akan meninggalkan pulau ini secepat mungkin," jawab Eiyu.
"Kau tunggu saja disini, nanti akan ku bawakan makanan." Eiyu pergi menuju ke ATM yang berada di dekat restoran.
Tidak lama setelah Eiyu mengambil uang, ia kemudian berjalan menuju restoran yang berada di dekat pantai itu untuk membeli makanan.
Ketika Eiyu hendak masuk kedalam restoran terdengar suara yang sangat ribut.
"KAU TERLALU LAMBAT! KAU PIKIR SUDAH BERAPA LAMA AKU MENUNGGU HAH!???" bentak seorang pria yang berada di dalam restoran tersebut.
...
|
|
|
|
|
BERSAMBUNG...
EPISODE SELANJUTNYA: THE BEACH RESTORAN, SEJA...