Return To Zero

Return To Zero
EPISODE 3: "SAATNYA MEMULAI PERJALANAN KU... "



EPISODE 3: SAATNYA MEMULAI PERJALANAN KU...


|


|


|


|


|


Latihan Eiyu dan Yoake masih berlanjut...


"Dimana Eiyu?? Aku tidak melihatnya," kata Yoake, ia kebingungan kenapa tidak ada Eiyu di tempat biasa mereka latihan.


Lalu Eiyu datang dengan berlari tergesa-gesa.


"HAAHHH~," Eiyu menghela nafas, ia sesak nafas sehabis berlari.


"Maaf aku terlambat datang tuan Yoake," ucap Eiyu meminta maaf kepada Yoake.


"Kemana saja kau Eiyu?? tidak biasanya kau terlambat," kata Yoake dan melemparkan pertanyaan kepada Eiyu.


"Aku baru saja pergi membelikan obat untuk ibu ku tadi, tidak usah khawatir..., aku benar-benar minta maaf tuan Yoake," jawab Eiyu meminta maaf sekali lagi kepada Yoake .


"Sudah Tidak apa-apa, mari kita mulai," balas Yoake.


"Oh ya, Mulai hari ini aku akan memberikan latihan khusus untuk mu..., melihat perkembangan mu yang sekarang, aku merasa kau sudah cukup kuat," ujar Yoake.


"Latihan khusus?? seperti apa itu!??" tanya Eiyu sambil memiringkan kepalanya. Eiyu penasaran dengan latihan khusus yang akan diberikan oleh Yoake kepadanya.


"Sebenarnya aku sudah mengajari cukup banyak hal kepadamu soal kekuatan dan cara bertarung, sisanya sekarang tinggal bukti dilapangan," ucap Yoake.


"Bertarung lah dengan ku Eiyu." Yoake berkata kepada Eiyu dengan tatapan serius.


"HAH!??." Eiyu terkejut mendengarnya.


"Kau ingin aku melawan mu?? kemampuan ku tidak sebanding dengan mu sedikit pun, Sudah jelas aku bakal kalah telak.!!!" jawab Eiyu membantah perkataan Yoake.


"Itu satu-satunya cara agar kau bisa berkembang lebih jauh lagi Eiyu, jika dengan latihan seperti biasa kau tidak akan bertambah kuat.!!! Bertarung lah dengan ku EIYUUU.!!!" ucap Yoake dengan nada tinggi, Yoake terus mencoba untuk meyakinkan dan membujuk Eiyu.


"Jika itu mau mu tuan Yoake..., Baiklah.!!! aku akan bertarung dengan mu..., aku akan bertarung demi menjadi lebih kuat.!!!" jawab Eiyu dengan lantang serta penuh semangat.


"Bagus!!! mari, langsung saja kita mulai." Yoake senang dengan jawaban Eiyu dan langsung mengajak Eiyu untuk memulai Duelnya.


Mereka pun bersiap-siap untuk saling bertarung.


"Serang lah aku lebih dulu Eiyu!" kata Yoake kepada Eiyu dengan nada yang sedikit tinggi.


"Baiklah!!!" jawab Eiyu dengan lantang, Eiyu menghela nafas dan memasang kuda-kuda untuk siap bertarung.


Eiyu langsung berlari menerjang Yoake dengan melancarkan jurusnya.


"Aku tidak akan menahan diri lo Tuan Yoakeee!!!, Fire fist: Hiken," teriak Eiyu sambil melancarkan serangannya.


Yoake hanya diam berdiri menunggu Eiyu mendekatinya.


Setelah Eiyu mendekat, Yoake berpindah posisi dengan sangat cepat. Eiyu Terkejut Yoake bisa berpindah posisi dengan sangat cepat dan serangan Eiyu pun meleset.


"Sial!!! HIKENNN." Tanpa banyak bicara Eiyu pun langsung menyerang Yoake dengan jurus yang sama.


Tapi, Yoake dengan mudah menepis serangan Eiyu menggunakan tangannya.


"Giliran ku Eiyu..., Wind Ball." Yoake membalas serangan Eiyu.


Eiyu terkena serangan Yoake tepat di perutnya.


"UARGHH," gumam Eiyu kesakitan dan terjatuh ke tanah.


"Masih belum..., aku masih bisa bertarung.!!! AAAARRRGGG!!!." Eiyu berteriak sambil berlari ke arah Yoake.


Eiyu melompat lalu menggunakan jurusnya untuk menyerang Yoake.


"Fire kick: crossing shot." Eiyu mengarahkan tendangannya kepada Yoake.


Yoake menahan tendangan Eiyu hanya dengan tangannya.


Apa?? dia menahan tendangan api ku hanya dengan tangannya?? apa dia tidak merasakan panas sedikit pun??? Batin Eiyu bertanya-tanya.


"Boleh juga..., Tapi itu masih belum cukup!!!" ucap Yoake tersenyum sambil menepis kaki Eiyu dan melancarkan serangannya juga.


"Wind beam." ucap Yoake melancarkan serangannya.


Eiyu Terkena serangan telak dari Yoake dan terjatuh ke tanah.


"UARGHH." Eiyu jatuh terbaring ditanah.


"Jurusnya terasa sangat sakit..., Haaahhhhh... ~, Gerakannya juga sangat cepat..., perbedaan kemampuan kami terlalu jauh..., Bagaimana cara ku agar bisa mengalahkannya??!?, Aku..., Aku tidak peduli..., Aku akan terus menyerangnya," gumam Eiyu sambil memegang perutnya yang sakit.


Eiyu berdiri lagi, lalu kembali mengejar Yoake sekaligus melancarkan serangannya.


"Fire ball," ucap Eiyu mengeluarkan jurusnya, Eiyu melemparkan bola api kepada Yoake dengan kecepatan tinggi.


Apa??? dia meniru jurus ku?? hmmm... hebat juga kau Eiyu..., namun, itu masi belum cukup. Yoake tersenyum kepada Eiyu dan berlari mendekatinya.


Hah??? bukannya menghindar, tapi dia malah mendekati bola api ku..., apa yang dia pikirkan.??? Eiyu kebingungan dengan tindakan Yoake.


"Saatnya ku akhiri latihan hari ini Eiyuuu.!!!" jerit Yoake, lalu mengumpulkan energinya.


"Hahhh???? " ucap Eiyu.


"Tornado punch." Yoake memukul bola api Eiyu sampai hancur.


Tidak cukup disitu saja, setelah menghancurkan bola api Eiyu, Yoake masih terus berlari mendekati Eiyu dan gerakannya semakin cepat.


"Apa yang...!!???"


"BOOM!!!!"


"Uarghhh." Eiyu terkena pukulan dari Yoake, pukulan itu membuatnya terpental dan jatuh ke tanah.


"Hahh... hahh.. haaahhhh..., sial," kata Eiyu dalam keadaan lelah.


"Ba... baikla....hhhh...," jawab Eiyu, Ia terdengar sangat kelelahan.


"Hahahaha!!!, istirahatlah terlebih dahulu Eiyu, besok kau boleh libur..., nikmatilah hari libur mu itu," Ucap Yoake dengan senyuman hangat.


"Terimakasih banyak tuan Yoake...," balas Eiyu.


|


|


|


Dua tahun kemudian...


Eiyu sudah menyelesaikan latihannya bersama Yoake.


Eiyu sekarang sudah berusia 19 tahun...


Ia sudah siap memulai perjalanannya untuk menunjukkan kepada dunia apa itu PAHLAWAN yang sesungguhnya...


.....


Eiyu dan Yoake sedang duduk bersantai, mereka baru saja selesai latihan...


"Ini adalah hari terakhir kau latihan Eiyu," ucap Yoake kepada Eiyu sambil tersenyum hangat dan memandangi matahari tengelam.


Eiyu menoleh melihat Yoake, ia tidak menyangka Yoake akan mengatakan itu.


"Begitu ya..., berarti aku sudah siap untuk memulai perjalanan ku kan?" tanya Eiyu kepada Yoake.


"Yaaa.... begitulah..., sebentar lagi aku akan pergi..., aku harus kembali ke kota sweetyneer untuk melanjutkan tugas ku sebagai pahlawan, aku sudah dua tahun aku tidak kembali kesana..., Para pahlawan lain serta presiden pasti sedang mencari ku...," kata Yoake kepada Eiyu.


Eiyu hanya diam mendengarkan perkataan Yoake, Di dalam hatinya Eiyu merasa sedih karena akan berpisah dengan Yoake, mereka sudah bersama lebih dari Dua tahun.


"Nah.!!! mungkin ini saatnya aku pergi..., Oh ya... ini ada kartu untuk bisa masuk ke Akademi pahlawan internasional," kata Yoake sambil berdiri melihat Eiyu lalu memberikan kartu itu.


"Terimakasih...," ucap Eiyu berdiri dan menerima kartunya.


"Bumi itu bulat, aku yakin kita akan bertemu kembali suatu hari nanti." Yoake tersenyum hangat kepada Eiyu sambil menepuk pundaknya.


"Ya aku tau itu, Terimakasih atas segalanya dan sampai jumpa tuan Yoake." Eiyu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Teruslah berada dijalan yang kau anggap benar Eiyu..., sampai jumpa~," ucap Yoake, lalu ia pergi dengan cara terbang menggunakan kekuatannya.


Eiyu hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Yoake.


|


Keesokan harinya, Eiyu berada di pemakaman...


"Hey ibu..., aku sudah selesai latihan..., tuan Yoake sudah pergi untuk melanjutkan tugasnya sebagai pahlawan..., aku sendiri juga akan pergi setelah ini untuk memulai perjalanan ku," ucap Eiyu sambil memandangi makam ibunya.


(Ibunya Eiyu sudah meninggal setengah tahun lalu karena penyakit yang dideritanya, sejak ibunya meninggal Eiyu ia hidup bersama dengan Yoake.)


Lalu Eiyu Menoleh ke makam ayahnya, "Ayah..., aku akan pergi untuk memulai perjalanan ku, aku akan mengumpulkan anggota kru ku, aku akan mengubah dunia ini, dunia dimana para pahlawan tidak melakukan hal bejat..., aku akan menciptakan dunia yang damai, Aku janji ayah." Eiyu tersenyum lembut, matanya berkaca-kaca. lalu Eiyu menebarkan bunga di makam kedua orang tuanya dan pergi meninggalkan makam.


...


Eiyu sekarang berada di pasar dekat pelabuhan...


"Yoshh.!!! aku membutuhkan anggota kru untuk bisa memulai perjalanan ku, Hmmm.... Ku rasa 10 orang sudah cukup untuk anggota ku," ucap Eiyu penuh semangat.


"Oh ya! tuan Yoake memberi ku kartu untuk masuk akademi pahlawan," kata Eiyu sambil mengeluarkan kartu itu.


Aku benar-benar minta maaf tuan Yoake, aku tidak berniat untuk masuk akademi..., jika aku masuk akademi, aku akan berada dalam wewenang Pemerintah secara langsung..., aku tidak mau itu, aku akan melakukannya dengan cara ku sendiri. Eiyu tertawa lembut, lalu menyimpan kartu itu, dia tidak mau membuangnya.


Ketika Eiyu sedang asik berjalan disekitar pasar, Eiyu melihat keributan di depannya.


"Menyerahlah!!! tidak usah melawan, biar kan kami menangkap mu." Suara itu terdengar keras di depan.


Lalu Eiyu mencoba mendekati kerumunan itu, di tengah kerumunan Eiyu melihat Yoga dan Owen yang sedang mengancam seorang pemuda yang memiliki dua pedang di pinggangnya.


"Kenapa aku harusnya menyerahkan diri ku kepada orang seperti kalian???" tanya pemuda itu, ia menatap Yoga dan Owen dengan tatapan sinis.


"Kau sudah melindungi seorang pencuri!!" tambah Owen dengan nada tinggi.


Ternyata pemuda itu adalah seorang pendekar pedang, ia mencoba melindungi seorang anak kecil yang mencuri buah apel busuk untuk dimakan, karena anak itu sedang kelaparan.


"Dia hanya mencuri buah busuk, lagi pula buah itu pada akhir juga akan kalian buang kan?? kalian mencoba untuk menyakiti anak ini, aku tidak akan biarkan itu terjadi!!" ucap Pemuda itu dengan nada tinggi membentak Yoga dan Owen.


"Seharusnya kalian memberinya buah baru yang masih segar, bukan malah menyakitinyaa!!!" tambah pemuda itu.


Yoga dan Owen marah, mereka merasa pemuda itu sudah meremehkan mereka, lalu mereka menyatakan bahwa pemuda itu adalah seorang penjahat dan menyerangnya.


"Fire fist: Hiken!." Eiyu melindungi pemuda itu dengan serangannya.


"Aku sudah memahami situasinya, kau adalah orang baik, aku akan membantu mu!" ucap Eiyu berdiri di samping pemuda itu dengan nada semangat.


"Jika kau membantu ku, kau juga akan dianggap sebagai seorang penjahat oleh orang-orang tolol itu," balas pemuda itu kepada Eiyu.


"Lebih baik menjadi penjahat tapi melakukan hal baik, daripada menjadi pahlawan tapi melakukan hal jahat," kata Eiyu dengan nada dan senyum semangat.


"haha, dasar orang aneh," ucap pemuda itu kepada Eiyu dengan sedikit senyum.


" Oh ya.., Kalau boleh tau, siapa namamu??" tanya Eiyu kepada pemuda itu.


Pemuda itu menoleh ke arah Eiyu, Nama ku? Nama ku adalah......


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...


EPISODE SELANJUTNYA: AKU AKAN MENJADI PENDEKAR PEDANG TERKUAT DI DUNIA...