Return To Zero

Return To Zero
EPISODE 6: "THE BEACH RESTORAN, SEJA... "



EPISODE 6: THE BEACH RESTORAN, SEJA...


|


|


|


|


|


Eiyu dan Kayzo berhasil mengalahkan Kapten Jack, sekarang mereka sudah meninggalkan kota Alcides.


Saat ini mereka berada di benua lain, Yaitu benua Kawamatsu lebih tepatnya di pulau Tropicana.


Ternyata Eiyu masih memiliki uang ditabungan keluarganya yang berada di bank. Eiyu kemudian pergi mengambil uang itu di ATM untuk membeli makanan buat mereka berdua.


Setelah mengambil uang, Eiyu langsung menuju ke restoran terdekat, ia ingin segera membeli makanan untuk dimakan bersama dengan Kayzo.


Ketika Eiyu hendak memasuki restoran, ia mendengar suara keributan di dalam restoran itu.


Saat Eiyu masuk, ia melihat seorang pelanggan yang protes kepada salah satu juru masak di restoran itu dengan cara kasar.


Juru masak itu mencoba untuk membela dirinya sendiri dan mencoba untuk menenangkan si pelanggan. Namun, si pelanggan itu tidak terima dengan perbuatan si koki, dia pun mencoba untuk menyakiti si koki tersebut.


Melihat itu Eiyu pun langsung bergerak dengan cepat menahan pukulan pria itu.


"Kau sudah keterlaluan!!!" ucap Eiyu dengan nada tinggi.


"Siapa kau? beraninya kau menghentikan tinju ku!" kata pria itu.


"Kau tau siapa aku hah!?? aku adalah letnan kolonel dari Angkatan Laut!!!" tegas pria itu kepada Eiyu dengan sombong.


Lagi-lagi angkatan laut, apakah dia setara dengan Kapten Jack? atau mungkin lebih kuat dari Kapten Jack? aku harus berhati-hati. Eiyu menatapnya dengan kesal lalu menepis tangan letnan itu.


"Sikap mu sama sekali tidak menunjukkan jiwa seorang pahlawan!" tegas Eiyu dengan kasar.


"Beraninya kau dasar bocah baru puber, mati saja kau-"


"HENTIKAN!!!" potong seseorang yang menuruni tangga.


"Jangan bertengkar di restoran ku! Jika kalian tetap ingin bertengkar pergilah keluar! jangan mengganggu ketenangan pelanggan lain!" tegas sang owner restoran sambil menuruni satu persatu anak tangga.


"Ya sudahlah, harga diri ku bisa hancur hanya karena berdebat dengan seorang bocah," ujar letnan itu sambil merapikan dasinya.


"Memangnya kau punya harga diri??" cemooh Eiyu dengan sedikit senyuman.


"APA!?? Kau benar-benar ingin ku bun-"


"Kalian tidak memahami bahasa manusia ya," ucap owner restoran dengan tatapan sinis. Ia mengeluarkan aura yang sangat kuat.


Letnan itu hanya terdiam, lalu ia pergi meninggalkan restoran tanpa sepatah kata.


"Anda Baik-baik saja nona?" tanya Eiyu kepada koki itu.


"iya, Terimakasih," jawab koki itu.


"Bereskan semua ini dengan cepat Janice! setelah itu temui aku di ruangan ku," tegas sang owner.


"Dan kau! mau apa kau kesini?" tanya owner restoran kepada Eiyu.


"Aku datang karena ingin membeli makanan untuk aku dan teman ku, aku tidak ada niat lain," jawab Eiyu.


"Kalau begitu tunggu lah di sini, Setelah ini Janice akan membuatkan pesanan mu." lalu owner restoran itu kembali ke ruangannya.


"Maaf ya, tunggu sebentar," bilang Janice sambil membereskan meja dan kursi yang diduduki oleh letnan tadi.


"Ya, tidak Apa-apa." Kemudian Eiyu duduk diruang tunggu sambil membaca surat kabar yang terletak diatas meja.


Apakah ada berita tentang aku dan Kayzo di surat kabar???, aku belum melihat berita tentang diri ku maupun Kayzo di surat kabar, untuk sementara ini aku dan Kayzo aman. Eiyu membaca satu persatu artikel dengan teliti.


Sementara itu, Janice sudah selesai membereskan meja dan kursi yang berantakan tadi lalu pergi menuju ke ruangan Sang Owner restoran.


Tok Tok Tok! "Permisi." Janice mengetuk pintu ruangan sang owner restoran.


"Masuklah." terdengar suara owner restoran, Janice pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kenapa bapak memanggil saya?" tanya Janice.


"Ya, duduklah terlebih dahulu." Si owner restoran sama sekali tidak menatap Janice, malahan ia melihat ke arah luar jendela sambil merokok.


Tanpa berpikir panjang, Janice pun langsung duduk di sofa yang berada di ruangan itu. setelah Janice duduk, Owner restoran mematikan rokoknya dan duduk di depan Janice, ia duduk berhadapan dengan Janice.


"Hey Janice," tegur sang owner restoran kepada Janice.


"Ya pak," sahut Janice, dia merasa cemas dan takut dimarahi oleh sang owner.


"Kau tidak Apa-apa kan? apa kau terluka? apa yang diperbuat oleh prajurit angkatan laut itu kepada mu?" tanya sang owner, ia terlihat sangat khawatir kepada Janice.


"Saya Baik-baik saja pak, pemuda tadi sudah menolong saya dan bapak sendiri juga ikut mmembantu saya, Terimakasih banyak sudah mengkhawatirkan saya pak!" ucap Janice sambil berdiri lalu membungkukkan badannnya.


Owner itu tersenyum, ia merasa lega mendengar keadaan Janice yang ternyata Baik-baik saja.


"Janice, kedepannya berusahalah untuk lebih cepat lagi melayani pelanggan, kau adalah koki terbaik di restoran ini, tunjukkan kebolehan mu!" tegas Owner restoran.


"Siap pak!" jawab Janice dengan lantang dan tersenyum.


"Pergilah sekarang, urus pesanan pemuda yang membantu mu tadi, kau ku beri kebebasan untuk membalas kebaikan anak itu," ucap owner restoran dengan lemah lembut dan tersenyum hangat kepada Janice.


Tanpa pikir panjang, Janice pun langsung pergi meninggalkan ruangan owner restoran. ia berlari menuruni tangga, ia bergegas menuju ke dapur dan langsung mulai memasak makanan untuk Eiyu.


...


Tidak lama setelah itu, masakan Janice sudah selesai dan siap untuk diberikan kepada Eiyu.


Janice menghampiri Eiyu yang sedang duduk di ruang tunggu, "Pesanan untuk dua orang sudah siap!" ucap Janice dengan senyuman sambil memberikan makanan kepada Eiyu.


"Ehh?? tapi aku belum memesan."


"Kenapa kau mentraktir ku?" tanya Eiyu.


"ANGGAP INI SEBAGAI RASA TERIMAKASIH KU, AKU MOHON TERIMALAH INI!!" tegas Janice.


"Terimakasih kembali," bilang Eiyu sambil menerima pemberian Janice.


Eiyu kemudian pergi meninggalkan restoran dan menuju ke tempat Kayzo berada.


...


"Lama amat beli makan doang," cibir Kayzo.


"maaf tadi ada sedikit masalah dengan angkatan laut," bilang Eiyu sambil memberikan jatah milik Kayzo.


"angkatan laut?? lalu bagaimana??" tanya Kayzo.


"Santai aja, semuanya sudah terselesaikan." Mereka berdua langsung menyantap makanan dengan sangat lahap.


Malam pun tiba...


Eiyu dan Kayzo ingin mencari tempat yang aman untuk beristirahat. lalu tanpa disangka, Janice menghampiri mereka berdua yang sedang duduk santai.


"Hey! kalian cari tempat untuk tidur kan? ayo ikut aku," ucap Janice dengan senyuman lebar.


"Hey, siapa cewek ini? pacar mu?" tanya Kayzo kepada Eiyu dengan berbisik.


"Bukan, dia adalah juru masak di restoran yang bernama Seja," balas Eiyu dengan suara pelan.


"dialah yang memaksa makanan yang kita makan tadi."


"begitu ya." Kayzo berjalan mendekati Janice.


"Terimakasih atas makanannya, masakan anda sangat enak," kata Kayzo kepada Janice.


"Terimakasih kembali,"


"Ayo ikut aku, di restoran ada sebuah kamar kosong yang bisa kalian tempati untuk sementara." Eiyu dan Kayzo mengikuti Janice menuju ke restoran.


Sesudah dapat izin dari sang owner restoran, Mereka berdua pun langsung di antarkan oleh Janice menuju kamar itu.


"Terimakasih Janice, kami benar-benar terbantu," ucap Eiyu kepada Janice.


"Sama-sama, silakan beristirahat," balas Janice dengan senyuman.


"oh ya, aku belum tau nama kalian berdua," kata Janice.


"Maaf, kami lupa memperkenalkan diri."


"Nama ku Hikaru Eiyu panggil saja Eiyu."


"Aku Kayzo."


"Baiklah,"


"Nama ku Selena Janice, panggil saja Janice." Setelah memperkenalkan diri mereka masing-masing, mereka semua masuk ke kamar yang telah disediakan.


Eiyu dan Kayzo pun tertidur dengan pulas.


Pagi harinya...


"Oy Eiyu, bangun lah woi susah amat dibangunin." Kayzo membangunkan Eiyu dengan paksa.


"Hmmm..., ada apa?" tanya Eiyu dengan kesadaran yang masih setengah.


"Si koki itu menyuruh kita untuk turun ke bawah," kata Kayzo.


"Ayo," ajak Eiyu dengan keadaan belum sadar sepenuhnya.


"Minimal cuci muka dan gosok gigi dulu bodoh." Kayzo menggiring Eiyu ke kamar mandi.


Setelah itu mereka turun untuk menemui Janice.


"Hey kalian berdua, duduklah di sini, Janice akan mengantarkan makanan untuk kita," bilang sang owner restoran kepada Eiyu dan Kayzo.


Tidak lama setelah itu Janice datang dengan menghidangkan untuk mereka.


"sebelum restoran di buka, mari kita berempat makan bersama," kata Owner restoran.


Mereka berempat makan bersama sambil mengobrol santai dan bersenda gurau.


Setelah selesai makan, Eiyu dan Kayzo membereskan barang bawaan mereka dan bersiap untuk pergi.


Sementara itu, para karyawan lain mulai berdatangan.


Restoran pun dibuka oleh sang owner. para pelanggan mulai berdatangan satu persatu dan terus bertambah seiring berjalannya waktu.


...


Tiba-tiba datang sekelompok angkatan laut dengan dipimpin oleh Letnan Kolonel yang kemarin membuat keributan.


"Kau pikir bisa lolos dari ku setelah kau membuat ku kesal??? akan ku bawa kau bersama ku," gumam Letnan itu sambil menatap Janice yang sedang melayani pelanggan.


...


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...


EPISODE SELANJUTNYA: JOEL SI TINJU MERAH...