
EPISODE 11: MITSUKI RYUZAKI...
|
|
|
|
|
Eiyu dan kawan-kawan sekarang berada di kota Royalty, kota yang diberi julukan sebagai kota air. Eiyu dan kawan-kawan terkagum dengan keindahan dan keunikan dari kota tersebut.
Pada saat itu di pusat kota sedang diadakan lomba balap kapal. Pemenang dari lomba tersebut berjalan melewati Eiyu dan kawan-kawan dengan santai, "Tunggu!" panggil Eiyu.
Orang itu melirik kearah Eiyu, "Maaf, ada apa ya?" tanya orang itu.
"Siapa nama mu?" tanya Eiyu.
"Nama ku? Hahah, kau segitunya ingin tau ya?" ucap orang itu dengan sombong.
Orang ini benar-benar sombong. Kayzo menatap orang itu dengan tatapan sinis.
Snap! orang itu menjentikkan jarinya, "Aku adalah orang yang akan menjadi navigator terbaik di dunia! Nama ku adalah Mitsuki Ryuzaki!" kata orang itu dengan lantang.
"Navigator?" tanya Janice sambil memiringkan kepalanya.
"Navigator terbaik di dunia ya...," gumam Kayzo sambil menatap Ryuzaki, "Ini sangat menarik!"
"Sekarang perkenalkan diri mu, sangat tidak sopan jika kau menanyai nama orang tapi kau sendiri tidak memperkenalkan nama mu," bilang Ryuzaki kepada Eiyu.
"Oh ya, maafkan aku," kata Eiyu.
"Nama ku Hikaru Eiyu, aku adalah orang yang akan menjadi pahlawan sejati. Aku akan menunjukkan kepada dunia apa itu pahlawan yang sebenarnya!" ucap Eiyu dengan sangat lantang dan penuh semangat.
...
Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! impian yang sangat bagus Eiyu!" kata Ryuzaki. "Sepertinya aku mulai menyukai mu."
Menyukai Eiyu? orang ini pasti sudah gila. Kayzo memasang ekspresi jijik.
"Kenapa kau memanggilku Eiyu?" tanya Ryuzaki.
"Aku terkagum dengan kemampuan mu barusan, itu benar-benar hebat," bilang Eiyu.
Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! tentu saja aku hebat, dan aku yakin diantara kalian bertiga tidak ada yang bisa menyaingi ku!" ujar Ryuzaki.
"Dia benar-benar sombong..." gumam Kayzo sambil mengepalkan tinjunya, "Oi Ryuzaki, kau-"
"Sudah Kayzo, sikap dia memang seperti itu, jadi mau gimana lagi." Janice mencoba untuk menenangkan Kayzo.
"Oh ya, Maafkan kesombongan ku..." ucap Ryuzaki sambil membungkukkan badannya, "Bolehkah aku mengetahui nama kalian berdua?" tanya Ryuzaki kepada Kayzo dan Janice.
"Tentu..." sahut Janice dengan tersenyum, "Nama ku Selena Janice, aku memiliki impian untuk menjadi koki terhebat di dunia!"
"Hahah! impian yang sangat bagus Janice!" seru Ryuzaki.
Lalu Ryuzaki mengarahkan pandangannya kepada Kayzo, "Apa Liat-liat!??" tanya Kayzo dengan kasar.
Ryuzaki hanya diam memandangi Kayzo, melihat hal itu Kayzo merasa tidak nyaman, "Aku Kayzo," kata Kayzo dengan sangat terpaksa.
Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Halo Kayzo, salam kenal."
"Aku tidak pernah melihat kalian bertiga di kota ini..." kata Ryuzaki kepada Eiyu, "Apakah kalian pendatang baru?" tanya Ryuzaki.
"Ya, kami baru saja sampai di kota ini," jawab Eiyu.
"Kalau begitu ikutlah aku, akan ku perkenalkan kalian bertiga dengan kota ini." Ryuzaki mengajak Eiyu dan kawan-kawan untuk mengikutinya.
Ryuzaki membawa mereka bertiga ke tempat parkir kendaraan, "Ini kapal ku, silahkan naik..." kata Ryuzaki kepada Eiyu dan kawan-kawan, "Silahkan naik nona, perempuan harus didahulukan," kata Ryuzaki.
"Terimakasih," ucap Janice.
"Dia membiarkan Janice duduk di sampingnya, sedangkan kita duduk dibelakang," gumam Kayzo.
"Sudahlah biarkan saja, dia sepertinya bukan orang Jahat." Eiyu menaiki kapal dan duduk, begitu juga dengan Kayzo.
Ryuzaki menyalakan kapalnya, "Hahah! ayo berangkat!" teriak Ryuzaki, kemudian kapal itu melaju dengan cepat.
Ryuzaki membawa Eiyu dan kawan-kawan mengelilingi kota Royalty, kapal milik Ryuzaki benar-benar sangat cepat, walaupun kapalnya sangat cepat, keseimbangan kapal tersebut tidak goyang sedikitpun, dikarenakan kemampuan Ryuzaki dalam mengemudikan kapal sangatlah hebat.
"Cepat sekali," kata Janice.
"Tentu saja, ini disebut dengan speed boat, ini sanggup berlayar dengan kecepatan maksimal hingga 300 km/jam!" jawab Ryuzaki, "Ditambah dengan kemampuan ku yang hebat, kapal ini bisa mencapai ujung dunia!" lanjut Ryuzaki.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, satu persatu tempat yang ada di kota itu mereka hampiri. Tiba-tiba Ryuzaki memberhentikan kapalnya di sebuah rumah, "Ayo turun," ajak Ryuzaki.
Eiyu dan kawan-kawan tidak mau banyak bicara, mereka bertiga hanya mengikuti Ryuzaki. Ryuzaki mengajak mereka bertiga untuk masuk kedalam rumah, "Aku pulang!" kata Ryuzaki sambil melangkah memasuki rumah, "Kalian juga ayo masuklah," ajak Ryuzaki.
Rumah itu adalah rumahnya Ryuzaki, Ryuzaki mempersilahkan Eiyu dan kawan-kawan untuk duduk, "Hey Keiko! ke sinilah!" kata Ryuzaki, ia memanggil seseorang dengan nama Keiko.
Lalu datanglah seorang anak perempuan yang imut dan cantik, "Wahhh imut banget!!!" Janice berkata sambil berdiri dan berjalan mendekati Keiko, "Imut banget sih kamu, nama kamu siapa," kata Janice sambil mencubit pipinya Keiko.
Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! Namanya Keiko, dia adalah adik perempuan kesayangan ku..." kata Ryuzaki, "Keiko, bantu aku menyiapkan hidangan untuk tamu kita ini," lanjut Ryuzaki.
"Oke kak!" balas Keiko dengan senyuman hangat lalu langsung pergi menuju dapur.
"Kalian tunggulah di sini, aku ingin membantu adik ku terlebih dahulu," kata Ryuzaki sambil membalikkan badan.
"Aku ikut..." kata Janice, "Aku ingin membantu."
"Tidak perlu repot, kalian adalah tamu di sini-"
"Hah!!!?? aku ini seorang koki lo, bagaimana mungkin aku bisa diam jika ada orang yang lapar!" bentak Janice memotong perkataan Ryuzaki.
"Sebenarnya apa yang kita lakukan? apa tujuan kita ke sini?" tanya Kayzo kepada Eiyu.
"Entahlah, aku sendiri tidak tau," jawab Eiyu.
Beberapa saat kemudian datanglah seseorang membuka pintu dan memasuki rumah Ryuzaki. Seorang Kakek tua terlihat memasuki rumah Ryuzaki dengan santainya, kakek itu melirik ke arah Eiyu dan Kayzo, "Ada Anak-anak muda di rumah ku, kalian pasti temannya Ryuzaki," kata Kakek itu lalu duduk di depan Eiyu dan Kayzo.
"Y-yaaa bisa dibilang begitu," jawab Eiyu dengan senyuman.
"Nama ku Mitsuki Gouda, aku adalah kakeknya Ryuzaki dan Keiko," kata Kakek Gouda.
Gouda??? Mata Eiyu melebar, ia terdiam sejenak.
"Perkenalkan, aku Kayzo dan dia..." kata Kayzo sambil melirik ke arah Eiyu.
"Aku Hikaru Eiyu, maaf sudah bikin repot," kata Eiyu.
"Sudah tidak apa-apa, justru aku senang karena ada tamu, sudah lama aku tidak kedatangan tamu." Kakek Gouda adalah orang yang ramah dan suka tersenyum.
Eiyu dan Kayzo dengan asiknya mengobrol bersama dengan Kakeknya Ryuzaki, kakek itu menanyai tujuan dan dari mana asal mereka. Eiyu dan Kayzo pun menjawabnya dengan jujur, karena mereka merasa bahwa kakek Gouda bukanlah orang jahat.
Tidak lama setelah itu datanglah Janice dan Keiko dengan membawakan makanan, "Oh, kakek sudah pulang." Keiko segera menaruh makanan di meja dan langsung mendekati kakeknya, ia memberikan pijatan kepada kakeknya.
Ryuzaki datang menyusul dengan membawa minuman, "Kakek sudah pulang ya, bagus lah..." kata Ryuzaki sambil menaruh minuman di meja dan segera duduk, "Ayo kita makan bersama-sama," ucap Ryuzaki.
Mereka semua makan dan minum bersama sambil bercanda gurau, "Enak sekali, kalian berdua yang masak?" tanya Kakek Gouda kepada Ryuzaki dan Keiko.
"Bukan, Kak Janice yang masak," jawab Keiko.
Kakek Gouda memuji masakan Janice. Tidak lama setelah mereka selesai makan, kakek Gouda mengajak Eiyu dan kawan-kawan untuk pergi menangkap ikan bersamanya. Pekerjaan Kakek Gouda adalah seorang nelayan.
Eiyu dan kawan-kawan serta Ryuzaki dan Keiko diajak oleh kakek Gouda untuk menaiki kapalnya,
.....
"Kapalnya besar juga ya," kata Kayzo, mereka semua sekarang sudah berada di atas kapal milik kakeknya Ryuzaki.
Snap! "Hahah! Kau belum melihat kehebatan dari kapal ini," ujar Ryuzaki.
Kayzo hanya diam, tapi sebenarnya Kayzo sangat penasaran dengan kemampuan rahasia dari kapal tersebut.
Kakek Gouda membawa kapalnya ke tengah laut, ia Melihat-lihat permukaan air laut memakai teropong, ia melihatnya kesegala arah. Tiba-tiba kakek Gouda meletakkan teropongnya dan langsung membelokkan kapal.
Kapal itu mengarahkan ke gerombolan ikan yang sedang berenang, kakek Gouda menambah kecepatan kapalnya, lalu kapal itu bergetar dan keluar sebuah jaring yang sangat besar dari bagian depan kapal, jaring itu menangkap semua ikan itu dengan mudah.
Setelah itu Ryuzaki menekan sebuah tombol, lalu semua ikan tersebut sudah berada di dalam tangki besar yang ada di atas kapal tersebut.
Eiyu dan kawan-kawan terkejut melihat itu, Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! hebat sekali bukan? cara yang sangat simpel untuk menangkap ikan!" teriak Ryuzaki.
"Wah hebat," puji Janice.
"Cukup untuk hari ini, sebagian akan ku jual dan sisa untuk kita makan malam ini..." ucap Kakek Gouda, "Nak Janice, apakah kamu mau memasak untuk kami lagi?" tanya kakek Gouda.
"Tentu, dengan senang hati!" balas Janice dengan senyuman hangat.
Kakek Gouda membawa kapalnya kembali ke pelabuhan dan segera memarkirkan kapalnya.
"Tunggulah di sini kek, aku akan menjemput Speed boat milik ku, agar kau bisa membawa semua ikan itu ke pusat perbelanjaan..." kata Ryuzaki sambil turun dari kapal kakeknya, "Oh ya Kayzo, apa kau ingin coba untuk mengendarai speed boat milik ku?" tanya Ryuzaki.
Kayzo hanya menganggukkan kepalanya, "Ayo ikut aku." Ryuzaki dan Kayzo pergi menuju ke rumahnya Ryuzaki untuk menjemput speed boat.
Tersisa Eiyu, Janice, Keiko dan kakek Gouda di atas kapal, mereka menyiapkan ikan yang ingin di jual.
Tiba-tiba sebuah bola meriam datang menghantam kapal kakek Gouda, lalu naiklah beberapa orang ke atas kapal dengan membawa senjata tajam, "Serahkan semua yang kau miliki pak tua!" bentak salah satu dari mereka.
"Bajak laut ya..." Kakek Gouda mengambil sebuah tongkat panjang, "Pergilah kalian semua dari sini dasar bajak laut jahat!" teriak kakek Gouda sambil mengancam para bajak laut itu dengan tongkat kayu nya.
Namun, secara tiba-tiba tongkat kayu milik kakek Gouda sudah terbelah menjadi dua, "Beraninya kau pak tua," ucap seseorang, "Nama ku Horni Gold, aku adalah kapten bajak laut ini," ucapnya.
"Hey Hordy!" ucap Horni memanggil wakilnya.
"Tangkap dua gadis itu," suruh Horni Gold kepada wakilnya itu.
"Kenapa kau juga menginginkan yang kecil kapten?" tanya Hordy.
"Yang kecil bisa dijadikan budak, setidaknya dia bisa kita suruh untuk membersihkan kapal..." kata Horni Gold, "Dan yang besarnya bisa kita jadikan sebagai pemuas nafsu kita, ahhahahaha!!!" ucap Horni dengan tertawa dan sedikit senyum jahat.
"Najis!" kata Janice dengan lantang.
"Lari lah Janice, bawa Keiko dan kakek Gouda, aku akan menahan mereka semua!" kata Eiyu dengan kesal.
"Aku dan Hordy akan membunuh si jagoan ini..." ujar Horni sambil menatap Eiyu dengan tatapan sinis, "Sisanya kejarlah para perempuan itu, terserah kalian mau di apakan kakek tua itu!" perintah Horni Gold kepada seluruh anak buahnya.
Horni Gold mengambil sebuah papan kayu, "Ayo bertarung!" teriak Horni Gold kepada Eiyu.
"Fire fist..."
...
|
|
|
|
|
BERSAMBUNG...
EPISODE SELANJUTNYA: AKU KALAH, MAAFKAN AKU EIYU...