Return To Zero

Return To Zero
EPISODE 7: "JOEL SI TINJU MERAH..."



EPISODE 7: JOEL SI TINJU MERAH...


|


|


|


|


|


Selena Janice, adalah nama seorang perempuan yang bekerja sebagai koki di restoran pantai Seja.


ia pernah diselamatkan oleh Eiyu dari kekerasan yang akan dilakukan oleh seorang letnan kolonel dari angkatan laut.


Untuk membalas kebaikan Eiyu, Janice memberi tempat tinggal sementara serta makanan secara gratis kepada Eiyu dan Kayzo.


Saat Eiyu dan Kayzo sedang membereskan barang bawaan mereka, datanglah pasukan angkatan laut dengan jumlah yang lumayan banyak. Angkatan laut itu di pimpin oleh letnan kolonel yang berniat untuk menangkap Janice dan membunuh Eiyu.


...


"Kau pikir bisa lolos dari ku setelah kau membuat ku kesal??? akan ku bawa kau bersama ku," gumam Letnan itu sambil menatap Janice yang sedang melayani pelanggan.


"Bento, tarik cewek itu kesini," perintah letnan kolonel itu kepada salah satu bawahannya.


"Baik tuan," balas orang yang bernama Bento.


Seketika tangannya Bento memanjang dan menuju ke arah Janice dengan cepat lalu melilit nya.


"Eh apa ini?? menjijikkan!" jerit Janice, ia ditarik oleh Bento ke tempatnya berada.


"Halo nona, kau pasti mengingat ku bukan?" ucap letnan itu kepada Janice.


"Apa mau mu!?" tanya Janice dengan kesal.


"Tidak ada apa-apa, hanya sedikit kejahatan kecil." Letnan itu tersenyum licik kepada Janice.


"Oy Eiyu lihat itu, sepertinya ada masalah." Kayzo memberi tau kepada Eiyu sambil melihat keluar jendela. Ketika Eiyu mendekati jendela, ia kaget melihat Janice yang sedang di sandera oleh sekelompok prajurit angkatan laut.


"Janice!" teriak Eiyu dengan kesal.


"Ayo kita selamatkan dia Kayzo!" ajak Eiyu sambil berlari menuju ke luar restoran.


"dia sudah berjasa kepada kita, tentu saja aku akan ikut membantu." Kayzo mengambil kedua pedangnya dan mengikuti Eiyu dari belakang.


Sesampainya didepan pintu keluar restoran, Eiyu dan Kayzo dihentikan oleh sang owner restoran.


"Tunggu! Eiyu, Kayzo!!" kata owner restoran.


"Kenapa anda menghentikan kami?" tanya Eiyu.


"Kalian berdua cukup melihat saja, biar aku sendiri yang menyelesaikan ini." Owner restoran berjalan menuju ke arah pasukan angkatan laut. Melihat itu, si Letnan pun kesal.


"Bento, bunuh si kakek tua itu," perintah letnan kepada salah satu bawahannya.


"Baik tuan." Bento langsung maju menerjang sang owner restoran. Bento memanjangkan tangannya kebelakang lalu melancarkan pukulannya kepada sang owner dengan cepat.


BOOM!!!


Serangan itu mengenai sang owner restoran, "PAK JOEL!!!" jerit Janice. Nafas Janice memberat serta bibirnya bergetar menahan sesak, Matanya mulai berkaca-kaca.


"Jangan khawatir Janice! aku tau jika aku ini sudah tua, tapi aku masih memiliki sedikit kemampuan bertarung ku," ucap sang owner restoran.


"Hahhhh~~~."


"Jadi ingat masa lalu ya."


10 TAHUN YANG LALU..


DI SALAH SATU PULAU YANG BERADA DI BENUA KAWAMATSU. SAAT ITU JANICE MASI BERUSIA 8 TAHUN...


...


Di sebuah restoran kecil yang terletak di dekat pantai...


"Mama, Papa, Aku ingin menjadi koki yang hebat seperti kalian suatu hari nanti," ucap Janice.


"Wah hebat, mama yakin kamu pasti bisa," balas ibunya Janice.


...


"Papa lihat aku! aku baru saja memasak nasi goreng, aku ingin papa mencicipi nya,"


"Wah enak! anak papa emang yang paling hebat," kata ayah Janice sambil mengelus kepala Janice dengan lembut.


Kehidupan Janice sangat tentram, Janice hidup bersama kedua orang tuanya di pulau yang bernama Destiny. kedua orang tua Janice merupakan seorang koki di sebuah restoran kecil yang berapa didekat pantai.


Suatu hari, saat restoran sedang sepi, mereka kedatangan seorang pelanggan dengan mengenakan jubah dan topi.


Pelanggan itu memasuki restoran dengan santainya lalu duduk di salah satu meja makan. Ayah Janice menghampiri pelanggannya untuk mencatat pesanan.


Setelah mencatat pesanan lalu ayah Janice memberikan catatannya kepada sang istri. Ibunya Janice langsung menyiapkan pesanan pelanggan itu. setelah selesai memasak, ibu Janice menghidangkan makanan untuk si pelanggan.


Saat si pelanggan sedang makan, ia melihat Janice yang sedang asik mengambar di salah satu meja makan.


Tiba-tiba, Janice menghampiri pelanggan itu, "Apakah anda menyukai masakan mama? masakan mama enak kan?" tanya Janice dengan wajah polos kepada si pelanggan.


"Ya aku menyukainya, ini sangat enak," jawab si pelanggan.


"Hehe, suatu hari nanti aku juga akan menjadi koki yang hebat seperti mama!" ungkap Janice sambil mengepalkan tangannya.


Pelanggan itu tersenyum melihat Janice.


Beberapa saat kemudian, datang sekelompok orang dengan jumlah yang lumayan banyak masuk kedalam restoran.


"Hey, berikan semua yang kau punya." Salah seorang mengarahkan pisau ke leher ayahnya Janice.


"Hey! apa yang kalian lakukan pada papa!??" bentak Janice pada orang-orang itu.


"Mundur lah!" jerit ayah Janice.


"Jessica! lindungi Janice, aku tidak Apa-apa," kata ayah Janice kepada istrinya.


"Jangan sakiti siapapun, maka akan ku berikan mau mu," bilang ayah Janice sambil mengiring si bos penjahat ketempat penyimpanan uang.


Mereka merampok restoran dan mengambil semua barang berharga, "Jangan melawan jika tidak ingin mati!" bentak bos penjahat itu sambil mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke kepala ayah Janice yang sedang mengumpulkan semua uang yang mereka punya.


...


Pelanggan yang tadi masih saja duduk dengan santainya. Salah satu bawahan Tad menghampirinya, "Sepertinya kau tidak takut dengan kami ya."


"Kenapa aku harus takut?" tanya si pelanggan dengan tatapan sinis.


"Matilah." Kesal dengan sikap si pelanggan, bajak laut itu lancarkan tembakan pistol ke arah si pelanggan.


DOR!!!


Tembakan itu tidak mengenai si pelanggan, lalu si pelanggan itu berdiri membuka jubah dan topinya.


"Saatnya kembali bekerja." Para bajak laut itu terkejut melihat si pelanggan itu. Ternyata ia adalah Sang pahlawan nomor 10, Joel si tinju merah.


"Mari bersenang-senang," ucap Joel, lalu menghajar semua bajak laut itu hanya dengan tinjunya. Satu persatu dari bajak laut itu tumbang.


Tad yang melihat itu langsung menembak ayah Janice lalu pergi dengan membawa semua harta milik keluarga Janice.


"Tidak! jangan bunuh suami ku!" jerit Jessica, Garis bibirnya melengkung kebawah, tetesan air mata perlahan membasahi pipinya.


Bif si perusak, merupakan wakil kapten bajak laut Tad. ia melarikan diri dari Joel, ia memukul ibu Janice dan membawa Janice kabur.


Dari kejauhan Tad mencoba menembak Joel. namun tembakan itu tidak mengenai Joel, tembakan itu malah mengenai ibunya Janice dan Janice dibawa ke atas kapal oleh Bif lalu disusul juga oleh Tad.


...


"Apa yang aku telah lakukan?? aku... aku telah gagal sebagai seorang pahlawan. Aku gagal menyelamatkan keluarga ini." Joel berlutut didepan ibu Janice yang sudah tergeletak tak bernyawa.


Joel merasa hampa, ia gagal menyelamatkan ayah dan ibunya Janice, "Maafkan aku, aku berjanji akan menyelamatkan anak kalian..., aku bersumpah."


Joel mengejar kapal Tad hanya dengan berenang. Setelah agak dekat dengan kapalnya Tad, Joel melompat ke atas kapal, "Bagaimana bisa kau melompat setinggi itu? dasar monster." Tad bersegera mengikat Janice di tiang kapal.


"Ayo kita habisi dia Bif, dengan itu harga buronan kita akan naik!" bilang Tad kepada Bif.


"Dia hanya menggunakan tangan kosong, ayo kita juga Tad," ajak Bif.


"Siapa takut," jawab Tad.


"Boxing Attack!" teriak Joel, Joel memukul Bif bertubi-tubi sampai ia tak dapet bergerak sedikit pun. Darah bercucuran keluar dari hidungnya Bif dan membuat tangan Joel merah karena dipenuhi darah, lalu Bif tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Melihat temannya kalah telak dari Joel, Tad berlari mengambil pistol lalu menembak Joel beberapa kali.


Beberapa peluru mengenai tubuh Joel, mulai dari paha, betis, bahu, dan mata kanan Joel.


"Uarghhh!" gumam Joel menahan sakit. mata kanan Joel mengalami buta permanen.


"Hahaha Rasakan ini!" kata Tad terus menembak Joel sampai peluru di magazine nya habis.


Mata Joel melebar, amarah memenuhi isi kepalanya. Tanpa pikir panjang, Joel memukul semua peluru itu dengan tangannya.


"Dasar monster, dia menghancurkan semua peluru ku hanya dengan tinju," gumam Tad.


"Hanya segitu yang kau mampu? dasar bajak laut lemah." Joel berlari mendekati Tad dan melancarkan tinjunya.


KA-BOOM!!!


Joel memukul Tad dengan sangat keras, sampai membuat hidungnya datar dengan mulut dan terpental ke laut.


Dasar monster. Tad tengelam dilaut dan tak sadarkan diri.


"Mama, Papa." Janice menangis tersedu-sedu. Joel hanya bisa melihat Janice menangis, ia tak mampu melakukan apapun ditambah lagi dengan keadaannya yang sekarang.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua terdampar di sebuah pulau, "Ini aku, Joel. Aku ingin pensiun, tubuhku sudah tidak mampu untuk menjadi pahlawan. aku akan melanjutkan hidup di di pulau Tropicana dengan tentram." Joel melapor ke markas pusat, ia menyatakan berhenti menjadi pahlawan.


Beberapa hari setelah hari itu, Rasa sakit di tubuh Joel sudah mulai mereda. Joel menghampiri Janice yang sedang melamun, "Hey, jangan takut, jangan sedih. Ada aku disini, aku akan menjaga mu sampai kau tumbuh besar nantinya."


|


...


"Ini tempat apa?" tanya Janice kepada Joel.


"Tempat ini akan menjadi restoran sekaligus rumah baru kita," jawab Joel.


"Restoran?"


"Ya Janice, apa kau mau membantu ku untuk membuka restoran? aku ingin kau akan menjadi koki di restoran ini," ungkap Joel kepada Janice.


"Ya! aku mau, aku akan menjadi koki di restoran mu," kata Janice dengan senyum lembut.


KEMBALI KE MASA SEKARANG...


"Hey anak muda, kau pikir bisa menjatuhkan ku hanya dengan pukulan lemah seperti itu?" tanya Joel seolah meremehkan Bento.


"King Punch." Joel meninju wajah Bento dan menghempaskan nya ke tanah.


"Bagaimana nak? inilah yang disebut dengan pukulan," bilang Joel pada Bento yang sudah tergeletak tak sadarkan diri ditanah.


"Tenpenny sang Letnan Kolonel, bisakah anda melepaskan Janice?" tanya Joel dengan santai.


"Tidak mungkin Bento pingsan hanya dengan satu pukulan. Bento adalah manusia karet, tubuhnya lentur seperti karet, dia tidak akan merasakan sakit jika hanya dipukul. Tidak mungkin ini sangat tidak masuk akal!!!" ungkap Tenpenny dengan kesal sekaligus kaget dengan kekalahan Bento.


"Kembalikan gadis itu!" tegas Joel dengan tatapan sinis.


"Kenapa tidak kau sendiri yang datang kesini untuk membebaskannya pak tua? ayo ke sinilah." Tenpenny memprovokasi Joel.


Dasar bajingan, tak akan ku ampuni kau...


...


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...


EPISODE SELANJUTNYA: TERIMAKASIH UNTUK SEGALANYA PAK JOEL...