Return To Zero

Return To Zero
EPISODE 14: "JANJI SAAT INI DAN SETERUSNYA..."



EPISODE 14: JANJI SAAT INI DAN SETERUSNYA...


|


|


|


|


|


Kirishima Hayato adalah pemilik asli dari pedangnya Kayzo yang bernama Nexus, Hayato meminjamkan Nexus kepada Kayzo dan Hayato ingin Kayzo mengembalikannya, setelah Kayzo menjadi pendekar pedang terkuat di dunia.


Pertarungan Kayzo melawan Hijikata Mirai berakhir dengan kemenangan mutlak bagi Hijikata Mirai. Saat ini Kayzo sedang berada di ambang maut, nafasnya sesak, pandangannya mulai tidak jelas, suara Eiyu dan kawan-kawan mulai tidak terdengar di telinganya.


"Eiyu..." panggil Kayzo sambil mengangkat Nexus ke atas, "Mulai sekarang aku akan menjadi lebih kuat dan aku berjanji untuk tidak akan pernah kalah lagi!" ucap Kayzo dengan nafas yang sesak.


"Aku berjanji..., aku akan selalu berada di sampingmu disaat kau membutuhkan ku Eiyu." Lalu Kayzo pingsan tak sadarkan diri, detak jantungnya mulai melambat.


"Ayo cepat bawa dia kerumah sakit Eiyu!!! berlarilah!!!" teriak Ryuzaki. Eiyu dengan cepat menggendong Kayzo kerumah sakit, ia berlari secepat mungkin.


Jangan mati Kayzo, aku mohon jangan mati. Janice berlutut di tanah, air mata membanjiri pipinya.


...


...


...


Malampun tiba, Kayzo berhasil dibawa kerumah sakit dan berhasil ditangani oleh dokter. Namun, Kayzo mengalami koma, ia tidak akan sadar sampai waktu yang tak ditentukan.


Mereka menumpang di rumah kakek Gouda, Janice memasak makan malam untuk semua orang yang ada dirumah.


Janice menghidangkan masakannya di atas meja makan, "Dimana Eiyu?" tanya Janice kepada Ryuzaki.


"Dia ada di kamarku, dari tadi siang dia terus berada di dekat Kayzo dan selalu berharap Kayzo akan bangun," jawab Ryuzaki.


Janice menghampiri kamar Ryuzaki untuk mengajak Eiyu makan malam, "Aku masak lo Eiyu, ayo kita makan bersama-sama," ajak Janice.


"Kalian duluan saja, sisakan dua porsi untuk ku dan Kayzo," balas Eiyu. Eiyu tidak melihat ke arah Janice sedikitpun.


"Begitu ya, aku duluan ya-"


"Tunggu Janice!" Ketika Janice ingin membalikkan badannya, Tiba-tiba Eiyu memanggil Janice.


"Apa yang kau masak?" tanya Eiyu.


"Ikan bakar," jawab Janice.


Eiyu berdiri dari tempat duduknya dan langsung keluar dari kamar, ia mengambil dua porsi makanan. setelah mengambil makanan, ia kembali ke kamar Ryuzaki.


"Ini ikan yang kita tangkap bersama kakek Gouda tadi lo Kayzo, bangun lah Kayzo, ayo kita makan." Air mata Janice berlinang melihat kelakuan Eiyu.


"E-Eiyu, sudahlah-"


"Kayzo pasti akan bangun, dia sangat menyukai masakan mu, dia pasti akan bangun, dia sudah berjanji kepada ku," kata Eiyu sambil tersenyum.


"Kau juga percaya kan Janice? Kayzo pasti bangun." Eiyu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ya, aku percaya," gumam Janice.


Janice pergi meninggalkan Eiyu dan Kayzo berduaan di kamar, ia melanjutkan makan bersama Ryuzaki dan keluarganya.


Tiba-tiba Eiyu keluar kamar, "Hey Ryuzaki!" panggil Eiyu.


Ryuzaki datang menghampiri Eiyu, "Ada apa Eiyu?" tanya Ryuzaki.


"Tanpa Kayzo kami tidak bisa melanjutkan perjalanan, diantara kami bertiga hanya Kayzo lah yang bisa melakukan navigasi-"


"Tunggu! kau mau pergi besok? memangnya kau punya transportasi?" tanya Ryuzaki memotong perkataan Eiyu.


"Ya, kami baru saja membeli kapal tadi, ukurannya lumayan besar," jawab Eiyu.


"Jadi intinya kau ingin aku ikut dengan mu begitu?" tanya Ryuzaki.


"Ya..., Mitsuki Ryuzaki! Bergabunglah dengan kru ku, antarkan aku ke ujung dunia dengan kemampuan navigasi mu." Eiyu mengajak Ryuzaki untuk menjadi krunya.


"Hmmmm....." gumam Ryuzaki sambil memegang dagunya, "Beri aku waktu satu malam ini."


Setelah itu, mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Ryuzaki menumpang di kamar kakeknya, sedangkan Janice menumpang di kamar Keiko, dan Eiyu menemani Kayzo.


Pagi pun tiba, Kayzo masih belum sadar dan Ryuzaki belum memberikan jawabannya. Eiyu mengambil keputusan untuk tetap pergi dengan persiapan seadanya, Kayzo dipindahkan ke kamar yang ada di kapal.


Eiyu dan Janice mempersiapkan Barang-barang mereka, "Terimakasih atas segala bantuannya kakek Gouda, kami sangat terbantu," kata Eiyu.


"Sudah sangat cukup kek..." kata Eiyu, "Oh ya, apa kakek tau dimana Ryuzaki?"


"Aku tidak melihatnya dari tadi pagi," jawab kakek Gouda.


"Begitu ya..." respon Eiyu, "Janice, kita berangkat sekarang saja."


"Kamu yakin? kita hanya berdua lo-"


"Tidak! kita tidak berdua..." tegas Eiyu memotong perkataan Janice, "Kita bertiga, aku yakin Kayzo akan bangun dalam waktu dekat," ucap Eiyu sambil menatap langit biru yang sangat cerah.


"Eiyuuu..." gumam Janice.


Eiyu dan Janice sudah menaiki kapal, mereka mengucapkan salam perpisahan dengan kakek Gouda dan Keiko.


Eiyu pergi ke tempat penyimpanan barang yang ada di kapal. Tiba-tiba ia terkejut karena melihat Speed boat milik Ryuzaki ada di situ, "Mungkin kah..." gumam Eiyu sambil tersenyum, lalu ia berlari keluar dari tempat penyimpanan itu.


"Hey Eiyu." terdengar suara Ryuzaki.


Eiyu melihat ke arah suara itu, "Butuh Navigator?" tanya Ryuzaki.


"YEEAAAHHHHH!!!!" teriak Eiyu sambil tersenyum bahagia, Janice sendiri juga ikutan tersenyum.


Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! Aku Mitsuki Ryuzaki, siap membawa mu ke belahan dunia mana pun! aku berjanji!" seru Ryuzaki.


"Tapi sebelum itu..." kata Ryuzaki, ia melihat ke arah kakek dan adik perempuannya, "Sampai jumpa, aku akan kembali suatu saat nanti sebagai navigator terbaik di dunia!" ucap Ryuzaki dengan lantang.


"Jaga diri mu Ryuzaki!" seru kakek Gouda.


"Kakak Hati-hati ya!" teriak Keiko.


Snap! Ryuzaki menjentikkan jarinya, "Hahah! tentu saja, hahahaha."


"Ayo berangkat!!!" teriak Eiyu.


Ryuzaki berlari ke tempat kemudi, ia langsung menjalankan kapalnya, perlahan-lahan kapal itu sudah tak terlihat lagi oleh kakek Gouda dan Keiko.


Apapun yang terjadi, apapun jalan yang kalian pilih, tetaplah berada di jalan keadilan. Kakek Gouda tersenyum sambil membalikkan badannya.


"Ayo kita pulang Keiko," ajak kakek Gouda.


"Oke kek!" sahut Keiko.


...


...


...


Di atas kapal Eiyu dan teman-temannya, "Kemana tujuan kita kapten?" tanya Ryuzaki.


"Jalan saja terlebih aku, nanti aku pikirkan," ucap Eiyu sambil meninggalkan tempat kemudi.


"Kau mau kemana?" tanya Ryuzaki.


"Aku ingin melihat keadaan Kayzo, siapa tau dia bangun." Eiyu pergi menuju kamar Kayzo.


"Aku pengen bikin cemilan dulu." Janice juga pergi meninggalkan Ryuzaki, ia pergi ke dapur karena ingin membuat cemilan untuk Teman-temannya.


Ryuzaki tidak begitu menghiraukan Eiyu dan Janice, ia hanya fokus mengemudikan kapal.


Eiyu berjalan menuju kamar Kayzo, dengan harapan Kayzo sudah bangun dan menyapanya disaat dia masuk ke kamar. Ketika masuk ke kamar, Eiyu melihat Kayzo belum sadarkan diri, Kayzo bahkan tidak bergerak sedikit pun.


Eiyu duduk di samping Kayzo, ia mengajak Kayzo mengobrol dengan harapan Kayzo akan bangun karena suaranya. Namun, lagi dan lagi Kayzo sama sekali tidak memberikan respon.


"Hey Kayzo..., Ryuzaki bergabung dengan kita lo, sekarang kita sudah berjumlah empat orang, dengan ini aku yakin kita bisa mencapai ujung dunia!!!" ucap Eiyu. Eiyu tetap berbicara kepada Kayzo, meskipun ia tau Kayzo tidak akan mendengarkannya.


Kau harus bangun Kayzo...


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...


EPISODE SELANJUTNYA: PULAU KUNGFU...