
EPISODE 12: AKU KALAH, MAAFKAN AKU EIYU...
|
|
|
|
|
Eiyu dan kawan-kawan bertemu dengan seseorang yang bernama Ryuzaki, Ryuzaki memiliki impian untuk menjadi navigator terhebat di dunia.
Ryuzaki mengajak Eiyu dan kawan-kawan untuk mengelilingi kota Royalty, dan setelah itu Ryuzaki membawa mereka bertiga ke rumahnya.
Ryuzaki tinggal bersama dengan kakek serta adik perempuannya, Kakeknya Ryuzaki bernama Mitsuki Gouda dan adik perempuannya yang bernama Mitsuki Keiko.
Kakek Gouda mengajak semua orang yang ada di rumahnya pergi untuk menangkap ikan, mereka berhasil menangkap banyak ikan. Tapi, datang serangan tak terduga dari sekelompok bajak laut yang tak dikenal. disaat terjadinya penyerangan itu, Ryuzaki dan Kayzo sedang pergi untuk mengambil Speed boat milik Ryuzaki. Mereka ingin menggunakan speed boat itu untuk membawa ikan ke pusat perbelanjaan, dikarenakan jumlah ikan yang sangat banyak, tentu saja akan susah untuk membawanya jika hanya menggunakan tenaga manusia. Sangat mustahil jika menggunakan kapal kakek Gouda untuk membawa ikan-ikan itu ke pusat perbelanjaan, karena kapal milik kakek Gouda terlalu besar untuk dibawa ke pusat kota.
bajak laut yang bernama Horni Gold itu berniat untuk menangkap Janice dan Keiko, ia ingin memperlakukan mereka berdua dengan cara yang tidak manusiawi. Tentu saja Eiyu tidak akan diam melihat hal itu, Eiyu menantang Horni Gold secara langsung.
Horni Gold mengambil sebuah papan kayu, "ayo bertarung!" teriak Horni Gold kepada Eiyu.
"Fire fist: Hikennn!!!" Tanpa basa basi, Eiyu langsung melancarkan serangannya kepada Horni Gold.
Tinju api Eiyu dipotong dengan mudah oleh Horni Gold dengan menggunakan papan Kayu yang tadi dia ambil. Eiyu terkejut, tinju apinya dipotong menjadi dua bagian.
Horni Gold miliki kekuatan berjenis non elemen, dia bisa mengubah objek apapun yang dipegangnya menjadi benda tajam.
"Flame Brachium!!!" Eiyu terus melancarkan jurusnya kepada Horni Gold. Serangan Eiyu kali ini mengenai Horni Gold dengan tepat.
"Uargh," gumam Horni Gold kesakitan.
"Dasar bocah kurang ajar! akan ku bunuh kau!" bentak Horni. Pertarungan Eiyu dan Horni sangat sengit, Horni dibantu oleh Hordy dari belakang.
Disisi lain, Janice sedang dikejar oleh anak buahnya Horni, Janice berlari membawa Keiko dan kakek Gouda. Anak buah Horni Gold berhasil mengepung Janice, Janice memeluk Keiko dengan erat, sedangkan kakek Gouda mencoba untuk melindungi mereka berdua.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara dari Speed boat milik Ryuzaki. Kayzo langsung melompat dari atas Speed boat menuju ke arah Janice sambil melancarkan serangan.
Kayzo berdiri di depan Janice. Janice, Keiko, dan kakek Gouda berada di belakang Kayzo, "Aku hanya butuh satu kata saja Janice," ucap Kayzo.
"Musuh!" jawab Janice dengan lantang.
"Serahkan pada ku..." kata Kayzo sambil menghunus pedangnya, "Surasshu Yami!" Kayzo melancarkan serangannya, ia bertarung menghadapi semua anak buah Horni Gold.
"Janice!!! bisakah kalian bertiga berlari ke sini!!!" teriak Ryuzaki dari atas Speed boat.
"Pergilah, biar ku halangi mereka." Kayzo menyuruh Janice untuk berlari membawa Keiko dan kakek Gouda ke tempat Ryuzaki.
Eiyu yang masih berada di atas kapal kakek Gouda merasa lega karena dia melihat Kayzo dan Ryuzaki yang telah menyelamatkan Janice dan yang lainnya.
Tanpa disadari, Hordy berada tepat di belakang Eiyu, ia mengunci tangan Eiyu dan membiarkan Horni menyerang Eiyu dengan leluasa.
"Rasakan itu, setelah membunuh mu aku akan membunuh Teman-teman mu yang lain dan merebut dua perempuan itu!!" Hordi terus menerus menyerang Eiyu sambil tertawa jahat.
Tiba-tiba, kapal kakek Gouda terbelah menjadi dua. Pertarungan di atas kapal itu seketika terhenti dan semuanya jatuh ke laut.
Semua orang terkejut melihatnya, "Eiyuuu!!!" jerit Kayzo.
"Kapten!!!" Anak buah Horni Gold mulai merengek.
"Apa itu!??" Ryuzaki seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Ryuzaki menghidupkan Speed boatnya, lalu dengan cepat menuju ke arah Eiyu untuk menyelamatkannya. Ryuzaki berhasil mengangkut Eiyu ke atas Speed boatnya.
"Untung kamu gak mati tengelam." Janice memeluk Eiyu dengan sangat erat.
"Hehe, Terimakasih sudah menghawatirkan ku Janice..." kata Eiyu sambil mengusap kepala Janice, "Lihat! ada seseorang!" Eiyu menunjukkan ke arah laut.
Terlihat seseorang yang berdiri di atas sampan kecil dengan menyandang sebuah pedang besar di punggungnya.
"Oooyyyyy!!! kalian tidak Apa-apa!??" teriak Kayzo dari daratan. Para anak buah Horni Gold berlari untuk menyelamatkan kaptennya, Horni dan Hordy berhasil diselamatkan oleh krunya.
"Siapa yang berani mengganggu pertarungan ku!??" Horni Gold merasa sangat kesal.
Orang asing itu berpindah tempat secepat kedipan mata manusia, ia sudah berada di belakang Horni Gold dan krunya, "Bajak laut lemah, kalian tidak ada habisnya ya," ucap orang itu. Lalu ia menancapkan pedangnya ke tanah, dari tanah keluar sengatan listrik tingkat tinggi. Seketika semua Bajak laut itu tergeletak pingsan.
"Inilah yang aku benci dari benua Kawamatsu, bajak laut ada dimana-mana." Orang itu mencabut pedangnya dari tanah dan menyandang nya kembali.
"Siapa orang itu?" tanya Janice.
"Tidak mungkin..." kata Ryuzaki dengan terkejut, "D-dia adalah Hijikata Mirai!"
Orang yang bernama Hijikata Mirai itu menatap Eiyu dan semua orang yang ada di atas Speed boat, seketika semua orang yang ada di atas speed boat bergemetar, "Aura nya sangat kuat!" ucap Eiyu dengan sekujur tubuh yang bergemetar.
Kayzo yang melihat dari kejauhan mulai tersenyum, "Akhirnya aku bertemu dengan mu..." ucap Kayzo sambil berjalan mendekati Hijikata Mirai, "HIJIKATA MIRAI!!! SANG PENDEKAR PEDANG TERKUAT DI DUNIA!!!" teriak Kayzo.
"Yo!" Kayzo menyapa Mirai.
"Tidak perlu berterimakasih, sudah tugas ku sebagai pahlawan untuk menyelamatkan kalian," jawab Mirai lalu membalikkan badannya.
"Tunggu..." kata Kayzo, "Bertarung lah dengan ku Hijikata Mirai." Kayzo berkata sambil menghunus kedua pedangnya.
"Buat apa aku bertarung dengan mu?" tanya Mirai.
"Alasan ku berpetualang adalah untuk mengalahkan mu dan merebut gelar pendekar pedang terkuat di dunia..." jawab Kayzo, "Bertarung lah dengan ku secara adil sebagai pendekar pedang!"
"Serang lah aku sesuka mu," ucap Mirai dengan sombong.
"Teknik dua pedang: Surasshu X!" Kayzo menyilangkan pedangnya lalu melancarkan serangan ke arah Hijikata Mirai.
Tring... Terdengar suara benturan besi, Hijikata Mirai menangkis serangan Kayzo menggunakan pisau kecil.
"Kau hebat nak, kau membuat pisau ku patah," ucap Mirai lalu membuang pisaunya ke laut.
"Sialan! Kau meremehkan ku ya..." kata Kayzo dengan kesal karena Mirai tidak memakai pedangnya, "Pakai pedang besar mu itu untuk melawan ku sialan!" bentak Kayzo.
"Baiklah." Hijikata Mirai memegang pedangnya.
"Teknik dua pedang: Kurosshu!" Kayzo kembali melakukan serangan, namun tetap saja Mirai menangkis nya dengan mudah.
Kayzo terus menerus mencoba untuk menebas Mirai, dan Mirai terus menerus menangkis serta menghindari tebasan Kayzo.
"Serangan Kayzo tidak ada yang kena, itu semua terlihat sia-sia," ucap Eiyu sambil memperhatikan pertarungan Kayzo dari atas speed boat.
"Tentu saja, dia adalah pahlawan nomor 2 dan sekaligus sebagai pendekar pedang terkuat di dunia..." kata Ryuzaki, "Tidak mudah bagi Kayzo untuk mengalahkannya."
"Apa Kayzo akan Baik-baik saja Eiyu?" tanya Janice dengan memasang ekspresi khawatir.
"Tenang saja, Kayzo itu kuat!" jawab Eiyu dengan tersenyum.
Kenapa tebasan ku tidak ada yang kena?? dia seolah-olah bisa memprediksi nya. Batin Kayzo kebingungan.
Kayzo berhenti menyerang Mirai, "Kapan kau akan menyerang ku?" tanya Kayzo.
"Jika aku menyerang mu, maka pertarungan akan selesai," jawab Hijikata Mirai.
"Kalau begitu ayo adu serangan." Kayzo memasang Kuda-kuda untuk melancarkan serangannya.
"Kau benar-benar serius ya, baiklah jika itu mau mu." Hijikata Mirai mengangkat pedangnya ke atas.
"Teknik dua pedang: Kurayami no sekai!!!" Kayzo melancarkan jurusnya kepada Mirai. Kedua pedang Kayzo dikelilingi oleh asap berwarna ungu dan sedikit agak gelap.
"Eagle Thunder Slash," Hijikata Mirai juga melancarkan jurusnya.
TRING.....
...
...
...
...
...
Bruk! Kayzo seketika berlutut ke tanah, kedua pedang Kayzo terlepas dari tangannya, dada Kayzo terkena tebasan dari jurus Mirai yang membuat banyak darah segar menciprat keluar dari dadanya.
Aku kalah ya??? maafkan aku Eiyu..., maafkan aku Hayato... Kayzo terbaring di tanah.
Ryuzaki dengan cepat membawa speed boatnya ke tepi, "Kayzo!!!" jerit Eiyu. Mereka semua berlari ke arah Kayzo.
"Bertahanlah kawan!" ucap Eiyu sambil memangku Kayzo yang sedang didalam keadaan sekarat.
"Ma...,maaf Eiyu, aku kalah, aku lemah-"
"Diamlah! kau itu kuat, ingat impian mu!" teriak Eiyu.
Janice dan Ryuzaki mencoba untuk menghentikan pendarahan Kayzo.
"Dimana kau mendapatkan pedang itu?" tanya Mirai kepada Kayzo sambil menunjuk ke arah salah satu pedang yang digunakan Kayzo.
"Bisakah kau jangan ajak dia bicara saat ini-"
"Sudah tidak Apa-apa Eiyu." Kayzo mencoba untuk berdiri.
"Jangan berdiri, nanti lukanya makin parah!" kata Janice sambil mencoba untuk menghentikan Kayzo, namun Kayzo tidak memperdulikan semuanya.
"Pedang itu..., pedang itu bukan milik ku..." kata Kayzo sambil berdiri, "Seseorang yang aku kagumi meminjamkannya kepada ku dan aku sudah berjanji untuk mengembalikannya setelah aku menjadi pendekar pedang terkuat di dunia," ucap Kayzo sambil mengambil pedang itu.
...
Aku pinjamkan ini kepada mu, kembalikan kepada ku setelah kau menjadi pendekar pedang terkuat di dunia. Terlintas sebuah ingatan masa lalu di kepala Kayzo.
Aku pasti akan mengembalikannya Hayato...
...
|
|
|
|
|
BERSAMBUNG...
EPISODE SELANJUTNYA: JANJI DI MASA LALU...