
EPISODE 8: TERIMAKASIH UNTUK SEGALANYA PAK JOEL...
|
|
|
|
|
Keluarga Janice dirampok oleh sekelompok bajak laut. Bajak laut itu mengambil segala sesuatu yang berharga bagi Janice, Kedua orang tua Janice telah dibunuh oleh sekelompok bajak laut itu.
Tad merupakan nama dari pemimpin bajak laut tersebut, dan Bif merupakan tangan kanannya Tad. Janice disandera oleh Tad dan Bif, tapi Joel tidak membiarkan itu terjadi.
Joel mencoba untuk menyelamatkan Janice dengan mengalahkan Tad dan Bif. Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Joel. Meskipun begitu, Joel mengalami luka yang cukup parah.
Setelah Joel berhasil menyelamatkan Janice, ia berniat untuk merawat Janice seperti anaknya sendiri.
...
...
...
Melihat anaknya disandera oleh Angkatan laut yang dipimpin oleh seorang Letnan Kolonel bernama Tenpenny membuat ia merasa sangat kesal, "Kembalikan gadis itu!" tegas Joel dengan tatapan sinis.
"Kenapa tidak kau sendiri yang datang kesini untuk membebaskannya pak tua? ayo ke sinilah." Tenpenny memprovokasi Joel.
"Dasar bajingan!!! Tidak akan ku ampuni kau." Joel berlari mendekati para angkatan laut itu.
"Hajar pak tua itu," perintah Tenpenny kepada semua bawahannya.
"Jangan gegabah tuan Joel!" teriak Eiyu.
"Jangan meremehkan ku, aku adalah JOEL SI TINJU MERAHH!!!" teriak Joel sambil meninju satu persatu bawahan Tenpenny.
Joel si tinju merah? sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tenpenny hanya memandangi pertarungan antara bawahannya dan Joel dengan ekspresi datar.
"Lepaskan aku!" jerit Janice.
"Diamlah bodoh! kau cukup liat saja bagaimana bawahan ku membunuh si pak tua itu!" bentak Tenpenny.
"Pak Joel akan mengalahkan kalian semua," ucap Janice dengan tersenyum sombong.
"Berisik! rasakan tendangan ini dasar jala-"
"BRACHIUM." Eiyu melancarkan serangan api ke arah kaki Tenpenny.
"Jangan sakiti dia, atau kau akan merasakan akibatnya," ucap Eiyu dengan keadaan siap bertarung.
"Beraninya kau," ucap Tenpenny menatap Eiyu dengan sedikit senyum jahat.
"Minggir lah dasar ******." Tenpenny menendang Janice hingga terpental.
"Uhhhh~, sakit~," gumam Janice.
"Janice!!!" teriak Eiyu.
"Kau benar-benar tidak punya jiwa kemanusiaan, orang seperti mu tidak pantas menyebut diri mu sendiri sebagai pahlawan masyarakat," ungkap Kayzo dengan kesal.
"Tidak akan ku maafkan." Eiyu berlari mendekati Tenpenny.
"Fire fist: Hiken!" jerit Eiyu melancarkan serangan tinju apinya kepada Tenpenny. namun Tenpenny dengan mudah menangkisnya.
"Kekuatan kita sama, ini benar-benar menarik ya bocah."
"Colombus fire!" ucap Tenpenny menyerang Eiyu.
"Surasshu Yami." Kayzo menebas serangan Tenpenny dengan cepat.
"Aku ikut, Eiyu," ucap Kayzo sambil memasang Kuda-kuda untuk siap menyerang.
"Dark Shadow!"
"Fire Ball!"
"Gawat!" reaksi kaget Tenpenny. Eiyu dan Kayzo melakukan serangan secara bersamaan.
Serangan itu mengenai Tenpenny dan membuat tempat Tenpenny berpijak dipenuhi kabut. Kabut itu menutupi tubuhnya.
"Hebat, mereka sangat hebat," gumam Janice terkagum dengan Eiyu dan Kayzo.
"Cuman segitu??, dasar lemah," kata Kayzo dengan sombong.
Eiyu mendekati Janice untuk membantunya, "Kau tidak Apa-apa?" tanya Eiyu pada Janice.
"Ya, terimakasih," jawab Janice.
"Tenanglah, semua sudah sele-"
"BELUM SELESAI!" teriak Tenpenny dari balik kabut tebal.
"HELL TARTA!" teriak Tenpenny melancarkan serangan.
"Teknik dua pedang: kuross-"
"Colombus." Dengan cepat Tenpenny mematahkan serangan Kayzo.
"Uargh." Kayzo terkena serangan Tenpenny, Kayzo belum sempat melancarkan serangan balik.
"KAYZOOOO!!!" jerit Eiyu.
"Sekarang giliran mu." Tiba-tiba Tenpenny sudah berada tepat didepan mata Eiyu lalu menendang Eiyu sampai terpental lumayan jauh.
"Uargh..., inikah kekuatan dia yang sebenarnya? dia terlalu kuat bagi kami berdua," gumam Eiyu sambil menahan sakit.
Tenpenny mencekik lehernya Janice, "Ini semua karna diri mu, kaulah yang membuat mereka semua harus mengalami ini."
Benar, ini semua salah ku, maafkan aku, pak Joel, Eiyu, Kayzo, maaf... aku minta maaf. Janice meneteskan air mata penyesalan.
"AKU TIDAK BERGUNA, SEHARUSNYA AKU MAT-"
"Apa-apaan yang kau katakan itu, Janice," ucap Joel, dengan tangan yang sudah menjadi merah karena dilumuri darah.
Tenpenny terkejut, Joel sudah mengalahkan semua bawahannya, "Hebat juga kau pak tua," ucap Tenpenny sambil melepaskan Janice.
"Tentu saja, dahulu orang-orang menyebutku sebagai salah satu pahlawan terhebat," ucap Joel dengan santai.
Memang benar namanya tidak asing bagi ku, dimana aku mendengar nama itu ya?? Tenpenny hanya menatap Joel.
Joel, bertarung hanya menggunakan tinju, seorang pahlawan, setiap bertarung tinjunya selalu bewarna merah. Tenpenny mengamati Joel dengan seksama.
Mungkin kah dia adalah...
Mantan pahlawan nomor 10, Joel si tinju merah. Mata Tenpenny membesar, ia tidak menduga hal itu.
"Aku mengenal mu, Kau adalah mantan pahlawan nomor 10, Joel si tinju merah," kata Tenpenny.
"ya kau benar," jawab Joel.
"Ini bukan era mu lagi pak tua, kau bukanlah diri mu yang dulu lagi, sekarang kau hanyalah orang tua pemilik sebuah restoran," ucap Tenpenny, tubuhnya memanas seolah-olah api akan keluar dari tubuhnya.
"Kau ada benarnya, ini bukanlah era ku lagi," balas Joel.
"Teknik dua pedang: Kurosshu." Kayzo menebas Tenpenny dengan cepat, tapi serangannya tidak mengenai Tenpenny.
Padahal pedang ku mengenainya dengan tepat, tapi kenapa dia tidak terluka? ini aneh. Batin Kayzo bertanya-tanya dengan kebingungan.
Aku melihatnya dengan jelas, pedang Kayzo mengenai Tenpenny dengan tepat, tapi itu tidak melukainya, pedang Kayzo menembus tubuh Tenpenny seolah-olah Tenpenny adalah api itu sendiri. Eiyu memasang wajah kesal.
"Kau masi bisa berdiri ya, hebat juga," ucap Tenpenny menatap Kayzo.
"Hell Lazha." Tenpenny memunculkan lingkaran di tempat Kayzo berpijak, lalu keluar kobaran api besar dari lingkaran itu membakar Kayzo.
"uargh," gumam Kayzo kepanasan.
Eiyu dengan cepat berlari menyelamatkan Kayzo, "Bertahanlah Kayzo!" jerit Eiyu, ia membantu Kayzo dengan membawanya keluar dari lingkaran itu.
"Aku tidak bisa menyentuhnya, dia tidak bisa diserang sama sekali," bilang Kayzo dengan kesal.
"Kalian berdua tidak bisa menyakiti dia sedikit pun, kalian belum bisa mengalahkannya sekarang," ucap Joel.
"Kau sendiri juga tidak akan bisa mengalahkan ku, rasakan ini." Tenpenny melancarkan tinju api kepada Joel.
"AAAAAAAAAAAAAA!!!!" teriak Joel mengadu tinju dengan Tenpenny.
...
"Bagaimana bisa pukulan pak Joel tidak tembus?" tanya Eiyu.
"Mantan pahlawan nomor 10 memang hebat, seperti yang ku harapkan, tapi tetap saja itu belum cukup untuk mengalahkan ku," ucap Tenpenny.
"Kau terlalu sombong nak."
"Boxing attack!" kata Joel dengan meninju Tenpenny bertubi-tubi.
"uarghhh, pak tua sialan! HEL TARTA!!!" teriak Tenpenny melancarkan serangan balasan.
Pertarungan antara Joel dan Tenpenny sangat sengit, keduanya sama-sama mengeluarkan tenaga penuh.
"Hey Eiyu, kamu kan kuat bantu pak Joel dong~," kata Janice dengan menangis tersedu-sedu.
"Maunya sih begitu, tapi aku dan Kayzo tidak bisa menyentuhnya, seperti yang kau lihat tadi pedang Kayzo tidak mengenainya, pedang Kayzo menembus tubuhnya seolah-olah dia adalah api itu sendiri," jawab Eiyu.
"Janice, kau apa kau percaya kepada pak Joel?" tanya Kayzo kepada Janice dengan tatapan serius.
"Ya aku percaya, tapi kan-"
"Jika memang benar kau mempercayainya maka diamlah, Yakinlah kepadanya bahwa dia akan menang," kata Kayzo. Janice hanya terdiam mendengar perkataan Kayzo.
...
"Matilah pak tua!!" teriak Tenpenny meninju wajah Joel dengan tinju apinya.
"PAK JOELLLLL!!!" jerit Janice sambil berlari mendekati Joel.
"Jangan Janice!" teriak Eiyu.
"Dasar bodoh," gumam Kayzo.
Eiyu dan Kayzo terkejut Janice tiba-tiba berlari mendekati Joel, "Pak Joel, bangun dong, ku mohon jangan tinggalkan aku, hanya kau yang aku punya didunia ini."
"Kau begitu menyayanginya ya, kalau memang kau sangat menyayanginya maka ikutlah ke akhirat bersamanya." Tangan Tenpenny mengeluarkan api, ia bersiap untuk membakar Janice dan Joel bersamaan.
"JANICE!!!" teriak Eiyu dengan panik.
"Gawat, tidak akan sempat untuk menyelamatkannya," gumam Kayzo.
Tenpenny siap untuk membakar mereka berdua, "Jadilah debu bersama si tua itu."
...
...
...
...
...
"Jangan kau sentuh gadis kecil ku."
...
...
...
...
...
"Hahaha!! ayooooo!!!" teriak Eiyu sambil tersenyum lebar.
"Entah kenapa dia terlihat keren dimata ku, ini benar-benar menarik," gumam Kayzo.
...
...
...
"Pak Joel, anda masih hidup, syu- syukurlah." Janice menangis terharu.
"Ho, belum mati juga ya," ucap Tenpenny.
"King king king Kong punch!!!!!" jerit Joel meninju wajah Tenpenny lalu menghempaskan nya ke tanah.
"uargh," gumam Tenpenny.
"Ini adalah jurus terkuat yang ku miliki, aku hanya pernah menggunakannya 3 kali," gumam Joel.
DUAR!!!
...
...
...
TENPENNY TELAH TUMBANG...
"Kita menang!!!!" teriak Eiyu. Suara Eiyu didengar oleh orang-orang sekitar, para karyawan restoran yang lainnya serta para pelanggan yang melihat dari kejauhan juga ikut merasa senang.
"huuaaaaa~." Janice menangis sambil memeluk Joel dengan erat.
"Haha, sudah berakhir ya." Kayzo merasa lega dengan hasilnya.
...
Setelah pertarungan itu, restoran Seja ditutup untuk sementara waktu. Tenpenny serta seluruh bawahannya dipecat dari Angkatan Laut. Joel menceritakan semuanya kepada pemerintah dunia.
...
Janice menghampiri Eiyu yang sedang melamun menatap ombak laut yang terombang-ambing, "Ku dengar kau akan segera pergi ya?" tanya Janice.
"Ya, aku dan Kayzo akan meninggalkan pulau ini. Aku punya impian untuk menjadi pahlawan sejati, aku akan menunjukkan kepada dunia seperti apa pahlawan yang sesungguhnya," kata Eiyu.
"Bagaimana cara mu untuk menunjukkannya??" tanya Janice.
"Dengan menjatuhkan pemerintah dunia, aku akan mengambil alih pemerintahan dan mengatur ulang segalanya," ucap Eiyu, Janice terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Eiyu.
"Kamu bakal jadi penjahat dong," bilang Janice.
"Aku tidak peduli, akan ku lakukan segala cara agar dunia ini damai, dunia dimana pahlawan bersikap layaknya pahlawan," ucap Eiyu.
...
"Apa kamu tau Eiyu? aku juga punya impian, Aku ingin menjadi koki terhebat didunia, aku ingin berkeliling dunia memperkenalkan diri ku dan resep masakan ciptaan ku sendiri," ucap Janice dengan senyuman hangat.
...
Lalu Kayzo datang, "Kalau begitu kanapa kau tidak ikut kami saja?" tanya Kayzo.
"Hey Eiyu, waktu pertama kali datang ke pulau ini kau berharap mendapatkan seorang koki untuk dijadikan kru mu bukan? dia adalah orang yang tepat," tambah Kayzo.
"Ya, tapi..."
...
"Selena Janice! bergabunglah dengan ku, jadilah anggota kru ku!!!" ucap Eiyu dengan tegas.
"Eh? ini sangat tiba-tiba." Janice kaget Eiyu mengajaknya untuk bergabung dengan anggota krunya.
"Bagaimana jawaban mu?" tanya Kayzo.
"Hmmmm.... Bagaimana ya, ini sangat tiba-tiba," ucap Janice dengan Malu-malu.
...
...
...
"YA! AKU INGIN IKUT KALIAN!!!" kata Janice dengan tersenyum lebar.
"Hehe, ini benar-benar menarik," seru Kayzo.
"Hahahahaha." Eiyu tertawa.
...
Janice meminta izin kepada Joel. Tentu saja Joel tidak mengizinkannya, namun Janice terus membujuk dan memaksa Joel.
Setelah perdebatan panjang, Joel akhirnya memberikan izin kepada Janice, "Kalian berdua bersumpah lah untuk menjaganya dengan baik!" bentak Joel kepada Eiyu dan Kayzo.
"Kami Bersumpah pak," kata Eiyu.
...
...
...
Di pelabuhan...
"Sejauh apapun kau pergi, se terkenal apapun kau, jangan lupakan aku dan restoran Seja ya," ucap Joel.
"Siap pak!" sahut Janice sambil memberi hormat.
"Restoran Seja merupakan tempat aku dibesarkan, aku merasa sedih akan meninggalkannya," ucap Janice.
...
Joel tersenyum hangat menatap Janice, "Nama restoran itu di ambil dari singkatan nama mu lo," ucap Joel.
"Apa!???" respon Janice terkejut mendengar pernyataan dari Joel.
"Seja, Selena Janice, benar juga ya, hahaha!" kata Kayzo.
"TERIMAKASIH UNTUK SEGALANYA PAK JOEL!!!" kata Janice dengan lantang sambil membungkukkan badannya.
Joel tersenyum hangat kepada Janice, "Hati-hati dijalan, jangan sampai masuk angin ya."
Janice mulai menaiki kapal mengikuti Eiyu dan Kayzo. Janice menoleh ke arah Joel, "Sampai jumpa Ayah, aku menyayangimu!" teriak Janice sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan.
Mata Joel melebar, "Kau sudah tumbuh sebesar ini ya." Joel meneteskan air mata bahagia sambil melambaikan tangan.
Aku sudah menepati janji untuk menjaga anak kalian. Billy, Jessica, apa aku boleh memanggilnya sebagai anak ku juga???. Joel menatap kapal pesiar yang ditumpangi Janice, perlahan-lahan kapal itu menjauh dan tak terlihat lagi.
...
|
|
|
|
|
BERSAMBUNG...
EPISODE SELANJUTNYA: PERLOMBAAN MASTER CHEF...