
EPISODE 13: JANJI DI MASA LALU...
|
|
|
|
|
10 Tahun yang lalu, saat itu Kayzo masih berusia 9 tahun...
Di sebuah hotel yang berada di benua Apollo, lebih tepatnya di kota yang bernama Toppan. di dalam hotel itu juga ada sebuah restoran mewah, Kayzo sedang berada di restoran itu bersama beberapa orang.
"Bawa aku berpetualang bersamamu Hayato!" mohon Kayzo kepada seseorang yang bernama Hayato.
"Tidak bisa Kayzo, pertualangan kami terlalu berbahaya," jawab Hayato.
"Tenang saja..." kata Kayzo sambil berdiri di atas kursi, "Nama ku Kayzo! aku siap untuk menjadi petarung di dalam kru mu!"
"Hey bos! dia sangat ingin untuk ikut, ajak saja dia!" ucap salah satu temannya Hayato.
"Tidak!" bentak Hayato sambil memukul meja.
"Kau jahat." Kayzo marah kepada Hayato, ia langsung pergi meninggalkan restoran tersebut.
Kayzo pergi ke lantai paling atas, lebih tepatnya di atap hotel. ia hanya duduk memandangi langit malam di kota Toppan.
Lalu terdengar suara langkah kaki seseorang. Kayzo melihat ke arah suara itu, "Kau mau menertawai ku ya Ben?" tanya Kayzo dengan memasang ekspresi merajuk.
"Ini pedang mu Kayzo, tadi kau meninggalkannya di restoran." Ben menaruh pedang itu di paha Kayzo dan Ben ikut duduk di samping Kayzo.
"Hey Ben, apa Hayato membenci ku?" tanya Kayzo.
"Tentu tidak, dia menolak mu karena ada alasannya..." jawab Ben sambil membakar sebatang rokok, "Dia adalah tipe orang yang sangat menyayangi Teman-temannya dan tidak ingin ada satu pun dari mereka yang tersakiti."
"Aku bisa jaga diri sendiri kok! aku bisa-"
"Dunia luar itu sangat berbahaya Kayzo!" Ben memotong perkataan Kayzo.
Seketika Kayzo terdiam, ia langsung merenungkan perkataan Ben. Kemudian Ben mengajak Kayzo kembali ke restoran untuk makan malam. ketika sampai di restoran, Kayzo menolak untuk duduk di dekat Hayato, ia lebih memilih untuk duduk sendirian.
"Judy, tolong sediakan makanan dan minuman untuk Kayzo, biar kami yang bayar nanti," kata Ben kepada pemilik hotel tersebut.
"Oke!" sahut Judy.
Hayato memandangi Kayzo dengan tersenyum namun Kayzo tidak mau melihat Hayato, ia hanya fokus pada makanan yang ada di depannya.
Semakin malam semua semakin senang, Hayato dan Teman-temannya saling bercerita, bersenda gurau dan bernyanyi bersama.
"HAHAHAHA!!! MARI BERPESTA!!!" teriak Hayato.
tidak lama setelah itu, segerombolan orang datang memasuki restoran. Salah satu dari mereka berdiri di depan Judy, "Berikan masing-masing kami bir terbaik di restoran ini." Dia meminta minuman keras kepada Judy.
"Maaf tuan, kami sudah kehabisan minuman keras." Judy meminta maaf karena bir di restoran itu sudah habis di minum oleh Hayato dan Teman-temannya.
"Maaf kawan, kami sudah menghabiskannya..." kata Hayato sambil berdiri di samping orang itu, "Ambillah punya ku ini, ini masih baru dan tersegel lo." Hayato memberikan satu botol bir kepada orang itu.
Bukannya berterimakasih, orang itu malah menghempaskan botol bir nya ke kepala Hayato dengan keras, yang membuat Hayato langsung terjatuh.
"Aku tidak butuh kebaikan hati mu..." kata orang itu sambil memandang rendah Hayato, "kau pikir siapa aku ini hah!?? aku adalah buronan hebat senilai 10 Juta Dupiah! aku Garvi si pengedar!!!" ucapnya dengan sombong.
Hayato hanya diam sambil menatap lantang, lalu Garvi mengajak semua rombongannya untuk pergi dari restoran itu, karena yang mereka inginkan tidak terpenuhi.
Setelah mereka semua pergi, tersisa di restoran hanya Hayato dan Teman-temannya serta Kayzo dan beberapa pelanggan lain. Lalu Teman-temannya Hayato mulai tertawa Terbahak-bahak, bahkan Hayato sendiri tertawa.
"Hahaha, hey bos! kau di permalukan dengan mudahnya," ucap salah satu teman Hayato.
"Hahahahahhahah." Hayato hanya tertawa.
"Kenapa kalian malah tertawa!!! kenapa tadi kau hanya diam saja Hayato!??" bentak Kayzo, "Kenapa tidak kau hajar saja mereka semua!??"
"Tidak semua hal harus diselesaikan dengan kekerasan Kayzo," bilang Hayato.
"Aku tidak mengerti dengan pemikiran mu Hayato, kau aneh!" Kayzo berlari keluar gedung sambil membawa pedangnya.
Kayzo mengejar orang-orang yang mempermalukan Hayato tadi, Kayzo mencaci maki mereka semua. Tentu saja mereka marah dan langsung menghajar Kayzo.
Mendengar Kayzo yang disergap, Hayato mulai marah dan langsung pergi untuk mencari Kayzo. Hayato menemukan tempat persembunyian Garvi dan rombongannya, di sana Hayato melihat Kayzo yang sedang diikat dengan rantai besi, "Lepaskan dia!" bentak Hayato kepada Garvi.
"Tidak akan! bocah ini tidak tau sopan santun!" ucap Garvi sambil menendang wajah Kayzo.
"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti teman ku!" Hayato memancarkan aura yang sangat kuat sesampai membuat semua bawahan Garvi ber gemetar, semua bawahan Garvi pingsan lalu meninggalkan Garvi sendirian.
Karena takut menghadapi Hayato sendirian, ia pun langsung lari sambil menyeret Kayzo. Sudah jelas Hayato tidak akan diam, Hayato dengan cepat sudah berada di depan Garvi.
Garvi sangat takut dengan tatapan Hayato, ia menaruh bilah pedangnya di leher Kayzo, dengan maksud ingin membuat Hayato diam tak berkutik.
"Jika kau bergerak, maka akan ku tebas leher bocah ini." Garvi mengancam Hayato.
Garvi mundur secara perlahan lalu melemparkan Kayzo ke atas dan melancarkan tebasan pedangnya. Dengan cepat tangan kanan Hayato menangkap Kayzo dan tangan kirinya menahan tebasan pedang itu.
Garvi mulai tersenyum licik, ia mengeluarkan pisau dari sakunya dan menusuk mata kiri Hayato dengan cepat.
"Hahaha, bagaimana? sakit bukan!!?" ucap Garvi dengan sombong.
"Kau diamlah di sini Kayzo, jangan kemana-mana," perintah Hayato kepada Kayzo.
Hayato menghunus kedua pedangnya, lalu dengan cepat memberikan tebasan secara bertubi-tubi kepada Garvi.
Perlahan tapi pasti, Garvi kehilangan banyak darah lalu terbaring tak bernyawa.
"Kau tidak Apa-apa kan Kayzo?" tanya Hayato.
"Hayato..., m-mata mu!!!" Kayzo menangis sambil memeluk Hayato.
"Sudahlah tidak usah dipikirkan, ini hanya sebuah mata, yang penting kau selamat." Hayato membawa Kayzo kembali ke hotel, Ben mengantarkan Kayzo ke kamarnya dan Hayato diberi penanganan oleh medis.
Keesokan harinya, Hayato dan Teman-temannya Bersiap-siap untuk pergi. "Apa kau akan kembali Hayato?" tanya Kayzo.
"Kami tidak akan kembali," jawab Hayato.
"Bagitu ya..." gumam Kayzo sambil memegang pedangnya, "Aku tidak akan meminta mu untuk mengajak ku lagi, mulai sekarang aku akan menjadi semakin kuat, dan suatu hari aku juga akan memiliki Teman-teman yang tidak kalah hebat dari Teman-teman mu!"
"DAN AKU AKAN MENJADI PENDEKAR PEDANG TERKUAT DI DUNIA!!!" teriak Kayzo dengan lantang.
Hayato dan Teman-temannya seketika terdiam, "Terkuat di dunia ya..." kata Hayato sambil mengangkat salah satu pedangnya, "Namanya Nexus, aku pinjamkan ini kepada mu, kembalikan kepada ku setelah kau menjadi pendekar pedang terkuat di dunia." Hayato meminjamkan salah satu pedangnya kepada Kayzo.
Lalu sejak saat itu, Kayzo dan Hayato tidak pernah bertemu lagi...
...
...
Kembali ke masa sekarang...
"Pedang ini sangat berharga bagi ku..." gumam Kayzo, kemudian ia berdiri di depan Mirai, "Akhiri ini! kita lihat apakah aku bisa bertahan," kata Kayzo.
"Berani juga kau menantang tebasan ku." Mirai memasang Kuda-kuda untuk bersiap melancarkan tebasannya.
"Seorang pendekar pedang sejati tidak akan takut dengan kematian," seru Kayzo.
"Mengagumkan!" Mirai melancarkan tebasannya ke dada Kayzo. Luka Kayzo semakin parah, ia terjatuh dan terbaring di tanah.
"Bertahanlah Kayzo, latih kemampuan mu dan lawan aku suatu hari nanti." Mirai pergi begitu saja meninggalkan Kayzo.
Eiyu dan yang lainnya berlari mendekati Kayzo, "Tutup lukanya Janice," perintah Eiyu, "Bertahanlah Kayzo!"
"Eiyu..." panggil Kayzo sambil mengangkat Nexus ke atas, "Mulai sekarang aku akan menjadi lebih kuat dan aku berjanji untuk tidak akan pernah kalah lagi!"
...
|
|
|
|
|
BERSAMBUNG...
EPISODE SELANJUTNYA: JANJI SAAT INI DAN SETERUSNYA...