
Aldrich yang sedang tidak dalam suasana hati yang baik berkata, "berani sekali kau!"
Pria berambut perak itu berani membalas, "ini demi Yang Mulia.."
"Cih, ya sudahlah,'' ujar Aldrich. Lalu menurunkan Eleanor di sebuah Sofa yang tidak jauh dari meja kerjanya.
Hebat sekali! Dia bisa memerintah Kaisar Sialan yang tidak mau di perintah. Tu-tunggu! Sepertinya dia adalah... batin Eleanor takjub.
"Alex.. Bawa anak itu jalan-jalan,'' titah Aldrich setelah duduk di kursinya.
"Baik Yang Mulia,'' balas Alex. Dia putri ke berapa? Aku baru melihatnya.
Eleanor terkejut, T-ternyata benar!, batinnya.
"Mari Yang Mulia, Tuan Putri," ujar Alex menggendong Eleanor dan mengajaknya berjalan-jalan.
Anak ini mirip dengan Nona Elda. Sangat mirip, andai saja saat itu Nona Elda tidak menghilang, pikir Alex.
Eleanor melihat pemandangan sambil berasumsi, Pria yang sedang menggendongku bernama Alex, dia adalah Pangeran Kedua kerajaan Jinx. Kenapa dia bisa di sini? Aku melupakan sedikit alur Novelnya.
Setelah sampai di Taman, Eleanor meminta untuk duduk di kursi taman. Alex pun menurutinya.
"Siapa nama Paman?" tanya Eleanor.
Alex menjawab, "namaku Alex, siapa nama Tuan Putri?"
"Namaku Eleanor, Ibu yang memberiku nama,'' ujar Eleanor tersenyum senang melihat kupu-kupu.
"Eleanor?" Alex berpikir sejenak, Nona Elda pernah berkata, bahwa ia akan menamai anaknya Eleanor.
Eleanor menganggukkan kepalanya.
"Siapa nama Ibumu?" Alex bertanya kembali.
"Ibu datang..!" ujar Eleanor menunjuk Elda yang menghampirinya. Alex pun menoleh dan ia terkejut.
"No-nona Elda?!" sapa Alex.
"Alex! Wah, kita bertemu kembali,'' balas Elda dengan senyum mengembang.
"Senang bertemu denganmu, Nona.."
Elda bertanya, "apa kabarmu baik?"
"Ya, kabarku baik. Bagaimana dengan Nona?" jawab Alex dengan sedikit nada senang.
"Kabarku juga baik. Oh iya, ini Eleanor. Putriku..." ujar Elda, sambil tersenyum dengan senang dan menggendong Eleanor yang sedang duduk di kursi taman.
Alex bertanya kembali, "apa ini Putri Nona dengan Yang Mulia?"
Elda menjawab dengan riang, "iya..! Dia cantik dan Imutkan?"
"Ya.. Sangat cantik dan imut, mirip seperti Nona.." ujar Alex tersenyum pahit.
Astaga! Ibu..! Kau sudah menyayat hati seorang Pria tampan, batin Eleanor melihat senyum pahit Alex, "Ibu kenal dengan Kakak tampan ini?"
"Iya, dia adalah teman Ibu.." jawab Elda.
"Ayo, mau minum teh dimana?"
"Di sini saja, ada Ibu dan Kakak tampan. Seperti keluarga.." ujar Eleanor tersenyum dengan riang tanpa merasa bersalah. Sementara wajah Elda dan Alex memerah, karena kata Keluarga.
Hihi, biarkan si Kaisar itu cemburu dengan kedekatan Elda dan Alex. Dengan begitu, mungkin saja sifat gengsinya akan berkurang, batin Eleanor dengan puas.
Eleanor tahu bahwa Aldrich melihat mereka bertiga, di ruang kerjanya. Aldrich yang melihat hal tersebut merasa kesal.
Semua perempuan sama saja. Mereka akan bersikap manja di depan para Pria, batin Aldrich dengan kesal, ia pun melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa saat kemudian, Eleanor bosan karena Elda dan Alex asyik mengobrol. Sehingga ia pergi untuk melihat-lihat taman.
Ibu jika sudah berbincang dengan seseorang melupakanku... pikir Eleanor melihat Elda dan Alex yang berbincang dengan hangat.
Tanpa Eleanor sadari, ia berjalan cukup jauh, hingga sampai di sebuah kebun bunga yang cukup luas. "Umh? Dimana ini?"
Swosh... Suara gemerisik dedaunan yang terbang tertiup angin. "A-astaga..! Aku tersesat...!" sentak Eleanor.
Elea.. Elea.. Bisa-bisanya kamu tersesat! Ini dimana ya? Aku belum pernah melihat tempat ini, batin Eleanor. Lalu ia pun memutuskan untuk terus berjalan mengikuti jalan setapak yang ada di taman bunga tersebut.
Namun, beberapa saat kemudian Eleanor yang kelelahan duduk di pinggir sebuah batu. "Ini sudah hampir sore, aku masih tidak dapat menemukan jalan pulang... Apa Ibu tidak khawatir padaku? Oh, iya.. Bagaimana jika menghubungi Qing'er, sekalian bertanya tentang Alex.''
"Bodoh sekali aku ini! Sejak tadi lelah berputar-putar di taman ini, padahal bisa meminta bantuan Qing'er,'' gumam Eleanor.
"Qing'er.."
Qing'er langsung muncul dan berkata, "ya Nona? Ada apa?"
"Apakah kau bisa mencari jalan pulang?" tanya Eleanor.
"Ya, apakah Nona tersesat?" balas Qing'er.
"Umh, tolong ya.." ujar Eleanor, meminta tolong.
"Baiklah, Nona ikuti Qing'er saja".
"Oke.. Terima kasih Qing'er.." Eleanor berterimakasih pada Qing'er.
Qing'er: "Sama-sama Nona.." balas Qing'er.
Beberapa saat mengikuti Qing'er, Eleanor menanyakan pertanyaan tentang Alex. "Apa kau tahu pemeran dalam Novel ini yang bernama Alex?"
"Tentu, Qing'er tahu. Memangnya ada apa Nona?"
Eleanor berpikir sejenak. "Dapatkah kau menceritakan tentangnya?"
Qing'er menjawab dengan mantal, "tentum Qing'er akan menceritakannya nanti malam.''
"Tidak perlu nanti malam, ceritakan saja sekarang,'' ucap Eleanor memohon.
"Baiklah.." Qing'er tersenyum.
...Bersambung......