
Eleanor: "Qing'er.. Dimana kamu?"
Eleanor berbisik dan mencoba memanggil Qing'er seperti yang Qing'er contohkan kemarin. Tidak ada suara apapun, hingga Eleanor hampir naik pitam.
Eleanor: "Jika Qing'er tidak datang sekarang, aku pastikan akan menjadikannya bahan utama kue peri.."
Qing'er pun muncul diiringi asap putih dengan raut wajah meringis.
Qing'er: "Maafkan Qing'er Nona.. Qing'er sedang bermain kartu dengan teman-teman Qing'er."
Eleanor menggelengkan kepala melihat tingkah sistem yang satu ini, sangat unik sekali.
Eleanor: "Oh ternyata, alasan kau tak muncul saat aku memanggilmu karena kau sedang bermain kartu ya..''
Qing'er: Mampuslah aku.. Nona marah
Eleanor: "Seru taruhannya?"
Qing'er: "Sangat seru! Qing'er jadi bisa kencan bersama Peri Caha-" Harapan terakhir Qing'er, semoga Qing'er di makamkan di tempat yang baik.
Eleanor: "Kamu punya teman peri lainnya?"
Qing'er mengangguk.
Eleanor: "Bisa perkenalkan padaku?"
Qing'er: "Tentu.. Tapi, Nona.."
Eleanor: "Apa?"
Qing'er mendekat ke telinga Eleanor dan berbisik dengan hati-hati.
Qing'er: "Jangan jadikan Qing'er sebagai bahan utama kue peri ya."
Eleanor tersenyum samar mendengar hal ini.
Eleanor: "Tentu.. Asal kau tak melakukan hal seperti ini lagi."
Qing'er senang bukan main, wajah kecilnya berseri-seri dan memeluk Eleanor.
Qing'er: "Terima kasih Nona.. Nona adalah Tuan rumah terbaik yang Qing'er miliki.''
Eleanor: "Ya, ya.. Ayo perkenalkan teman-temanmu.."
Qing'er: "Baiklah, setelah ini Qing'er akan menjelaskan kejadian yang menimpa Nona juga teman Nona."
Eleanor: "Karena suaramu tak akan terdengar oleh orang lain. Maka jelaskan, hanya saja aku tak akan banyak bicara."
Qing'er: "Baik, Qing'er paham maksud Nona. Jangan membuat Nona naik pitam dan membuat curiga orang-orang di kediaman ini. Jika tidak Qing'er akan dijadikan bahan utama kue peri..."
Eleanor mengangguk puas. Lalu Qing'er membacakan sebuah mantra yang membuat munculnya 5 lingkaran sihir berwarna warni. Warna lingkaran sihir tersebut adalah putih, biru, merah, coklat dan ungu.
Dari kelima lingkaran sihir itu, muncul peri-peri kecil yang memakai pakaian sesuai warna lingkaran sihir tersebut. Yang mengartikan bahwa mereka adalah peri dari setiap elemen.
Dari lingkaran berwarna putih, muncul peri perempuan berwujud anak kecil yang sangat cantik. Dengan rambut putih dan mata merah juga senyuman yang lembut.
Kang Xiannu (Cahaya): "Halo, namaku Qing Xiannu. Aku terlahir dari kebajikan manusia."
Eleanor: Tampan sekali, sesuai dengan namanya. Menyilaukan.. Kenapa mirip dengan Raja spirit dalam komik Into The Light Once Again? Apa hanya perasaanku saja?
Lingkaran selanjutnya, yaitu lingkaran biru. Muncul juga peri kecil dengan rambut biru dan mata abu-abu.
Sui Jingling (Air): "Sui Jingling, terlahir dari elemen air yang ada di bumi."
Eleanor: Pembawannya yang tenang membuatku merasa ada di air yang melepaskan rasa lelah juga penat!
Begitu pun selanjutnya di lingkaran merah, coklat dan ungu.
Huo Ling (Api): "Aku Huo Ling, terlahir dari elemen api yang ada di bumi dan menjadi kembaran tak seiras Sui Jingling."
Eleanor: Sepertinya peri ini ceroboh namun dapat diandalkan dan setia. Lucu..
Di Ling (Bumi): "Di Ling, terlahir sebagai pelindung bumi sekaligus pemilik dari raja dari semua Elemen."
Eleanor: Padahal dia bukan elemen es, kenapa sangat dingin sekali? Apa karena wibawanya sebagai raja dari semua elemen?
Qing'er: "Yang terakhir memang sedikit aneh, suasana hatinya berubah-ubah, yang terkadang membuatnya menggila."
Qing'er mengusap kepalanya karena di pukul oleh kipas kecil yang dibawa oleh peri terakhir dari lingkaran sihir ungu.
Zhan Lue (Siasat): "Zhan Lue, terlahir dari kejahatan manusia."
Eleanor: Wah, wah.. Peri antagonis.. Kepribadian mereka semua sama dengan elemen yang mereka miliki!
Eleanor: "Senang bertemu dengan kalian. Namaku Eleanor Xavel Vancera."
Saat Eleanor turun dari ranjang dan memperkenalkan dirinya pada kelima peri elemen, ada seseorang yang membuka pintu kamar Eleanor.
...Bersambung...