
9 Januari adalah hari Ulang Tahun yang Ke-17 seorang gadis SMA bernama Eleanor. Setelah berpesta bersama teman-temannya di sebuah restauran, Eleanor pun pulang ke rumahnya. Di jalanan yang gelap, Eleanor panik, karena ia di kejar oleh orang misterius bertudung hitam.
Siapa lelaki bertudung itu? Dia terus-menerus mengikutiku! Bahkan sejak aku keluar dari restauran! batin Eleanor menerka-nerka.
Karena panik ia terus berlari hingga tidak memperhatikan bahwa lampu untuk pejalan kaki berubah menjadi merah, saat menyebrang Eleanor tertabrak sebuah truk dan ia tewas seketika.
...****************...
Cip, cip, cip.. Suara burung yang nyaring di pagi hari membangunkan Eleanor yang sedang tertidur.
''Astaga..! Bayiku yang imut sudah bangun ternyata, apa kau lapar sayang?'' kata seorang perempuan cantik.
"Uwa wawa? Uwa uwawa? Uawaw?" ucap seorang bayi.
Aku dimana? Dia siapa? Kenapa suaraku berubah seperti bayi..?!Aku berubah menjadi bayi..?! batin Eleanor.
"Sepertinya bayiku sudah lapar." ucap perempuan itu lalu menggendong sang bayi menyusuinya.
Astaga..! Sepertinya benar aku berubah menjadi bayi..! Dan wanita di depanku ini adalah Ibuku.. batin Eleanor.
Ternyata bayi itu adalah Eleanor, tapi mengapa ia bisa berubah menjadi bayi yang dalam bahasa jermannya orok.
Lalu apa yang terjadi..?! Apakah aku sudah mati karena tertabrak truk dan bereinkarnasi menjadi seorang bayi..?! batin Eleanor.
"Uawa... Uwwwaaa... Uuuwwaaa..." ucap Eleanor sambil menangis dalam hati. Hiks hiks hiks.. Sangat menyedihkan! Padahal aku belum berpacaran..? Masa sudah mati saja...?! Tuhan sangat jahat...!
Eleanor melemparkan botol susunya dan menangis dengan kencang. Elda pun panik dan menenangkannya dengan menggoyang-goyangkan tempat tidur bayi.
Wanita cantik bernama Elda itu menenangkan Eleanor, "Cup.. Cup.. Cup.. Elea cantik.. Jangan menangis... Ibu disini.."
Eleanor pun sedikit tenang dan kembali menangis dengan kencang.
"Uwaaaa... Uwaaaa.... Uwaaaaa..." Eleanor menangis dengan kecang. Dalam hatinya ia sangat kesal sekali, Kenapa Tuhan sangat jahat..?! Aku nggak mau mati..! Aku nggak mau jadi bayi...!
Setelah menangis dengan kencang Eleanor mulai tenang dan menerima takdirnya bereinkarnasi menjadi bayi.
"Lea.. Sudah puas menangisnya ya..?" ledek Elda.
Eleanor: "Uwaa, uwaaa uwaa uwaa...." jawab Eleanor, Jangan meledekku..! Lalu menjambak rambut Elda yang tergerai.
Elda pun mengaduh kesakitan, "Aduh, sakit dong rambut Ibu.. Iya-iya Ibu tidak akan meledek bayi Lea yang imut.."
"Lea..? Kau mengerti apa yang Ibu bicarakan?" ucap Elda dengan matanya yang melotot.
" Uwawa uwwwaaa uwaaa uwaaaa..." jawab Eleanor. Iyalah aku ngerti, masa aku ga ngerti. Aku kan sudah dewasa...
Elda menatap Eleanor dalam-dalam, dari tatapan itu Eleanor menjadi waspada. Apa dia curiga aku bukan Putrinya? pasti curiga, masa bayi berumur 1 bulan bisa ngerti-
"Wah.. Putriku jenius, putriku yang imut mengerti apa yang ku bicarakan..!" ucap Elda antusias.
Dia percaya? Apa dia tidak merasa aneh?*Y**ah beruntung juga, aku takut dia akan mengusirku jika tahu aku bukanlah Putrinya*, batin Eleanor.
"Hebat..! Putriku seorang jenius..!" ucap Elda dan mengangkat tinggi-tinggi Eleanor.
"Uwaa, uwaaa...... uwaaaaaa..." Sudah..! Kepalaku pusing...! teriak Eleanor.
"Apa Lea bayiku yang imut masih kelaparan?" tanya Elda dan dijawab anggukan oleh Eleanor.
Elda pun membuatkan kembali sebotol susu yang hangat.
Percuma saja aku bicara dia tidak akan mengerti. batin Eleanor menunggu sebotol susunya.
Elda pun memberikan sebuah botol susu pada Eleanor dan Eleanor menyedotnya dengan kuat.
"Apakah bayi Lea ku yang imut sangat kelaparan?" tanya Elda sambil mengelus kepala Eleanor.
Eleanor tidak memedulikannya dan tetap menyedot susunya sampai botol dot itu kosong.Ternyata enak juga menjadi bayi.. Sekaligus merasakan kasih sayang dan kehangatan seorang Ibu..
...****************...
Eleanor Hasyriya, seorang gadis anak dari CEO ternama di kota Seoul. Eleanor tidak mempunyai Ibu sejak bayi, karena Ibunya meninggal saat melahirkannya. Eleanor di asuh oleh Ibu asuhnya bernama Seona.
Walau Eleanor punya Ayah, Ayahnya sangat sibuk dalam pekerjaan kantor, sehingga tidak dapar menemani Eleanor bermain. Eleanor selalu bermain bersama Ibu asuhnya. Saat Eleanor berumur 11 tahun, Ibu asuhnya meninggalkannya untuk selamanya.
Sejak saat itu Eleanor menjadi pribadi yang sering mengurung diri di kamar dan tidak mempunyai kepercayaan diri. Bahkan saat Eleanor SMP, ia sering kali dirundung. Namun, semua itu berubah saat ia bersekolah di SMA.
Entah peristiwa apa yang mengubah kepribadiannya, yang awalnya tidak percaya diri, murung dan jarang tersenyum. Menjadi pribadi yang hangat, ceria, percaya diri, sering tersenyum dan tertawa.
...Bersambung......