Princess Eleanor

Princess Eleanor
Episode 6



Elda yang terbangun dari tidurnya panik karena Eleanor tidak ada di sampingnya. Elda pun mencari ke seluruh sudut kamar tersebut. Kamar yang di tempati Eleanor terdiri dari 4 ruangan.


Yaitu, kamar tidur, kamar mandi, ruang pakaian dan ruang bersantai, ada sebuah pintu di depan ruang bersantai. Pintu tersebut menuju balkon kecil, dari balkon tersebut kita dapat melihat pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.


Elda pun mencari ke semua ruangan namun tidak menemukan Eleanor, hingga beberapa saat kemudian Elda membangunkan Eleanor yang tertidur dalam bathub.


"Lea.. Lea.. Bangun.." panggil Elda.


Eleanor perlahan-lahan membuka matanya. Lalu berkata, "ah Ibu?"


Elda memeluk Eleanor dengan erat dan terdengar isakan tangisnya.


"I-ibu kenapa?" ujar Eleanor.


Apa terjadi sesuatu dengan Ibu..? pikir Eleanor.


"Syukurlah, kamu baik-baik saja.." Hati Elda lega.


"Aku memang baik-baik saja, ada apa denganmu Ibu?"


"Ibu takut kalo Lea menghilang dan meninggalkan Ibu,'' ujar Elda menghapus air matanya.


Eleanor meminta maaf. "Ah, maaf ya bu.. Tadi Ibu sedang tidur, Lea hanya tidak ingin membangunkan Ibu. Lea tidak bermaksud membuat khawatir Ibu..."


E"Baiklah, lain kali.. Beri tahu Ibu, jika kau ingin pergi kemana pun,'' peringat Elda.


"Baiklah, kecantikan Ibu berkurang saat Ibu menangis, jadi jangan menangis lagi,'' ujar Eleanor mengusap air mata Elda dan Elda tersenyum sambil berkata.


"Baiklah.."


E"Apa Ibu ingin bermain air bersamaku? hihi..." Eleanor memercikkan air ke wajah Elda.


"Baiklah.. Jika itu keinginanmu.." Elda mengikuti keinginan Eleanor.


Aku senang disini, aku sangat bahagia, akhirnya aku bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu. ucap Eleanor dalam hati kecilnya.


Elda dan Eleanor pun berbahagia dengan menghabiskan waktu berdua, walau hanya bermain air, kenangan itu tak akan terlupakan.


Setelah bermain air cukup lama dan membersihkan diri. Eleanor dan Elda memakai sebuah gaun Couple berwarna senada.


Gaun Elda.



"Wah.. Ibu sangat cantik...!!!" puji Eleanor.


"Terima kasih Lea.. Tetapi, yang paling imut dan cantik adalah Lea.." Elda tersenyum manis.


Gaun Eleanor.



"Masuklah.." jawab Elda dengan nada dingin.


Wow.. Aku baru mendengar nada bidara Ibu yang dingin, biasanya Ibu selalu lembut dan bersikap hangat padaku. Apa aku harus mengikuti sikap Ibu? Atau menjadi anak kecil yang ceria? pikir Eleanor takjub.


Pelayan tersebut bertanya, "apakah Yang Mulia Ratu dan Tuan Putri sudah siap?"


"Ya, memangnya ada apa?" jawab Elda masih dengan nada dinginnya.


Pelayan tersebut gemetaran, namun berusaha melaksanakan tugasnya. "Yang Mulia Kaisar memanggil anda dan Tuan Putri".


Saat melirik Eleanor, Pelayan tersebut sangat terkagum-kagum dengan penampilan Eleanor yang imut. Di tambah lagi gaun yang di pakainya membuat keimutan Eleanor bertambah, dan dapat mendobrak hati siapa pun yang melihatnya.


Astaga..?! Apakah ini Tuan Putri? Sangat imut..! pikir pelayan tersebut saat melihat Eleanor.


Pelayan tersebut menyapa. "Halo, Tuan Putri.."


"Halo juga.." Eleanor menyapa balik.


Eleanor tersenyum dengan cerah, senyumannya sangat menggemaskan.


Tidak biasanya Eleanor, bersikap hangat pada orang yang baru ia kenal. pikir Elda


''Baiklah, saya akan mengantar Yang Mulia Ratu dan Tuan Putri ke ruang makan.'' Pelayan tersebut menunduk hormat.


Elda menganggukkan kepalanya, terpancar aura pemimpin yang sangat kuat dari diri Elda.


"Apa Lea mau di gendong oleh Ibu?" tanya Elda.


"Iya.. Sudah lama Ibu tidak menggendong Lea.." ujar Eleanor terkikik.


Astaga.. Mereka berdua memang pantas menjadi bulan dan bintang Kekaisaran Vancera. ujar takjub pelayan tersebut dalam hatinya.


Elda pun menggendong Eleanor dan mengikuti pelayan tersebut.


...****************...


Saat sampai di sana, terlihat Aldrich yang sudah duduk menunggu Eleanor dan Elda.


Elda pun menyapa sang Kaisar, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ayah Eleanor. ''Salam kepada Yang Mulia Kaisar sang Matahari Vancera"


Sudah ku duga! Hubungan mereka sangat buruk, bahkan memberi salam seperti orang asing, bukan seperti keluarga. ujar Eleanor dalam hati, lalu ikut memberi salam. "Salam kepada Matahari Kekaisaran Vancera".


"Duduklah.." jawab Kaisar bernama Aldrich dengan nada angkuh.


Eleanor dan Elda pun duduk bersebelahan dan pelayan mulai menyiapkan sarapan.


Walau sikapnya dingin, aku yakin bahwa dia sayang pada Eleanor dan Elda. Karena, saat bertatapan dengannya, matanya menunjukkan sedikit kehangatan, ujar Eleanor melirik mata sang Kaisar.


...Bersambung......