Princess Eleanor

Princess Eleanor
Episode 5



Eleanor bertanya kembali. "Apa keuntunganku jika membantumu?"


Qing'er pun menjawab. "Qing'er bisa mengabulkan permintaan Nona..''


"Apapun itu..?!" Pertanyaan Eleanor dijawab anggukan kepala Qing'er.


"Tugasku hanya itu saja?" Eleanor bertanya.


"Iya, Nona bisa meminta bantuan sistem jika terjadi masalah.'' peri kecil itu ikut duduk di ranjang Eleanor.


"Baiklah.."


"Qing'er akan memperkenalkan beberapa kelebihan dari sistem ini.." ujar Qing'er.


"Sistem ini merupakan sistem ke sekian ribu kalinya. Sistem mempunyai beberapa toko, Nona bisa melihat dengan cara, menekan dada bagian kiri Nona. Lalu, di sana akan muncul sebuah panel hologram. Coba Nona lakukan,'' jelas peri kevil itu panjang lebar.


Eleanor pun menekan dada sebelah kirnya dan muncul sebuah panel besar bercahaya biru yang hanya dapat di lihat oleh Eleanor. Lalu berkata, "wah.. Aku punya sistem seperti karakter utama dalam sebuah Novel..!''


"Selain toko di sana ada peningkatan Nona, mulai dari kekuatan fisik, kekuatan magis, atau kekuatan suci,'' jelas Qing'er tersenyum bangga.


"Apakah aku bisa memiliki semua kekuatan itu?"


"Tentu, namun Nona harus membayarnya dengan poin seharga 500,'' ujar Qing'er.


"Murah sekali? Aku kira akan mahal? Bagaimana cara mendapatkan poinnya?"


"Caranya tentu tidaklah mudah, Nona bisa mendapatkan poin ketika rasa suka target menambah,'' jawab Qing'er.


"Maksudmu ketika rasa suka Ayahku pada Ibuku bertambah maka aku akan mendapatkan poin?" Eleanor terus bertanya.


"Ya.. Tepat sekali".


"Berapa jumlah poin yang aku dapat?" ujar Eleanor.


"Tergantung dengan jumlah rasa suka,'' jawab peri kecil itu.


"Jika rasa suka Ayahku dalam seminggu hanya bertambah 2 bagaimana?" kata Eleanor.


Qing'er tersenyum sementara Eleanor hanya bisa meratapi nasibnya. Eleanor tahu bahwa Ayah dari tubuh yang dirasukinya sangatlah dingin.


Ternyata ini rasanya ketika menyelesaikan misi yang sulit.. Aku kira akan mudah seperti dalam komik Ratu Antagonis, ternyata sangatlah sulit. ujar Eleanor dalam hatinya.


"Apa Nona sudah mengerti?" pertanyaan Qing'er dijawab oleh anggukan Eleanor.


"Baiklah, sudah saatnya Nona pergi,'' ujar Qing'er tersenyum dan menjentikkan jarinya, Eleanor pun terbangun di tengah malam. Saat bangun ia meringis kesakitan, karena Qing'er membuat Eleanor teleportasi jatuh ke lantai, bukan ke ranjang yang empuk.


"Aduh.. Kok malah di lantai sih? Bukannya di kasur?" ucap Eleanor. Lalu naik ke ranjangnya dan membaringkan tubuhnya.


Aku berharap di kehidupan kali ini aku dapat melindungi orang-orang yang telah menyayangiku dengan tulus. Agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, batin Eleanor.


Beberapa saat kemudian, Eleanor sudah terlelap dalam mimpinya.


...Keesokan Harinya....


Eleanor terbangun dengan suara kicauan burung yang sangat nyaring, namun gorden jendelanya masih tertutup.


"Sudah lama aku tidak bangun sesegar ini, apakah karena kasurnya empuk?'' ujar Eleanor melihat sekeliling, tidak ada siapa pun di kamar yang luas dan mewah tersebut. Kecuali Elda yang sedang terlelap di samping Eleanor.


"Ups.. Ibu masih tidur, jangan sampai aku membangunkan Ibu.'' Eleanor turun dari ranjangnya perlahan-lahan, lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Saat sampai di kamar mandi, Eleanor takjub. Kamar mandi tersebut sangat lengkap fasilitasnya dan mewah, walau ini hanyalah teknologi kuno yang masih menggunakan sihir, Eleanor sangat takjub.


"Wah, kamar mandinya canggih! Seperti di dunia modern, bahkan ada bathub..?!" ujar Eleanor takjub, matanya berbinar-binar.


Eleanor pun melepas pakaiannya dan berbaring di bathub yang sudah terisi dengan air bertaburan bunga mawar.


"Aaa, jadi kangen dunia modern deh... Teknologinya hampir mirip dengan teknologi di dunia modern..!" Eleanor menghela nafasnya dengan berat.


"Sudah lama sekali aku tidak berbaring santai di dalam bathub, sepertinya akan sangat cocok jika ditambah dengan alunan musik.." ujarnya sembari memainkan kelopak bunga yang mengambang.


Aku sedikit rindu dengan dunia modern, juga teman-temanku. Entah bagaimana kabar mereka sekarang. Aku juga rindu dengan Ayah, walau Ayah terkadang bersikap cuek padaku, perhatian kecilnya membuat perasaanku berbunga-bunga dan ingin merasakan kembali, rasa itu, batin Eleanor.


...Bersambung......