
Melihat tatapan mata Hery, Oliv mengingat kan ke Lin agar berhenti bicara. Bukan nya diam lin malah bersemangat untuk menggoda Koko nya.
“Koko tau kan ko Vincent juga ganteng , orang kaya juga , dan udah sering banget ngajak jalan kak Oliv”.
“lin berhenti lah ngomong nggak jelas gitu”timpal Oliv
“ ko Vincent lebih ganteng dari koko”
“lin udah lah, kamu jangan jadi kompor lah”
“bee ayo balik” perintah Hery, menyambar kunci mobil yang ada di hadapan lin
Hery langsung menarik paksa tangan Oliv, keluar dari restoran tanpa mau mendengarkan persetujuan dari wanitanya.
Tanpa lama keduanya telah sampai di dalam apartemen dengan tangan Oliv yang masih di cengkraman laki-lakinya.
“mana foto nya bee? dan aku mau liat pesan laki-laki brengsek itu”melepaskan tangan Oliv dari cengkeraman nya dengan kasar.
“kamu kenapa sih, itu nggak benar...... lin hanya ingin manas-manasin kamu”
“aku serius bee, tunjukkan sekarang?” bentakan keras keluar dari mulut laki-laki itu.
“nggak ada, kamu bisa lihat sendiri kan hp aku slalu kamu yang pegang”
“jangan berbohong pada aku bee, kasih lihat sama aku”
“aku nggak bohong sama sekali, lin hanya bercanda, kamu jangan besar-besar kan masalah itu, karena itu nggak benar”
“kamu menghindari dari masalah ini bee, berarti kamu berbohong pada aku”bentak hery mencengkeram rahang Oliv
“kumohon jangan gini, ini sakit...... kenapa kamu selalu nyakitin aku dengan kasar gini”
Rasa takut dan trauma yang di alami Oliv seketika muncul akibat sifat kasar nya laki-laki itu.
“kumohon................. jangan gini”mohon Oliv dengan suara lemahnya, tubuhnya sudah gemetaran dan keringatan.
“kamu berani berbohong pada aku bee” menarik kuat tangan wanitanya membawanya ke dalam kamar
Berbarengan dengan itu Lin memasuki apartment tersebut, mendengar suara bentakan keras hery dia langsung memasuki kamar tanpa persetujuan dari kedua orang yang berada dalam kamar.
Melihat apa yang terjadi di depan mata nya, Lin langsung mendorong kasar tubuh hery , sehingga tumbang ke samping tubuh Oliv.
“koko gila iya, apa yang kamu lakuin ke kak Oliv lu kasar kali jadi laki-laki, kamu udah sinting”ucap lin dan membantu tubuh lemah Oliv untuk bangkit dari tempat tidur.
“mai toe Cham (jangan ikut campur)” bentak hery ke Lin
“lu memang udah sinting ko, ailang (pacar) lu takut gitu”bentak Lin tidak kalah kuat dengan suara Hery
“aku hanya bercanda dengan yang tadi ko, dan kamu anggap itu serius sampai kak Oliv kamu bentak-bentak gitu, memang benar lu udah sinting cowok kasar nggak pantes kamu dapatkan cewek kek kak oliv”
“keluar lu Lin dari kamar ini”bentak hery
Tanpa mereka sadari bahwa Oliv telah keluar dari sana meninggalkan gedung apartemen itu.
“ko.............. kak Oliv mana?” teriak lin dari ruang tamunya.
Hery langsung memeriksa ke kamar sebelah, tapi nihil Oliv tidak berada di sana dan memeriksa ke seluruh ruangannya . Dia bergegas mengambil hp nya untuk menghubungi wanitanya tetapi tak disangka ternyata hp Oliv tertinggal di dalam kamar.
“sial..!!!!!! ini udah tengah malam kemana dia pergi” umpatan keluar dari mulut laki-laki itu
Mereka langsung bergegas meninggalkan apartemen nya, hery langsung lari ke lift meninggalkan lin yang berada di belakangnya.
Di depan gedung apartemen itu hery menghampiri security-nya.
“pak lihat pacar wa nggak tadi keluar?”tanya hery langsung
Melihat wajah panik hery security-nya langsung menganggukkan kepalanya.
“tadi, non nya kayak terburu-buru gitu pak sempat kami sapa cuma non nya diam aja menundukkan kepalanya”jelas security-nya dengan sopan
Mendengar penjelasan dari security-nya hery langsung ke basement mengambil mobilnya.