
"bee, kamu tidak mandi?” tanya hery
"ya, aku mau mandi” meninggalkan hery yang berada dalam kamar.
Selesai mandi, dia mencari keadaan laki-lakinya sampai akhirnya dia menemukan bahwa hery berada dalam dapur.
"sedang buat apa?” tanya oliv
"bee duduk di kursi, dan diam disana"pinta hery, tidak lama dia berhasil menyajikan makanan ke hadapan oliv
"sarapan ini”melihat makanan yang ada di depannya nya
"telur, madu, alpukat, susu dan sayuran hijau katanya itu bagus untuk kesuburan bee”jelas hery
Oliv mengangguk kan kepala nya , memulai makan dan sesekali menyuapi makanan ke dalam mulut hery.
"bee, gimana kalau kamu mengundurkan diri dari pekerjaan mu?” tanya hery
"seperti nya kita udah pernah bahas ini, dan aku nggak mau kita harus ribut gara-gara itu”
"bee,, duit kita udah banyak kamu hanya perlu menghabiskan nya dan kamu berhak atas duit aku apa masih kurang" ucapnya menatap wajah wanitanya
"Dan dari dulu kamu tidak pernah pakai uang yang aku kasih ke kamu, dan aku harus gimana bee?” timpal hery
"Aku udah selesai makan,aku mau ke kamar dulu” jawab oliv
"bee,,,,, ”
Oliv tidak menghiraukan hery dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamar.
Hery yang merasa dirinya di abaikan, melemparkan piring bekas makan oliv ke lantai. Menghampiri wanitanya ke dalam kamar
"bee aku mau kita segera menikah , dan aku mau kita secepatnya ke kampung halaman mu aku mau minta kamu dengan cara baik-baik” ucap hery
"aku belum siap menikah , kumohon jangan gini"
"kenapa apa karena kamu tidak mencintai ku lagi?'' haaa kalau pun kamu tidak mencintai ku lagi aku akan tetap memaksa mu agar menikah dengan ku , ” jelas hery menatap wanitanya
"aku mencintaimu, hanya saja aku belum siap menikah"
”bee Jangan coba-coba kamu bermain di belakang ku, karena kamu bakal tau akibatnya" bentak hery
Mendapatkan perlakukan seperti itu hery terdiam dan membawa wanitanya untuk berbaring.
"bee apa kah aku bisa bertanya?"
Oliv mengangguk kan kepalanya dan senyum ke. hadapan laki-lakinya.
"bee selama beberapa lama kita bersama kenapa kamu tidak pernah marah? kenapa kamu selalu diam” tanya hery
"kalau aku meladeni kemarahan mu yang ada masalah nya nanti bertambah banyak, dan aku paling tidak suka keributan.
kamu tau itu kan, mamak pernah bilang gini ke aku ketika kita menjadi pasangan yang pandai bersabar,yang tidak marah meski ingin. Tidak berkata kasar mesti mau, pun tidak menyalahkan meski mampu. karena setelah lama kamu bersama pasti kamu akan mengeluarkan sisi buruk mu sisi tidak mempesona mu juga kurang mu sehingga yang engkau butuhkan adalah pelukan dan bimbingan yang tidak saling melukai" jelasnya ke hery
"bee apa selama ini aku sangat menyakiti mu?
"mungkin, biarpun aku tidak menjawab dari pertanyaan mu , kamu sudah tau. Dan aku minta kita saling membenarkan diri aja " ucap oliv
Oliv membalikkan tubuhnya sehingga dia membelakangi hery
"bee aku mencintaimu " jawab hery, mengeratkan pelukannya ke pinggang wanitanya.
Di waktu bersamaan air mata menetes dari mata oliv mulutnya mungkin bisa berkata baik-baik saja saat ini tapi tidak dengan hati nya yang merasakan sakit dan berusaha menghilangkan rasa takutku.
"bee stok makanan di dalam rumah ini tinggal dikit nanti kita belanja iya ”
"bisa kah aku tidak ikut?”pinta oliv
"ya udah nanti bibi aja wa suruh buat belanjanya, kamu ada pesan sesuatu?".
"ngak ada kayaknya, lagian kasihan sama bibi nya kita suruh-suruh” ucap oliv
"ya udah deh,. bee aku pengen nikah sama kamu” pinta hery
"jangan mulai , tidur lah aku ngantuk” jawab oliv
"bee ini udah sore jangan tidur lagi,"
"aku capek, dan aku ngantuk" membalikkan badannya sehingga berhadapan dengan wajah hery, oliv menurun kan badannya hingga sejajar dengan dada bidang hery, dan membenamkan wajahnya disana .