
Oliv melanjutkan langkahnya menuju apartemen, sampai di depan pintu, oliv menempelkan access card sehingga pintu itu terbuka. Melepaskan sepatunya dan menghidupkan lampu ruangan, perempuan itu menatap ruangan dan mendapati Herry yang duduk di kursi.
" kenapa lampunya ngak di nyalain?" tanya oliv
" Enak jalan-jalan sama cowok lain, baru pulang udah malam ngapain aja sama cowok itu ke hotel hp kamu matikan supaya aku tidak ganggu kegiatan panas mu iya?"bentak hery
"denger dulu penjelasan aku"
" apa yang mau aku dengerin? aku udah liat jelas-jelas kamu di antar sama cowok itu dan kamu senyum sama cowok itu kurang bukti apa lagi ha?" melemparkan vas bunga ke dinding
" hp aku mati bukan sengaja aku matikan, dan cowok itu atasan aku tadi habis ada pertemuan dengan bos pemilik tempat aku bekerja"jelas oliv ketakutan
"atasan ngantar karyawan itu luar biasa, dan kamu dengan gampang nya mau di antar apa jangan-jangan kamu suka sama dia, bagian mna tubuhmu yang di sentuh sama laki-laki brengsek itu?"menarik tubuh wanitanya dan membalikkan badannya dengan kasar
"aku hanya di antar sama bapak itu, kumohon jangan gini" jawab oliv menatap wajah laki-laki itu, air matanya terus mengalir badannya gemetaran
"brengsek, kan, bo nao,lan Jiao, laki-laki ngak punya otak itu" teriak hery kembali melemparkan Gucci yang berada di sebelah nya ke lantai” (kan,bo nao, lan Jiao,) itu cakap kotor iya jangan di ucapkan
Hery menarik paksa tubuh oliv kedalam kamar, mendorong tubuh wanitanya ke kasur dan menindihnya
"kumohon jangan lakukan ini, kumohon........"pinta oliv dengan suara gemetarnya
" kamu hanya milikku, hanya milikku dan hanya aku yang bisa menyentuhmu" bentak hery menindih tubuh wanitanya menci*m paksa bibirnya sampai mengeluarkan darah, karna gigitan hery ,meremas payud**a oliv dengan kasar.
Oliv berusaha menjauhkan tubuhnya dari laki-laki itu tapi percuma tenaga nya tidak sesuai dengan tenaga kuat hery.
Hery menancapkan senjatanya dengan paksa ke dalam vagi*a oliv, sampai akhirnya hery merasakan menabrak dinding itu dan mengeluarkan cairan. Hery terus mendorong senjata nya sampai memenuhi goa itu.
Hery melanjutkan aktifitasnya beberapa lama sampai akhirnya beberapa kali dia menyemburkan benihnya kedalam goa wanitanya.
Oliv yang di perlakukan kasar oleh hery hanya bisa menangis. merasakan perih di area intimnya yang masih di pompa oleh hery, tetapi sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya yang di perlakukan oleh hery ke dia.
sampai akhirnya hery tumbang di sebelah oliv, oliv yang melihat hery memejamkan mata di sebelahnya melangkahkan kakinya ke kamar mandi dengan tertatih-tatih.Mengunci pintu kamar mandi nya mendudukkan dirinya di closed, tidak lama oliv mendudukkan dirinya di bawah shower yang sudah di hidupkan, memeluk kakinya membayangkan bagaimana perlakuan kasar hery terhadap nya.
Hery terbangun dari tidur nya dan melirik ke sebelah nya wanitanya tidak ada, mendekati kamar mandi mendengar suara percikan air. Hery menatap jam sudah menunjukkan jam 2 pagi itu artinya wanitanya berada dalam kamar mandi sudah 2 jam lebih.
"bee buka pintunya?"pinta hery, menggedor pintu itu dengan kuat, dia teringat kunci cadangan yang tersimpan dalam laci lemari, dengan tergesa-gesa dia langsung mengambil kunci itu. Hery membuka pintu tapi ternyata tidak bisa kebuka karena kunci yang masih ada dalam kamar mandi.
Berusaha membuka paksa pintu itu sampai akhirnya terbuka.
Hery langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi dan melihat wanitanya yang masih terduduk dengan kepalanya menunduk.