
Tepat 1 bulan oliv dipindahkan ke cabang swalayan ini, hari-hari yang di lewati seperti biasa bekerja dan bekerja. terkadang waktu untuk sekedar untuk bercengkrama dengan orang lain tidak ada mungkin karena dia menghindar atau menjauhkan diri dari orang lain.
Jam istirahat oliv membuka hp nya yang berada di atas meja kerjanya, mencari kontak nama hery
"sayang mungkin nanti aku pulang agak lama banyak kerjaan, maaf kan aku iya"📤 tulis nya dalam pesan
Tidak berapa lama kemudian pesan masuk dari hery
📩
"bee, kamu kenapa sih akhir-akhir ini suka pulang telat?”
Membaca pesan dari hery, oliv menghela nafasnya. Karena selama ini dia telah berbohong kepada laki-laki itu.
Selesai berkirim pesan oliv melanjutkan pekerjaan di dalam gudang memeriksa barang-barang yang baru masuk dari supplier.
Dalam hal pekerjaannya sebagai penerima barang dalam gudang sering sekali didekati oleh orang luar maupun karyawan dalam swalayan. Tetapi oliv hanya menganggap bahwa hal itu becanda dan sering di abaikan begitu saja olehnya.
Sebelum jam 6 sore waktu untuk pulang,oliv berkemas-kemas di meja kerjanya. selesai membereskan semua peralatan yang digunakan dan barang bawaannya oliv segera meninggalkan bangunan itu.
Di depan swalayan oliv menunggu sebuah alat transportasi, dan tidak lama kemudian pesanan nya menghampiri nya.
" mau nunggu taksi mbak?" ucap sang supirnya membuka kaca mobilnya
"iya pak" membuka pintu mobil belakang dan masuk ke dalam mobil
Dalam perjalanan hening tidak ada percakapan oliv hanya melihat ke arah samping kaca mobilnya.
"mbak, sesuai alamat yang mbak ucapkan iya ? disini kan?" tanya supir taksinya
"iya pak makasih banyak iya pak" menyerahkan selembar uang kertas ke supir itu
"mbak ngak ada uang kecil, ada uang pas ngak mbak"
"nggak papa kembaliannya ambil aja pak" ucap oliv membuka pintu nya dan keluar dari dalam mobil
Supir itu mengucapkan terima kasih banyak kepada oliv dan di balas anggukkan kepala dan senyuman indah nya.
Dokter yang ada dalam ruangannya memanggil nya untuk segera masuk ke dalam.
setelah melalui banyak pemeriksaan psikologi oleh sang dokter dari pemeriksaan kepribadian memahami dunia nya melalui sensasi, perasaan dan pemikiran perempuan yang berada di depan nya. memahami sikap, penginderaan dan terakhir dengan preferensi gaya hidupnya.
Berapa jam kemudian pemeriksaan tersebut selesai, sebelum meninggalkan ruangan itu oliv sempat berpesan kepada sang dokter agar tidak menelepon ke nomornya.
Dalam perjalanan pulang oliv menyimpan hasil pemeriksaan medis nya ke dalam map kecil dan menyimpan kedalam anak tasnya.
Setibanya di depan gedung apartemen itu, oliv langsung keluar dari dalam mobil dan menyerahkan uang ke sang supirnya.
Oliv menaiki lift menuju kamarnya, menempelkan access card apartemen nya sehingga pintu itu terbuka. Oliv memperhatikan ke sekeliling tetapi tidak menemukan adanya hery.
Dalam kamar oliv melihat hery yang sedang duduk di kursi dengan iPad nya. "udah lama pulang" tanya oliv
"hmmm... dari jam 6 kenapa? baru ingat udah punya rumah keasikan dengan kerjaan mu atau keasikan pacaran sama bos mu" jawabnya
"aku kerja, bukan cari cowok lain" ucap oliv menjelaskan
"dari dulu kenapa kamu tidak pernah lembur dan 2 bulan ini kenapa ada hari dimana kamu harus lembur"
Dari yang oliv rasakan bahwa hery sudah memasuki tahap marah nya.
"undurkan diri mu dari kerjaan atau perlu aku yang nyerahin surat pengunduran dirimu? perintah hery
"maaf aku ngak bisa, dan masalah kerjaan aku memang betul bekerja" ucap oliv menunduk kan kepalanya
"bee, aku serius"
"aku juga serius, aku belum bisa mengundurkan diri dari kerjaan" mohon oliv
Hery langsung menghampiri wanitanya yang masih berdiri dan langsung mendorong tubuh itu sehingga terjatuh ke kasur.
"kumohon jangan gini" pinta oliv dengan ketakutan
Hery mencium paksa bibir oliv dan menggigit bibir bawahnya sehingga berdarah.