
1 tahun telah berlalu, banyak rintangan yang berliku-liku yang harus dihadapi dalam sebuah hubungan.
"bee besok kamu libur kan?” tanya hery
"iya,tapi aku besok ada urusan sama teman jadi kamu ngak usah ke rumah" ucap oliv dengan dingin nya
"kenapa, biasa kan aku slalu datang ke rumah kakak, jangan bilang kamu mau jalan sama cowok lain?" ngerem mobilnya secara mendadak
"aku jalan sama temen" menatap ke arah jalanan , hery melanjutkan perjalanan dengan kecepatan tinggi.Tiba di depan halaman rumah,dia mengelilingi mobilnya membuka pintu mobil nya untuk wanitanya."makasih"ucap oliv . hery tidak menghiraukan Kalimantan oliv dia langsung memasuki mobilnya membanting pintunya dengan keras dan melajukan mobilnya.
oliv memasuki rumah disambut oleh keponakan nya.
"tumben dek ngak berhenti?" tanya putri menghampiri mereka yang sedang duduk.
"biasa lah kak," jawab oliv
"kak besok aku ada acara aku bisa kan kluar rumah?"
Putri mengangguk kan kepala tanda ia setuju
.............
Keesokan harinya oliv sudah siap-siap memakai baju dress selutut berwarna navy, sangat cocok dengan kulit nya. Sebelum berangkat oliv tidak lupa pamitan ke kakak nya, di depan rumah oliv sudah ada Lin yang menjemput nya, di tengah jalan oliv meminta Lin untuk memberhentikan mobilnya di sebuah supermarket untuk mengambil parsel yang telah di pesannya.
sampai lah di depan rumah yang sangat besar,
"Lin bener nih" tanya oliv memastikan ke perempuan di sebelahnya
"ayo masuk kak orang rumah udah nungguin kakak " ucap lin menggandeng tangan oliv
Mereka memasuki rumah megah itu sampai di dalam pintu utama , mereka di sambut sama orang tua hery
"masuk sayang, jangan segan Anggap rumah sendiri" ucap mama hery
"iya Tante, makasih"mencium tangan wanita yang didepannya dan menyerahkan parsel yang di tangan nya.
mereka melangkahkan kakinya ke ruang keluarga rumah itu memperkenalkan laki-laki yang di yakini bahwa dia bapak dari hery.
"jangan tegang gitu dong sayang,kami tidak memakan manusia kok," ucap mama hery memecahkan kegugupan oliv memberikan senyum ke wanita yang baru kali ini di ajak berbicara
"iya tante"jawab oliv
"Dari pulang kerja kayak nya laki mu ngak keluar dari kamar, ngak mau kesana?" tanya mama hery
"nanti aja tan"
Mereka melanjutkan percakapan nya sambil sesekali ketawa, papa hery pun ikut serta dalam percakapan itu.
" kak ke kamar koko yok"ajak lin ke oliv menarik tangan nya
"Tante, om keatas bentar iya"pamit oliv
Karena kamar hery ada di lantai paling atas jadi oliv dan Lin menaiki lift yang ada dalam rumah tersebut.
sesampainya di depan kamar hery, Lin mengetuk pintunya
"Koko khui mui" (Koko buka pintu) ucap lin
"Mai Cong ti wa lin" ( jangan ganggu aku lin) teriak hery dari dalam kamar
" ko buka lah pintunya, ada cewek cantik ini yang mau jumpa" teriak Lin
"pergi Lin aku ngak mau jumpa sama siapa pun itu" ucap hery
"ya udah lah lin mungkin dia nggak mau di ganggu " mengajak Lin pergi dari depan kamar hery meninggalkan sebuah paper bag di depan pintu hery.
Sampai jam 6 sore oliv masih di rumah hery, tentunya karena di tahan sama orang tua nya hery.
"ma aku jalan-jalan ya sama kak oliv" minta Lin dengan memohon kepada mamanya dan menatap ke oliv .
"ya udah, ngak ngajak Koko mei?"
"ngak usah ma biarin aja kayak anak kecil dia ngambek sama kak oliv kayak perempuan ngak tau malu, lagian dia ngak tau kak oliv datang ke sini kok ma"jelas Lin ke mamanya
"ya udah hati-hati ya sayang, dan sering-sering main ke rumah. ini " memeluk oliv
Sebelum berangkat oliv pamitan ke mama dan papa hery.