Possessive Boy

Possessive Boy
28#



Di Kerjaan oliv langsung di sambut oleh ci sely di depan pintu masuk gudang,


"oliv, kamu ditunggu di ruangan accounting di atas"


"iya ce"melangkahkan kakinya ke arah belakang gudang untuk menggunakan lift


Sebelum masuk ke dalam ruangan itu oliv mengetuk pintu sampai akhirnya di persilahkan masuk oleh orang yang berada dalam ruangan.


Oliv berdiri di depan meja kerja, yang berada di depan nya.


"Please, sit"


"iya pak, makasih banyak" mendudukkan dirinya di kursi yang ada.


"maaf pak saya lama datang karena baru saja tadi di kabarin sama ce Sely"timpalnya


"Yes, that's okay" karena saya juga ngabarin ke manejer kamu pagi-pagi.


" jadi gini,, bapak suruh buat kamu datang itu karena bapak ingin menyampaikan sesuatu hal, mungkin lebih tepatnya ini perintah..... oliv dari hasil diskusi kami dengan manajemen yang lain kamu di pindahkan ke cabang swalayan yang lain yang ada di(.......)”.


"maaf pak, tapi kalau boleh tau karena apa iya pak? apa karena kerjaan saya di sini ada bermasalah?”tanya nya menatap wajah laki-laki yang ada di depannya


"Bukan karena bermasalah tetapi karena kerjaan kamu bagus, sebenarnya manejer kamu tidak setuju tetapi karena di sana lebih membutuhkan ya kami sepakat untuk memindahkan mu” jelasnya.


" apa ada masalah?"


"masalah nya cuma hanya kejauhan sih pak"


"masalah itu kamu tidak perlu mempermasalahkan karena disana ada sopir yang ngantar jemput nanti" ucapnya


"ada lagi?"


" kayaknya nggak pak”


"ya udah kalau gitu mulai dari besok kamu kerja ke sana iya, sopir yang akan jemput kamu dari sana"


"dan kayaknya tidak ada lagi yang mau saya sampaikan, kamu boleh pulang ”


Oliv keluar dari gudang menuju parkiran, disana dia tidak menemukan adanya mobilnya hery. Perlahan ia melangkahkan kakinya ke hotel sebrang jalan. Setibanya di lobby hotel dia menuju meja resepsionis


"mbak apa hery ada di di atas" tanya oliv. dengan sopan pada salah satu staf disana.


"iya buk , bapak baru saja naik ke atas”


"jangan panggil saya ibuk seperti saya sudah tua aja, panggil nama aja, mbak kan lebih tua dari saya”ucap oliv dengan senyum manisnya


"segan buk, dan kalau manggil nama bisa-bisa nanti saya kena pecat oleh kepala HRD"


"kan saya yang minta, bukan atas kemauan kamu sendiri kan" ucap oliv


"ya udah saya ke atas iya mbak kayak nya mbak juga sibuk banyak tamu sepertinya" melambaikan tangan ke staf itu


Berjalan menuju arah lift dan menekan tombol bersamaan dengan itu liftnya terbuka menampakkan tubuh tegap hery disana dengan senyumannya.


"bee sorry aku tinggal di sana, masuk lah" Pinta nya


"iya nggak papa lagian tadi aku lama"


"bee tidak apa-apa kan kalau kamu nunggu aku bentar, di atas ada temen tapi kamu ikut aku iya " jelas hery


"gimana kalau aku nunggu di ruang dapurnya aja sekalian mau belajar masak"


"No, there are a lot of guys who like you and I don't like them"


"ya udah deh aku nunggu di kamar hotel aja gimana" usul nya pada hery


"bagus idenya tunggu aku di sana aja"


"ya udah, ini hp kamu kalau kamu lapar telpon aja sama resepsionis nya " menyerahkan kunci kamar yang biasanya digunakan


oliv"...."


Sebelum meninggalkan wanitanya hery menyempatkan untuk mencium bibir oliv dan beranjak dari tempatnya berdiri.