Possessive Boy

Possessive Boy
30#



"silahkan kamu sakiti aku, lakukan apa yang ingin kamu lakukan kepada aku” melepaskan pakaiannya dari tubuhnya dan air matanya yang terus menerus menetes


"kamu hanya milikku dan hanya aku yang bisa memiliki mu paham?” mencengkeram kuat tangan oliv


Oliv meringis merasakan kuat nya cengkraman hery, tubuhnya gemetaran dan badannya hingga memucat.


Melihat wanitanya ketakutan hery langsung melepaskan cengkraman tangannya dari tubuh oliv, dia meninggalkan oliv yang setengah polos.


sepeninggalan hery, oliv meringkuk kan tubuhnya dalam selimut, tubuhnya bertambah gemetaran dan rasa ketakutannya tidak bisa di hilangkan dia mengambil obat penenang dari dalam tas yang selalu di simpan nya.


Laki-laki itu memasuki kamar tidur sebelum masuk ke dalam kamar mandi dia melihat beberapa lama punggung wanitanya.


Setelah hery merasa emosi dalam dirinya lebih baik dia menghampiri wanitanya yang masih meringkuk dalam selimut. Perlahan di bukannya selimut yang menutupi tubuh wanitanya,dan dia dapat melihat dengan jelas tubuh wanitanya yang setengah polos.


"bee kenapa tidur tidak menggunakan pakaian, kamu bisa masuk angin” ucap nya mengelus punggung wanitanya


Oliv tidak menjawab perkataan laki-laki yang ada di belakangnya, dia langsung memejamkan matanya dan menutup mulutnya agar tangisannya tidak di dengar oleh hery.


Melihat wanitanya yang masih membelakangi nya hery bangkit dari tempat tidur, melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, menyediakan air hangat dalam baskom dan handuk kecil tidak lupa mengambil pakaian wanitanya dari lemari. Mendudukkan tubuh wanitanya di sandaran kasur, pelan-pelan dia membersihkan tubuh oliv, memakai kan baju ke tubuh wanitanya dengan lembut.


selesai membersihkan tubuh wanitanya hery kembali membaringkan tubuh oliv ke kasur.


"makasih banyak” ucap oliv menatap wajah laki-laki nya


dan tidak lama dia membelakangi hery.


Hery memeluk tubuh wanitanya dari belakang, " bee maafkan aku yang tidak bisa menahan emosiku”.


Dalam sunyi senyap nya kamar, hery merasakan tubuh wanitanya bergetar "bee maaf kan aku, maaf buat segala kesalahanku”


"bee" mengeratkan pelukannya ke tubuh oliv


"ya aku mau maafin kamu, tapi bisakah untuk sementara waktu kita pisah rumah dulu, aku akan cari kosan di dekat kerjaan! dan kumohon jangan paksakan aku untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ku karena aku masih membutuhkan pekerjaan nya” ucap oliv


"aku tidak bakalan ninggalin kamu aku cuma ingin kita tidak 1 rumah aja”


" aku tidak mau, aku tidak mau ada kata yang keluar dari mulut mu mengatakan omongan kosong itu"


........


Keesokan harinya, hari ini oliv tidak bekerja,dia lebih memilih untuk tetap tinggal dan istirahat dalam apartemen karna semalam berdebat dengan hery sangat membutuhkan waktu untuk sekedar menghilangkan rasa takutnya.


Tidak lama bel berbunyi, perempuan itu merasakan malas bangkit dari tempat tidur nya tapi orang yang berada di depan ada hal penting sebab bel nya sudah beberapa kali berbunyi.


Pintu dibuka oleh oliv,dan menampilkan senyum nya kepada wanita yang baru datang "masuk lah kenapa tidak langsung masuk aja lin, kayak orang lain aja" ucap oliv mempersilahkan masuk Lin


"nggak sopan kak, lagian kalau Koko tau aku bakalan di kulitnya hidup-hidup”


"duduk lah, mau minuman apa biar kakak ambil" pinta oliv


"ngak usah kak nanti lin ambil sendiri kalau haus, oh iya kak bibi art nya mana?"tanya lin


"tadi aku suruh libur bibinya"


"kak”


"iya" jawab oliv


"kakak sering ribut sama Koko"


"nggak, kok kamu datang-datang nanyak ini"


"gimana kalau kita masak aja kakak pengen buat brownis"timpalnya


"kak, jangan lari dari topik dari mata kakak aja orang bisa liat kalau kakak ada problem, mata kakak nggak bisa bohong"jawab Lin