
sehabis percakapannya oliv dan mama hery berniat untuk pulang ke rumah, tetapi tidak disangka ternyata hery telah menunggu dua wanita itu di dalam salon.
Melihat oliv telah keluar dari dalam ruangan,hery langsung berdiri dan berjalan menuju wanitanya, menggandeng tangan oliv dan mencium pucuk kepala nya.
"kok ada disini?, udah lama nunggu, maaf iya soalnya tadi perawatan nya agak lama" jelas oliv
"apa guna nya dia jadi laki-laki kamu sayang, ya harus nya memang dia harus nungguin kamu ngak usah pedulikan dia"
"sana bayar tagihan perawatan pacar kamu, biar ada gunanya ngikutin kami" timpal mama hery
"oliv aja ma yang bayar”
"sayang, duduk manis disini temenin mama dan kamu bayar sana cepat, pacar sendiri kok ngak di kasih kartu kredit”menatap hery yang masih asik merangkul tangan oliv.
"ma, aku udah kasih dia kartu kredit, mantu mama aja yang ngak pernah gunain"jawab hery meninggalkan mama nya yang masih ngedumel.
Karyawan yang berada di dekat mereka hanya menahan tawa melihat tingkah ibu dan anak tersebut,ada juga yang mengangumi ketampanan hery dan ke keromantisannya.
Selesai hery menyelesaikan tagihan nya dia mendekati ke dua wanita
”ma, kami pulang duluan iya mama bawa mobil sendiri kan?" tanya hery
"ko ini kan Sabtu ngak nginap di rumah aja kalian berdua lagian udah lam ngak ke rumah kan?”
"ma ngak bisa aku mau cuman berduaan aja sama mantu mama" jawab hery
"sayang nginap di rumah aja iya”
”oliv terserah hery aja ma”
"ma udah lah kami mau pulang duluan mama hati-hati di jalan”menarik tangan oliv sehingga dia berdiri di depan hery
"kita antar mama dulu, gimana?" tanya oliv sambil melepaskan diri dari dekapan hery
"mama ada supir bee, tadi aku udah telpon biar dia datang"
"ya udah!!!, ma kami pulang duluan iya " menyalami mama hery
"da mama kami pulang dulu” mencium Pipi mama nya
Setelah berpamitan dengan wanita paruh baya itu mereka sama-sama melangkahkan kakinya ke basement
sampai di dekat mobil hery langsung membuka pintu untuk wanitanya.
Dalam perjalanan pulang ke apartemennya pandangan hery selalu tertuju kepada wanita disebelah nya.
"bee, kamu jangan sering-sering ke salon” ucap hery membuka percakapan
"kenapa? ....... apa karena duitnya?”
"bukan bee, bukan masalah duit kalau mau ngabisin duit ya silahkan aku ngak larang, tapi aku ngak rela tubuh kamu di liatin sama orang”
" di liatin gimana maksudnya kan perawatan di dalam ruangan"
"menuju salon nya kamu kan banyak ngelewatin orang, kayak tadi mata orang mau keluar" jelasnya
"orang bukan liatin aku, tapi kamu..... memang ngak sadar iya kalau kita jalan kayak majikan sama pembantu”
"lagian pun aku ke salon itu ya buat kamu, aku kemana-mana berpakaian gini mana ada orang yang ngeliatin” timpal nya memperhatikan cara dia berpakaian
"bee, aku ngak becanda aku ngak suka kamu keluar dari rumah tanpa aku kayak tadi masuk ke sana pasti banyak cowok liatin kmu"
oliv "....”
Sampai dalam apartemen keduanya langsung membersihkan diri masing-masing. hery mendudukkan bokongnya di kursi yang ada dalam kamar, memeriksa kerjaan yang ada di iPad mini nya. Sekilas dia melihat wanitanya yang berada di meja riasnya, mendekatkan diri kepada wanitanya .
"bee.. apa tidak ada tanda-tanda" mengangkat tubuh wanitanya dari kursi dan mendudukkan nya di atas pangkuannya.
"tanda apa?”
"kehamilan”
Mendengar ucapan laki-laki itu seketika badan oliv langsung memucat dan berkeringat, dan langsung mengalihkan pandangannya dari hery.