
PATRICK JONATHAN KUSUMA
Aku lahir dari pasangan Ambroos Kusuma dan Maharani Pertiwi. Tuan Ambroos adalah seorang keturan belanda jawa sedangkan istri nya adalah seorang jawa asli.
Tak hanya harta benda yg mereka wariskan pada satu satu nya keturunan mereka, tapi juga paras yg menawan. Dengan tubuh yg tinggi tegap paras rupawan dan kulit kecoklatan membuat Aku,Patrick Jonathan Kusuma menjadi idaman setiap kaum hawa.
Harta yg berlimpah dan paras rupawan menjadi perpaduan yg sempurna.
Apa yg Aku mau selalu Aku dapat kan dengan bantuan kekayaan dari orang tua Ku. Dan menaklukan wanita adalah hobiKu.
Sombong, egois,malas,susah di atur adalah kata kata yg selalu ayah ku ucapkan. Tuan Ambroos selalu di buat pusing oleh tingkah Ku. Berbagai cara sudah dia lakukan untuk membuat Aku berubah. Sedangkan ibu ku hanya bisa menangis memikirkan nasib anak nya.
Hingga pada suatu hari terjadi pertengkaran hebat antara Tuan Ambroos dan diriku hingga terjadilah pengusiran Ku dari rumah nya.
Hidup Ku tanpa harta orang tua bukan lah apa apa. Aku hanya hidup luntang lantung tanpa pekerjaan. Aku hanya bisa mengandal kan bantuan dari beberapa orang yg masih mau mengakui Ku sebagai teman walau tanpa harta keluarga.
Dani Wijaya adalah salah satu nya. Dia mau memperkerjakan Ku di perusahaan keluarga nya. Bukan jabatan yg penting memang, hanya karyawan biasa. Tapi hal itu membuat Ku banyak berubah.
Aku jadi lebih menghargai segala sesuatu. Baik itu waktu, uang dan orang lain. Setelah sadar akan sifat buruk ku selama ini, aku mulai mengerti akan alasan dari kemarahan ayah. Aku lantas berusaha memperbaiki kembali hubungan Ku dengan Ayah.
Walaupun kini hubungan Ku telah kembali baik dengan ayah, Aku tak memanfaatkan keadaan tersebut untuk kembali bermanja ria dengan harta keluarga. Aku lebih memilih tetap bekerja di perusahaan teman Ku untuk mendapat kan pengalaman sebelum nanti Aku menggantikan Ayah untuk memimpin perusahaan.
Dan juga ada seorang gadis yg ingin Aku dapat kan di perusahaan milik teman Ku ini.
Diam diam Aku memendam rasa kepada seorang gadis. Tak seperti biasa, cukup dengan memamerkan sedikit kekayaan orang tua Ku semua gadis akan takluk kepada Ku. Kali ini Aku tak mengakui siapa Aku yg sebenar nya kepada semua teman Ku di kantor ini. Kali ini Aku ingin mendapat kan cinta yg tulus dari seorang gadis.
Larasati Winangun.
Gadis berparas ayu dan bersifat lembut, ceria dan sopan kepada siapa pun. Selalu tersenyum adalah salah satu daya tarik dari Laras yg membuat Ku tak bisa melupakan nya.
" Jo... Paijo tunggu Jo.... " seorang gadis tengah berteriak memanggil ku.
"Kebiasaan ya kamu manggil orang seenak nya. Sejak kapan nama ku jadi Paijo"
" Habis nama kamu susah. Lidah ku ngak biasa. Yang penting kan sama aja artinya. " Gadis itu adalah Larasati. Wanita pujaan Ku.
"Terus mau nitip apa? Buruang bilang.Aku harus cepet cepet, bentar lagi ada meeting "
"Meeting apa meeting? Halah palingan mau buru buru ketemu sama Mbak Diah, si kembang dapur "
"Hah? Kembang dapur gimana maksud nya"
"Kan kalau hidup di desa kembang desa nama nya,lah ini kerja di dapur buat masak ya kembang dapur lah nama nya. "
"Kalau hidup di dalam hati"
"Ya bayi lah"
" Kok ngak ada kembang nya"
" Masih bayi belum boleh berkembang. Entar kalau udah gede baru boleh mengembangkan diri"
" Coba yuk mengembangkan diri sama aku. "
" Hah...Kamu ngajak aku bikin anak Jo? "
Paijo menyentil jidat laras dengan keras.
" Auww... Paijo edan. Sakit"
" Ayo kta kembangkan diri kita dengan cara mengisi perut sampai kenyang"
" Ngak boleh nitip aja? "
" Ngak"
" Sekali aja ya Jo."
"Tinggal nih. "
" Ikut... "
Kami pun segera menuju kantin kantor.
"Jo... Jo... tunggu Jo. Rambut aku udah ok belum? "
Aku memperhatikan arah pandangan Laras yg tertuju kepada sesosok Pria yg berdiri tak jauh dari kami. Aku tahu kalo sebenar nya Laras menyukai Pria tersebut. Dada ini terasa sakit saat mengetahui kenyataan bahwa gadia yg aku idam idam kan ternyata sudah menyukai Pria lain.
" Jelek, rambut kamu mirip rambut kuntilanak yg baru keramas setelah sekian tahun di biarin nyangkut di pohon. "
" Bener Jo? Aku ke dapur dulu deh kalo gitu. "
" Hah.. Ngapain malah ke dapur? "
" Mau minta minyak jelantah sama mbak Diah. "
" Kok minyak? "
" Iya buat ngerapihin rambut. "
" Yang bekas goreng ikan asin ya kalau bisa."
" Bekas goreng trasi sekalian,biar wangi nya semriwing."
**************
Aku di buat terkejut saat mendengar suara isak tangis seorang wanita tanpa terlihat wujud nya saat berada di tempat parkir. Bulu kuduk ku berdiri semua saat ku lihat tempat parkir sudah sepi tanpa satu pun kendaraan karena jam pulang kantor memang sudah berakhir sejak tadi.
Langsung saja ku percepat langkah ku menuju motor butut kesayangan ku. Barang pertama yg ku beli dari hasil kerja keras ku sendiri.
Sambil berjalan tak lupa aku membaca doa dalam hati.
" Hiks... Hiks... Jahat kamu Jo. Kamu pikir aku setan. "
" LARAS? Kamu bener laras kan? Kamu bukan kunti yg sedang menyamar untuk mendapat kan lelaki yg berparas rupawan seperti aku kan? "
"Dikasih gratis aja belum tentu aku mau. "
" Ngapain kamu ngesot di situ? Pake nangis segala mana udah sepi gini"
"Mas Dodit Jo...dia jahat Jo. Sakit hati ku."
" Dodit? Siapa? "
"Yaelah Jo pake nanya lagi. Mas Dodit itu OB yg aku tsksir Jo,tapi dia tega mengkhianati ku Jo. Mana aku udah nyerahin segala nya buat dia lagi. "
"Ya ampun Ras. Kamu udah nyerahin kesucian kamu kepada lelaki yg belum jadi suami kamu? ngak nyangka aku kamu bisa melakukan itu."
" Ngomong apa sih kamu,pake bawa bawa kesucian segala."
"La itu tadi."
"Maksud nya aku tuh udah nyerahin waktu dan uang aku plus jatah makan siang aku buat dia. Dia sering ngutang uang mana sering minta makan lagi sama aku."
"Trus? "
"Ya aku kasih aja, nama nya juga usaha. Siapa tahu dia jadi suka sama aku. Tapi ternyata dia... hiks...hiks...
Dia berkhianat Jo. Tadi aku lihat dia sedang berciuman dengan teman nya. Dan yg membuat hati aku tambah sakit Jo
teman nya itu COWOK ."
"Apa? Hahahaha..... ya ampun Ras, nasib mu kok gitu amat Ras. "
"Gimana nih Jo?"
"Apa nya yg gimana,yaudah lupain aja. Kalau udah bengkok ya ngak bisa di lurusin lagi.
Aku antar pulang aja yok, kasian. "
"Ngak usah Jo. Aku biasa naik angkot."
"Maksud ku kasian penumpang lainya liat penampakan malam malam gini. "
" Sialan kamu Jo. "
Aku pun mulai menjalan kan motor butut ku. Di tengah jalan tiba tiba saja Laras minta berhenti di depan sebuah warung.
"Bentar Jo aku beli minum dulu. Haus dari tadi nangis terus. Dehidrasi mata aku. "
"Sejak kapan mata bisa dehidrasi? "
"Ya bisa lah,orang dari tadi mata aku yg kehilangan air. Kamu nitip mau apa?"
" Air putih aja, biar fokus dengerin masalah hidup kamu. "
Kami pun istirahat sejenak sambil meminum air di depan warung.
"Apes bener nasib kamu Ras, belum apa apa udah kalah. Mana kalah ama batang lagi. "
" Emang brengsek tuh Dodit. Kalau emang ngak suka lubang ya jangan ngasih harapan."
"Lubang apa Ras? "
"Lubang kehidupan, pake nanya lagi. Mana pake ngrayu macam pujangga.Menipu dengan segala macam cara dan upaya."
" Sabar... "
"Ngapain muji muji aku, ngasih harapan palsu. Sok sok an bilang aku wanita terbaik lah, tipe dia banget lah, idaman mertua lah ternyata gombal. "
Tumben Laras cerewet hari ini. Mungkin efek dari patah hati.
" Bodoh nya itu ya Jo aku tuh percaya banget ama dia. "
"Iya kamu emang bodoh dari dulu " karena ngak ngerti kalau aku suka kamu dari dulu.
"Dengerin dulu dong.
Kata kata nya tuh manis banget. Kan aku jadi meleleh denger nya. Tiap dia pinjam uang aku iyain aja. Mana sering minta traktir makan lagi. Bodoh banget ya aku."
Kayak nya aku familiar deh ama minuman yg di pegang Laras, tapi apa ya?
" Ya Tuhan Ras...sadar Ras."
"Apaan sih Jo, ngagetin aja. "
"Aku tahu Ras kamu kecewa karena orang yg kamu suka lebih suka batang daripada lubang, tapi jangan di lampiaskan dengan merebut milik orang lain. "
"Maksud kamu? "
"Ngapain kamu minum minuman setan hah?"
"Apa? "
Pantas saja seperti ada yg aneh. Ternyata yg di minum Laras dari tadi adalah minuman beralkohol. Yang bener aja di warung ada minuman kayak gini.
" Udah ayok pulang, buang itu minuman. "
Aku pun menarik tangan Laras agar segera berdiri dari duduk nya. Saat Laras berdiri dia terlihat sempoyongan seperti akan jatuh. Aku di buat bingung jadi nya. Akhir nya aku pun menitip kan motor ku di warung dan berniat mengantar Laras pulang dengan taxi.