
Bima menghentikan mobil nya di sebuah apotik yang tampak sepi. Akhir nya dia menemukan apotik yang cocok dengan kriteria yang Tika mau.
Tadi nya mereka hanya berkeliling saja sejak dari tadi karena tiap Bima menghentikan mobil nya di sebuah apotik pasti ada saja alasan Tika menolak nya.
Saat berhenti di apotik pertama Tika menolak nya karena apotik tersebut terlalu dekat dengan tempat tinggal mereka jadi dia akan malu kalau semisal nanti ada orang yang mengenali mereka.
Padahal sesungguh nya tidak ada seorang pun di lingkungan perumahan tersebut yang di kenal Tika.
Beralih ke apotik ke dua, lagi lagi Tika menolak nya karena apotik nya yang terlihat kecil jadi dia takut kalau nanti obat nya tidak lengkap.
Kembali lagi mencari apotik untuk yang ke tiga kali nya dan lagi lagi Tika menolak nya karena apotik nya terlihat ramai jadi dia malu jika harus membeli pil kb di tempat tersebut.
Dan begitulah seterus nya sampai tuju kali mereka mendatangi apotik. Dan syukur nya di apotik yang ke tuju Tika cocok.
Untung sayang kalau ngak udah Bima tinggalin nih bocah.
"Buruan kamu beli,nih uang nya." Bima menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Tika.
"Tapi aku malu Bim,gimana kalau mereka tanya ke aku kok beli pil kb kan belum nikah,pasti kamu bocah nakal kan."
"Ya ampun Tik ngak akan ada yang nanya begituan."
"Tapi tetep aja aku malu Bim."
"Tapi aku kan laki laki Tik jadi aku pasti lebih malu dari kamu."
"Terus gimana dong."
Bima sedang diam berfikir. Ini semua terjadi karena diri nya. Jadi dia harus berani bertanggung jawab.
"Yaudah deh aku yang beli aja.lagi pula ngak kenal juga." Dia pun turun dari mobil dan masuk ke apotik.
"Selamat malam mas,cari obat apa?"
Tadi dia begitu percaya diri memasuki apotik ini. Tapi begitu berhadapan dengan mbak mbak apoteker nyali nya langsung menciut
"Anu mbak cari itu.."
"Itu apa mas?"
"Cari pil."
"Pil apa?"
"Pil itu yang buat anu eh..maksud nya yang buat cegah kehamilan."
"Oh pil kb maksud nya."
"Iya itu."
"Mau yang post pil atau yang biasa mas?"
"hah...post apa?"
"Jadi gini mas pil kb itu ada yang di minum sebelum berhubungan untuk mencegah kehamilan ada juga yang di minum dalam keadaan darurat."
"Darurat gimana maksud nya?"
"Maksud nya adalah Mas nya udah terlanjut bertempur dengan sekuat tenaga eh lupa pake sarung pengaman mana lawan nya lupa minum pil kb lagi jasi kecebong nya terlanjur masuk deh."
"Yaudah mbak yang itu aja."
"Yang mana mas?"
"Yang bisa membasmi kecebong yang trrlanjur masuk."
"Ok siap."
Begitu mendapat obat nya Bima segera keluar dan berjalan kembali ke mobil nya. Terlihat Tika yang sudah menunggu di samping mobil.
"Gimana Bim udah dapet obat nya?" Tanya Tika dengan raut wajah cemas.
"Udah yok langsung pulang aja."
"Tika...kamu Tika kan?"
Belum juga mulai bergerak seseorang sudah memanggil nama Tika.
"Markonah!" Tika di buat terkejut dengan identitas orang yang memanggil nya.
"Wah ternyata bener ini Tika si anak indihome.Apa kabar Tik? gimana udah dapet berapa biji tuyul? kalau di lihat dari tampilan kamu yang semakin bersinar terang kayak nya sukses ya ternak nya."
"Bisa aja si Markonah. Apa kabar nya Mar? wah makin kinclong aja,udah abis berapa biji sabun nih. Tapi sabun nya yang buat wajah kan bukan yang buat gosok pantat panci."
"Eh denger ya anak indihome,dari jaman zigot masih berenang di perut gue emang udah kinclong ori dari pabrik nya jadi ngak usah sok sok an heran ya."
"Eh denger ya koordinator tuyul,udah berapa kali gue bilang kalau di kota jangan panggil gue Markonah panggil MARIA inget ya M.A.R.I.A."
"Belagu amat."
Bima yang sedari tadi menjadi pendengar di buat bingung dengan mereka berdua. Sebenar nya mereka teman atau bukan. Masak iya kalau teman begitu.
Dan sejak kapan Tika menjadi koordinator tuyul. Perasaan hidup nya pas pas an aja deh,bukan nya kalau punya tuyul harus nya jadi kaya.
"Eh Tik udah belum ngobrol nya?" Bima mulai merasa bosan di abaikan dari tadi.
"Siapa nih cowok? ganteng bener,pelanggan loe Tik? kenalin Maria." Markonah merasa tertarik dengan Bima dia pun mengulurkan tangan nya bermaksud untuk berkenalan.
"Awas kamu!enak aja kenalan." Dengan segera Tika menepis tangan Markonah
"Pacar nih...pacar...ngak usah pake kenalan segala. Yang ada malah sawan entar pacar aku. Udah yok Bim kita pulang." Tika menarik tangan Bima menuju mobil dan menyuruh Bima segera pergi dari situ.
"Dasar anak indihome sialan beruntung banget punya cowok ganteng mana keliatan tajir lagi." Markonah melampiaskan kekesalan nya yang percuma saja karena Tika sudah pergi dari situ.
Sementara itu di dalam mobil ada seseorang yang sedari tadi di buat berdebar oleh Tika. Sejak tadi Bima sudah sangat senang saat dia di perkenal kan sebagai pacar oleh Tika. Rasa nya seperti ada ribuah bunga di hati nya.
"Tik itu tadi..."
"Markonah? emang dasar ya itu anak dari dulu selalu aja cari masalah sama aku. Sehari aja ngak ngajak ribut hidup nya berasa hampa.Sumpah aku bener bener ngak tahu apa sebab nya sampai dia itu benci banget sama aku. Yah mungkin karana dia menganggap aku sebagai satu satu nya penghalang dia buat dapetin kakak aku." Tika terus saja berbicara tanpa memandang ke arah Bima.
Bima yang merasa Tika sudah melantur kemana mana tiba tiba menghentikan mobil nya. Dan untung nya dia berhenti di tempat yang sepi.
"Kok berhenti Bim,mogok ya mobil nya." Tika menatap heran ke arah Bima
"Akhir nya kamu mulai memandang ku." Bima mengarah kan tubuh nya menghadap Tika. Di raih nya ke dua tangan Tika dan meng genggam nya.
"Maksud nya?"
"Apa kamu sudah mulai menyukai ku?" Masih dengan meng genggam tangan Tika Bima bertanya pada Tika.
"Apa?" Tika seperti orang bodoh yang tidak juga mengerti dengqn ucapan Bima.
"Kamu tadi memperkenal kan aku pada teman mu sebagai pacar,bukankah itu arti nya kamu mulai ada rasa sama aku."
"Itu.."
Jujur saja sebenar nya Tika bingung harus menjawab apa. Dia tidak tahu apa yang di rasakan nya kini. Yang dia tahu dia merasa marah saat Markonah hendak menyentuh tangan Bima.
Betapa bodoh nya Tika,kenapa dia harus marah. Memang nya siapa dia bagi Bima.
Sementara itu kediaman Tika di anggap lain oleh Bima. Di lepaskan nya ke dua tangan Tika dan kini beralih dengan memegang kedua pipi nya.
Perlahan tapi tapi pasti Bima mulai mendekat kan bibir nya. Di awali dengan kecupan ringan hingga berlanjut dengan ******* yang semakin dalam. Menikmati bibir gadis nya seperti menikmati es cream.
Tika yang awal nya diam karena terkejut lama lama ikut menikmati nya. Walau tidak tahu apa yang harus di lakukan karena memang dia belum punya pengalam sama sekali dalam hal ini.
Di coba nya meniru apa yang dilakukan Bima pada bibir nya. Di coba nya menikmati bibir bawah Bima dengan menyesap nya. Semakin dia mencoba semakin nikmat rasa nya.
uhh....
Lagi lagi suara itu muncul dari bibir Tika. Suara yang membuat Bima semakin lupa diri.
Hasrat yang sudah meninggi di tambah dengan suasana di sekitar yang sepi membuat Bima tak menyia nyiakan kesempatan lagi.
Sejenak di lepas nya pagutan bibir nya dari bibir Tika dan dia mulai beralih dengan diri nya.
Di buka nya celana yang di pakai nya dengan tergesa gesa dan menurunkan celana beserta cd nya hingga lutut.
Setelah itu dia menarik Tika yang diam terbengong ke atas pang kuan nya. Tak lupa dia juga menurunkan celana yang di pakai Tika hingga benar benar terlepas dari tubuh nya.
Kembali dia ******* bibir Tika dan tak hanya itu tangan kiri nya juga tak tinggal diam. Di main kan nya gundukan kenyal milik Tika dengan tangan kiri nya hingga suara itu kembali terdengarbdi indara pendengaran Bima.
uhh....
Bima mengangkat sedikit tubuh Tika dan mengarah kan bagian sensitif Tika tepat ke arah tongkat Bima yang sudah mengeras dengan sempurna.
"Bergerak lah sayang."
"Bagaimana"
Bima memengang pinggang Tika dengan ke dua tangan nya. Mengangkat nya naik dan turun secara perlahan.
"Bim...."
"Yes honey."
Perlahan tapi pasti gerakan itu semakin bertambah cepat. Kini tanpa bantuan tangan Bima gerakan itu bertambah cepat karena Tika yang hampir mencapai pelepasan nya.
"Bima.....ahh...." secara bersamaan mereka samapai di ujung kenikmatan.