
"aaaa........"
"Ada apa Tik?" Joko dan Vivi yang berada tak jauh dari Sartika segera berlari kecil mendekati teman nya tersebut.
"Kamu kenapa Tik?ada yang sakit?" Vivi melihat Tika dengan cemas.
Tika hanya diam mendengar pertanyaan dari teman nya.secara hantu wanita itu masih ada di depan nya.ngak mungkin kan dia menjawab ada hantu di depan nya.apalagi kedua teman nya ini tidak tau akan kemampuan nya yang bisa melihat hantu.
Belum hilang kekagetan nya atas kedatangan hantu wanita itu tiba tiba saja paijo sudah ada di belakang hantu wanita itu
"Pergi kamu dari sini atau kamu mau mati lagi"
Tanpa menunggu jawaban dari hantu perempuan itu paijo langsung menarik tangan nya menjauhi tika hingga melayang dan hilang di balik tembok.
Hah....akhir nya tika bisa bernafas dengan normal lagi.walau sudah sering bertemu dengan hantu Tika belum juga kebal.
sering kali dia ketakutan jika hantu yg di temuinya mengeluarkan aura gelap yg begitu pekat di karenakan dendam yang begitu kuat semasa hidup.
"Wah parah ni anak sampe pucet gini.sini biar mas gendong supaya bisa mas Joko baringkan di atas pulau awan yang dingin dan empuk"
Joko sudah menaruh tangan nya di pundak Tika saat lampu di atas mereka tiba tiba berkedip kedip hidup dan mati yang membuat mereka langsung merinding.
"Kok aku jadi merinding gini ya." Joko mulai merasakan seluruh tubuh nya merinding.
"Itu karena mulut mu mengandung hawa negatif.jadi marah kan penunggu kafe ini." Vivi melepaskan tangan Joko dari bahu Tika dan mendorong nya menjauh.
"Kamu ngak papa kan Tik?ada yang sakit?"
"Ngak papa mbak.tadi cuma kaget aja liat cicak mo kawin di tembok.secara kan aku gadis polos yang belum pernah terjamah oleh hitam nya dunia fana.jadi kaget deh tadi he he he...." jawab Tika dengan malu malu karena tahu jawaban nya tidak masuk akal.
"Ketularan virus Joko buluk nih kamu,sebelah dua belas kayak Joko."
"Ngak level dong mbak kalo samaan ama mas Joko."
"Ye emang siapa yang mau di samaain sama kamu.ngarep aja." Joko menjulurkan lidah nya pada tika yang di balas dengan jitakan di kepala oleh Vivi yang membuat joko mengaduh kesakitan.
"Balik kerja sana.nanti kalau big bos tau bisa gawat."
"Ok." jawab Tika dan Joko bersamaan.
Tak jauh dari tempat nya berdiri tika melihat Paijo berdiri di dekat tembok tempat nya tadi menghilang bersama hantu perempuan tadi.
Dilihat nya pandangan Paijo menatap dengan pandangan marah seolah ingin memukul seseorang.
mungkin Paijo yg membuat lampu tadi berkedip kedip batin tika.
"Ikut aku." ucap tika tanpa suara dengan menunjuk arah ruang ganti.
********
Aku tahu Tika pasti akan mencercaku dengan banyak pertanyaan.
Apakah ini saat nya aku harus berkata jujur pada nya. kalau aku berkata jujur berarti aku harus menceritakan semua nya.
Bagaimana awal kisah ku. hingga kenapa aku terus mengikuti nya.
Tapi bagaimana bisa aku menceritakan semua nya pada nya. saat semua nya baru di mulai. semua bisa hancur berantakan.
ah sial... ini semua karena gadis bodoh itu. kenapa dia bisa tiba tiba muncul di depan Tika.
tapi sebelum nya aku harus melihat keadaan Tika dulu.
"Kamu ngak papa?" tanya Paijo yang berdiri di depanĀ Tika yang sedang duduk di sofa kecil di dalam ruang ganti.
"Ngak papa.cuma kaget aja. kenapa tiba tiba kamu bisa ada disini? " tanya Tika sambil menatap langit langit ruangan.
"tadi firasat ku tidak enak, jadi aku putuskan untuk kesini"
"apa kamu tahu siapa gadis itu? " tanya Rika lagi
"ya"
"aku belum bisa menjawab mu, tapi percayalah suatu saat aku akan mengatakan nya. dan tetap percayalah bahwa aku tidak punya niat jahat padamu. "
Tika memilih untuk percaya pada Paijo dan memilih tidak melanjut kan pertanyaan yang sebenar nya sangat ingin di tanyakan nya.
dia memilih untuk menanyakan hal yang lain
"kenapa hantu tadi begitu menyeramkan ya. walau bentuk nya normal seperti manusia biasa. "
"Itu karena dia masih menyimpan dendam dari kehidupan nya.dendam yang seharus nya sudah di lupakan sejak dulu."
"Apa kamu juga menyimpan dendam Jo?"
Paijo beranjak duduk di soda tanpa menoleh ke arah Tika.
"hanya beberapa urusan yang belum terselesaikan.juga rasa penyesalan yg terus menghantui pikiranku."
"Tapi kenapa penampilan kamu ngak semenyeram kan hantu itu? kamu tampak seperti manusia biasa,yah walaupun agak pucetan dikit"
"Itu karena dia memilih untuk nenunjukan wujud buruk nya.hanya amarah yang ada di pikiran nya hingga dia tidak bisa menunjuk kan sisi baik nya"
"Apakah penyesalan kamu sekarang masih besar seperti dulu pada saat ini?" kini Tika duduk menghadap Paijo.
"Ya"
"Itu sebab nya kamu butuh bantuan ku,"
"Ya"
Sartika jadi ingat pertemuan nya beberapa bulan yang lalu dengan Paijo.
Saat itu sartika baru saja pulang dari supermarket dekat rumah nya.di tengah jalan dia melihat sesosok arwah kakek tua dengan wajah yang berlumuran darah yang sedang berdiri di bawah tiang lampu yang penyok.
memang di tempat itu kemarin baru saja terjadi kecelakaan yang melibatkan dua orang.itu yang Tika dengar dari warga.
Walau wajah dari hantu itu penuh dengan darah entah kenapa Tika tidak merasakan ketakutan sedikit pun.rasa ibalah yang di rasakan Tika saat melihat tatapan kosong kakek itu.
Esok nya saat tika melintas di tempat yang sama,hantu kakek itu masih berdiri di tempat yang sama.beda nya wajah nya kini tak lagi berlumuran darah.hanya warna pucat yang tampak di wajah nya.bahkan hantu kakek itu memalingkan wajah nya ke arah Tika dengan tatapan sedih seakan ingin menangis.
Tika pun hanya berlalu karena tak ingin terlibat dengan hantu lagi.
Beberapa hari kemudian saat tika melewati tempat yang sama hantu kakek tua itu sudah tidak ada.tempat itu kini sudah di gantikan dengan hantu yg lain.
Hantu itu berwujud lelaki dengan usia antara 25-30.berkulit sawo matang berbadan tinggi dengan rambut hitam legam.
Tika jadi penasaran akan keberadaan hantu kakek kakek yang sebelum nya berada di situ.mungkin dia sudah kembali ke tempat seharus nya dan kini giliran arwah korban lain yang ikut menjadi korban kecelakaan batin Tika.
Tanpa sadar tika terus memandang hantu itu tanpa berkedip.walau terlihat tampan tapi tatapan mata nya tampak menyedihkan persis dengan tatapan hantu kakek yg sebelum nya.
Tak lama kemudian hantu tersebut memalingkan wajah nya ke arah Tika
"tolong aku."
Entah hantu apa yang merasuki Tika pada saat itu.untuk pertama kali nya Tika mau menolong hantu.bahkan sampai sekarang hantu itu menjadi teman nya yang paling dekat dengan nya.
*******
Tika: Jo
Paijo: hem...
Tika:kok ngak ada yg baca cerita kita ya?emang jelek bgt gitu?
Paijo: sadar neng ama kemampuan.
Tika:hehehe....ya kali aja ada yg lagi khilaf trus mau baca.
Paijo: ya doa aja sapa tau banyak orang khilaf.trus nemu kita.
Tika: khilaf....khilaf....khilaf....