Paijo

Paijo
Enem



Seperti hari hari sebelum nya hari ini juga hari yang sibuk di kafe.rencana Tika untuk membantu Juminten kini tinggal rencana saja.


Selain karena kesibukan Tika di kafe ternyata kedua kakak nya sedang tidak bisa di ganggu.


jika biasa nya mereka datang sendiri tanpa di undang kini mereka hilang bak di telan bumi.


Menurut info dari Paijo yang kata nya dapat info dari hantu di sekitar rumah kakak nya mereka sedang tidak di rumah.


kakak pertama nya sedang pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan.sedang kan kakak kedua nya pergi mendaki gunung sama pacar nya.


menyelam sambil minum air kata nya.awas aja kalau pulang pulang dari gunung bawa oleh oleh bayi.


Kini keinginan Tika untuk meminta tolong pada mereka kandas sudah.


Seperti biasa tika sedang memindahkan makanan pesanan pelanggan dari nampan ke meja saat pintu kafe kembali terbuka yang menandakan kedatangan tamu baru.


"Selamat siang.selamat da...."gila dateng lagi tuh orang batin Tika begitu melihat Bima yang masuk.


Dan bukan hanya itu kini bima sudah berdiri di samping Tika yang baru saja selesai melayani tamu.


"Kak Andra ada?"


Udah kayak bos aja nih cowok.baru juga adik bos batin Tika


"Dapur." Jawab tika sekedar nya


"Ngapain?"


"Kayak nya sih nyuci piring"


"Udah gila apa msak bos suruh nyuci piring.lagian ya kak Andra kan koki ngapain nyuci piring bukan nya masak." Bima menunjukan ekspresi kesal sambil menaruh kedua tangan nya di pinggang.


Tak kalah kesal nya dengan bima kini Tika juga menaruh kedua tangan nya di pinggang


"Udah tau kakak situ koki.ya kalau di dapur masak lah pake nanya lagi.emang nya anak tk pake harus di jelasin panjang kali lebar."


"Wo...slow dikit napa mbak" Bima mengangkat kedua tangan nya ke atas.


"Mau di potong tuh tangan"


"Lagi pms ya.sensi banget"


Kata kata Bima di balas Tika dengan menarik tubuh bima menjauh dari meja pengunjung yang merasa terganggu dengan pertengkaran mereka.


"Pergi sana.ganggu tamu aja.lagian kamu mau cari bos kan.hus...hus." Tika mengibas ngibas kan tangan nya mengusir Bima menjauh yang di balas Bima dengan menjulurkan lidah nya sambil menjauh.


Emang tuh bocah biar kata kayak caberawit tapi kalo liat badan nya semok macam anak ayam warna warni bisa bikin bagian tubuh bima yang bawah berdesir pikir Bima.


Weleh weleh mikir apa aku ini batin Bima menggelengkan kepala nya untuk mengusir pikiran kotor nya dan segera berlalu menuju dapur.


"Ngapain kamu kesini" adalah kata sambutan Andra untuk Bima


"Aku perlu bantuan kamu kak."


"Tunggu di ruangan ku."


********


Bima pov


Ruangan kak Andra masih sama seperti beberapa bulan yang lalu.masih berwarna kuning cerah dengan sedikit perabot.di ruangan yang tak seberapa besar ini hanya terdapat satu sofa panjang warna hitam dan meja kaca. tak ada televisi di ruangan ini karena kak Andra tidak suka menonton tivi.di pojok ruangan hanya terdapat satu rak buku yang berisi buku buku koleksi kak Andra,mulai dari buku masak sampai komik kesukaan kak Andra ada.


Dan di dinding ruangan ini hanya ada satu foto berukuran sedang yang berisi gambar keluarga mereka.mami,papi,kak andra,bima dan kakek.


Yah orang tua yang ada di foto itu adalah kakek mereka.


PATRICK JONATHAN KUSUMA .


Nama yang sekarang enggan untuk ku sebut kan lagi.


Dulu aku selalu menghormati orang ini.dia adalah orang selain orang tua ku yang begitu menyayangi dan mengerti aku.tapi semua nya berubah sejak tragedi yang melibat kan sasa.


Sasa pacar ku,wanita ****** yang kakek ku sengaja jodoh kan pada ku.


Atau mungkin aku harus menyebut nya sebagai wanita sisa kakek yang ia berikan padaku?


saat pertama kali kakek menjodoh kan ku dengan sasa sebsenar nya aku tak terlalu peduli.


Sasa adalah gadis cantik bertubuh seksi dan sedikit liar dengan gairah yang tinggi.secara terang terangan dia mengaku sangat tertarik padaku.


Laki laki mana yang mau menolak gadis seperti sasa,gadis yang mampu memuaskan lelaki sepertiku.


Hanya memandang tubuh nya saja sudah membuat bagian bawah tubuh ku berdiri tegak.apalagi jika dia sudah mulai mencumbui tubuh ku rasanya semua bagian tubuh ini berdesir nikmat.


rasa acuh yang pertama kali kurasakan menjadi rasa peduli sejak dia menyerahkan kesucian nya padaku.Aku mulai percaya pada nya.


sejak saat itu kami jadi lebih sering bercinta hingga rasa nya bagai sebuah candu bagi ku.


mungkin karena kami memang sudah bertunangan jadi dia tak ragu lagi untuk melakukan semua itu.aku pun menjadi nyaman dan menerima perjodohan ini.


Hingga pada suatu hari tanpa memberitahu terlebih dahulu aku pergi ke apartemen nya.karena sudah sering ke sini aku bisa tahu pasword apartemen nya.


Ruang tamu terlihat sepi saat aku memasuki ruangan apartemen nya.tak ada sedikit pun tanda tanda keberadaan sasa di rumah itu.


Aku pun bermaksud mencari sasa di kamar nya,tapi langkah ku langsung berhenti di depan kamar nya begitu aku mendengar sebuah percakapan


"Ayo dong kek kasih aku uang.ngak banyak kok cuma 20 juta."


"Buat apa lagi kamu minta uang.bukan nya selama ini Bima udah ngasih apapun yang kamu mau."


"Kalo barang sih iya.masak kalo uang pake minta Bima.ngak kali kek.


Lagian aku minta kan ngak cuma cuma.aku kan slalu ngasih ganti nya.


Aku ganti dengan kepuasan.mau apapun aku kasih.lagian untuk ukuran laki laki tua, kaket masih kuat kok."


Aku yang sedari tadi mendengar percakapan kedua orang itu merasa jijik dan marah mendengar nya.tak kuasa lagi membendung emosi aku membuka pintu dengan kasar.


Dan tampak lah pemandangan yang tak akan pernah bisa aku lupakan.


Sasa yang hanya berbalutkan handuk mulai dari dada hinga di atas lutut dengan rambut basah terurai sedang bergelayut manja pada kakek ku.


Dan mereka berdua hanya terdiam membisu melihat ku yang tiba tiba memasuki kamar


"Bima....." kakek ku yg pertama kali membuka suara


"Apa ini kek?"


"Kakek bisa jelasin sayang." Kakek mendorong sasa hingga terlepas dari tubuh nya.


"Kalian sungguh menjijik kan."


Akupun segera berlalu meninggalkan apartemen sasa tanpa menghiraukan lagi panggilan dari dua orang di belakang ku.


Rasa nya dada ini seperti terhimpit beribu ribu batu.kecewa tentu saja,marah apalagi.rasa nya pada saat itu aku ingin melampiaskan kekesalan ku pada seseorang tapi aku tak ingin menambah keruwetan masalahku.bahkan aku tidak menceritakan masalahku ini pada sahabat ku.hanya kak andra yang tau tentang kisah ku.karena kak andra yang menyeretku keluar dari rumah ku setelah selama tiga hari aku menenggelamkan diri dalam minuman keras.


Kedatangan kak andra saat itu bukan hanya menyadarkan ku dari mabuk tapi juga memberikan kabar yang tak ku sangka.


Kakek ku dan sasa meninggal karena kecelakaan dalam satu mobil yang sama.


********


Tika: hore......(jingkrak2)


Paijo: napa sih Tik pake jingkrak2.diet cara baru ya?


Tika: kamu mah gitu deh Jo.aku kan lg seneng


Paijo: seneng napa?


Tika: ada yg mampir ke cerita kita Jo.


Paijo:waduh!!!!


Tika: kok gitu sih?


Paijo: ya Tuhan sadar kanlah orang tersebut


Tika: nimpuk paijo pake batang pohon