
Sebenar nya sudah seminggu ini tanpa Tika dan Bima sadari selama ini Paijo selalu mengawasi mereka berdua. Setelah masalah perjodohan yang menyebabkan hubungan baik nya dan cucu nya berantakaan Paijo menjadi merasa sangat bersalah.
Dari awal Bima tinggal bersama Tika sebenar nya Paijo sudah bisa menebak bahwa Bima punya maksud yang lain. Awal nya dia hanya diam saja tapi setelah seminggu ini diamati nya tingkah cucu laknat nya yang tega membohongi gadis sepolos Tika membuat nya jadi marah.
Ini tidak bisa di biarkan. Dasar buaya buntung ngak mutu ada aja akal licik nya biar bisa ambil kesempatan dalam kesempitan. Kemarin aja udah berani pegang pegang barang terlarang nya Tika eh sekarang malah minta bobok bareng.
Paijo di buat kesal dengan tingkah cucu nya tapi beberapa saat kemudian dia jadi mendapat ide.
Dari pada terjadi hal hal yang di ingin kan lebih baik percepat saja keinginan. Baiklah lah cucu durhaka kalau kamu memang ngebet banget pengen buat anak. Okey lah gas yok biar kakek mu bantu menggapai cita cita mu itu.
Dan pergilah Paijo dengan segera ke tempat Juminten.
Begitu bertemu dengan juminteng dia langsung memberitahu rencana nya.
"Pokok nya begitu aku kasih aba aba kamu langsung masuk tubuh Tika terus kamu mulai beraksi."
"Beraksi yang gimana Jo maksud kamu?"
"Terserah kamu deh. Mau kamu apain nanti cowok Tika."
"Cium boleh?"
"Boleh."
"Pegang pegang?"
"Boleh."
"Di ajak bobok?"
"Bo...eh jangan dong. Bisa ternoda dong tubuh cucu aku nanti."
"Lah trus ngapain cuma di cium saja,ngak asik nih Paijo."
"Pokok nya ikuti saja instruksi ku. Jangan macem macem kalau tidak ada arahan dari ku."
"Siap deh Jo. Trus kapan rencana nya di laksanakan?"
"Sekarang."
"Hah...beneran sekarang?"
"Iya sekarang. Buruan yuk kita pergi."
"Siap laksanaakan."
Sesampai nya di tempat Tika,Paijo dan Juminten mencari posisi yang dia anggap aman. Dilihat nya Tika dan Bima sedang asik bercanda.
"Bagus saat ini Tika terlihat sedang lengah. Ayo Minten laksanakan rencana kita."
"Siap Bos."
Dalam sekejap Juminten sudah terbang menuju arah Tika. Dalam keadaan yang sama sekali tidak waspada Tika tak menyadari kehadiran Juminten.
Wush...dalam sekejam Juminten pun memasuki tubuh Tika.
"Kakanda...sampean kok guanteng to. Adinda rasa nya tak kuasa menolak pesona dari Kakanda yang begitu mempesona. Jikalaupun saat ini Kakanda meminta kesucian Adinda,saat ini juga Adinda rela."
Tiba tiba saja Tika berubah menjadi lemah gemulai dan kalem. Tutur kata nya yang sudah sangat mirip bak bintang drama jaman kerajaan membuat semua orang diam membisu.
"Wah bener nih si Tika kerasukan,gaya nya udah mirip pemain film jaman kerajaan." Ucap Joko
"Tik sadar Tik,di sini ngak ada dukun. Ngak usah ngrepotin deh." Vivi terlihat cemas dengan keadaan Tika
"Kakanda....lihat lah para pemuda pemudi ini menghina diri ku. Adinda tidak bisa menerima semua ini kanda. Pokok nya kanda harus membalaskan sakit hati dinda hiks...hiks...hiks."
Bak sebuah adekan sinetron Tika terus saja menangis sambil memukul mukul dada nya.
Fiks ini udah ngak bener pikir Bima. Kalau dalam keadaan normal ngak mungkin Tika bisa mewek seperti ini.
"Cup...cup...cup sayang nya kanda. Udah ngak usah di ladeni dua manusia yang tak jelas ini. Yok ikut kanda aja."
"Kemana kanda?"
"Kita ke ruangan kanda aja yuk."
"Siap kanda." Sambil menggandeng tangan Bima dengan erat nya mereka pergi meninggal kan Vivi dan Joko yang di buat melongo dengan tingkah Tika yang tak seperti biasa.
Kini sampailah Bima ke dalam ruangan nya masih dengan Tika yang bergelayut manja di tangan nya.
"Nah sekarang coba katakan siapa nama Adinda yang manis ini."
"Juminten kakanda."
"Kok dinda Juminten bisa disini sih?"
"Soal nya salah satu keinginan dinda dari dulu pengen banget di peluk laki laki yang tampan seperti kakanda begini."
Apa? Bima pun di buat kaget dengan tubuh Tika yang tiba tiba memeluk nya.
"Eh tunggu dulu,jangan main peluk peluk aja kan jadi pengen."
Walaupun Bima tahu kalau yang sekarang berada di tubuh Tika adalah orang lain eh hantu yang lain tapi tetap saja tubuh normal nya bereaksi dengan cara yang semesti nya. Hati nya mulai berdesir merasakan pelukan tersebut.
"Jadi kalau yang lain boleh ya kanda?"
"Yang lain gimana maksud nya?"
Cup....
Bima kembali di buat terkejut dengan serangan yang tiba tiba. Tubuh Tika tiba tiba saja mencium nya dengan agresif seperti orang yang sudah sangat berpengalaman. Tak jauh berbeda dengan nasib bibir nya lidah Bima juga tak luput dari serangan dari bibir Tika kwalitas KW super.
Tak cukup hanya dengan bibir nya kini tangan Tika mulai bergerak ke arah kancing baju Bima.
Satu persatu kancing baju Bima di buka nya hingga terlepaslah seluruh kancing baju Bima yang akhir nya menampak nya dada bidang nya.
Di raba nya dada Bima secara perlahan dan mempermainkan nya.
Ahh....******* nikmat keluar secara begitu saja dari mulut Bima. Merasa sudah sangat tegang Bima segera membawa Tika ke arah sofa yang ada di ruangan nya dengan cara mengendong nya. Sesampai nya di sofa Bima merebahkan Tika di sofa dan segera menindih nya.
Dilepaskan nya baju Tika dengan ter gesa gesa. Setelah berhasil melepas baju sekarang Bima mulai menikmati tubuh nya,di mulai dari bagian atas nya. Karena asik nya dengan kedua benda tersebut Bima sampai tak menyadari jika ada yang berubah dari diri Tika.
******* tak lagi keluar dari mulut Tika kini wajah nya di gantikan dengan raut wajah orang yang terlihat sedang kebingungan.
" Brengsek kamu Jo. Kok aku di tarik keluar sih. Kan nanggung lagi enak." Ternyata Juminten yang sedari tadi merasuki Tika kini sudah di tarik keluar oleh Paijo.
"Udah kamu pergi aja biar mereka yang lanjut kan."
"Lhah terus aku gimana ini cerita nya?udah di ubun ubun lho ini."
"Cerewet kamu Minten,udah ayok pergi biar nasib yang menuliskan takdir mereka."
"Ta...ta..tapi." Paijo pun menarik Juminten dari tempat tersebut.
Dan wush...secepat kilat mereka berdua pun menghilang dalan sekejap.
Sedangkan Bima yang tak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi tetap melanjut kan apa yang dia sukai nya bahkan kini mulut nya bergerak turun ke bawah. Ke bawah tubuh Tika yang menjadi pusat dari semua kenikmatan di tubuh nya.
Sedang kan Tika yang kini sudah kembali lagi ke dalam tubuh nya menjadi sangat bingung. Ada yang sedang bermain main di kedua benda kenyal nya. Pertama kali rasa nya sangat aneh lalu berganti dengan rasa nikmak yang belum pernah dia rasakan sebelum nya. Rasa itu semakin bertambah saat bibir yang sedang bermain di tubuh nya beranjak semakin ke bawah ke pusat inti nya.
Tika tahu ini tidak benar. Sebuah jambakan Tika arahkan ke rambut Bima sebagai upaya terakhir untuk menghentikan nya. Tapi seperti nya sia sia belaka. Karena ternyata diam diam Tika juga menikmati nya.
Ahhh...kembali lagi suara itu muncul memacu semangat Bima yang sedang asik bermain di bawah sana.
Tak kuasa menahan hasrat nya lagi Bima segera melepas semua penghalang di tubuh Tika dan hanya berhenti sejenak untuk melepas baju milik nya sendiri.
Di buka nya kedua p*ha Tika hingga menampakkan tempat yang menjanjikan kenikmatan tersebut. Di arahkan nya milik nya ke milik Tika tanpa permisi lagi. Memainkan milik nya dengan segera tanpa menghiraukan rasa sakit yang di rasakan Tika. Perlahan tapi pasti permainan Bima terus berlanjut hingga berakhir dengan pelepasan Bima.
Setelah semua nya selesai kini hanya rasa lelah yang tersisa setelah kenikmatan tersebut berangsur angsur surut.
Dengan mata yang sedikit sayu di pandangilah wajah Tika oleh Bima. Di tatap nya wajah gadis yang kini tak gadis lagi. Baru saja dia mengetahui bahwa ini adalah pengalan yang pertama bagi Tika.
Rasa nya sungguh sangat berbeda seperti saat pertamakali dia melakukan nya dengan Sasa. Seperti nya milik Tika memang belum pernah terjamah oleh siapa pun berbeda dengan Sasa walau milik nya masih sempit tapi tidak senikmat milik Tika.
Lalu apa yang harus dilakukan nya sekarang?
Dia tak tahu apakah sudah ada benih cinta di hati nya kini. Tapi yang pasti kini dia semakin yakin kalau dia berat untuk melepaskan Tika.
Sedangkan Tika jadi tak kalah bingung nya.
Apa ini yang di namakan bercinta? Apakah memang rasa nya sakit tapi begitu nikmat? Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lain di kepala nya seperti apakah aku akan hamil?
"Sayang kamu kenapa?" Bima menyadari tatapan cemas kekasih nya. Dia pun mulai bangun dari tubuh Tika.
"A..a..aku ngak tahu. Aku bingung." Tika menjawab dengan tergagap.
"Maafkan aku yang tidak bisa menahan diri. Sebaik nya kita membersihkan ini dulu aku akan keluar sebentar untuk berbicara pada kak Andra dan karyawan nya agar mereka tidak curiga setelah itu baru kita bicara."
Tika mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban. Setelah nya Bima membantu Tika memakai kembali pakaian nya dan pakaian nya sendiri baru setelah itu dia keluar ruangan.
Sedangkan Tika hanya bisa terbengong melihat diri nya sendiri. Gimana kalau aku hamil? ngak bisa,aku bisa habis sama kedua kakak ku kalau ketahuan. Lalu aku harus bagaimana?
Pil KB
Ya akhir nya Tika memutuskan harus segera mendapat kan obat tersebut. Tanpa berpamitan dengan siapa pun Tika langsung keluar dari ruangan tersebut. Walau bagian bawah tubuh nya masih sakit dan tak nyaman.