
"Tik...Tika...."
Mendadak Bima menjadi panik saat tak ada jawaban yg keluar dari mulut Tika.
Dia segera berlari keluar untuk mencari pertolongan.
Lelah mencari ke seluruh tempat,Bima tak menemukan seorang pun di sana.
Malahan seluruh ruangan sekarang sudah menjadi gelap karena tampak nya semua pegawai dan kakak nya sudah pulang.
Dan bertambah panik lah Bima saat mengetahui nya.
"Gimana nih."
Bima melihat sekililing dan tatapan nya jatuh pada kotak obat yg ada di dekat kasir.
Segera ia mengambil beberapa obat dan kembali menuju Tika yg masih pingsan di gudang.
Sesampai nya di samping Tika,Bima malah bingung apa yg harus di lakukan.
"Perasaan tadi yg kejatuhan kardus bahu nya deh.apa punggung nya ya? hah....gimana nih"
Bima kembali menatap obat obatan yg di ambil nya tadi. Ia pun mengambil minyak kayuputih membuka nya lalu menaruh nya di depan hidung Tika.
"Eengh..."
Tika mulai bersuara walau masih memejamkan mata
"Kamu ngak kenapa kenapa kan Tik? mana yg sakit"
"Aw...aduh.rasa nya bahu ku mau copot."
Tika sudah membuka mata walau tak sepenuh nya. Tatapan nya terlihat sayu di mata Bima
"Bahu ya? sini aku liat dulu"
Aduh gimana liat nya? Pikir Bima kebingungan.kalau mau lihat bahu nya harus buka baju nya dong.
"Gimana Tik? kalau mo liat bahumu harus di buka dulu baju nya."
"Ngak usah deh."
"Tapi kan harus di liat dulu baru tau yg sakit.aku janji deh ngak ngapa ngapain kamu.udah ngak usah mikir macem macem"
Tika tidak bisa berfikir dengar jernih lagi.tiap ia ingin bersuara bahunya selalu berdenyut dengan rasa sakit yg luar biasa.yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara nya menyingkirkan rasa sakit itu secepat nya.
"Iya deh"
Dengan hati hati Bima mulai membuka baju Tika.baru dua kancing baju yg terbuka Bima sudah di suguhi dengan pemandangan kulit yg putih.
lanjut dengan kancing ketika,gundukan dada yg di lihat nya. Dan bahkan kini Bima bisa mencium aroma parfum yg di pakai Tika.
Pemandangan di hadapan nya seperti sebuah mantra yg menghipnotis nya. Dada yg terlihat lembut dan aroma yg tercium membuat Bima menghentikan kegiatan nya dan rasa nya ia sangat ingin menenggelamkan wajah nya di antara dada Tika.
"Bim...."
Deg....
suara Tika yg lembut menyadarkan nya dari lamunan
"Iii..ya,kenapa tik?"
"Sakit....."
Gawat.lama lama melihat pemandangan ini bukan malah sembuh.bisa bisa aku malah akan memperkosa nya di sini.mana yg di bawah sudah tegang sedari tadi.
"Aku bawa ke rumah sakit aja ya."
Tanpa menunggu jawaban nya Bima langsung mengangkat Tika dan membawa nya keluar dari gudang.
Bima akhir nya bisa bernafas lega lagi stelah mengantar Tika ke rumah sakit.kini ia tak lagi berperang dengan kata hati nya.
Antara mengobati atau malah memperkosa nya.
Kini ia sedang menebus obat Tika di apotik sambil menunggu dokter membebat bahu Tika yg untung nya tidak sampai patah.
Setelah mendapat kan obat nya ia segera kembali ke tempat Tika.
"Gimana dok keadaan nya?" Bima bertanya pada dokter yg sedang memeriksa Tika.
"Untung hanya sedikit terkilir.tapi untuk sementara waktu kalau bisa jangan di buat gerak dulu.biar cepet sembuh nya."
"Baik dok."
Setelah dokter itu pergi Bima menghampiri Tika yg masih berbaring lemas di ranjang.
"Gimana,udah mendingan?"
"Iya,udah ngak sesakit tadi"
walau sudah mendapat perawatan dari dokter,wajah Tika masih terlihat pucat dan lemah.
"Bim"
Deg...
Entah mengapa suara Tika yg memanggil nama nya membuat getaran halus timbul di hatinya.
suara itu terdengar seperti kekasih yg memanggil dengan manja.
Udah gila aku.bisa bisa nya di saat seperti ini memikirkan hal yg aneh.
"Ya Tik"
"Aku udah boleh pulang?"
"Ya. yuk aku anter kamu pulang."
Tanpa menunggu jawaban Tika ia langsung mengendong Tika di depan dada nya membuat Tika salah tingkah.
"Eh...anu Bim kayak nya aku bisa jalan sendiri deh."
"Wajah kamu aja masih pucet.udah diem aja."
"Tapi kan aku malu."
Bima melihat di sekeliling nya.ternyata banyak orang yg sedang memandang mereka.
Bukan hanya suster dan dokter yg ada di ruangan itu,tapi orang orang yg juga sedang menunggui pasien juga ikut melihat mereka.
Dan kebanyakan dari mereka berkata wow...melihat otot otot Bima yg menyembul keluar saat mengendong Tika di tambah lagi dengan paras Bima dan perawakan nya yg mirip model sexy cukup bisa membuat mereka cengar cengir sendiri dengan pikiran yg aneh aneh.
"Tutup aja mata kamu."
********
Belum sempat Bima menanyakan alamat rumah nya ternyata Tika sudah duluan tertidur di mobil Bima.
Mungkin karena Tika kelelahan karena menahan sakit tadi.
Jika di pikir pikir walau pulang sekalipun Bima juga yg bakalan ngak tenang. Karena ternyata Tika tinggal seorang diri di tempat kos nya.
Hal ini Bima ketahui saat tadi ia menelfon kakak nya untuk mengabari dan menanyakan alamat Tika.
Dan kini mereka sudah sampai di depan rumah Bima.
Dengan sangat hati hati Bima kembali mengendong Tika setelah sebelum nya Bima membuka pintu rumah nya,karena Bima tinggal sendiri di sini.
Dengan sangat pelan Bima meletak kan Tika di kasur.
Di pandangi nya Tika dengan seksama. Wajah nya masih terlihat sedikit pucat walau tak sepucat tadi. Rambut nya yang tadi di ikat rapi kini sudah acak acakan.
Wajah nya tampak penuh dengan keringat,begitu pula baju nya yg basah dengan keringat.
Apa dia nyaman tidur seperti itu? harus nya badan nya di lap dan bajunya di ganti.
Tapi gimana ganti nya?masa iya aku harus gantiin baju nya. Ngak ah ntar di kira aku mesum lagi,biar aja gitu.
Tapi kalau ngak di ganti ntar ngak nyaman tidur nya.
Ganti
Enggak....
Ganti....
Enggak.....
Ganti.....
Dan begitulah perdebatan hati Bima hingga akhir nya "ganti" lah yang menang.
Ia pun pergi ke kamar mandi untuk mengambil sebaskom kecil air dan handuk kecil dan di letak kan di meja di samping tempat tidur.
Bima duduk di pinggir ranjang dengan sangat hati hati,takut membangunkan Tika.
Ia mulai dengan membuka ikatan rambut Tika di lanjut kan dengan mengelap wajah nya dengan pelan.
Setelah itu dia berlanjut dengan membuka baju seragam Tika yg sudah basah dengan keringat. Setelah baju nya terbuka,di pandangilah tubuh Tika.
Bima sangat takjub dengan apa yg dilihat nya.
Kulit putih dan bersih.
Dan benda yg ada di sana Wow...dada nya sungguh pas dengan kriteria Bima,tidak kecil ataupun terlalu besar. Rasa nya pasti sungguh nikmat.
Dan lihat saja leher nya yg indah. Bagaimana rasa nya leher itu di mulut nya nanti,pikir Bima.
Saat Bima sibuk dengan pikiran nya sendiri, tanpa Bima sadari sesosok bayangan tampak hadir di kamar tersebut.
Bayangan tersebut mulai mendekati Bima. Bayangan itu makin mendekat hingga mulut nya mulai berbisik di telinga Bima.
Bukankah tubuh nya terlihat nikmat? Cicipi sedikit saja Bima. Hanya sentuh sedikit. Sentuh Bima
Lupa dengan tujuan awal nya. Bima pun mengarah kan mulut nya ke leher Tika. Ciuman dan gigitan kecil yg di arah kan Bima di leher Tika membuat si pemilik mengeluarka erangan.
"Eh...."
Suara itu bagai lampu hijau yg membuat Bima lebih berani.
Kini bukan hanya mulut nya yg berada di leher,tapi tangan nya sudah naik ke dada. Tangan nya meremas pelan dan memainkan ujung nya dengan nikmat.
Rasa nya sungguh Bima tak bisa berhenti menikmati tubuh ini hingga sebuah suara menyadarkan nya.
Prang.....
suara pigura foto yg jatuh membuat pikiran Bima kembali.
Gawat......hal gila apalagi yg kulakukan.
Bima langsung menarik tangan nya yg masih berada di dada Tika.
Tanpa mengelap tubuh nya. Bima langsung memakaikan Tika kaos nya yg terlihat kebesaran di tubuh Tika.
Dan sungguh dia terlihat sangat seksi.
***********
Apa ini hanya mimpi?
Atau ini hanya efek dari obat yg tadi aku minum?
Atau ini hanya khayalan dari seorang gadis yg kelamaan jomblo?
Ngak mungkin! Aku yakin ini nyata.
Apakah seharus nya aku memukul nya?
Menendang nya atau mungkin menggigit nya saat bibir yg basah itu mulai membuat kenikmatan di tubuh ini.
Woi....sadar neng. Nikmat kau bilang?
Jika ada lelaki yg mencium dan meraba raba tubuh mu bukankah sudah seharus nya mereka di hajar atau setidak nya di tampar?
Tapi aku menyukai nya. Tubuhku berdesir nikmat saat ia mulai menciumku. Ada rasa "geli" yg tidak bisa aku definisikan saat tangan nya mulai menyentuh dan meremas dada ini.
Jika otak ku menyuruh untuk memukul tapi mulut dan tubuh ini berkata lain.
Bibir ini hanya bisa diam merasakan sensasi yg baru pertama kali kurasakan.
Dan mata ini tidak jauh beda dengan mulut ku, hanya bisa terpejam seolah ada beban berat di atas nya.
Lalu sekarang aku harus bagaimana? Toh dia juga tidak tau kalau aku cuma pura pura tidur.
Apakah harus pura pura tidak terjadi apa apa?
Segera bangun dan menampar nya?
Minta lagi?
Seperti nya aku sudah gila.
Efek dari kelamaan jomblo.