
Di suatu senja
Angin sedang bertiup dengan lembut saat aku memutuskan untuk berhenti di sebuah bangku di bawah pohon yang tumbuh di tepi danau buatan di dekat tempat tinggal ku pada sore itu.Tampak nya tak hanya aku sendiri yang ada di tempat itu.Banyak anak anak yang bermain di tepi danau itu bersama dengan keluarga mereka,ada pula sepasang kekasih yang sedang asik bercengkrama di sebuah bangku taman.
Secara keseluruhan tempat ini memang asik untuk di jadikan sebagai tempat untuk sejenak melepas lelah baik itu dengan teman,keluarga,bahkan pacar.
Ngomong ngomong aku kesini ngak sendiri lo.aku juga sedang bersama sesosok pria yang berwujud sangat rupawan.
Paijo namanya.hah...?nama apaan tuh?percaya ngak percaya memang itu namanya. Paijo nama nya,jawa suku nya,berwujud menawan seperti aktor hollywood dengan kulit sawo matang. Dengan badan tegap dan perawakan seperti itu dia terlihat seperti bintang film.
Apalagi dengan tinggi yang.....
Entah lah berapa cm tinggi nya. Aku tidak mengetahui berapa tepat nya tinggi mahkluk ini karena aku tidak bisa melihat ujung kaki nya.
Mungkin karena Paijo memang bukan manusia. Sungguh menyedihkan rasanya berada di sini dengan mahkluk yang bahkan keberadaan nya masih di ragukan sebagian orang.
"Rame ya jo. Emang enak ni tempat buat main."dilihatnya Paijo yang hanya diam sambil menatap lurus ke depan.
"Jo kamu kenapa diem aja dari tadi?"
"Diem deh tik. Orang pada ngeliatin kamu tuh,di kira nya kamu gila ngomong sendiri."
Ups.....lupa. Aku selalu lupa kalau ngak semua orang bisa melihat mahkluk lain kayak aku. Jadilah aku sering kali di sangka orang gila jika sedang berinteraksi dengan mahkluk lain.
Aku yang sejak dari kecil mempunyai kelebihan indra ke enam sudah tidak asing lagi dengan pandangan aneh dari orang skitarku. Dulu ku anggap semua orang sama dengan diriku. Nyata nya teman teman ku selalu ketakutan jika aku mengatakan ada mahkluk halus,setan,hantu atau apalah sebutan mereka pkoknya mereka selalu ketakutan sendiri bahkan ada yg menatap jijik padaku seolah aku ini mahkluk aneh dari planet lain.
Sebenar nya bukan hanya aku yang mempunyai kemampuan ini dalam keluarga ku. Semua keluargaku mempunyai kemampuan yang sama.
Ayah,ibu,dan kedua kakak laki laki ku bisa melihat dan merasakan energi dari mahkluk halus. Kami bisa merasakan keberadaan mereka,melihat bahkan berkomunikasi dengan mereka.bahkan pada saat saat tertentu aku bisa mengeluarkan energi yang membuat mereka ketakutan dan pergi atau malah membuat mereka mendekat padaku. Itulah yang membuat aku dari dulu tidak terlalu menyukai kelebihan ini walau sekarang aku sudah bisa lebih menerima nya.
Yah tapi inilah hidup ku.jika di ibaratkan tanaman,saat ini aku sedang berada dalam tahap memilih benih. Aku memilih bersahabat dengan kemampuan ku yang bisa melihat mahkluk tak kasat mata. Walau dulu aku pernah merasa menderita dan tertekan dengan kemampuan ku. Kini aku memilih berdamai dan menerima nya. Karna ini adalah pilihan ku.
Aku yakin suatu saat nanti kemampuan ini akan tumbuh menjadi sesuatu yang berguna bagiku.
Jam di dinding sudah nenunjukan pukul 8 pagi saat sartika membuka mata nya.
"Kok ngak di bangunin sih Jo. Jadi telat kan" sartika langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka.
"Sampek capek aku bangunin kamu,salah kamu sendiri ngak bangun2."
"Yaelah udah tau aku sulit di bangunin,usaha dikit napa biar bangun"
"Susah ngomong karo bocah males "
"Yo wes lah sak karep mu(ya udah terserah kamu). Kamu gak mandi lg?"
Sartika keluar kamar mandi dengan wajah yang lebih segar setelah cuci muka. Tak lupa dia menukar baju bekas iler nya dengan kaos warna hitam dan celana jins hitam yang sudah tampak pudar warna nya.
"Ngak ah,udah kesiangan. Entar telat lagi"
"Kok ada ya anak perawan sejorok kmu. Mungkin ya cuma tinggal kmu spesies satu2 nya di muka bumi ini"
"Justru yg langka yg mahal.udah ah Jo aku berangkat dulu"
"Ya allah gusti....jdi anak ku udah aku cuci kamu di sungai. "
"Aku pergi dulu.dah jo"
Sartika berlari lari kecil dari depan rumah hingga sampai di depan gang.baru dari sini dia berjalan seperti biasa.
Tujuan sartika berlari adalah untuk menghindari mahkluk2 lain yang sedang bermain di gang depan rumah nya.kalo tidak sedang kesiangan biasanya ia akan menyapa mereka. Mereka adalah mahkluk yang tinggal di tempat itu jauh lebih lama dari penduduk asli kampung itu sendiri dan dengan wujud yg beragam.
Dari mulai anak kecil,nenek2 tua ampe wanita belanda semua nya ada.
Sesampai nya di jalan yg lebih besar tak lupa sartika menyapa ibu ibu yg sedang mengobrol.
" Pagi bu"
"Pagi nak tika" mereka membalas salam sartika dengan senyum.
"Gimana nak betah ngekos di situ"
"Ya betah dong bu,kan udah 4bulan di situ."
"Emang ndak takut nak.rumah nya kan di ujung gang.udah sepi jauh dari tetanga.ngak takut ada hantu"
" yang ada hantu nya takut sama saya.dah ah bu saya udah kesiangan.berangkat dulu ya"
Sartika segera melanjutkan perjalanan nya menuju tempat kerja.karena letak nya yang tak begitu jauh dari kosan nya sartika lebih memilih jalan kaki setiap hari nya.
########
Terima kasih sudah mau membaca karya pertama saya.