
Tika sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya saat ini. Saat ini Bima sedang di cengkeram kerah baju nya dan di angkat ke udara seperti hendak di jatuh kan. Dan yang lebih mengagetkan nya lagi semua itu di lakukan oleh sesosok arwah. Arwah gadis yang selama ini mengikuti Bima.
Bagaimana bisa sesosok arwah punya kekuatan seperti ini hingga bisa menyakiti manusia? Tika di buat kaget dengan semua ini. Apalagi kini keadaan Bima sedikit memprihatin kan karena beberapa bercak darah yang ada di tubuh Bima,tubuh nya terlihat lemah saat ini.
"Ti...Tika... " Bima memanggil Tika dengan suara yang nyaris tak terdengar.
"Lepaskan dia,siapa sebenar nya kamu?" Tika mencoba berkomunikasi dengan arwah gadis ini. Sedang kan Bima? jangan di tanya lagi,kini Bima terlihat sudah tidak berdaya.
"Aku adalah pemilik dari laki laki ini."
"Waduh sudah mirip mantan saja,dia memang milik ku tapi sayang itu dulu.Tapi sayang mantan yang sudah di buang tak bisa di kembalikan,dia bukan mainan yang bisa di miliki seseorang."
"DIAM GADIS SIALAN. Berani sekali kamu mengambil milik ku." Arwah itu berteriak marah pada Tika.
"Dia bukan milik mu jadi aku tidak mengambil nya dari siapa pun."
"MILIK KU." Sekali lagi arwah itu berteriak pada Tika.
"Berani sekali kamu mencium laki laki ku. Pasti kamu yang merayu nya. Dasar gadis ******."
"Oh jadi karena itu kamu marah?" Tika berusaha mendekati arwah itu perlahan dengan mengalihkan perhatian nya.
"Ya, karena hanya aku yang boleh jadi milik Bima. Aku tunangan Bima,SASA."
"Nggak peduli tuh."
Dengan jarak yang tak lagi terlalu jauh Tika berlari menerjah ke arah arwah tersebut. Sasaran utama Tika adalah leher nya.
Tika mencekik leher nya dan membanting nya ke lantai.
Merasa tidak siap dengan serangan dari Tika. Sasa melepaskan cengkraman tangan nya pada Bima yang membuat Bima yang sudah lemah terjatuh ke lantai.
"Dengar gadis cantik,siapapun kamu. Ini adalah peringatan yang pertama dan terakhir. Jangan lagi menyakiti manusia terlebih manusia yang berada di sekitar ku. Lebih baik kamu segera melepaskan segala urusan mu di dunia ini dan kembali ke alam mu yang seharus nya." Masih sambil mencekik leher arwah itu Tika memcoba berbicara kepada nya.
"Simpan saja ceramah tidak berguna mu itu."
"Rupa nya kamu tipe arwah yang tidak bisa di ajak bicara baik baik. Minta nya di sakitin baru ngerti." Merasa kalau dia hanya akan membuang buang waktu saja jika berbicara dengan nya,Tika mulai membaca mantra. Mantra yang sama yang pernah membuat Paijo menjerit kesakitan.
"Argh...sakit....sakit....lepaskan." Sasa terus menjerik kesakitan.
"Tolong lepaskan dia Tik."
"Kamu...?"
"Aku mohon."
Begitu Tika berhenti, Sasa langsung berlari menjauh dan menghilang.
Kini tinggal lah mereka bertiga yang berada di kamar tersebut.
Tanpa menghiraukan keberadaan Paijo yang tadi sempat menghentikan diri nya, Tika berjalan ke arah Bima. Walau sebenar nya dia tidak kuat menahan berat dari tubuh Bima tapi Tika tetap membantu nya berdiri. Dia mecoba membaringkan tubuh Bima yang berat ke ranjang. Setelah berhasil dia meninggalkan nya sebentar untuk mengambil kotak obat.
"Sebenar nya apa yang terjadi?" Saat ini Tika sudah mulai mengobati luka di tubuh Bima.
"Memang nya apa yang terjadi?"
"Jangan menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaaan. Aku tahu kamu paham apa maksud ku. Tadi aku sungguh sangat terkejut. Tubuh ku tiba tiba terhempas begitu saja seperti ada seseorang yang melempar ku. Tapi aku tidak melihat siapapun di sini." Bima bergidik ngeri mengingat kejadian yang baru saja dia alami.
Tika menghentikan sejenak apa yang sedang dia lakukan saat ini. Dia menatap lekat lekat wajah Bima dan menimbang nimbang apakah dia harus mengatakan yang sejujur nya pada nya.
"Apa kamu percaya dengan ada nya mahkluk lain selain manusia?" Tanya Tika.
"Apapun itu nama nya."
"Mungkin.karena ada beberapa hal yang aku tahu tidak bisa di jelaskan secara logis."
"Apa kamu pernah melihat sendiri hal seperti itu?"
"Belum."
"Jika kamu melihat nya sendiri apakah kamu akan percaya?"
"Mungkin saja."
"Kalau begitu kamu baru saja menjawab pertanyaan mu sendiri. Apa yang baru saja terjadi pada mu memang tidak bisa di jelaskan secara ilmiah dan logis. Karena...selamat Bima,untuk pertama kali nya kamu baru saja bertemu dengan hantu."
************
Saat ini Bima sedang berada di ruang tamu bersama dengan Tika. Di pandang nya wajah Tika lekat lekat. Bima berfikir apakah sebenar nya Tika sedang berbohong pada nya?
Memang benar dia percaya jika hantu atau apalah itu nama nya memang ada. Karena dia pernah melihat hal seperti itu. Beberapa klien yang juga ada yang percaya hal hal tersebut.
Seperti contoh nya saat pembangunan sebuah tempat kadang terdapat beberapa kendala yang tak masuk akal seperti tanah yang akan di jadikan lahan bangunan tiba tiba berbau anyir darah atau pohon yang sudah di tebang ke esokan hari nya tiba tiba saja sudah berdiri kembali dengan kokoh. Dan biasa nya hal itu akan selesai jika sang klien sudah memanggil orang pintar atau dukun.
Dan seperti nya dia sedang mengalami hal mistik tersebut. Tapi ini masih membingungkan bagi Bima karena apa yang terjadi pada diri nya beberapa saat yang lalu karena Sasa. Sang mantan yang ingin di lupakan Bima keberadaan nya.
Dan satu hal lagi yang membuat Bima terheran heran. Tadi Tika baru saja mengatakan jika saat ini Kakek nya sedang ada Bersama mereka. Lebih tepat nya arwah Kakek nya saat ini yang sedang ada bersama mereka.
"Sejujur nya aku masih sulit percaya dengan ini semua." Bima kembali berbicara setelah tadi terdiam setelah mendengar semua cerita dari Tika dan tak lupa posisi duduk Bima kini semakin mendekat ke arah Tika karena jujur saja Bima sedikit takut. Tadi Tika sudah menceritakan semua hal yang dia ketahui dari Paijo alias Patrick yang sebenar nya adalah kakek dari Bima.
" Bagian mana nya yang tidak kamu percaya?"
" Bagaimana bisa kakek ku yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu tiba tiba saja datang padamu? Apa kamu fikir itu masuk akal?"
"Lalu apakah masuk akal jika kamu tiba tiba saja terlempar kesana kemari seperti bola padahal tidak ada orang di sekitar mu?"
Bima memikir kan kembali apa yang di katakan Tika memang semua masuk akal.
"Semua yang kamu katakan memang benar. Aku hanya tidak menyangka saja jika aku sendiri yang akan mengalami kejadian yang tidak masuk akal ini. Aplagi ini tentang kakek. Jadi menurut mu apa yang harus aku lakukan?"
"Itu...apa tidak sebaik nya kamu bicara saja dengan Bos Andra? mungkin dia tahu apa yang harus kamu lakukan."
"Kamu benar, aku harus meminta bantuan Kakak."
"Tapi Bim aku mohon satu hal sebelum kamu meminta bantuan pada Bos Andra."
"Apa?"
"Tolong jangan beritahu pada Bos Andra kalau aku bisa melihat mahkluk halus."
"Kenapa harus kamu sembunyikan?"
"Karena aku tidak mau dianggap gila."
"Mana ada hal yang tidak masuk akal seperti itu. Sekarang banyak orang yang malah bangga mempunyai kemampuan tersebut. Mereka malah memamerkan nya di media sosial."
Hah... Tika menghela nafas
"Yah syukur deh kalau kemampuan mereka bisa di terima sekitar. Tapi itu semua tidak terjadi padaku dulu. Dulu setiap hari selalu saja ada mahkluk halus di sekitarku. Aku hanya berusaha memberitahu teman teman ku,tapi mereka malah ketakutan dan menganggap ku gila. Mungkin karena mereka hanya lah seorang anak kecil. Cerita tentang aku yang bisa melihat mahkluk halus menyebar dari mulut ke mulut hingga akhir nya aku di jauhi banyak orang."
Ternyata Tika menyimpan cerita yang begitu memilukan di balik sikap ceria nya batin Bima. Jika aku jadi Tika mungkin aku tidak akan sanggup karena sedari kecil aku selalu hidup dengan penuh kasih sayang dan teman teman yang selalu mengelilingi ku. Terutama Kakek,orang no satu yang paling menyanyangi ku.