Paijo

Paijo
Sewelas



Apakah ini dejavu?


Lagi lagi Tika terbangun di tempat yang asing. Saat terluka dia pingsan dan terbangun di rumah Bima. Kali ini entah dimana dia saat ini.


"Aduh kepala ku." Tika mengaduh kesakitan saat membuka mata nya. Dia mencoba bangun dari tidur nya dan bersandar di kepala ranjang.


Ini di mana? Kok Aku bisa ada di sini? Udah mirip adekan sinetron aja, bangun bangun ngak inget apa apa


"Kamu udah bangun?" Tiba tiba sebuah pintu terbuka dan tampak lah Bima.


"Kok kamu sih Bim?"


"Emang kamu ngarepin siapa? Masih untung ada aku yang nemuin kamu."


"Nemu? Emang aku ilang dimana kok bisa kamu temuin? Perasaan tadi aku di rumah deh lagi ngobrol ama Paijo trus... terus apa ya? Kok aku ngak inget apa apa."


"Paijo siapa?"


"Eh...anu itu tetangga aku"


"Tau ngak kalau tadi aku nemuin kamu lagi pingsan di luar"


"Hah.. PINGSAN? "Perasaan dari orok aku ngak pernah pinsan. Baru dua kali ini aku pinsan dan selalu di tolong oleh Bima.


"Ya mana aku tahu. Lagi mens kali makanya anemia trus pingsan."


"Ya ngak mungkin lah aku pingsan cuma gara gara mens lagian aku ngak lagi mens. Emang aku bisa ngeluarin berapa liter sampe bisa pingsan."


"Apa nya yang literan?"


"Bensin."


"Ya Tuhan Tika. Kamu minum bensin sampai pingsan?"


Hah... Tika di buat semakin pusing saja


"Ngomong ngomong ini di mana Bi.. Mas Bima?"


"Kontrakan"


"Hah...? Perasaan kontrakan aku ngak gini deh. Ini kamar nya luas banget mana kasur nya empuk lagi. Nih liat nih di goyang goyang mantul nih." Tika menaik turunkan bokong nya bermaksud menunjukkan betapa empuk nya kasur tersebut.


"Cukup... Stop. Hentikan goyangan pantat mu atau ada ular yang akan terbangun."


"Argh...ular...." dalam sekejam Tika menghambur ke arah Bima. Dia langsung memeluk leher Bima dan mengaitkan kedua kaki nya ke pinggang Bima.


"Ngapain sih kamu pake acara nempel nempel kaya koala gini?" Bima di buat panas dingin karena kedekatan tubuh mereka.


Walau mulut nya mengomel tapi tangan nya dengan sigap memeluk tubuh Tika. Takut jika Tika terjatuh.


"Ya kamu pake bilang ada ular segala. Aku kan takut. Emang ular nya di mana?"


"Di bawah"


"Bawah mana? "


"Celana"


"Cela... "Tika melihat kearah bawah. Dan taulah dia apa yang di maksud Bima.


"Sialan kamu. Mau macam macam ya sama aku? "


"Yang pertama nemplok di tubuh ku siapa? "


"Aku"


"Jadi yang macam macam siapa? "


"Hehehe...maaf khilaf."Tika pun langsung turun dari tubuh Bima dan kembali duduk di ranjang.


"Jadi gimana cerita nya kok aku bisa sampai di sini? "Tanya Tika membuka percakapan.


Bima pun ikut duduk di samping Tika.


"Niat nya tuh tadi aku mau nunjukin tempat kontrakan ini ke kamu. Tapi begitu aku tiba,aku lihat kamu udah pingsan di luar rumah."


"Udah gitu aja?"


"Emang apa lagi? "


"Kontrakan aku jauh loh dari jalan raya."


"Nah itu tuh yang aku ngak demen. Untung aja aku udah nemu kontrakan yang baru.


Di bilangin ngeyel. Tempat kamu tuh ngak layak buat di huni."


"Ternyata kamu kuat juga ya gendong aku dari rumah sampe tempat parkir mobil kamu."


"Idih ge er. Siapa juga yang gendong kamu. Ngak nyadar apa badan kamu segede apa?"


"Lah trus gimana aku bisa nyampe sini? di glindingin gitu kaya galon air."


"Pengen nya sih gitu. "


Plak... Tika memukul bahu Bima.


"Gila ya kalo mukul ngak inget ama kekuatan. Orang belum selesai ngomong."


"Habis nya suka ngak jelas kalau ngomong."


"Tadi tuh aku minta bantuan warga buat ngangkat kamu sekalian ijin rt rw biar ngak di cariin. Entar aku di tuduh nyulik kamu lagi."


"Terus bawa nya gimana? "


"Untung nya ada warga yang punya gerobak yang biasa buat angkat pasir itu loh. Itu pun aku harus bayar mahal loh buat ngangkut kamu."


"Lebih mahalan ongkos angkut kamu malahan"


Yah nasib nasib,kok gini amat.


*************


"Jo... Keluar kamu"


Wush... Sekejap mata Paijo sudah berada di samping Tika


"Kenapa Tik?"


"Kok aku bisa pingsan? Perasaan kemarin kita lagi ngobrol ya? Kok aku ngak ingat apa apa"


"Itu kamu pingsang karena kaget Tik."


"Kaget? "


"Iya,begitu kamu denger tentang majikan si tuyul yang kena azab kamu langsung kaget terus pingsan. Untung ngak lama setelah itu Bima dateng."


Hah....sampai segitu nya


" Emang kena azab apa dia?"


"Keselek buah rambutan."


"Jangan ngaco ya Jo, mana mungkin aku pingsan gara gara hal sepele seperti itu."


"Ye... di bilangin ngeyel ni anak."


"Sepertinya kamu udah mulai ngak jujur. Kamu inget kan aku paling ngak suka di bohongin?"


"Iya...iya tahu.Kamu juga tahu kan kalau aku ngak pernah bohong sama kamu."


"Tik ayo makan,udah aku siapin nih makanan nya."


Terdengar suara Bima yang memanggil dari luar


"Ya bentar" Teriak Rika menjawab Bima.


"Pembicaraan kita belum berakhir,ingat bahwa aku paling tidak suka di bohongi."


**************


"Bentar dulu,ini gimana maksud nya? "Tika tanpa keheranan dengan penjelasan Bima barusan.


"Ya gitu, mulai sekarang kamu tinggal di sini. Dan ini sekarang jadi tempat kontrakan baru kamu."


"Tapi.... "


"Tapi kamu tinggal nya sama aku."


"Kenapa mesti sama kamu sih Bim?." Tika sudah sangat kesal mendengar penjelasan Bima bahwa sekarang kontrakan Tika berpindah ke tempat baru ini. Dan parah nya Bima juga akan ikut tinggal di sini. Sudah mirip sinetron saja.


"Mas Bima"


"Denger ya B.I.M.A.....aku ngak ngerti sama sekali dengan jalan pikiran kamu. Bisa bisa nya baru kenal udah maksa maksa manggil Mas, dan ini kamu udah seenak nya nyuruh aku tinggal di sini tanpa persetujuan aku. Jadi curiga aku, jangan jangan kamu ada niatan ngak beber sama aku. "


"Tapi tempat nya nyaman dan enak lo Tik"


"Aku ngak peduli ya walau kasur nya enak dan empuk sekalipun."


"GRATIS......"


"Aku ngak.... "


ngratis.. ..dia bilang? di jaman kencing aja bayar kok bisa ada kontrakan yang gratis?


Ini pasti ada udang di balik bakwan.


"Kok bisa gratis? "


"Ya bisa lah. Ini kan rumah punya temen aku. Cuma ngak kepake aja.jadi aku bisa nempatin dengan bebas. Ya kalau kamu mau numpang kan gratis jadi nya. Asal sama aku. Kan ngak mungkin juga temen aku ngijinin orang ngak di kenal tinggal di sini."


"Terus maksud nya aku di suruh tinggal di sini apa?"


"Pertama kasian aja lihat tempat tinggal kamu."


Kampret bener orang kaya kalau ngomong.


"Yang kedua aku bisa manfaatin tubuh kamu."


Tika langsung menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


"Ngak usah ngayal deh. Aku cuma butuh orang yang bisa buatin sarapan di pagi hari sama bersih bersih rumah aja."


"Babu dong."


"Terserah deh apa nama nya. Gimana jadi nya? Deal?"


krinngg....


tiba tiba saja HP Tika berbunyi, dan nama Vivi lah yang tertera di situ.


"Ya mbak ada apa?"


" Eh Tik kamu dimana?"


" Di kontrakan mbak."


"Kontrakan yang mana? aku sama ya lain tadi ke kontrakan kamu tapi kosong. kita mau lihat keadaan kamu."


Habis sudah riwayat ku pikir Tika.