Paijo

Paijo
Telulas



Kamu sehat Tika ?


sebenar nya hanya itu kata kata yang saat ini terus berputar putar di kepala Tika.


Dari kemarin, Tika di buat bingung dengan kelakuan Bima.


Hati Tika di buat jedak Jeduk tidak karuan.


Di mulai dengan pagi pagi membangunkan Tika dengan bertelanjang dada.


Berlanjut dengan adegan pamit kerja yang di selingi dengan kecupan bak suami suami yang ada di sinetron ikan terbang.


Sebenar nya Tika sangat bingung dengan maksud dari semua tindakan Bima saat ini.


Tapi semua perlakuan Bima saat ini mampu membuat hati Tika berbunga bunga. Karena bagi Tika ini adalah yang pertama bagi nya. Mendapat perlakuan yang berbeda dari seorang pria.


Apalagi setelah itu Bima masih memberikan perhatian perhatian yang lebih ke Tika. Seperti mengantar Tika periksa ke dokter setelah itu Bima mengajak Tika pergi makan dan berlanjut pergi nonton.


Dan saat menonton Bima sengaja menyandarkan kepala nya ke bahu Tika yang tidak sakit.


Pasti ada udang di balik rempeyek ini. batin Tika dalam hati.


kenapa tiba tiba saja Bima berkelakuan aneh seperti ini.


" minggirin kepala nya,jadi ngak nyaman kan nonton nya." ucap Tika pada Bima


"Dasar ngak peka." jawab Bima sambil mengangkat kepala nya dari bahu Tika


"maksud nya?"


"Tuh lihat." Bima menunjuk sekitar nya dengan dagu nya ke arah kiri kanan mereka.


Tika di buat terkejut dengan yang di lihat nya.


Ternyata orang orang yang duduk di samping kiri kanan nya semua nya adalah pasangan kekasih yang sedang asik bermesraan.


Ada yang sedang berciuman. Ada yang sedang bergerilya di antara dua bukit dan juga ada yang sedang kesurupan.


kesurupan karena dari tadi mereka memejamkan mata tapi badan nya melik liuk tak jelas sambil bergumam 'ough...ah... ihhhh... uuhhh.. '


Tika di buat merinding jadi nya.


"Pulang aja yuk, udah ngak kepingin nonton lagi."


"Kok pulang, kan sayang."


"Apa nya yang sayang?"


"Kan kita belum nyoba."


"Nyoba apaan?"


Cup.....tanpa permisi lagi Bima langsung mencium bibir Tika.


Tika yang terkejut karena mendapat serangan mendadak langsung memundurkan kepala nya tapi gerakan nya tertahan karena Bima menahan wajah Tika dengan kedua tangan nya.


Merasa tidak bisa berbuat apa apa Tika hanya bisa pasrah saja. Mencoba menikmati semua yang di lakukan Bima.


Dan terus terang saja sebenar nya Tika juga penasaran dengan semua ini.


Sedangkan Bima yang merasa kalau Tika mulai menerima nya membuat dia lebih berani lagi. Dia mulai beralih ke tahap yang selanjut nya. Tak hanya memasuk kan lidah nya,kini Bima mulai beralih ke arah leher Tika. Mencoba memberikan sensasi yang nikmat kepada pasangan nya.


Tika merasakan desiran di bawah perut nya. Baru kali ini dia merasakan perasaan aneh ini. Aneh yang menjurus pada rasa nikmat.Terutama denyut aneh yang kini terasa di bagian bawah tubuh nya.


Di tambah lagi dengan Bima yang kini sudah beralih ke bawah. Bima dengan berani menyingkap pakaian yang di pakai Tika hingga nampak lah sepasang bukit indah yang berbalut kain warna hitam. Warna yang menambah kekontrasan ke dua bukit tersebut.


Dengan tempo yang sesingkat singkat nya Bima mulai mengeluarkan kedua bukit tersebut dari tempat nya. Mulai menghisap salah satu nya dan mulai memainkan bukit yang sebelah nya.


Ahh....


Suara ******* nikmat keluar begitu saja tanpa bisa di tahan walau Tika sudah berusaha menahan nya dengan cara mengigit bibir nya dan menjabat rambut Bima yang sedang bermain main dengan dua bukit nya.


Merasa mendapat lampu hijau dari Tika, Bima jadi lebih berani lagi. Kini tangan nya mulai beranjak ke bawah. Mulai berani membuka kancing celana Tika, dan memasukkan tangan nya ke dalam celanaTika.


Begitu dia mulai memasukkan tangan nya dia sudah bisa merasakan basah di bawah sana. Saat dia hendak menggerakkan tangan nya untuk membelai lebih dalam lagi


plakk...


"Aduh..."


Bima langsung menghentikan aksi nya karena merasa ada yang memukul belakang kepala nya.


Dengan segera dia melihat sekitar kiri kanan nya tapi tak seorang pun yang dia lihat.


Film yang di pilih Bima saat ini adalah film yang tidak begitu menarik jadi hanya ada sedikit orang yang menonton. Dan tentu saja mereka memilih kursi yang berjauhan letak nya.


Jadi tidak lah mungkin jika ada orang iseng yang bisa memukul kepala Bima.


Lalu siapa yang tadi memukul nya?


Saat Bima kebingungan memcari pelaku pemukulan kepala nya,tanpa di sadari nya kini Tika mulai kembali mendapat kan kesadaran nya kembali.


Malu dan bingung.


Itulah yang saat ini Tika raakan. Apa yang harus aku lakukan? pikir Tika saat ini. Lebih baik aju pura pura seperti tidak terjadi apa apa saja. Yah itu lebih baik.


Plakk....


"Tik....a...a...aku...maafkan aku."


Baru saja Tika memutuskan akan berpura pura tidak menganggap kejadian barusan. Tapi tiba tiba saja tangan nya bergerak sendiri dan sudah bisa di tebak apa yang terjadi.


Sekali lagi Bima terkena tamparan di pipi nya.


Seperti inikah yang di rasakan Bima saat itu?


Saat tangan nya tiba tiba bergerak sendiri.


************


Bodoh kamu Bim.


Hanya kata itu yang selalu Bima ucapkan di hati nya. Dari tadi Bima hanya bisa memarahi diri nya sendiri karena sikap nya yang begitu bodoh.


Sejujur nya pada awal nya Bima hanya main main saja dengan seorang gadis bernama Tika. Seperti yang selama ini dia lakukan. Awal nya hanya rasa penasaran yang dia rasakan kepada gadis ini. Dia yang hanya seorang pagawai di restoran kakak nya mampu membuat bagian bawah tubuh nya kembali merasakan sesuatu yang sudah lama tidak dia rasakan. Dan jangan lupa tentang desiran di hati nya yang selama ini belum pernah dia rasakan.


Rasa penasaran itu kemudian di bumbui dengan rasa kasian saat melihat gadis itu terluka. Dan akhir nya berkembang menjadi rasa yang entahlah.


Sesaat tadi dia lupa. Lupa akan semua hal, saat dia mulai mencicipi rasa dari bibir yang manis itu. Sesuatu mulai bergejolak di bawah sana dan meminta lebih.


Argh....bodoh....bodoh....bodoh....


Saat ini Bima sedang sibuk mondar mandir di kamar nya. Tadi dia langsung memutuskan mengajak Tika kembali pulang ke rumah. Bukan karena Bima marah atau apa,tapi karena Bima malu dengan kelakuan nya sendiri.


Sepanjang perjalanan tadi sebenar nya Tika sudah berusaha meminta maaf tapi Bima malah berkata "lupakan saja" karena terus terang saja Bima juga bingung saat ini.


Sementara itu Tika yang berada di kamar nya sedang menatap tajam pada sebuah sosok.


" APA MAKSUD DARI SEMUA INI?"


Tika sedang menatap tajam pada sebuah sosok yang tak lain adalah Paijo.


"Aku sama sekali tidak mengerti maksud kamu."


"Aku tahu kamu yang memukul Bima,dan jangan lupa sampai dua kali."


"Mana ada dua kali."


Tika mengangkat telapak tangan nya dengan maksud bahwa dia tahu siapa yang menggerakkan tangan nya tadi.


"Jangan pikir aku tidak tahu kamu yang berada di balik tangan yang bergerak sendiri ini."


"Aku hanya berusaha melindungi kamu."


"Aku bisa menjaga diri ku sendiri. Sudah kubilang jangan ikut campur urusan ku jika kamu masih ingin tinggal di sisi ku."


"Ya ampun Tika,maksud aku itu baik.Aku tahu kamu bisa menjaga diri kamu sendiri.Tapi apa kamu yakin Bima bisa menjaga diri nya sendiri? Lihat saja kelakuan dia tadi. Dia itu Pro dan kamu apa? kamu hanya amatiran yang ngak tahu apa apa. Baru di cium aja kamu udah klepek klepek lupa diri,sedangkan Bima dia tahu apa yang harus dia lakuin supaya bisa membuat gadis polos kayak kamu lupa diri."


"Apapun yang di lakukan nya itu bukan lah urusan kamu. Sudah aku bilang jangan ikut..."


Tunggu dulu. Seperti nya aku pernah berada dalam posisi aeperti ini. Bertengkar dengan Paijo. Tapi tentang apa? Tika terua saja beedikir dan mengingat ingat tentang sesuatu yang tidak seharus nya dia lupakan.


Tapi apa sesuatu itu?


Setelah beberapa saat tiba tiba saja tika teringat akan sesuatu. Dia ingan saat berada di kontrakan lama nya jauh sebelum Bima datang. Saat itu dia sedang memakasa Paijo untuk menceritakan siapa dia yang sebenar nya.


Ya Tika ingat sekarang.


"Ya aku ingat sekarang."


"A...a...apa? ingat apa?"


"Pergi kamu sekarang.Aku tidak ada urusan dengan kamu lagi."


"Maksud nya? Tik...hei Tika kamu mau kemana?"


"Pergi."


"kemana?"


"Memberitahu Bima yang sebenar nya." Tika pun bergegas keluar dari kamar nya dan segera menuju ke kamar Bima.


Tok..tok...tok... "Bim boleh aku masuk?"


Tak ada sahutan dari dalam kamar. Tika pun mencoba mengetuk kembali kamar Bima tapi lagi lagi tak ada jawaban. Padahal Tika sangat lah yakin kalau Bima masih berada di rumah. Mungkin Bima sedang berada di dapur atau tempat lain. Tapi baru saja Tika hendak beranjak pergi tiba tiba saja terdengar suara yang aneh dari dalam kamar Bima.


Brak...seperti suara benda yang di jatuh kan.


Tanpa bertanya lagi Tika segera membuka kamar Bima. Dan alangkah terkejut nya Tika dengan apa yang dia lihat saat ini.