
Undangan lagi?! Undangan lagi!
Kenapa ke undangan membuatku badmood sekarang? Padahal ini undangan Oscar sepupuku sendiri untuk acara pernikahannya. Astaga apa yang telah terjadi padaku. Gara-gara mantan suami pembohong sialan itu aku seperti ini. Desperate and miserable.
Dan satu lagi. Laki-laki itu pasti ada disana. Ethan, karena dia jugateman Oscar. Sementara dia tidak mencoba untuk menelepon atau mengirim pesan kemudian padaku lagi setelah aku memutuskan teleponnya dua minggu yang lalu.
Dia mundur karena keketusanku. Tapi tak ada jaminan itu berarti dia tak akan mencoba lagi. Aku tak mungkin tak pergi tentu saja. Ini pernikahan Oscar, sepupu dekatku yang sudah kuanggap sebagai saudara. Bahkan Papa bertindak sebagai walinya sekarang, bagaimana aku tak muncul di resepsinya,
"Sayang, ayo kita harus segera masuk ke ruang resepsi, kau bisa duduk disana jika kau lelah." Ibuku menyeretku lagi. Sementara ini aku masih baik-baik saja. Karena aku belum bertemu dengannya. Dan aku sangat berharap aku tidak bertemu dengannya.
Ahhh area VIP, kenapa aku tak memilih meja paling ujung dan duduk diam disana selama berjam-jam. Lagipula ini acara makan malam private, meja masing-masing orang didah ditentukan. Dia tidak akan menemukanku kemudian. Ide yang tidak begitu pintar heh, aku akan segera meninggalkan tempat ini begitu mendapatkan kesempatan pertama dan baru kembali karena terpaksa harus berdiri di panggung untuk foto keluarga.
Ruangan untuk makan malam itu tertata dengan indah, aku duduk bersama sepupuku yang lain dan mengingat pesta pernikahanku sendiri. Kenangan yang indah sebelum semuanya hancur oleh kebohongan.Mengingatnya hanya membuatku merana lagi. Dan sejujurnya membuatku menjauhi pria secara umum, entah kenapa aku selalu menempatkan mereka pada posisi yang paling buruk.
Makan malam mulai berjalan diselingi Oscar dan Lita yang mingle ke meja-meja tamu. Mereka mendatangi kami di kesempatan pertama lagipula kami sudah bertemu di sebelumnya.
Sekarang waktunya untuk menghilang ke bagian lain hotel ini. Aku berencana duduk di sebuah restoran hotel yang bisa kutemukan. Ini memang bodoh, tapi aku merasa tak ingin menghadapi Ethan sampai aku harus menghindarinya begitu jauh.
Belum jauh aku berjalan dari ruangan pesta, masih di selasar lobby dia dari arah yang berlawanan dan melihatku.
"Amanda, kau mau kemana?"
"Aku hanya mau ke tempat keluarga diatas ada yang baru datang." Itu bohong tentu saja, alasan itu baru kutemukan di detik terakhir.
"Ohh baiklah... Kau akan kembali bukan."
"Yah, aku akan kembali." Jika aku punya keberanian. "See you..." Aku hanya mencoba menghindar dan memberinya sebuah senyum kecil tak berarti kemudian. Aku melewatkan lobby dan menyeberang ke bagian lain sisi lain gedung itu dan terdampar di sebuah restoran Italia. Duduk disana dan mencoba menikmati saatku sendiri yang biarpun membosankan setidaknya lebih tenang.
Lebih dari setengah jam setelahnya, tiba-tiba ada seseorang yang duduk didepanku. Aku mengangkat kepalaku dan tebak siapa yang kutemukan didepanku.
"Dan kenapa kau tak kembali ke ruangan pesta."
"Bagaimana kau bisa kesini, kau mengikuti tadi..."
"Katakanlah aku punya semacam intuisi jika orang tidak berkata yang sebenarnya padaku."
"Kenapa kau kesini. Aku kesini hanya untuk istirahat, aku sudah terlibat acara dari pagi."
"Hanya ingin bicara padamu..." Aku mengehela napas dan tersenyum. Semua pria mengatakan sama. Hanya ingin berbicara tapi dibelakangnya ada sesuatu dari pembicaraan itu bukan. Kenapa tiba-tiba aku begitu lelah dengan basa-basi.