One Night Stand With Playboy

One Night Stand With Playboy
Part 3. Escape and Run Away



“Ma aku pulang dulu aja ya, udah ngasih kado aku. Aku ada acara bareng temen...” Akhirnya aku berhasil menyeret diriku sendiri ke acara berisik ini.



“Amanda, jangan langsung pergi dulu, tinggal bentar?” Aku menghela napas mendengar perkataan Mama. Akhirnya aku harus terdampar dipesta ulang tahun ini juga. Dan suara bising MC dan teriakan badut acara didepan sana membuat kepalaku tambah  sakit.


“Ma, aku udah setor muka disini. Udah bilang happy birthday, ngapain lagi… Aku masih banyak kerjaan. Aku mau pulang.” Yang sebenarnya aku hanya ingin segera menghilang dari sini, segera. Menghindari mata-mata keluarga yang menatapku dan rasanya membicarakan diriku.


“Kamu itu udah datangnya paling telat, perginya paling cepet. Ngobrol dulu kenapa sih bentar.” Mama menyeretku duduk disampingnya. Terpaksa aku duduk dengan bosan diantara keriuhan ini sementara Mama seperti biasa sangat senang mengobrol. Terpaksa aku menemaninya berbasa-basi sekarang. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dan merasa bosan, tidak ada  yang menarik selain pemandangan para wanita muda cantik sedang mengobrol sesamanya, anak-anak yang berteriak mendengar suara badut, terlalu berisik dan membuat gangguan yang tidak perlu.


Dan tiba-tiba mataku menangkap sosok yang kukenal diantara keramaian. Dia! Rasanya aku tak percaya...bagaimana mungkin kami bertemu lagi esok siangnya. Padahal aku  tak mengenalnya. Sial, laki-laki itu, Ethan! Kenapa dia bisa muncul disini. Didepan sana, diantara tumpukan kue ulang tahun. Pria atletis gagah dan tampan itu, dengan baju kaus kerah santai dan wajah tampannya yang sudah bercukur rapi mengobrol dengan Jenny sepupuku  dan suaminya.


Sial! Kenapa aku bisa bertemu dia lagi. Dia bahkan kenal sepupuku?!  Mau ditaruh  dimana mukaku sekarang! Kabur Amanda, kau harus kabur sekarang!


Kenapa dia bisa ada disini. Tak penting, yang penting aku harus pergi… secepatnya! Jangan sampai dia melihatku!


“Ehhh Ester! Tunggu dulu!” Aku  tak memperdulikan panggilan Mama lagi yang penting adalah aku harus pergi dari sini, secepatnya tanpa peduli pada yang lain lagi.


Dan saking ingin cepat kabur aku sukses menabrak nampan minuman yang dibawa salah satu pelayan. Suara keras dari nampan yang jatuh itu sukses membuat semua perhatian tamu kearah kami.


Great! I'm so stupid! Niat pengen kabur malah bikin kekacauan yang bikin semua mata melotot kearahku. Tapi kuharap dia tak melihatku dengan cepat aku mencoba membelakanginya, entah aku beruntung atau tidak.


“Aduh Mas sorry. Saya buru-buru…” Kukeluarkan  uang  tiga ratus ribuan dan kusisipkan ke tangannya.”Itu gantian gelas yang pecah…” Mungkin terlalu banyak tapi aku tak perduli, yang penting aku harus pergi dari sini dan Ethan tak melihatku.


“Mba, yang pecah cuma satu?Ini...”


“Gak pa-pa, ambil saja, saya buru-buru.” Kutolak angsuran uang yang diberikan kembali itu. Tanpa menoleh lagi aku bergegas pergi. Kabur sejauh-jauhnya, menghindar dari Ethan. Kurasa untuk kali ini aku akan selamat, jarak kami cukup jauh. Please, jangan sampai Susan sepupuku kasih tahu siapa aku. Tapi aku tak tahu juga dia kenal dengan Susan atau suaminya.


Yang penting aku menghilang dari sini. Please jangan buat ini tambah rumit lagi.