One Night Incident With My Teacher

One Night Incident With My Teacher
Part 7



Setelah kejadian yang menimpa antara Sinta dan Nicholas membuat Nicholas dihantui dengan rasa bersalah. Ia tak berhenti memaki dirinya sendiri yang tak bisa menahan nafsunya waktu itu. Sebanyak apapun ia menyesal tapi tak akan pernah membuat semuanya kembali seperti awal.


Ia tahu perbuatannya tak termaafkan. Ia juga siap jika harus dipenjara. Akan tetapi tentu saja keluarganya tak akan membiarkan dirinya dipenjara dan akan menghapus namanya yang buruk.


Dan jika seperti itu orang yang sangat dirugikan adalah Sinta. Ia tak ingin Sinta merasakan hal tersebut.


Merasa kesal kepada diri sendiri yang tak bisa mencari jalan masalahnya membuat Nicholas merasa frustasi. Pria itu menatap tugas-tugas yang menumpuk di atas mejanya lalu kemudian menjambak rambutnya.


"Akhh!!" teriak Nicholas dan memukul mejanya.


Pria itu tak sadar jika ada orang yang masuk ke dalam ruangannya saat ia sedang marah-marah sendiri dengan tidak jelas.


Nicholas yang mendengar suara derap langkah kaki yang kian mendekat membuatnya terkejut. Pria itu langsung mendongak seketika dan ia amat terkejut saat tahu jika orang yang masuk ke dalam ruangannya adalah Sinta.


Wajah Nicholas saat ini seperti sedang menemukan harta Karun yang tersimpan sangat lama.


Tentunya ia terkejut karena ini adalah sebuah anugerah saat Sinta ada di depannya. Tapi tetap saja kedatangan Sinta bukan untuk memaafkan tapi untuk mengantarkan tugas.


"Ini tugas kelas 10. Tadi ketua kelasnya nitip sama saya," ucap Sinta dengan nada seperti biasanya, ketus.


Sedangkan yang menjadi perhatian Nicholas dari tadi bukanlah tugas muridnya tapi murid yang sedang berada di depannya. Wajahnya sangat sumringah.


"Sinta," gumam Nicholas.


Sinta terkejut dan diam saja. Ia merasa ketakutan jika hanya berdua dengan Nicholas. Ia takut jika insiden kemarin kembali terulang dalam hidupnya. Jika hal tersebut terjadi Sinta tak bisa membayangkan bagaimana masa depannya.


"Maaf saya permisi karena saya buru-buru."


Wajah Nicholas yang tadi sangat bahagia kini berubah murung. Pria itu memandang ke arah Sinta dengan tatapan seperti elang.


"Sinta!" ujarnya penuh penekanan.


Sinta tiba-tiba menjadi gugup. Sebelum sesuatu terjadi ia lebih dulu berlari, akan tetapi tangannya ditahan membuat Sinta menggerang.


"Pak lepaskan saya!"


"Kenapa kamu seperti tidak mengenal saya?"


Sinta menarik napas panjang dan berusaha untuk tak peduli dengan Nicholas. Fokus utamanya adalah lepas dari cengkraman tangan Nicholas yang menggenggam pergelangan tangannya dengan sangat kasar.


Tapi karena sudah merasa sangat kesal kepada Nicholas, Sinta tak ada pilihan lain untuk tidak berbuat lancang kepada Nicholas.


Wanita itu menarik tangannya dengan sangat kuat akan tetapi tetap tak berhasil hingga ia pun menampar Nicholas dengan tangannya yang lain.


Plakk


Tamparan itu cukup keras dan sangat mengejutkan pria tersebut. Ia menatap ke arah Sinta.


"Bapak! Apakah Anda merasa tidak puas dengan apa yang Anda dapatkan dari diri saya? Anda adalah seorang guru yang harus mencontohkan yang baik bukan memberikan contoh yang buruk kepada anak muridnya. Akan tetapi Anda? Apakah Anda telah melakukan itu? Kenapa Anda sangat tega kepada saya? Keperawanan saya bilang karena Anda!" Sinta tak bisa menahan uneg-uneg nya. Ia pun Berbicara spontan sesuai dengan perasannya.


Wanita itu tak kuasa menahan tangisnya hingga ruangan tersebut penuh dengan suara tangisan Sinta.


Sedangkan Nicholas langsung terdiam saat mendengar isi hati Sinta. Ia tiba-tiba merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan barusan hingga membuat Sinta kembali trauma.


"Bapak sadar tapi bapak tak pernah berpikir dengan logika."


Ucapan itu sangat kena di hati Nicholas. Ia menatap dengan tatapan sendu ke arah Sinta. Wanita itu sangat cantik dan ia dulu tak peduli dengan kecantikan Sinta karena yang terpenting adalah Sinta belajar dengan benar.


Kini siapa sangka ia yang tak bermoral. Bahkan Nicholas pun mengakui jika pesona Sinta sangat kuat hingga ia khilaf melakukan hal tersebut. Hal bodohnya lagi, Nicholas pun merasa sangat bangga karena telah merebut keperawanan Sinta.


Dulu ia sempat meragukannya dan karena ia yang telah merenggutnya membuat Nicholas merasa takjub dengan Sinta.


Ia sungguh tak menyangka dengan lingkungan pertemuan Sinta yang sangat labil.


"Kata-kata saya masih berlaku. Jika terjadi sesuatu dengan kamu saya yang akan bertanggung jawab."


Sinta menatap Nicholas dengan tatapan meremehkan. "Saya tidak butuh bantuan orang bejat seperti Anda."


________


Bulan terus berganti hingga tak sadar kini sudah 2 bulan kejadian tersebut. Hubungan Sinta dan Nicholas pun semakin memburuk.


Mereka saling tak bertegur sapa. Nicholas pun melupakan kejadian itu karena ia merasa tersinggung oleh ucapan Sinta terakhir kalinya mereka berkomunikasi.


Kini Nicholas menjadi guru yang sangat pemarah. Ia sering menghukum Sinta dan Sinta tak lagi protes.


Wanita itu juga tak lagi memiliki teman karena menurutnya mereka semua adalah pengkhianat terbesar dalam hidup Sinta.


Ia menjadi anak yang introvert dan pendiam. Teman-temannya banyak yang merasa heran dengan Sinta.


"Kamu! Mana tugas mu?" tanya Nicholas seraya menatap Sinta dengan sangat tajam.


Sinta hanya memandang sekilas Nicholas lalu ia menyerahkan tugasnya.


Tugas tersebut hanyalah soal dengan jawaban coretan Sinta. Nicholas yang melihat itu hanya menghela napas panjang dan kembali ke mejanya.


Ia memeriksa semua tugas anak-anak. Sambil sesekali ia memperhatikan Sinta dari jauh.


Ia pun kembali fokus dengan lembar jawaban anak-anak tersebut. Ia mengambil buku Sinta dan mengamatinya sambil membuatkan jawaban yang benar dan caranya.


Tiba-tiba terjadi kehebohan saat Sinta tiba-tiba merasa pening dan muntah. Anak-anak terkejut dan begitu pun Nicholas.


Sinta merasa perutnya amat bergejolak hingga ia tak bisa bergerak.


Melihat hal itu membuat Nicholas lekas menghampiri Sinta lalu mengangkat tubuhnya.


"Tolong semua tugas ini dibagikan," perintah Nicholas kepada sang ketua kelas.


"Baik Pak."


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.