One Night Incident With My Teacher

One Night Incident With My Teacher
Part 21



Sinta menatap anaknya yang baru berumur beberapa hari itu. Ia terus bermain dengan bayi merah tersebut dan memandangnya dengan sangat takjub.


Sinta sangat antusias dengan baby Gaara yang sangat tampan. Ia tak menyangka akan memiliki anak setampan itu.


Sinta tertawa kecil dan menoel hidung Gaara yang saat ini tengah tertidur. Sinta tersenyum lebar saat baby Gaara mencoba untuk menggeliat. Anak tersebut membuat Sinta tak tahan dan ingin mencubit pipinya yang gembul.


Tapi sayang ia tak bisa melakukan hal tersebut. Karena bayinya masih kecil dan juga sangat berbahaya jika ia melakukan hal tersebut.


Dita menatap ke arah suaminya yang saat ini memasuki kamarnya. Pria itu baru saja pulang dari sekolah. Sinta yang melihat hal itu langsung memberi kode agar Nicholas untuk menghampiri dirinya.


Nicholas yang baru saja sampai di depan pintu kamarnya pun tersenyum lebar melihat sang istri bersama-sama anak yang tengah menunggu ia datang.


Nicholas lantas duduk di samping Sinta lalu mengusap kepala sang anak dengan penuh kasih sayang. Tak terbayangkan olehnya di usianya yang masih sangat muda telah memiliki anak yang tampan Gaara.


Nicholas pun mencium puncak kepala Sinta dan juga kepala Gaara.


"Bagaimana kabarnya Gaara hari ini? Dia baik-baik saja bukan?" tanya Nicholas kepada sang istri. Tapi matanya malah terfokus kepada baby Gaara yang tengah tertidur pulas. "Dia benar-benar sangat tampan sama seperti diriku."


Sinta yang baru saja mendengar ucapan sang suami pun menatap suaminya itu heran. Antara geli dan juga bahagia karena memang garam mirip dengan ayahnya dan juga tampan seperti ayahnya.


"Sejujurnya aku sangat ingin muntah. Tapi tak bisa menampik juga jika kau sangat tampan. Memang tidak salah jika aku menikah denganmu, aku bisa memiliki keturunan yang sangat tampan seperti Gaara."


Nicholas pun tertawa. Memang tidak ada yang bisa mengelak pesona yang dimilikinya.


Sinta mendengus kesal karena telah disindir oleh sang suami. Ia tahu dirinya dulu sangat salah. Tapi lebih salah lagi suaminya yang tak pernah memikirkan bagaimana perasaannya waktu itu. Ia benar-benar terpukul dengan keadaan.


"Kau tidak tahu jika aku sangat sakit hati pada waktu itu. Bagaimana mungkin aku tak ingin menggugurkan dia. Sudahlah jangan membicarakan masa lalu. Karena aku sangat muak dengan masa lalu yang begitu suram," ujar sinta sembari memejamkan matanya.


Nicholas pun menghela nafas panjang lalu mengusap kepala Sinta penuh rasa bersalah. Benar apa yang dikatakan oleh Sinta, mereka tidak seharusnya untuk membicarakan masa lalu.


Karena yang ada di depan mereka saat ini hanyalah masa depan.


"Baiklah. Maafkan aku yang tadi memancingmu untuk mengingat masa lalu. Aku tahu itu bukanlah sesuatu yang baik untukmu," ucap Nicholas.


Ia pun kembali mengalihkan pandangannya kepada baby Gaara. Gaara membuka matanya dan tepat pada saat itu juga ia menangis kencang.


Tampaknya baby Gaara menginginkan ASI. Nicholas pun mengkode Sinta untuk memberikan ASI kepada baby Gaara.


Sinta Yang merasa canggung pun lantas memberikan ASI kepada anaknya di depan Nicholas yang sudah beberapa hari ini tengah berpuasa. Sinta juga melihat jika saat ini Nicholas tengah meneguk ludah.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.