![My Version, Lucia [Hunter X Hunter]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-version--lucia--hunter-x-hunter-.webp)
Lucia : (Sepertinya sudah dua jam berlalu sejak ujian dimulai. Kira-kira sudah berapa kilometer kita berlari, ya? Apa mungkin sekitar 30 km? Kalau aku yang ada di dunia sebelumnya, jika terus berlari seperti ini tanpa henti, mungkin sudah pingsan karena kekurangan oksigen akibat kelelahan. Tubuh dan kekuatan Lucia asli memang luar biasa. Tapi...)
Lucia kesal melihat Killua yang tidak berlari dengan sungguh-sungguh menggunakan kekuatannya. Killua dengan santainya menggunakan skateboard miliknya sama seperti di cerita aslinya. Ya, meskipun tidak melanggar peraturan sih, akan tetapi wajah cantik dan imut Lucia menjadi cemberut. Killua yang menyadari Lucia yang sedang cemberut langsung menoleh ke arahnya.
Killua : Luci, kau kenapa? Kalau capek bilang ya? (tersenyum)
Lucia : (tersenyum kesal) Aku baik-baik saja (Ugh dasar menyebalkan!)
Terlihat banyak sekali dari peserta ujian yang sudah tersingkir sejak dimulainya ujian ini karena tidak sanggup mengikuti Satotz yang berjalan semakin cepat dan melangkah semakin lebar.
Dari belakang Lucia melihat kalau Leorio sudah mulai melambat dan bercucuran keringat.
Lucia : (Seperti di cerita aslinya, Leorio sudah mulai kelelahan, semangat Leorio!)
Leorio : Hosh... Hosh... *sedikit terengah-engah* (Aku sudah meremehkan ujian Hunter ini. Semua orang di sini seperti monster. Benar, ini kumpulan para monster...)
Terlihat Killua hampir melewati Leorio dengan skateboardnya.
Lucia : (Sepertinya aku harus menambah kecepatanku agar bisa mengejar Killua, tentunya supaya bisa melihat Leorio yang marah-marah ke Killua. Hehe..)
Killua akhirnya melewati Leorio.
Leorio : Hei tunggu, bocah! (marah)
Killua : Hmm?
Leorio marah karena merasa Killua curang, akan tetapi Killua tidak terbawa emosi, dia menanggapi Leorio dengan santainya dan cuek.
Leorio : Tunjukkanlah sedikit hormatmu pada ujian Hunter!
Killua : Apa maksudmu?
Lucia sudah berada di depan Leorio dan di samping Killua sambil tertawa kecil karena merasa lucu saat melihat kedua aksi orang itu.
Leorio : Kenapa kau pakai skateboard?! (menunjuk ke arah skateboard) Itu curang! (marah)
Killua mengabaikan Leorio karena menyadari Lucia tertawa.
Killua : Kau kenapa ketawa?
Lucia : Hahaha (berlari sambil memegangi perut)
Killua kembali menatap Leorio lalu menjawab pertanyaan Leorio dengan melemparkan kembali pertanyaan yang polos tapi menyebalkan.
Killua : Memangnya kenapa?
Mendengar pertanyaan Killua, Leorio menjadi emosi dan semakin emosi lagi sewaktu Lucia menambahkannya.
Lucia : Iya, memang kenapa gak boleh, om? Kan gak ada peraturan tertulis maupun lisan (tersenyum setan) *sengaja membakar-bakar Leorio*
Leorio : Kenapa kau bilang?! (marah) Ini ujian ketahanan tao! (berteriak)
Gon dan Kurapika muncul dari belakang, Gon yang tidak setuju dengan kesimpulan Leorio memberikan sanggahan.
Gon : Bukan.
Killua dan Leorio menoleh ke arah belakang.
Leorio : Hah?!
Lucia tersenyum senang melihat kemunculan Gon.
Lucia : (Akhirnya Gon muncul!!) *senang*
Leorio : Gon, apa yang kau katakan?! (marah)
Gon : Pengujinya hanya bilang agar kita mengikutinya saja.
Lucia mengangguk-angguk tanda setuju dengan perkataan Gon.
Leorio : Sebenarnya kau di pihak mana, hah?! (marah)
Killua memperlambat skateboardnya. Lucia juga memperlambat larinya. Sekarang mereka berdua sejajar dengan langkah kaki Gon.
Killua : Hei, berapa umurmu?
Gon : 12 tahun (polos)
Killua : Hmm... (Kita seumuran ya)
Gon : Hmm? (tersenyum)
Killua menghentikan dan turun dari skateboardnya. Menangkap skateboardnya dengan satu tangannya. Dia ikut berlari di samping Gon.
Killua : Sepertinya aku memang seharusnya ikut berlari saja ya.
Lucia : Hmm, seharusnya dari awal kau begitu, oniichan.
Gon : Wow!! Kakkoii!! (Keren!!) *menyeringai*
Killua : Aku Killua.
Gon : Aku Gon. Eh? Kamu siapa?
Menyadari keberadaan Lucia. Gon melihat ke arah lucia yang sedang berlari di samping Killua.
Killua : Ah, dia adikku, namanya Lucia (tersenyum)
Lucia : Halo (tersenyum)
Gon : Wah, kalian sungguh mirip. Apa kalian kembar?
Killua tersenyum, dia senang karena mendengar Gon mengatakan kalau dia mirip dengan Lucia.
Lucia : Tidak. Aku setahun lebih muda dari oniichan (tersenyum)
Leorio : (Kampret!! Dia mempermainkanku...) *masih merasa kesal*
Lucia : Paman, oniichan tidak mempermainkanmu (tersenyum)
Leorio : Apa?! (Tadi dia memanggilku om, sekarang paman?!) *marah*
Lucia : Tarik ucapanmu tadi, paman! (menatap tajam)
Leorio : KAU...! (suara meninggi)
Gon berlari sambil menoleh ke belakang.
Killua : Luci, kau sedang apa? Cepat ke sini, nanti kutinggal loh.
Lucia : Hmph (mengabaikan Leorio) Iya, aku segera ke sana (berlari ke arah Killua)
Leorio : (Kampret!!) *marah*
*********************************
Satotz mempercepat langkah kakinya lagi. Semua peserta ujian menambahkan kecepatan larinya.
Kurapika : (Sudah empat jam semenjak ujiannya dimulai. Kita pasti sudah menempuh jarak sekitar 60 km. Kira-kira berapa jauh lagi kita harus berlari?)
Leorio sudah kehabisan nafas, keringatnya bercucuran sangat banyak dan dia juga terengah-engah. Langkahnya semakin lambat, setelah marah-marah tadi membuatnya semakin kelelahan sekarang. Tenaganya mulai habis dan pandangannya mulai kabur. Jarak Leorio semakin menjauh dari peserta ujian lainnya yang meninggalkannya di belakang.
Leorio : Hosh, hosh, hosh... (Hanya satu orang pemula, setiap tiga tahun, yang bisa melewati ujian Hunter. Jadi untuk orang biasa sepertiku ini, apa ini hanya sebuah mimpi bagiku? Kampret...)
Banyak peserta ujian yang melewati Leorio. Leorio mulai oleng dan menjatuhkan tasnya. Gon yang menyadari hal itu menoleh ke belakang. Leorio berhenti berlari.
Leorio : Hosh... Hosh... Hosh... Hosh... (memegangi lututnya)
Gon berhenti berlari dan menoleh ke belakang melihat keadaan Leorio. Killua yang bingung melihat Gon yang tiba-tiba berhenti pun ikut berhenti berlari lalu menoleh ke belakang. Lucia juga ikut berhenti berlari lalu tersenyum.
Gon masih diam berdiri melihat ke arah Leorio. Dia menunggu Leorio bangkit dan dia percaya kalau Leorio pasti masih sanggup untuk mengikuti ujian ini. Leorio melihat ke arah depan dan masih terengah-engah.
Killua : Hei, tinggalkan saja dia. Ayo cepat pergi.
Gon mengabaikan Killua dan masih sabar menunggu. Killua bingung dan bertanya-tanya, kenapa Gon terus diam berdiri melihat ke arah Leorio dan tidak meninggalkannya, melainkan menunggunya. Leorio masih terengah-engah, keringatnya bercucuran tiada henti.
Lucia : (Baiklah, sepertinya aku harus sedikit membantu untuk memprovokasi Leorio) Paman, segitu saja kah kemampuanmu itu? Tidak berguna! *sengaja menggeluarkan suara lantang*
Gon dan Killua menoleh ke arah Lucia. Lucia tersenyum lalu berkata.
Lucia : Kuhitung mundur mulai dari 10 detik, 10... 9... 8... 7...
Leorio : (berusaha mengatur nafas) Jangan main-main...!
Lucia : 6... 5... 4... 3... 2...
Leorio merasa kesal dengan perkataan Lucia, dia juga tidak mau diremehkan. Dia pun langsung tancap gas, berlari sekuat tenaga. Sepertinya Lucia berhasil memprovokasi emosi Leorio.
Leorio : Uwooooooo!! (berlari dengan kencang dan mengebu-gebu) Aku ingin menjadi seorang Hunter! Dan akan kubuktikan kalau aku berguna, bocah sialaaaannnnnn!!! Minggir kampreeeettttt!!!!
[Wooooossssshh....]
Leorio melewati Lucia, Gon dan Killua bagaikan angin, rambut panjang Lucia berterbangan. Gon tersenyum lebar, dia senang melihat Leorio kembali bersemangat seperti itu, semangat Leorio bagaikan api yang membara.
Killua : Hahaha... Luci, kau hebat! (menyeringai) Bagaimana bisa kau memprovokasinya seperti itu?
Gon : Uwaa, keren!! Leorio menjadi semangat kembali (menyeringai)
Lucia pun ikut menyeringai dan menunjukkan dua jari seperti tanda peace ke Killua dan Gon. Gon mengambil tas Leorio yang tergeletak di tanah dengan menggunakan alat pancingnya.
Killua : Uwoo... Kereeennn!! (menyeringai)
Mereka bertiga pun mulai berlari kembali bersama-sama untuk mengejar peserta ujian lainnya dan Leorio yang berlari sangat cepat ke arah depan.
Killua : Bolehkah aku mencoba alat pancingnya nanti? (berbinar-binar)
Gon : Jika kau membolehkanku mencoba skateboardmu itu, ya?
Lucia : Aku juga!! Aku juga!! Tapi aku gak punya apa-apa sebagai gantinya.
Gon : Kalau begitu kau gak boleh (tersenyum)
Killua tertawa, Lucia cemberut. Tapi dia tiba-tiba mempunyai ide germilang.
Lucia : Ah, tapi aku ada sesuatu hal yang menarik yang bisa kuperlihatkan padamu (menyeringai)
Gon : Hal menarik? Apa?
Killua : Luci, jangan bilang...
Lucia : Hehehe...
Killua : Tidak boleh!!
Gon : Apa? Apa? (bingung)
Lucia : Eh? Kenapa tidak boleh? (Dasar Killua, aku kan belum bilang apa-apa)
Killua : Pokoknya tidak boleh!! (cemburu dan marah)
Gon : Apa sih? (penasaran)
Lucia : Gon, pokoknya nanti pinjamkan pancingmu itu ya dan akan kutunjukkan sesuatu yang menakjubkan (memelas)
Gon : Ok! (menyeringai)
Killua : Tidak boleh!! Gon, jangan dengarkan dia!!
Gon : Eh? (bingung)
Lucia : (Gon kebingungan dan Killua lucu sewaktu cemburu gitu. Mereka berdua sangat menggemaskan)
-Bersambung-