My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
45 - Hadiah Special x Untuk x Lucia



***Sebelum membaca lebih lanjut. Hari ini tanggal 7 July 2020 adalah ulang tahunnya Killua. Saya, authornya Lucia sekaligus fans beratnya Killua, saya ucapkan キルアお誕生日おめでとうございます🎉‼️ (Killua Happy Birthday!! 🎉) Yay!!


Selamat membaca 😁


** My version, Lucia [Hunter x Hunter**] *


Lucia : Yay!! Aku yang pertama! (menyeringai lebar)


Gon : Ah!! Lucia, kau curang!!


Killua : Gon, Luci, yang tadi seru banget ya! Hahaha...


Gon : Iya! Hahaha...


Lucia : Benar! Tidak kusangka saling mengejar di tempat yang sempit, pendek dan mudah itu ternyata seru dan menyenangkan juga. Hahaha...


Tiba-tiba terdengar suara operator, seketika kehebohan mereka terhenti dan mereka bertiga pun diam.


Operator : Lucia, nomor 100 yang ke-25, Gon, nomor 405 yang ke-26 dan Killua, nomor 99 yang ke-27 yang keluar dari ujian tahap ke-3. Waktu keseluruhan : 71 jam 55 menit.


Killua : Cih masa yang ke-27 sih, padahal pantatku sudah sakit begini gara-gara berlarian mengejar kalian (mengeluh)


Gon dan Lucia hanya bisa tertawa saat mendengar Killua mengeluh dengan kesal. Gon menanggapi keluhan Killua dan terjadilah perdebatan kecil di antara mereka berdua. Mereka tidak menyadari dengan tatapan Hisoka yang sedikit menusuk itu.


Hisoka : (Cuma tiga?)


Lucia yang menyadari ada tatapan menusuk melihat ke sekeliling, lalu tanpa sengaja matanya dengan matanya Hisoka saling bertemu pandang dan mereka berdua tersenyum licik secara bersamaan.


Kalau pun ada yang memerhatikan mereka, tidak mungkin ada yang mengerti dengan arti senyuman itu. Jarak di antara Lucia dan Hisoka cukup jauh. Lucia menggunakan telepatinya ke Hisoka.


Lucia : "Hisoka, mana aniki?"


Hisoka : "Kanan"


Lucia : (Haa? Kanan apa?)


Refleks Lucia melihat ke arah kanan lalu terlihat Illumi sedang berdiri santai bersandar pada dinding yang tidak jauh darinya, lalu Lucia kembali melihat ke arah Hisoka yang ada di sebelah kirinya. Akan tetapi, Hisoka sudah tidak melihat ke arahnya.


Lucia merasa aneh dengan sikap Illumi dan Hisoka yang berpura-pura tidak saling kenal itu pun mulai sibuk dengan pikirannya sendiri.


Lucia : (Dasar mereka berdua ini, baik Hisoka mau Illumi memang aneh dan tidak jelas! Memang sih, mereka berdua harus saling berjaga jarak dan tidak kenal supaya orang-orang tidak curiga, tapi apa perlu mereka berdua harus duduk terpisah dengan jarak yang sebegitu jauhnya seperti ini? Aku heran dan cukup penasaran kenapa mereka berdua bisa akrab dan berteman ya?)


Seketika lamunan Lucia buyar dan kehebohan Gon dan Killua pun kembali terdiam saat operator mulai mengeluarkan suaranya lagi melalui speaker.


Operator : Kurapika, nomor 404 yang ke-28, Leorio, nomor 403 yang ke-29 dan Tonpa, nomor 11 yang ke-30 yang keluar dari ujian tahap ke-3. Waktu keseluruhan : 71 jam 57 menit.


Kurapika : Akhirnya sampai juga (sedang menepuk-nepuk pakaiannya)


Leorio : Wah, ternyata banyak juga yang lulus ya (melihat ke sekeliling)


Tonpa langsung pergi tanpa berpamitan ke arah tempat tiga bersaudara Amori, Imori dan Umori berkumpul.


Gon : Hey, Kurapika, Leorio sebelah sini!!


Gon melambai-lambaikan tangannya ke arah Kurapika dan Leorio yang barusan keluar dari pintu bersamaan dengan Tonpa. Kurapika dan Leorio langsung menyusul ke tempat Gon, Killua dan Lucia yang berdiri di tengah-tengah.


Tiba-tiba terdengar suara Lippo yang keluar dari speaker. Lippo tersenyum licik dan mengamati seluruh peserta ujian yang telah lolos dari menara Trick ini melalui TV monitor yang ada diruangannya sambil memakan cemilan.


Lippo : Selamat kepada seluruh peserta ujian yang telah berhasil lolos dari menara Trick ini. Tidak kusangka peserta ujian tahun ini banyak yang luar biasa dan diluar perkiraanku.


Terdengar suara tepuk tangan yang keluar dari speaker. Semua peserta yang berada di ruangan tertutup ini tersenyum bangga. Lalu terdengar suara alarm panjang berbunyi dengan nyaring.


Lippo : Baiklah, dengan suara alarm barusan dinyatakan ujian tahap ke-3 bagian pertama telah selesai. Sebanyak 30 peserta ujian lulus dalam ujian tahap ke-3 bagian pertama!


Seketika semua peserta termasuk Tonpa kecuali tim Gon, Hisoka dan Illumi tersentak dan juga kebingungan. Kehebohan mulai terjadi dalam ruangan tertutup.


Hanzo : Apa maksudnya bagian pertama?!


Pokkle : Berarti kita belum benar-benar lulus pada ujian tahap ke-3 ini ya?


Imori : Haa?! Bukannya kita ini sudah lulus dan masuk ke ujian tahap ke-4?!


Amori : Kamu tidak perlu sekaget itu, Imori. Apapun bisa terjadi pada ujian Hunter.


Umori : Yang dikatakan Amori benar, kita harus tetap kompak dan waspada.


Tonpa : Itu benar, bisa saja ujian bagian keduanya akan berlanjut di sini (tersenyum licik)


Kehebohan kembali terdiam pada saat Lippo mengeluarkan suaranya lagi dari speaker.


Lippo : Ujian tahap ke-3 bagian kedua akan segera dimulai sebentar lagi!


Seketika terlihat semua peserta mulai waspada terhadap sekitarnya. Suasana kembali menegang dan menjadi dingin. Tatapan mata setiap peserta ujian saling menusuk.


Lucia : (Suasananya berubah) *tersenyum licik*


Lippo : (Fufufu... Aku sungguh suka dengan suasana dan reaksi mereka yang seperti ini) *tersenyum licik*


Lippo menekan tombol yang ada di samping TV monitornya, tiba-tiba sebuah pintu besi terbuka lebar. Semua peserta refleks melihat ke arah pintu tersebut.


Lippo : Kepada semua peserta ujian diharapkan silakan keluar dari ruangan tersebut.


Kurapika : (Apakah tempat ini yang akan menjadi ujian bagian keduanya?)


Lippo melihat ke arah Lucia dengan tajam melalui TV monitornya. Dia mengangkat satu tangannya ke arah wajahnya, lalu membetulkan kacamatanya dan di balik itu terlintas senyuman licik.


Lucia : (Ujian tahap ke-3 bagian kedua ya? Memangnya ada? Dan aku rasa bukan di tempat seperti ini karena di cerita aslinya tidak ada hal yang seperti ini. Apa jangan-jangan alur ceritanya berubah lagi?) *berpikir keras*


Gon : Lucia, kau sedang memikirkan apa? (berbisik)


Lucia yang sedang fokus mengabaikan pertanyaan Gon.


Lucia : (Hmm... Setiap ujian yang diadakan oleh Lippo pasti berhubungan dengan kerjasama tim lagi. Akan tetapi, bagaimanapun juga teman sekarang bisa saja jadi musuh besok. Apa yang sedang kau rencana, Lippo?)


Killua : Luci, sepertinya kau tahu sesuatu?


Leorio : Lucia, tidak bisakah kau membaca pikiran panita ujiannya? (berbisik)


Kurapika : . . . . .


Killua : Oh! Ide yang bagus pak tua! (semangat)


Lucia : Ya idemu bagus tapi sayang sekali, aku tidak bisa membaca pikiran orang jika tidak melihat orangnya langsung.


Leorio : Eeehhh...


Killua : Cih, tidak seru!


Gon dan Kurapika saling pandang lalu hanya bisa tersenyum kaku. Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada sebuah pesawat terbang berbentuk balon dengan simbol Asosiasi Hunter datang. Pesawat balon itu mendarat dengan sempurna. Tiba-tiba terdengar kembali suara Lippo melalui speaker.


Lippo : Baiklah, kepada seluruh peserta ujian diharapkan untuk menaiki pesawat. Ujian tahap ke-3 bagian kedua tidak diadakan di sini. Saya akan mengantarkan kalian semua ke tempat tujuan dengan pesawat balon ini.


Lippo melihat semua peserta sudah memasuki pesawat balon melalui TV monitornya.


Lippo : (Sebenarnya ujian tahap ke-3 ini sudah selesai, tapi aku terkesan dengan kemampuan anak itu dan itu membuatku tertarik. Aku akan memberikan sebuah hadiah yang special untuknya. Yah, anggap saja sambil menunggu persiapan ujian ke-4 selesai) *tersenyum licik*


Lippo tidak ikut menaiki pesawat balon tersebut bersama dengan para peserta ujian, akan tetapi dia memantau para peserta ujian dari TV monitor yang sudah dipersiapkan dengan sangat baik dan sempurna olehnya.


Baik di dalam pesawat yang dinaiki oleh para peserta ujian dan juga di tempat yang akan diadakan ujian bagian kedua, secara diam-diam Lippo sudah memasang kamera dan semua kamera yang sudah terpasang ada Nen didalamnya.


Lippo : Mari kulihat, apakah kau pantas menerima hadiah special ini? Fufufu... *tersenyum licik*


Di dalam pesawat, seluruh peserta hanya sibuk dengan privasi mereka masing-masing. Tiba-tiba Lucia berteriak di dalam pesawat dan semua orang refleks melihat ke arahnya.


Lucia : AH!!


Leorio : Oi, jangan berteriak secara tiba-tiba begitu, kau membuat semua orang kaget, dasar bocah ini! (ngomel)


Gon : Ada apa? (bingung)


Killua : Apa kau menemukan sesuatu untuk ujian berikutnya?


Lucia : Benar, ujian berikutnya... Tapi aku akan memastikannya sekali lagi dan jika dugaanku tidak salah... *berbisik*


Lucia tidak melanjutkan perkataannya, kemudian Kurapika langsung bertanya sesuatu.


Kurapika : Bagaimana cara kau memastikannya?


Lucia langsung berlari menjauhi peserta ujian lainnya dan diikuti oleh Gon dan lainnya. Lucia melihat ke arah luar jendela lalu menyeringai dengan sangat lebar.


Lucia : Sesuai dugaanku, pesawat ini pasti sedang menuju ke tempat itu.


Gon : Tempat apa itu?


Lucia : Sebuah pulau terpencil, namanya pulau bulan sabit karena pulaunya berbentuk seperti bulan sabit.


Leorio : Pulau bulan sabit? Aku tidak pernah mendengarnya. Apa kau tahu, Kurapika?


Kurapika : Tidak, aku juga tidak pernah mendengarnya.


Tiba-tiba Gon berseru dengan semangat.


Gon : Lihat! Pulau! Ada pulau yang terlihat! Jadi, ini tempat yang kau maksud tadi, Lucia? Pesawat ini menuju ke pulau itu, ya?


Lucia hanya tersenyum. Kurapika dan Leorio melihat ke luar jendela. Killua sekilas melihat ke arah luar jendela lalu kembali melihat ke arah Lucia.


Killua : Benar-benar terlihat seperti bulan sabit.


Gon : Wah, ada banyak sekali kapal yang tenggelam! (merasa kagum)


Lucia : Iya, itu namanya kapal karam!


Tiba-tiba terdengar suara Lippo yang muncul dari speaker di dalam pesawat.


Lippo : Kepada seluruh para peserta ujian harap bersiap-siap untuk menuruni pesawat balon. Kita akan segera mendarat!


-Bersambung-


Please LIKE, VOTE and COMMENT ❤