My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
19 - Tantangan Ke-2 x Adalah x Telur Rebus



Menchi mulai menjelaskan kenapa hanya Lucia seorang yang lulus.


Menchi : Baiklah, aku memberi tanda "O" itu karena masakan kalian lumayan enak tapi bukan berarti kalian akan lulus. Kalian hanya meniru masakan peserta nomor 100, kan? Jadi, aku mengambil keputusan dan kalian dinyatakan gagal. Kembali lagi sana tahun depan.


Menchi mulai mencari gara-gara. Dia memberi gaya seperti sedang mengusir seekor lalat.


Leorio : APA?! (mulai marah)


Kurapika menahan tubuh Leorio.


Kurapika : Tenanglah, Leorio.


Gon : Tapi itu tidak adil.


Para peserta ujian lainnya yang gagal pun mulai protes. Mereka tidak bisa menerima keputusan Menchi yang seenaknya.


Peserta 1 : Bagaimana bisa hanya seorang yang lolos?!


Peserta 2 : Yang benar saja?!


Peserta 3 : Apa dia benar-benar bermaksud begitu?!


Peserta 4 : Tidak mungkin kan ujiannya sudah berakhir?!


Todo : JANGAN BERCANDA!


Todo menghancurkan tempat masak yang ada di sebelahnya. Tempat masak itu hancur lebur.


Todo : AKU TIDAK AKAN MENERIMANYA... AKU MENOLAK UNTUK MENERIMA KEPUTUSANMU!


Menchi : Mau bagaimanapun, pada akhirnya kau masih tetap gagal.


Todo : Jangan main-main! (marah) Kau menyuruh kami untuk menyajikan buta, jadi kami mempertaruhkan nyawa untuk--


Menchi : Aku menyuruh kalian untuk menyajikan buta dengan rasa yang enak dan layak di makan... Tapi tidak ada dari masakan kalian yang enak! Kalian hanya melakukan hal yang hampir sama. Tidak ada yang melakukannya dengan serius, setidaknya berusahalah seperti mereka, meskipun mereka hanya meniru masakan peserta nomor 100!


Menchi menunjuk ke arah Gon, Killua, Kurapika, Leorio, Hisoka dan Illumi, lalu melanjutkan perkataannya.


Menchi : Saat aku pikir ada yang benar-benar mencoba, ternyata mereka hanya meniru saja. Aku sungguh kecewa! (mengomel-omel) Aku yakin tidak ada dari kalian yang serius memasak! (marah)


Setelah Menchi mengomel-omel dengan panjang lebar, Hanzo dengan santainya berkomentar asal, sehingga membuat Menchi semakin murka.


Hanzo : Masakan daging buta dimana-mana kan sama saja...


Menchi : COBA KATAKAN SEKALI LAGI, PREET! (menarik kerah baju Hanzo) JIKA KATA-KATA ITU KELUAR LAGI DARI MULUTMU, AKAN KUTENDANG BOK*NGMU DAN KUPASTIKAN GIGIMU RONTOK! (marah)



Buhara : (Ah~ Kebiasaan buruk Menchi muncul lagi. Sebenarnya, hanya chef yang terampil saja di dunia ini yang bisa memuaskan Menchi, tapi anak itu hebat juga karena Menchi mengakuinya.)


Buhara melirik ke arah Lucia yang hanya berdiri diam di sana.


Menchi : (masih menarik kerah baju Hanzo) JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU, NJ*NG! DENGAR YA, AKU TIDAK INGIN MENDENGAR KATA-KATA SEPERTI ITU DARI AMATIRAN YANG BAHKAN TIDAK BISA MEMANGGANG B*BI!


Hanzo pasrah saja di omel-omel oleh Menchi, dia tidak bisa berkutik, dan kepala gundulnya bercucuran keringat. Menchi masih belum berhenti menyemprotkan ludahnya ke wajah Hanzo, dan masih menarik-narik kerah baju Hanzo.


Menchi : HOI! KENAPA DIAM SAJA, HAH?! COBA KATAKAN SEKALI LAGI APA YANG BARUSAN KAU KATAKAN TADI?! COBA KATAKAN SEKALI LAGI, OI PREET?!


Setelah meluapkan semua kekesalan dan rasa emosinya ke Hanzo yang menjadi korban pertama dari amukan Menchi, akhirnya Menchi merasa puas dan melepaskan Hanzo yang hampir pingsan. Menchi kembali duduk di atas sofa.


Menchi : Ya pokoknya, dengan kata lain, kalian semua... Tidak perlu untuk mencoba yang lain lagi.


Todo : Diam! (sambil menunjuk Menchi) Aku tidak ingin menjadi seorang tukang masak atau citarasa atau apalah itu... Aku ingin menjadi Hunter!


Semua peserta lain : (serentak) Benar! Benar!


Todo : Tujuanku adalah menjadi seorang BlackList Hunter. Aku menolak untuk membiarkan seorang Hunter citarasa menentukan takdirku!


Menchi tidak perduli dengan komentar Todo.


Menchi : Sayang sekali Hunter citarasa yang jadi pengujinya menghalangimu... (cuek) Semoga beruntung tahun depan.


Todo sangat marah, wajahnya berubah menjadi merah dan hendak menyerang Menchi yang begitu sombong.


Todo : Kau ini... Jangan mempermainkan aku!


Buhara meninju Todo yang datang menyerang, Todo langsung terlempar jauh dan tubuhnya menabrak pilar tembok dengan keras yang seperti istana itu.


Menchi : Buhara, jangan mengganggu.


Menchi : (bangkit) Pfft. Mungkin.


Menchi memegangi pisau panjang di kedua tangannya dan berjalan dengan santai dan dengan perlahan menuruni anak tangga lalu mendekati para peserta.


Menchi : Biar aku perjelas... Kami sering menjelajah ke tempat-tempat persembunyian hewan buas untuk mencari bahan makanan. Setiap Hunter mengetahui beberapa seni bela diri. Kalian kekurangan fokus dan keinginan untuk berkreasi (mengarahkan pisaunya ke arah para peserta) Dan itu menggagalkan kalian untuk menjadi seorang Hunter!


Semua peserta hanya diam dan menatap Menchi dengan tajam dan geram, akan tetapi tidak ada seorang pun yang berani berkomentar.


Lucia : (Haa, suasana menjadi semakin panas dan menegang. Apa si kakek Netero datangnya masih lama ya?)


Tiba-tiba terdengar suara loudspeaker yang cukup keras dari arah atas. Terlihat ada sebuah pesawat balon udara datang. Semua peserta melihat ke arah atas.


Netero : "Selain itu juga, tidak perlu juga untuk menggagalkan semua peserta."


Menchi : Eh?! (tersentak)


Lucia : Fuih, akhirnya datang juga (merasa lega) Kakek, kau terlalu lama... (tersenyum)


Killua : Kakek siapa?


Lucia : Ah, oniichan akan segera tahu, karena kakek itu akan segera turun (tersenyum)


Killua : Hmm..


Peserta lain 1 : Lihat! Pesawat itu, ada simbol Hunter! Itu simbol dari Asosiasi Hunter!


Peserta lain 2 : Apa itu dari komite pengawas?


Terlihat ada seseorang yang langsung terjun ke bawah dengan kecepatan penuh dari jarak yang cukup tinggi tanpa memakai perlindungan apa pun. Dia adalah Netero, ketua dari para Hunter di seluruh dunia.


[BOOOOOOOOOOM!]


Netero mendarat dengan sukses. Tanahnya menjadi berlubang sangat besar sehingga banyak asap dan debu berterbangan di sekitar. Netero berjalan keluar dari asap dan debu dengan santai dan gagah.


[Klotak.. Klotak.. Klotak.. Klotak..]


Terdengar suara sandal kayu saat Netero melangkah. Netero berdiri tegak di hadapan Menchi dan seluruh peserta, lalu menatap Menchi dan Buhara dengan tajam.


Peserta lain 1 : Si-siapa pak tua itu?


Menchi menjawab pertanyaan dari peserta 1.


Menchi : Ketua dari komite pengawas yang menjadi pimpinan dari ujian Hunter, ketua Netero.


Netero : Yah, aku hanya bekerja di belakang layar saja. Aku hanya akan bertindak jika ada hal seperti sekarang ini. Jadi, Menchi-kun...


Menchi : Ya, ketua.


Netero : Kau tahu kan, kenapa aku datang kesini kan, Menchi-kun? Kau menggagalkan seluruh peserta yang ikut andil dalam ujian tahap ini, karena kau tidak setuju dengan ketidakinginan mereka untuk mencoba hal baru?


Menchi : Bukan begitu, ketua. Saya kehilangan kesabaran, saat seseorang peserta mengejek Hunter citarasa. Dan saya membuat ujiannya lebih sulit dari yang diperlukan. Tapi, saya tidak menggagalkan semua peserta. Saya meloloskan 1 peserta!


Semua peserta dan juga Netero melihat ke arah Lucia.


Lucia : (Hei, kalian jangan memandangku seperti itu!) *merasa risih*


Netero : Hohoho... Tetap saja hanya 1 orang yang lulus juga terlalu berlebihan, bukankah begitu Menchi-kun?


Menchi : Ya, maafkan saya ketua. Saat berhubungan dengan memasak, saya jadi lepas kendali. Saya tidak pantas menjadi seorang penguji. Saya akan mengundurkan diri sebagai penguji, jadi saya mohon ulangi ujian tahap kedua!


Netero : Hm, baiklah. Akan tetapi, akan sulit untuk menemukan penguji yang lain dalam waktu singkat.


Menchi : Saya sungguh minta maaf... (sedikit menunduk)


Netero : Baiklah, bagaimana kalau seperti ini saja? Aku ingin kau tetap menjadi pengujinya. Tapi, kau juga harus ikut serta dalam tes baru yang kau ajukan.


Menchi : Oh!


Netero : Kau bisa menerima hal itu, kan? Aku yakin itu akan membuat para peserta menerima hasil yang mereka dapat.


Menchi merasa lega dan tersenyum lebar.


Menchi : Benar juga... Baiklah, tantangan yang barunya adalah telur rebus!


-Bersambung-