![My Version, Lucia [Hunter X Hunter]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-version--lucia--hunter-x-hunter-.webp)
Lippo, dia adalah seorang BlackList Hunter dan penguji pada ujian tahap ketiga, di menara Trick dan sipir penjara. Di dalam menara ini, Lippo sudah banyak menyediakan para narapidana.
Lippo mengumpulkan banyak ide-ide licik, seperti badai topan dan tahap-tahap penandaan angka, yang menguji para peserta ujian dalam berbagai aspek dinamika kelompok, baik dalam komunitas maupun individu. Banyak peserta ujian dipaksa untuk bekerja bersama untuk memiliki kesempatan lulus ujian dari Lippo.
Lippo memaksa para narapidana untuk melawan para peserta ujian di menara Trick ini, sebagai hadiahnya, Lippo menawarkan bagi siapa yang bisa menggagalkan atau pun menghabis waktu para peserta ujian, maka hukuman narapidana akan dipersingkat setiap satu tahun untuk setiap jam mereka menahan para peserta ujian.
************************************
Pesawat balon udara sudah meninggalkan menara dan terbang tinggi ke atas, tapi masih terdengar suara Beans menyemangati para peserta ujian dengan menggunakan speaker.
Beans : Minna-san, ganbatte kudasai ne! (Semuanya, berjuanglah!)
Gon melihat ke arah Killua, akan tetapi Killua hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu. Sedangkan peserta lainnya masih kebingungan dan sudah ada beberapa dari mereka mulai mencari ide dan jalan keluarnya.
Dari ruangan bawah tanah, Lippo berserta beberapa narapidana sedang memantau dan memerhatikan seluruh gerak gerik para peserta ujian dari monitor TV sambil memakan biskuitnya. Dia tersenyum licik.
Menara Trick ini ternyata sudah banyak terpasang kamera tersembunyi di setiap lantai dan sudut dinding oleh Lippo.
Lippo : Hehehehe.. (mengunyah biskuit) Jadi, sekarang giliranku ya? (tersenyum licik)
Gon melihat ke bawah dari atas menara ini. Diikuti oleh Lucia, Kurapika, Leorio dan Killua. Gon terkagum-kagum melihat ke arah bawah.
Gon : Uwaaah...
Leorio memeluk tasnya dengan erat, dia merasa sedikit takut dan ragu. Dia mulai berkomentar.
Leorio : Apa mungkin kita harus menuruninya dari sini? Aku rasa ini ide yang buruk.
Kurapika menyetujui perkataan Leorio.
Kurapika : Benar. Itu sama saja dengan bunuh diri...
Seorang peserta ujian nomor 86 yang mendengar perkataan Kurapika langsung tertawa meremehkan. Gon, Lucia, Kurapika, Leorio dan Killua refleks menoleh ke belakang.
Peserta 86 berdiri tepat di belakang mereka berlima lalu tersenyum meremehkan dan mulai memegangi sudut dinding dan menuruni menara.
Peserta 86 : Pfft. Ya, mungkin disebut bunuh diri bagi orang biasa.
Lucia tersenyum mendengar perkataan orang itu lalu memperingkatinya.
Lucia : Paman, kuperingkatkan ya, sebaiknya kau urungkan niatmu itu untuk menuruni menara ini dari sana.
Peserta 86 : Pfft. Bocah kau jangan meremehkan aku. Aku ini seorang pemanjat tebing nomor satu di dunia.
Peserta 86 mengabaikan peringatan Lucia dan terus menuruni menara satu persatu dengan cepat. Gon, Kurapika, dan Leorio masih memerhatikan peserta 86 yang sedang menuruni menara dengan mantap.
Lucia : Ya, ya. Semoga kau beruntung paman. Aku doakan kau tidak dimakan oleh burung raksasa yang berwarna pink ya. Hihihi...
Gon : Eh?
Killua melihat Lucia mulai mengetuk-ngetuk lantai dinding menara ini satu persatu untuk mencari pintu.
Killua : Luci, kau tahu sesuatu ya?
Lucia : Oniichan, bantu aku cari pintunya, supaya bisa cepat turun ke bawah. Jangan menghabiskan waktu lagi.
Kurapika : Pintu apa?
Lucia : Pintu tersembunyi. Kau akan tahu setelah menemukannya, Kurapika-san (tersenyum)
Gon, Killua, Kurapika dan Leorio yang masih penasaran enggan pergi dari sana dan masih memerhatikan peserta 86.
Leorio : Wah, lihat dia sudah turun sejauh itu.
Killua : Hebat...
Gon : Dia turun dengan cepat ya...
Peserta 86 : Hehe... Sepertinya, aku akan menjadi orang yang pertama melewati tahap ketiga ini dengan mudah.
Lucia hanya tersenyum mendengarkan perkataan teman-temannya. Dia yang sudah tahu dan juga tidak tertarik lebih memilih untuk mencari pintu.
Tiba-tiba terdengar ada suara kepakan sayap yang mendekat. Gon, Kurapika, Leorio dan Killua langsung melihat ke arah atas untuk mencari-cari sumber suara itu. Suara kepakan itu terdengar semakin besar.
Lucia : (Ah, burungnya sudah datang ya) *tersenyum*
Peserta 86 : GYAAAAAAAAAA!!! TOLOONGGG!!
Ada empat ekor burung raksasa yang berwarna pink datang dengan cepat dan langsung memakan peserta 86. Gon, Kurapika, Leorio dan Killua hanya tercengang melihat itu.
Tiba-tiba Lucia berteriak sambil melambaikan tangannya.
Lucia : Bye-bye, peserta 86!!
Killua tersenyum geli, lalu beranjak pergi dari sana dan membantu Lucia mengetuk-ngetuk lantai dinding.
Leorio : Te-ternyata perkataan Lucia benar ya...
Kurapika dan Gon hanya mengangguk. Lalu terdengar Lucia terteriak memanggil mereka. Gon, Leorio dan Kurapika pun menoleh ke arah Lucia.
Lucia : Hei, sedang apa kalian?! Cepat bantu aku mencari pintunya!! Apa kalian tidak melihat para peserta sudah banyak yang berkurang, hah?!
Leorio mulai menghitung para peserta yang masih tersisa di sini.
Leorio : 1, 2, 3, 4, 5, .... 22, 23. Wah benar, sama kita berlima berarti menjadi 28 orang. Seharusnya semua peserta adanya 52 orang, ya? Peserta yang lainnya pergi ke mana ya?
Lucia : Ke bawah, paman! Dan karena tiga peserta sudah mati dibunuh oniichan, sisanya tinggal 49 orang.
Leorio : Eh?!
***************************************
Lucia masih mengetuk-ngetuk dinding lantai menara satu persatu dan dibantu oleh teman-temannya.
Lucia tiba-tiba teringat sesuatu, lalu berpikir dengan keras, "Ah, iya. Tonpa! Dimana dia? Kenapa aku bisa lupa dengannya?"
Lucia melihat ke sekeliling untuk mencari Tonpa, lalu kembali berpikir keras, "Biar kuingat-ingat dulu, di dalam cerita aslinya, Tonpa akan muncul setelah Gon dan lainnya menunggunya selama dua jam, sehingga waktu mencari pintu dan menunggu Tonpa akan habis terbuang sia-sia begitu saja selama tiga jam. Dan setelah Tonpa muncul, dia akan menjadi orang kelima yang sok mengatur-atur peserta lainnya. Setelah itu, mereka pun menjalankan misi bersama. Tapi sekarang ada aku di sini, apa itu akan mengubah ceritanya dan menjadikannya misi enam orang? Kalau benar begitu, berarti aku harus mencari dan mengajak Tonpa supaya waktu tidak terbuang banyak"
Leorio : Bagaimana?
Kurapika menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lucia : Oniichan, apa pintunya sudah ketemu?
Killua : Iya. Aku dan Gon yang menemukannya. Ayo ke sebelah sini.
Leorio : Bagus! Kalian memang luar biasa!
Mereka berlima langsung berlari ke arah tempat pintu tersembunyi yang Killua dan Gon temukan tadi.
Kurapika : Cara kerjanya bagaimana?
Gon menekan pintu tersembunyi itu dengan perlahan, lalu pintu itu tergeser sedikit.
Kurapika : Begitu ternyata, aku mengerti. Jadi, tubuh kita bisa melewatinya dengan memutar lantai batunya ya?
Leorio : Baiklah, ayo kita segera turun! (semangat)
Gon : Tapi aku bingung.
Leorio : Apa yang kau bingungkan?
Killua : Aku dan Gon menemukan enam pintu tapi semuanya saling berdekatan!
Lucia : (Enam ya, sepertinya dugaan benar, ceritanya sudah berubah sedikit tapi aku harus memastikannya lagi...) *tersenyum*
Gon menunjukkan pintu tersembunyi yang mereka temukan tadi.
Gon : Lihat, selain yang ini ada pintu tersembunyi lagi di sekitar sana, di sana dan di sana juga ada pintu...
Killua melanjutkan perkataan Gon.
Killua : Lalu di sini, dan yang ini juga.
Leorio : Ada sebanyak itu?
Kurapika berpikir sejenak sambil bertopang dagu.
Kurapika : Enam pintu tersembunyi di tempat yang sama... Terlihat mencurigakan bagiku, mungkin beberapa pintu adalah jebakan.
Lucia : Apa yang kalian bingungkan? Tidak ada jebakan apapun. Itu karena pintunya hanya bisa untuk satu orang per satu pintu (tersenyum)
Leorio : Apa maksudmu?
Killua : Tadi sewaktu aku dan Gon sedang mencari pintu, tiba-tiba aku melihat ada seseorang yang masuk ke dalam. Lalu, pada saat kita mencoba untuk membuka pintu yang tadi digunakan orang itu, tapi tidak bisa terbuka lagi. Jadi karena Luci bilang satu pintu hanya bisa untuk satu orang, jadi kita terpaksa akan terpisah untuk sementara waktu. Aku dan Gon akan memilih salah satu dari pintu-pintu ini. Bagaimana denganmu, Luci?
Lucia : Kalian tidak akan terpisah. Mungkin. Hehe..
Killua : Begitu?
Lucia : Tapi sebelumnya, apa kalian melihat Tonpa-san?
Leorio : Hah?! Untuk apa kau mencarinya?
Lucia : Untuk dijadikan kelinci percobaan. Hahaha...
Leorio : Oh, oh, oh!! (senang)
Lucia : Aku bercanda. Hehe.. Kalau dugaanku benar, aku akan mengajak Tonpa-san, supaya kita tidak usah menghabiskan waktu lebih banyak lagi untuk menunggunya datang.
Kurapika : Aku tidak mengerti maksudmu.
Lucia : Percayalah padaku, nanti kau juga akan mengerti setelah masuk ke bawah, Kurapika-san (tersenyum)
Gon : Kalau Tonpa-san, tadi aku melihat di situ!
Gon menunjuk Tonpa yang sedang berjalan mondar-mandir mencari pintu. Lucia tersenyum licik.
Lucia : Baiklah, kalau begitu. Kalian berempat turunlah terlebih dahulu, aku akan turun bersama Tonpa-san setelah itu.
Killua : Tunggu, tadi kamu bilang kita tidak akan terpisah, kan? Sebaiknya kita turun secara bersamaan saja.
Lucia : Tidak. Aku ingin memastikan sesuatu dan aku memerlukan bantuanmu oniichan (tersenyum)
Killua : Apa yang mau kau lakukan?
Lucia : Aduh susah untuk menjelaskannya. Dan kita sudah menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari pintu-pintu ini. Jadi, tolong jangan menghabiskan waktu lebih banyak lagi.
Killua : Baiklah...
Sekarang Gon, Killua, Kurapika dan Leorio bersiap-siap di pintu mereka masing-masing.
Lucia : Oniichan dan teman-teman, dengar ya. Kalau misalnya dugaanku salah, dan kita semua akan terpisah atau hanya aku saja yang terpisah dari kalian, kalian tidak usah takut. Ikuti saja semua peraturan dan tantangannya. Semua akan dijelaskan oleh Lippo.
Gon : Siapa Lippo?
Lucia : Penguji kita yang berikutnya. Lalu, setelah kalian berhasil turun ke bawah. Mungkin saran kecilku untuk kalian adalah kalian harus saling mendukung dan tetap bekerja sama. Itulah yang paling penting dalam ujian tahap ketiga ini. Dan tentunya jangan tertipu dengan Tonpa-san nanti. Mengerti?
Kurapika : Begitu ya, bekerja sama dan saling mendukung ya. Baiklah, tapi kenapa dengan Tonpa-san?
Lucia : Kalian akan tahu setelah masuk ke dalam nanti. Hehe..
Leorio : Tenang saja! Aku tidak mungkin kena tipu olehnya untuk yang kedua kalinya!
Lucia : Ya, semoga saja.
Leorio : Apa maksudmu, hah?!
Gon : Hahaha sudahlah, ayo kita mulai turun. Waktunya semakin berkurang.
Lucia : Tumben kamu pintar, Gon (menyeringai)
Gon : Hehehe...
Lucia : (Kalau aku tidak bersama mereka, yang aku khawatirkan cuma Leorio, karena dia yang paling mudah terpancing emosi. Mungkin aku terlalu khawatir. Setidaknya ada Kurapika, Gon dan Killua bersamanya, jadi mereka semua akan aman. Tapi aku rasa kemungkinan besar ini adalah misi buat enam orang)
Leorio : Baiklah, kita hitung mundur secara bersamaan ya! (menyeringai)
Gon, Kurapika, Leorio dan Killua : (serentak) 1, 2, 3!!
-Bersambung-