![My Version, Lucia [Hunter X Hunter]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/my-version--lucia--hunter-x-hunter-.webp)
Leorio : Sial! (mengumpat kekesalan)
Tonpa : Dasar menyedihkan (meremehkan Leorio)
Leorio : NAN DA TO?! (APA KAU BILANG?!) *mulai marah*
Tonpa hanya menatap tajam ke arah Leorio. Leorio mengabaikan Tonpa lalu membalikkan tubuhnya dan mengeluh dengan kesal ke arah Lucia.
Leorio : Lucia, lihat sekarang kita kalah dan skor menjadi 2 sama, kan! Apa maksudmu menyuruh aku untuk menyerah, huh?! Dan bagaimana jika berikutnya kita kalah?! Lagian siapa sih yang berikutnya?! (mengomel)
Killua : Aku (jawab santai dan cuek)
Leorio : HAA?! KILLUA?! (melompat kaget)
Killua : Iya, kenapa? Apa maksud dari sikapmu itu?
Leorio langsung mengepalkan kedua tangannya di depan dada dan dia pun berteriak dengan frustasi.
Leorio : AAARGGHHH!! SHIMATTA! (SIALAN!) TAHU GINI AKU TIDAK AKAN MENDENGARKAN UCAPAN LUCIA DAN MENYERAH BEGITU SAJA!!!
Killua : Apa maksudmu, oi pak tua?! (merasa tersinggung)
Gon yang merasa akan terjadi sesuatu yang buruk jika tidak meleraikan atau menenangkan Killua. Killua sambil menunjuk-nunjuk kesal ke arah Leorio.
Killua : Gon, minggir! Pak tua ini benar-benar membuatku muak, biarkan kubunuh dia sekarang juga!! (marah)
Gon : Tenanglah, Killua!! (tersenyum kaku)
Leorio : Bagaimana ini, sudah pasti kita akan kalah dari ujian ya... (sedih)
Killua : Apa?! Jangan menyerah sebelum kita tahu apa yang akan ditarungkan dong! (protes)
Killua membuang wajahnya ke samping.
Killua : Baiklah, kalau pertarungan berikutnya itu tentang matematika, aku mungkin menyerah.
Leorio : Nah! Tepat sekali, lihat sekarang kau saja sudah mengakuinya, kan?! (tersenyum kemenangan)
Killua : Aku bilang "mungkin" kan! (merasa kesal)
Di bagian Sedokan dan Leroute.
Pandangan dan perhatian Sedokan teralihkan dari Johness dikarenakan perdebatan Killua dan Leorio yang begitu heboh.
Sedokan : Lihat, itu bocah yang terakhir yang akan melawan Johness nanti. Aku menyarankan sebaiknya dia berdoa sebelum menghadapi monster ini...
Leroute melihat ke arah tim Gon lalu tersenyum licik.
Leroute : Sungguh malang sekali, padahal dia masih begitu muda.
Terdengar suara Lippo melalui speaker di bagian lawan.
Lippo : Johness, seorang pembunuh dengan masa hukuman 968 tahun. Sebenarnya aku tidak mau menggunakannya, akan tetapi di ujian Hunter tidak ada kata ampun. Jika dia mati itu adalah takdirnya. Baiklah aku akan membuka borgolmu segera...
Tiba-tiba terdengar suara tawa Lucia yang menggelegar di seluruh ruangan kecil itu dan membuat semua pandangan teralihkan dari Leorio dan Killua ke Lucia. Seketika semua orang melihat ke arah Lucia.
Lucia tertawa cukup keras melihat perdebatan kecil di antara Leorio dan Killua yang seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan.
Killua : Luci, dia menyebalkan! Dan kamu juga jangan tertawa saja, katakan sesuatu dong! (marah)
Lucia : Kalian tenang saja, kita pasti menang (tersenyum)
Leorio : Kau tahu dari mana?
Lucia : Karena pertarungan berikutnya adalah death match (tersenyum)
Gon dan Leorio : Death match?! (serentak)
Kurapika : Apa maksudmu?
Lucia : Lihat saja nanti dan kalian akan tahu. Dan oniichan berjuanglah...
Lucia tersenyum ke arah Killua. Gon, Leorio, Kurapika dan Tonpa refleks mengikuti arah pandang Lucia dan melihat ke arah Killua yang berdiri santai dam cuek. Killua membalas senyuman Lucia.
Killua : Aku tahu arti dari senyumanmu itu.
Lucia : Seperti biasanya oniichan selalu pintar (tersenyum)
Leorio : Oi, tunggu sebentar. Kita gak tahu lawannya seperti apa. Benaran tak apa nih? Ini pertarungan death match loh! Death match! (khawatir)
Leorio sengaja menekan dan mengulangi perkataannya dengan tegas.
Gon : Tenanglah, Leorio. Percaya saja pada Killua.
Kurapika melihat ke arah lawan.
Killua : Baiklah, aku pergi.
Pada saat Killua hendak mau maju ke arah area pertarungan. Dari arah lawan, terlihat sosok Johness berdiri dan borgol yang ada ditangannya terbuka dan terjatuh di lantai.
Aura pria ini sangat menakutkan, dia berjalan dengan santainya sambil mengais dinding lalu meremukkan batu pada dinding. Batu tersebut menjadi remah-remah hanya dengan menggunakan tangan kirinya saja.
Gon, Leorio, Kurapika dan Tonpa tersentak kaget. Sedangkan Killua dan Lucia hanya diam dan melihat Johness tanpa menunjukkan ekspresi di wajah mereka.
Johness membuka jubah hitamnya. Lalu dengan wajah sangarnya yang tanpa ekspresi itu menatap tajam ke arah Killua.
Leorio : HAH?! (kaget) Orang itu...
Gon : Kamu kenal?
Leorio : Kita lebih baik mengalah saja.
Tiba-tiba Leorio berteriak memanggil nama Killua.
Leorio : Killua! Jangan melawan dia!
Lucia dan Killua : Kenapa? (serentak)
Lucia dan Killua saling menatap lalu tersenyum.
Leorio : Kalian tidak tahu? Dia itu Johness, si pemotong. Dia pembunuh terkenal dalam sejarah di kota Zaban. Dia...
Lucia yang tahu apa yang mau dikatakan oleh Leorio langsung memotong pembicaraan Leorio.
Lucia : Aku tahu. Dan bagi oniichan, dia tidak ada apa-apanya.
Leorio : Apa kau tuli?! Dia itu pembunuh terkenal dan dia membunuh 146 orang dengan memilih secara acak, entah itu muda, tua, pria, wanita, anak-anak, semuanya dibunuh olehnya. Dan mereka semua dibunuh hanya dengan tangan kosong.
Killua : Heee... (sikap acuh tak acuh)
Lucia : 146 orang ya... Menarik (tersenyum licik)
Leorio : Iya! Maka dari itu, lebih baik menyerah. Kita masih bisa mengikuti ujian tahun depan lagi!
Killua mengabaikan Leorio, dia berjalan menuju ke tempat area pertarungan.
Leorio : LHO? KILLUA!! KAU TIDAK MENDENGAR PENJELASANKU TADI?! (berteriak) Oi, Gon, Lucia hentikan dia!
Gon : Tidak apa-apa, Leorio (tersenyum kaku)
Gon kembali melihat ke arah depan.
Lucia : Aku jadi semakin penasaran, bagaimana caranya dia bisa menyentuh oniichan? (tersenyum licik)
Leorio : Haa?! Apa kau gila?! Eh? Killua!! Oi Killua!! (berteriak)
Killua terus berjalan dan mengabaikan panggilan Leorio.
Leorio : Takku! (Dasar!) Dia keras kepala sekali. Kenapa baik Lucia mau pun Killua tidak mau mendengarkanku, sih?! (panik dan khawatir)
Kurapika : Tenanglah, Leorio. Killua pasti bisa mengatasinya. Mungkin dia punya rencana.
Leorio : Semoga saja begitu... (masih khawatir)
Killua : (Aku semakin ingin bertarung dengannya) *tersenyum menyeramkan*
Johness menggenggam batu di tangannya lalu menghancurkannya dengan sekali genggam erat. Batu itu berubah menjadi debu.
Johness : Sudah lama sekali semenjak aku menyentuh daging manusia... (bergumam)
Johness berjalan ke tempat area pertarungan. Sekarang Killua dan Johness sudah saling berhadapan. Killua tersenyum dengan santai dan langsung mengajukan pertanyaan.
Killua : Apa jenis pertarungannya?
Killua : Oh, ok. Kalau gitu, death match ya, yang mati dia yang kalah ya.
Leorio : Haa?! Oi, Killua jangan bercanda!!
Kurapika : (Meskipun dia dari keluarga Zoldyck, tapi kalau lawannya seperti itu...)
Lucia tersenyum mendengar suara hati Kurapika tapi dia tidak menanggapinya.
Johness sedikit kebingungan, dia tidak menyangka, lawannya duluan yang mengajukan pertarungan death match. Johness mengarahkan tangannya ke depan dan hendak mau menggengam Killua.
Johness : Baiklah, sepertinya begitu. Aku akan memotong tub--
Tanpa basa-basi dan belum sempat Johness menyelesaikan perkataannya, Killua langsung mengeluarkan aura pembunuhnya dan menerjang ke arah Johness dan mengambil jantung Johness dengan secepat kilat. Semua orang terkejut kecuali Lucia yang tersenyum licik.
Sedokan dan Leroute : !!!!! *tercengang dan kaget*
Lucia : Wah, jadi ini yang namanya pembunuh terkenal yang telah membunuh 146 orang itu? Tidak berguna sama sekali! Hihihi... (menyindir)
Leorio : . . . . (masih syok)
Johness tidak berkutik sama sekali, tiba-tiba baju di bagian dada sebelah kirinya, mengeluarkan darah segar. Johness memegang dadanya.
Johness : Ooh... Ap-apa? Aku kedinginan...
Johness membalikkan tubuhnya secara perlahan-lahan ke arah Killua. Dia melihat ke arah Killua. Killua juga membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Johness, lalu tersenyum menyeramkan sambil menunjukkan jantung Johness yang ada di tangannya.
Killua memegang jantung Johness pada ujung jarinya. Gon dan lainnya terkejut, kecuali Lucia yang tersenyum.
[Deg.. Deg.. Deg.. Deg..]
Terdengar suara detak jantung Johness yang berdetak secara perlahan-lahan.
Johness : I-itu... Milik-ku. Ke-kembalikan...
Killua hanya tersenyum. Johness berjalan tertatih-tatih ke arah Killua, dan wajahnya pun berubah memutih. Jantung Johness berdetak semakin perlahan dan akhirnya tidak berdetak lagi.
Johness : Kemba--
Belum sempat menyelesaikan perkataannnya, Johness sudah kehilangan nyawanya dan dia pun tergeletak di lantai area pertarungan tanpa bernafas dengan pose satu tangan yang sedang meminta jantungnya kembali.
Seketika suasana menjadi hening dan tegang. Tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara karena masih syok dan terkejut dengan kejadian itu. Sampai akhirnya Killua membuka suaranya.
Killua : Luci, mau diapakan jantung ini? Kamu mau mencicipinya?
Semua tersentak kaget mendengar pertanyaan Killua.
Tonpa : (Mencicipi?)
Tonpa refleks melihat ke arah Lucia. Dia tercengang dan juga kebingungan.
Lucia : Hmmm... Rasanya pasti kecut. Kembalikan saja (tersenyum)
Killua : Ok
Killua meletakkan jantung Johness yang berhenti berdetak itu di tangan Johness yang terbuka lebar. Skor pada dinding langsung menunjukkan angka 3-2. Tim Gon menang.
Killua : Nah angka 3 dan 2. Kita lulus, bukan? Jadi apa kita sudah boleh keluar dari ruangan ini?
Tiba-tiba terdengar suara Lippo melalui speaker pada ruangan tersebut.
Lippo : Benar, kalian lulus. Akan tetapi, sesuai perjanjian, kalian tidak bisa keluar dari ruangan ini sebelum kalian menghabiskan waktu 10 jam terlebih dahulu di sebuah ruangan kecil yang ada disebelah kiri kalian.
Semua refleks melihat ke arah Leorio, Leorio merasa bersalah. Dia tertawa kaku lalu meminta maaf.
Killua : Oh, begitu? (tersenyum menyeramkan)
Lalu dengan cuek dan santainya Killua berjalan kembali ke tempatnya.
Killua : Tadaima~ (Aku kembali~)
Leorio : Hiiiii!! (masih syok dan takut)
Killua : Apa? (bingung)
Leorio : Ke-kerja bagus, Killua! (tersenyum kaku)
Lucia dan Gon: Okaeri! (Selamat datang kembali!) *serentak*
Killua : Ah, tadaima (tersenyum)
Kurapika : Ah~ Okaeri...
Killua sekilas melihat ke arah Tonpa lalu mengabaikannya. Leorio melihat ke arah Killua dan Lucia secara bergantian. Leorio yang penasaran pun mulai bertanya sesuatu.
Leorio : Sebenarnya kalian berdua ini siapa?
Killua : Kami?
Lucia : Pfft. Paman pertanyaanmu sungguh aneh dan lucu. Bukannya aku sudah pernah mengatakannya? Apa kau lupa?
Leorio : Eh? Apa? (bingung)
Gon : Leorio tidak tahu? Jadi, Killua dan Lucia itu dari keluarga pembunuh bayaran yang elit.
Leorio : Eh? Keluarga pembunuh bayaran elit?! (kaget)
Gon : Nama keluarganya itu adalah Zoldyck.
Lucia : Itu benar (sambil melipatkan tangan ke dadanya dan mengangguk-angguk)
Leorio : Zo-zoldyck?! (semakin kaget)
Gon : Kenapa sekaget itu? (bingung)
Leorio : (Zoldyck itu kan bukan hanya keluarga pembunuh bayaran elit biasa, mereka sangat misterius dan susah ditemui. Tapi kenapa keluarga pembunuh yang sangat terkenal itu bisa berada disini?)
Lucia : Mau tahu alasannya, paman?
Leorio : Eh?
Lucia : Pffft.
Tiba-tiba pintu di sebelah kiri mereka terbuka. Semua orang refleks melihat ke arah pintu yang terbuka.
Lippo : Lewati jembatan itu, lalu kalian akan menemukan sebuah ruangan kecil yang tadi saya katakan. Masuk dan habiskanlah waktu 10 jam kalian di sana.
Killua : Ayo, Gon!
Gon : Iya!
Gon mengikuti Killua dari belakang. Dan diikuti oleh yang lainnya.
Lippo : Tidak kusangka, ternyata bukan hanya ada pengguna Nen yang berada di ujian tahun ini melainkan keluarga Zoldyck juga. Hahaha... Ujian tahun ini sungguh menarik luar biasa dan menghibur (tersenyum licik)
Di bagian Hisoka.
Hisoka adalah peserta pertama yang sampai di paling dasar dari menara Trik ini. Dia duduk tenang dan bersandar pada tembok. Tiba-tiba salah satu dari banyaknya pintu yang terdapat di paling dasar dari menara Trik ini terbuka.
Operator : Gittarackur, nomor 301, yang kedua keluar dari ujian tahap ke-3. Waktu keseluruhan : 12 jam 02 menit.
Illumi melihat ke arah Hisoka lalu tertawa.
Illumi : Pfft. Sudah kuduga kamu akan sampai lebih dulu.
Hisoka melirik ke arah Illumi lalu tersenyum dengan penuh arti. Illumi mengabaikan senyuman Hisoka, dia melihat ke sekeliling dalam ruangan ini. Lalu berjalan kebalikan dan sedikit agak menjauh dari Hisoka lalu duduk bersandar di sana.
Tidak lama kemudian, salah satu dari banyaknya pintu yang terdapat di paling dasar dari menara Trik ini kembali terbuka dan keluarlah Hanzo.
Hanzo : Yoshaaaaa!! (Bagusssss!!) Aku yang pertama! (senang)
Hisoka dan Illumi refleks melihat ke arah Hanzo yang berteriak dengan penuh semangat.
Operator : Hanzo, nomor 294, yang ketiga keluar dari ujian tahap ke-3. Waktu keseluruhan : 12 jam 05 menit.
Hanzo : Huh? Uwaaaaaaa, TIDAKKKKK!! AKU TIDAK PERCAYA INI!! AKU PIKIR AKU ORANG PERTAMA!! (berteriak frustasi sambil memegangi kepala botaknya) Ternyata aku yang ke-3 (merasa sedih)
Hanzo yang merasa percaya diri seketika kepercayaan dirinya pun runtuh sewaktu melihat Hisoka dan Illumi sedang duduk bersandar di tembok. Dia berjalan dengan lesu untuk mencari tempat duduk strategisnya.
-Bersambung-
PLEASE VOTE, LIKE AND COMMENT. THANK YOU 😊