My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
28 - Bermain x Bola Tangkap bersama x Netero part 3



Netero : Kamu di belakang?!


Netero langsung berbalik, dan Killua sudah berada di depannya, lalu memegangi erat pergelangan tangannya Netero dengan satu tangan dan mengunci pergerakan Netero lainnya.



Gon : Berhasil!


Anita : (Tidak salah lagi, memang dia lah yang membunuh ayah!) *merasa geram*



Netero masih berusaha untuk keluar dari tangkapan Killua, tiba-tiba menyadari ada tatapan yang menusuk lalu dengan sekilas melihat ke arah Anita dan seperti bisa tahu apa yang ada di pikiran Anita langsung membantahnya.


Netero : Nona, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Ini adalah pertarungan kami. Tidak perlu ikut campur.


Anita : . . . . (Aku tidak akan tertipu, karena dia lah yang telah membunuh ayahku!)


Lucia : "Ingat oniichan, jangan gegabah! Tahan dia sebentar, lalu tipu dia sekali lagi, buatlah gerakanmu seolah-olah kamu mau mengambil bolanya, dia pasti akan melemparkan bolanya ke arahmu dan menghindarlah lalu cepat berbalik mengejar bola tersebut."


Killua : Akan kuambil! (tersenyum)



Netero tidak bisa bergerak. Dilihatnya Killua mau mengambil bolanya dengan tangan satunya lagi. Dia langsung melemparkan bolanya ke arah wajah Killua.


Killua yang sudah tahu, langsung tersenyum dan memiringkan kepalanya ke kiri untuk menghindar dari hantaman bola. Sesuai yang dikatakan Lucia, bola itu terlepas dari tangan Netero. Killua langsung melepaskan tangan Netero dan berbalik dengan cepat.


Lucia : Gon!! Cepat kejar bolanya!


Gon yang mendengarkan teriakan Lucia langsung berlari mengejar bola. Netero kaget dan mulai panik.


Netero : Eh?! Tunggu!


Gon mengabaikan Netero.


Netero : Gawat!!


Netero langsung menekankan kakinya ke lantai sehingga lantainya meninggalkan jejak kaki Netero. Netero berlari dengan kecepatan penuh.



Netero : (Mereka sungguh seperti seorang Hunter yang sedang mengincar mangsanya. Mereka sungguh luar biasa, mereka bisa belajar begitu cepat dalam pertarungan, bahkan kelincahan dan kecepatan mereka pun juga bertambah. Perkembangan mereka sungguh pesat tapi...)


Lucia melihat Netero hampir mendekati Killua dan Gon untuk mengambil bola.


Lucia : Ck! Sungguh kakek yang keras kepala!


Lucia tersenyum licik.


Lucia : (Sudah kuduga, Netero sangat tangguh! Aku tahu tidak mungkin bisa mendapatkan bola itu dengan mudahnya. Tapi jika tidak begitu, maka tidak akan seru, bukan? Baiklah, terpaksa aku akan ikut campur)


Lucia menggoreskan tangan dengan kukunya, darah segar mengalir dari tangannya perlahan berubah menjadi benda tajam yang keras.


Netero sudah muncul di belakang Gon dan Killua. Pada saat Netero mau menangkap bola tersebut, Lucia melempar benda tajam itu ke arah bola, sehingga bola itu terlempar ke samping, dan Netero meleset untuk menangkap bola itu.


Netero : A-apa?! Itu cara yang licik!


Netero melihat ke arah Lucia yang tersenyum menyeringai. Killua dan Gon yang melihat ada kesempatan, langsung mengambil kesempatan itu untuk mengejar bolanya.


Gon dan Killua : (serentak) Dapat!!




Netero pun langsung dengan cepat bergerak mengejar mereka. Netero menerjang mereka dan menerobos mengambil bola itu. Dengan tubuh yang keras dan kekuatan Netero yang dahsyat itu, Killua dan Gon langsung terlempar ke samping.



Lucia : Sial! Padahal tinggal sedikit lagi!


Netero : Hohoho... Nyaris saja. Kalian sungguh hebat tapi masih terlalu cepat 10 tahun untuk bisa mengalahkanku.


Killua merasa marah dan raut wajahnya pun berubah.



Lucia : (Ya, tentu saja. Kalau tidak begitu, itu bukanlah ketua Hunter namanya. Apalagi Netero adalah orang yang paling terkuat dari seluruh para Hunter di dunia ini) *tersenyum*


Netero tiba-tiba teringat dan penasaran dengan benda tajam berwarna merah itu langsung melihat ke sekeliling untuk mencari benda itu.


Akan tetapi, benda tajam itu sudah tidak ada karena benda tajam itu sudah kembali mencair menjadi darah.


Darah Lucia akan meleleh dalam satu menit dengan sendirinya, jika tidak disentuh dengan penggunanya. Netero melihat tiba-tiba ada darah di lantai. Netero pun melihat ke arah Lucia.


Netero : (Anak ini, jangan-jangan dia...)




Gon memuji Netero. Tidak jauh dari mereka terlempar, Gon melihat lantainya ada jejak kaki Netero yang tertinggal. Lantainya sampai menggeluarkan asap.



Gon : Waah, hebat! Yang tadi itu hebat sekali ya, Kill--


Gon terdiam saat melihat ada yang aneh dan berbeda dari Killua. Tiba-tiba Killua merasa sangat takut dan tubuhnya bergetar dengan hebat. Wajahnya menegang dan sedikit pucat.


Lucia langsung menyadari ada perubahan yang terjadi pada Killua. Dia tahu rasa takut Killua yang tiba-tiba muncul itu adalah efek dari nennya Illumi. Nen yang selalu tertanam pada diri Killua.


Illumi menggunakan nennya pada Killua dan menanamkan sebuah jarum hipnotis di dalam diri Killua. Nen Illumi bisa memanipulasi pikiran orang.


Dengan nennya, dia membuat Killua menuruti perkataannya agar Killua lebih bisa menahan diri dan tidak asal dalam melawan musuh yang lebih hebat darinya.


Jika lawannya diluar kemampuannya, maka dia akan merasa takut dan segera menyerah dengan mudah. Itu supaya Illumi bisa terus melindungi Killua, karena baginya Killua adalah calon penerus keluarga yang selanjutnya. Illumi menginginkan Killua tetap membunuh dan tidak memiliki teman.


Killua : Aku... Menyerah.



Netero : Kenapa? Cuma segitu?


Killua mengabaikan perkataan Netero. Dia langsung berlari keluar sambil memegangi tubuhnya dan meninggalkan semua orang yang berada di sana.


Seorang pengawas membukakan pintu. Killua keluar melewati Anita begitu saja yang melihatnya dengan tatapan benci dan tajam. Lucia pun hendak beranjak pergi untuk menyusul Killua.


Netero : Loh? Ada apa? Kamu juga berhenti? Padahal kamu sungguh hebat.


Lucia : Begitu lah, tapi aku menyerah karena kalau tidak ada oniichan, maka permainan ini tidak seru lagi. Gon, berjuanglah (tersenyum)


Gon : Iya! (tersenyum)


Lucia berjalan pergi, dan saat Lucia berdiri tepat di depan Anita, dia berhenti melangkah kakinya dan menoleh menatap ke arah Anita dengan tajam lalu tersenyum sinis. Anita merasa emosi, dia muak dan jijik melihat Lucia.


Anita : Kau lihat apa, hah?!


Lucia tidak perduli dengan kedua pengawas yang berada di samping Anita dan juga tatapan Netero dan Gon yang sedang melihat ke arahnya, dia menggeluarkan sedikit hawa pembunuhnya lalu mengatakan sesuatu lewat telepatinya.


Lucia : "Kuperingatkan kau. Jangan coba berani mencari masalah dengan oniichan atau aku akan membunuhmu! Mengerti?"


Anita terkejut bukan main karena mendengar ancaman yang tiba-tiba muncul di dalam kepalanya. Tangannya sedikit gemetaran, dia tidak bisa berkata apapun dan terdiam sejenak. Lucia melewati Anita dengan tenang.


Anita : (Bagaimana dia melakukan hal itu?! Padahal dia tidak menggeluarkan suara untuk berbicara)


Netero : Bagaimana? Rekanmu sudah pergi. Kau mau menyerah juga?


Gon : Tidak. Aku mau mencoba lagi.


Gon pun bangkit kembali.


Gon : Yang tadi itu sudah hampir dapat. Lagian waktunya juga masih banyak. Lagipula tidak enak pada Anita, kalau aku tiba-tiba menyerah ditengah-tengah.


Anita : Mustahil!


Gon menoleh ke arah Anita dengan bingung.


Gon : Haa?


Anita : Kau tahu kan, ketua Netero hampir tidak menggunakan tangan kanan dan kaki kirinya. Kalau terus begini, biar pun kau mengejarnya sepanjang setahun, mustahil bisa merebut bola darinya.


Gon : Ha?!


Gon baru sadar dan terkejut saat melihat ke arah Netero yang dari tadi berdiri dengan satu kakinya.


Netero : Hohoho... Kau baru menyadarinya ya? Padahal aku bermaksud menyembunyikannya.


Anita : Kau sudah mengerti, kan? Jadi menyerah sajalah dan tidak usah memperdulikan aku lagi.


Gon : Tidak!!


Anita tersentak dengan Gon yang tiba-tiba berteriak. Gon pantang menyerah, dia malah semakin bersemangat dan ingin mencobanya.


Anita : Sudah kubilang mustahil kan!


Gon : Ya, mungkin begitu. Tapi masih terlalu cepat untuk menyerah. Paling tidak diwaktu yang tersisa ini akan kutunjukkan, kalau aku bisa membuatnya menggunakan tangan kanan atau pun kaki kirinya (tersenyum)


Anita : Lakukan sesukamu. Aku akan kembali ke ruanganku saja. Boleh kan?


Anita pun langsung pergi keluar meninggalkan Gon dan Netero di dalam sana. Dia berbohong saat mengatakan akan kembali ke ruangannya. Dia bermaksud untuk mencari Killua. Dan dia pun mencari akal bagaimana supaya bisa terlepas dari dua pengawas yang mengikutinya ini.


-Bersambung-