My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
24 - Anita x Dan x Keluarga Zoldyck part 1



Di bagian Leorio dan Kurapika.


Leorio dan Kurapika terbangun karena suara dengkuran Tonpa yang sangat mengganggu itu, mereka menutupi telinga mereka dengan kesal. Dan pada akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan karena tidak bisa tidur lagi.


Leorio : Dasar! Padahal dia yang suruh kita untuk berhati-hati, tapi dia malahan tidur sangat nyenyak!


Kurapika : Benar.


Leorio : Ayo kita pergi minum saja, tiba-tiba aku merasa haus.


Kurapika : Baiklah.


Leorio dan Kurapika pun beranjak pergi dari sana.


************************************


Di bagian Gon dan Killua.


Gon dan Killua masuk ke dalam cafe. Lucia langsung tersenyum senang dan melambaikan tangannya ke arah Killua.


Lucia : Oniichaaaaann...


Killua dan Gon datang ke meja Lucia. Killua langsung duduk di sebelah Lucia, sedangkan Gon duduk di hadapan mereka berdua.


Killua : Ternyata kau di sini?


Lucia : Iya. Aku baru saja mau memanggilmu, ternyata kebetulan sekali oniichan sudah datang. Hehe.. Apa oniichan mencariku? (tersenyum)


Killua : Benar.


Lucia menyadari ada yang berbeda dengan Killua. Terlihat dengan sangat jelas perubahan yang terjadi pada Killua. Pandangan mata Killua berubah menjadi kosong dan tidak ada senyuman sedikitpun di wajahnya.


Auranya juga sudah berubah menjadi sangat gelap dan sikapnya juga lebih dingin, serta hawa membunuhnya yang biasanya bisa di tahannya tiba-tiba berubah menjadi sangat kuat. Lucia memilih untuk tidak mengusik Killua sekarang.


Lucia : (Moodnya sudah berbeda, itu berarti Anita sudah muncul) Gon, kau mau minum apa?


Gon : Hmm, apa ya? Kau sendiri tadi minum apa, Lucia?


Lucia : Ah, aku belum minum apa-apa (tersenyum)


Gon : Bukankah, kau sudah dari tadi berada di sini?


Lucia : (Sebaiknya aku sedikit berbohong, kalau aku barusan bersama Illumi tadi) Tidak, aku baru saja sampai dan bermaksud mau menghubungi kalian untuk minum teh bersama (tersenyum)


Lucia memanggil seorang pelayan untuk mengambilkan menu untuk mereka. Pelayan itu datang sambil membawakan menu.


Pelayan : Ada yang bisa saya bantu?


Gon melihat isi menu.


Gon : Wah, minumannya banyak sekali ya, ada beragam jenis. Killua, kau mau minum apa?


Killua : Apa pun boleh.


Gon : . . . .


Gon melihat Killua dengan tatapan aneh, dia merasa Killua berubah tapi dia tidak berani mengatakan apapun.


Lucia : (Sepertinya Gon sudah mulai menyadari sikap Killua yang berbeda) Ah, bagaimana kalau kita pesan tiga gelas Earl Grey tea dan aku minta segelas cangkir kosong ya? Gon, kau tidak apa kan minum Earl Grey tea? (tersenyum)


Gon : Iya, tentu saja (tersenyum)


Suasana kembali hening dan tegang. Tidak ada seorang pun dari mereka yang membuka mulut atau pun membuat sebuah topik pembicaraan, sampai seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka.


Pelayan itu meletakkan tiga gelas Earl Grey tea dan segelas cangkir kosong di atas meja, setelah itu pelayan itu pergi.


Gon menikmati Earl Grey teanya. Sedangkan Killua dari tadi hanya diam membisu, dia terus melihat ke arah bawah dan memerhatikan sebuah anting itu dengan tajam.


Lucia : (Anting yang di genggamnya pasti milik Anita)


Sesekali Killua meminum Earl Grey teanya dan sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Killua : (Yang tadi itu siapa? Hawanya terasa lebih menekan dan menyakitkan. Dendam. Apa itu berarti di antara orang-orang disini ada yang dendam padaku?)


Gon yang kebingungan dan merasa tidak nyaman memulai untuk mencari tahu, apa yang sebenarnya yang terjadi pada Killua karena perubahan yang dratis terjadi pada Killua.


Gon : Killua?


Killua : Hm?


Gon : Dari tadi kau kelihatan aneh.


Killua tidak menatap Gon yang ada dihadapannya, melainkan dia menatap sebuah cangkir yang ada dihadapannya dengan tajam.


Killua : Tidak.


Killua : Tidak tahu.


Gon : Jangan-jangan sekarang ini kau lagi marah padaku ya?


Killua melihat sekilas ke arah Gon, lalu melihat ke arah lain dan memerhatikan sekitar.


Killua : Aku tidak marah padamu, Gon.


Gon kembali terdiam lalu menyadari ada sebuah cangkir kosong yang ada di atas meja.


Gon : Eh? Cangkir kosong itu buat apa?


Lucia hanya tersenyum mendengar pertanyaan Gon yang polos itu. Pada saat Lucia mau menjelaskan, Killua langsung menggoreskan telapak tangannya dengan kuku Killua yang tajam.


Benar, kuku jari seluruh anggota keluarga Zoldyck lebih tajam dari sebuah pisau. Setiap anggota keluarga Zoldyck mempunyai "skill dasar" untuk membunuh dan itu hanya dengan menggunakan tangan tanpa menggunakan pisau atau pun senjata lainnya.


Tiba-tiba Gon teringat perkataan Killua saat Lucia datang menolongnya dari seekor katak raksasa yang berada di rawa Numere.


Gon : Lucia, kekuatanmu itu sangat unik ya, tapi tidak kusangka kau mengembalikan kekuatanmu itu dengan meminum darah?


Lucia : Pffft. Benar.


Killua : Nih...


Killua menyodorkan secangkir gelas yang penuh dengan darahnya.


Lucia : Terima kasih (tersenyum) Tapi oniichan, apa tidak apa-apa? Maksudku darahnya apa tidak kebanyakan?


Killua : Tidak.


Lucia : Baiklah, itadakimasu.


Meskipun sebelumnya Lucia sudah meminum darahnya Illumi, akan tetapi darah yang diberikan oleh Illumi sangatlah sedikit dan itu tidaklah cukup untuknya.


Saat Lucia mau meminum darahnya Killua, seseorang wanita muda yang bernama Anita datang menghampiri mereka, dia berdiri tepat di depannya Killua lalu menatapnya dengan benci lalu mengatakan sesuatu.


Anita : Apa boleh aku duduk disini? (tersenyum)


Lucia : (Oh, akhirnya dia datang) *tersenyum licik*


Killua melihat ada sebuah anting yang terpasang di telinga kanan wanita muda ini dan anting tersebut sangat mirip dengan anting yang ada di genggamannya.


Killua langsung melihat ke sebelah kiri telinganya lagi dan tidak ada anting yang terpasang. Killua langsung tahu wanita muda inilah yang mengincarnya tadi.


Killua menatap tajam ke arah Anita. Terlihat dengan sangat jelas tatapan ketidak sukaannya saat melihat wanita muda yang berdiri tepat di hadapannya.


**************************************


Di bagian para penguji.


Para penguji berada di dalam ruangan VIP khusus. Menchi menghadap ke arah luar jendela dan sedang menerima panggilan telepon penting dari pengawas ujian lainnya. Raut wajahnya terlihat sangat serius.


Menchi : Apa? Jumlah pesertanya kurang?


Pengawas : Benar. Jumlah para peserta yang gagal dalam ujian tahap ke dua di gunung Mafuta kurang satu orang. Tolong diperiksa jumlah orang yang lulus di sana.


Menchi : Baiklah, aku mengerti.


Menchi memutuskan hubungan teleponnya lalu mengeluh kesal.


Menchi : Huh! Ada-ada saja.


Buhara : Ada apa?


Menchi : Sepertinya ada seorang peserta yang gagal telah berhasil menyusup masuk ke dalam pesawat balon udara ini.


Satotz : Bagaimana bisa?


Menchi : Entahlah. Kalau sampai kabar ini diketahui oleh ketua, bisa-bisa kita...


Netero tiba-tiba sudah muncul dari belakang.


Netero : Bisa-bisa apa?


Menchi tersentak kaget dan refleks langsung menoleh ke arah belakang. Buhara dan Satotz pun langsung menoleh melihat ke arah Netero.


Menchi : Ketua?!


Netero : Hm.. Ya, sepertinya tahun ini tidak membosankan. Hohoho...


-Bersambung-