My Version, Lucia [Hunter X Hunter]

My Version, Lucia [Hunter X Hunter]
10 - Kenapa x Kau Ingin Menjadi x Hunter?



Peserta 1 : S-sudah tidak sanggup lagi... (tergeletak di tangga)


Peserta 2 : A-aku juga sudah tidak kuat lagi... (pingsan)


Lucia, Killua dan Gon melewati orang-orang yang tergeletak di tangga. Mereka bertiga masih sejajar, dan di antara mereka masih belum ada yang mau mengalah.


Killua : Aku terkesan kau masih bisa mengikutiku seperti ini.


Gon : Benarkah? Hehehehe (tersipu malu) Tapi, Lucia juga hebat. Dia bahkan bisa mengikuti kita berdua padahal dia seorang perempuan, kan?


Lucia : Memang kenapa kalau aku perempuan?! (protes) Kekuatanku ini bahkan setara dengan oniichan dan mungkin lebih hebat dari Milluki!


Gon : Milluki?


Killua : Ah, dia kakakku. Tapi Gon, kenapa kau bisa tahu kalau dia seorang perempuan?


Gon : Eh?


Killua : Banyak orang yang salah paham dan mengira dia laki-laki meskipun rambutnya panjang. Lihatlah! Dia juga tidak terlihat seperti seorang perempuan, kan? Karena dia mirip sekali denganku.


Lucia : Oniichan!! (cemberut)


Killua : Hahaha, kenapa kau marah? Tapi benar, kan? (menyeringai)


Lucia merasa kesal dan masih cemberut.


Gon : Benarkah? Tapi, menurutku dia benar-benar terlihat dengan jelas seperti perempuan.


Lucia senang lalu tersenyum. Pipinya merona. Killua yang menyadari reaksi Lucia merasa cemburu dan langsung protes.


Killua : Tidak mungkin! Mari kita bertaruh!


Gon : Eh?


Killua : Kita akan menanyai kepada pak tua itu dan Kurapika! Kalau mereka salah menebak, kau harus menganggap Luci sebagai laki-laki dan perlakukan dia seperti laki-laki! Mengerti?


Lucia : (Apa-apaan itu? Alasan konyol dan taruhan yang tidak masuk akal, Gon juga pasti menyadarinya dan tidak setuju)


Gon : Baiklah, ayo bertaruh!


Lucia : (GUBRAK!) Gon!!


Gon : Hahaha maaf Lucia, tapi kelihatannya seru dan aku cukup penasaran juga.


Lucia : Cih!


Killua tersenyum kemenangan. Dia merasa puas sekarang. Lucia menatap tajam ke arah Killua, akan tetapi Killua mengabaikannya.


Killua : Aku merasa yang lainnya terlalu lambat, ya. Ho~ Aku pikir ujian Hunter akan menyenangkan. Ternyata membosankan.


Lucia : (Ya, tentu saja. Karena kita berbeda. Kita kan lahir di keluarga monster, level segini tidak ada apa-apanya bagi keluarga Zoldyck yang sudah dilatih dengan sangat keras) Seperti dugaanku...


Killua : Apa?


Lucia : Oniichan pasti akan merasa bosan dan aku tahu kau akan mengatakan hal itu. Apa sebaiknya aku katakan apa yang sedang kau pikirkan sekarang? (tersenyum setan)


Killua : Berhenti membaca pikiranku!


Lucia : Lagian bukannya sebelumnya kau yang mengatakannya sendiri kepadaku, kalau ujiannya pasti bakalan mudah. Apa kau lupa, oniichan?


Killua : Ya, memang sih. Tapi aku tidak menyangka akan separah ini!


Gon hanya diam mendengar dan melihat Lucia dan Killua yang berdebat dari tadi. Lalu akhirnya Gon membuka mulutnya.


Gon : Hei, Killua. Kenapa kau ingin menjadi Hunter?


Killua : Aku? (menoleh ke arah Gon) Aku tidak terlalu tertarik untuk menjadi seorang Hunter sih.


Lucia : Iya, karena oniichan cuma bosan di rumah dan iseng saja untuk mengikuti ujian Hunter ini. Benar, kan? (menyeringai)


Gon : Eh?


Killua : Yang dia katakan itu benar. Hahaha... Aku dengar ujiannya akan sangat sulit, jadi mungkin aku bisa bersenang-senang. Tapi ini membosankan.


Gon masih sedikit bingung, lalu saat mau bertanya ke Lucia, Lucia langsung menjawabnya.


Lucia : Kau mau menanyaiku, kan? Aku juga sama, aku hanya ikut dengan oniichan saja. Hehe..


Gon : Eh?


Killua : Kau pasti bingung ya? Dia itu sebenarnya bisa membaca pikiran kita (menyeringai)


Gon : Eh?! (sedikit tersentak)


Gon langsung melihat ke arah Lucia.


Lucia : Pffft. Aku suka reaksimu, Gon. Maaf, tapi aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan kekuatanku darimu. Hehe...


Gon : Ah... Begitu ya.


Lucia : Apa kau takut padaku?


Gon : Tidak! Justru aku senang! Aku jadi bersemangat!


Lucia tersenyum lega, terlihat dengan jelas kalau Gon tidak berbohong sama sekali.


Killua : Kalau Gon?


Gon : Ayahku adalah seorang Hunter. Jadi aku ingin menjadi Hunter, seperti ayahku.


Killua : Hmm... Hunter seperti apa ayahmu itu?


Gon : Aku tidak tahu.


Lucia : (Kalau aku bilang aku mengetahui tentang ayahnya, apa dia akan terkejut? Tapi sebaiknya aku diam dan ikuti alur ceritanya deh)


Killua : Eh? Pfftt.. Hahahaha... Kau ini aneh sekali!


Killua : Ya, soalnya kau ingin jadi seperti ayahmu, tapi kau tidak tahu apapun tentang dia? (tertawa)


Lucia : Aku tahu.


Killua : Apa? Apa? (penasaran dan semangat)


Gon : Ah, kau pasti membaca pikiranku ya?


Lucia : Benar! Hehe... Tapi sebaiknya kau saja yang bilang, Gon (tersenyum)


Gon : Baiklah. Aku dibesarkan oleh Mito-san, jadi aku hanya melihat foto ayahku.


Killua : Siapa Mito-san?


Lucia : Bibi dan sudah menganggap sebagai ibumu sendiri, benar kan, Gon?


Gon : Benar, dia bibi Mito (tersenyum)


Killua : Oh...


Gon melanjutkan perkataannya.


Gon : Saat ayahku berusia 12 tahun, beliau mengikuti ujian Hunter. Beliau lolos dan menjadi seorang Hunter. Lalu beliau meninggalkan pulau. Aku ingin mencari tahu kenapa beliau memilih untuk menjadi Hunter, daripada tetap bersamaku.


Lucia : (Dia pasti sangat mengagumi dan menyukai Ging. Tidak ada terlihat rasa benci atau pun itu pada matanya. Karena saat dia bercerita tentang Ging, matanya sangat bercahaya)


Killua tidak begitu mengerti dan hanya diam mendengarkan saat Gon bercerita tentang ayahnya itu. Tiba-tiba Lucia berteriak dengan semangat.


Lucia : Pintu keluar!


Killua dan Gon menoleh ke depan. Seketika mereka bertiga langsung mempercepat langkah kakinya berlari menuju ke arah pintu keluar.


Peserta ujian lainnya : (serentak) Syukurlah...


Hanzo : Akhirnya, aku bisa keluar dari terowongan gelap ini!


Semua peserta ujian merasa lega dan senang karena pintu keluar sudah terlihat di depan mata, seketika semuanya kembali bersemangat.


Satotz : (Sekarang, kita lihat berapa banyak yang bertahan sejauh ini)


Satotz adalah orang pertama yang tiba dan menginjak kakinya di atas. Dia berdiri tegak. Setelah itu, beberapa detik kemudian, saat Satotz mau menoleh ke arah belakang untuk melihat peserta ujian lainnya, tiba-tiba muncul Lucia, Killua dan Gon yang tersenyum lebar dan bersama-sama dengan langkah kaki yang sama tiba di atas dan melewati Satotz yang berdiri di sana.


Lucia, Killua dan Gon : (serentak) GOAL!!


Lucia, Killua dan Gon tertawa bersamaan, Satotz hanya berdiri diam lalu menatap mereka dengan tajam dan tidak mengatakan apapun.


Gon : Hore!! Aku menang!!


Killua : Apa yang kau katakan? (tidak mau kalah) Aku yang lebih dulu sampai.


Gon : Aku! (tidak mau kalah)


Satotz menyaksikan perdebatan Gon dan Killua yang seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan dengan diam, sedangkan Lucia yang berdiri di samping mereka dan tidak jauh dari Satotz juga diam menikmati aksi dari kedua orang itu. Dia merasa lucu dan asyik melihat Gon dan Killua yang berdebat dan meributkan siapa yang duluan sampai dan menang.


Killua : Bukan, tapi aku!


Gon : Aku lah! Aku lebih dulu, jadi kau yang traktir!


Killua : Tidak mau! Karena aku yang lebih dulu! Jadi kau yang traktir!


Gon : Tapi aku yang lebih dulu.


Lucia : (Haah... Dasar anak kecil!)


Masing-masing dari mereka berdua tidak merasa puas dan tidak mau kalah lalu menoleh ke arah Satotz.


Gon : Hei, siapa yang lebih dulu?


Satotz dan Lucia menjawab pertanyaan Gon dengan serentak.


Lucia : Satotz-san.


Satotz : Aku.


Gon dan Killua : Eh?


Satotz melihat ke arah Lucia. Lucia hanya tersenyum.


Satotz : Aku yang duluan sampai di sini lebih dulu dari kalian semua jadi aku yang menang tapi aku yakin kalian melewati garis akhir secara bersamaan.


Lucia : Pfft.. Hahaha... (tertawa) Aku setuju dengan jawaban Satotz-san.


Gon dan Killua : Eh? (bingung)


Gon : Begitu ya... Kalau begitu, aku traktir Killua.


Killua : Eh?


Gon : Sebagai gantinya, Killua yang mentraktirku!


Killua : Apa-apaan itu?!


Lucia : . . . .


Gon : Hei, Satotz-san, apa tempat ujian keduanya akan diadakan di sini?


Satotz : Tidak, kita masih jauh dari tempatnya.


Gon : Yah...


Satotz kembali melihat Lucia yang sedang berbicara dengan Killua dan Gon.


Satotz : (Sepertinya peserta di tahun ini sedikit berbeda, mari kita lihat sampai mana mereka akan bertahan?)


-Bersambung-